
Mira yang saat itu masih tertidur, tiba-tiba terbangun karena merasakan gejolak ditubuhnya yang segera harus ia keluarkan.
Di belakang setelah Mira menuntaskan urusannya,dia sempat menanyakan keberadaan Bu Fatimah pada salah satu pengasuh yang berpapasan dengannya,menurut penuturannya jika Bu Fatimah mendapatkan tamu seorang laki-laki dan mereka berada di teras depan.
Karena penasaran dengan tamu laki-laki itu Mira pun menghampiri mereka.Dengan langkah yang tertatih karena masih merasakan sedikit pusing di kepalanya.
Deg,
Langkah pelannya terhenti,Sedikit yang Mira dengar namun mampu membuatnya kaget.Dia hampir limbung,wajah pucat nya semakin terlihat.Ternyata sebegitu bencinya mereka terhadapnya.Sampai-sampai dengan tega hampir menghilangkan nyawanya.
"Mira!"terbelalak mata Ardhan ketika melihat sosok wanita yang dicintainya tengah menatap kosong, menyandarkan punggungnya.
Ardhan yang menyadari keberadaan Mira ikutan kaget,dia langsung berdiri dan menghampiri kekasihnya.
"Katakan padaku,apa benar dia_?"Mira tidak mampu meneruskan kata-katanya.Matanya berkaca-kaca saat menanyakan itu,dia menatap dalam wajah Ardhan menunggu jawabannya.
Ardhan menelisik wajah pucat Mira,takut jika kekasihnya mengetahui siapa dia sebenarnya.Tidak tega sekaligus merasa kasihan dengan kenyataan yang dialami kekasihnya itu.
Apa dia mendengar semuanya?Ya Tuhan,,aku harus jawab apa.
Sebelumnya.
Saat Bu Fatimah sudah mengetahui jika Jhon yang merencanakan penculikan terhadap Mira.
"Nak Ardhan,apa boleh ibu tau dimana Tuan Jhon tinggal?atau kalau tidak alamat kantornya."Tanya Bu Fatimah.
"Ibu mau apa datang ke sana?"tanya Ardhan merasa aneh."Kalau untuk masalah penculikan Mira,biar pihak polisi saja yang mengurus.Aku sudah putuskan akan melaporkan nya."lanjutnya lagi, kesabarannya sudah hilang,Ardhan sudah tidak bisa mentolerir nya lagi.
"Bukan,ada yang lebih penting dari itu."Menggeleng pelan."Sebenarnya ada sesuatu yang ibu ingin katakan dengannya."
"Soal?"tanya Ardhan mengerutkan keningnya.
"Tapi berjanjilah,jangan kasih tau Mira dulu."
"Iya aku berjanji."
"Sebenarnya Mira_."Menghela nafas,Bu Fatimah sedikit ragu saat akan mengatakannya.
"Ada apa dengan Mira?"
__ADS_1
"Mira adalah putri kandung Ayah Jessica."Ucapnya lirih,namun masih bisa didengar Ardhan
Deg,,
Seketika jantung Ardhan berpacu,otaknya langsung mencerna perkataan Bu Fatimah.Sedikit tidak percaya dengan fakta itu.Bagaimana mungkin Mira adalah putri kandung Ayah Jessica.
"Haaa,ibu jangan bercanda,itu tidak mungkin?karena setau aku paman Jhon tidak pernah menikah,apalagi mempunyai seorang anak."
Ardhan merasa tak mempercayai omongan Bu Fatimah,tapi melihat sorot mata Bu Fatimah dan Ardhan sudah mengenal lama siapa Bu Fatimah,tidak mungkin Beliau berbohong.
"Tidak nak,itu benar.Sebelum Ayah Jessica menikahi Ibunya,Jhon sudah menjalin kasih dengan Ibunya Mira.Bahkan mereka hampir menikah."
Bu Fatimah berbicara diselingi lelehan air mata,dia mengingat kisah dulu.Bagaimana saat Brenda Ibunya Mira mengaku hamil.Dan dengan terpaksa karena keadaan beliau sampai mengusirnya.
Jika mengingat itu semua,betapa marahnya dia dengan kekasih adik angkatnya itu.Sepeninggal Brenda dari panti asuhan,hanya sekali Jhon menanyakan keberadaan nya setelah menikahi wanita lain.
"Lalu kita harus bagaimana Bu,Mira pasti sangat terpukul.Orang yang menculiknya ternyata Ayahnya Jessica,dan yang lebih parahnya lagi jika dia_."
"Mira!"
Kata-kata Ardhan terpotong karena mengetahui jika Mira berdiri di samping pintu kaca.Membuat Ardhan bisa melihatnya lebih jelas.Seketika ketakutan melanda pikirannya,bagaimana jika Mira mendengar semuanya.
"I_itu,a_aku.Mira dengarkan aku dulu sebenarnya_." suara Ardhan tergagap,dia sama sekali tidak tau harus berkata apa terhadap Mira.
"Bahwa yang menculik ku adalah Ayah Jessica?begitu kah?"Ucap Mira memotong perkataan Ardhan.
Ardhan termangu,mencerna ucapan Mira.
"Jadi dia tidak mendengar semuanya?ah, syukurlah."
Ardhan bernafas lega,setidaknya Mira belum tau untuk sekarang.Tapi bagaimanapun,cepat atau lambat Mira pasti akan tau semuanya.
"Dan sekarang dia kembali mengancam ku setelah tau jika aku masih hidup?"lanjut Mira lagi ketakutan."Apa begitu hina hidup ku,sehingga mereka ingin melenyapkan ku."Tess,,Air mata Mira sudah tak bisa di bendung lagi.
Hatinya begitu sakit mengetahui orang yang pernah menculiknya adalah orang yang sama yang mengancamnya.
Ardhan merengkuh Mira kedalam pelukannya,rasa bersalahnya semakin besar tatkala melihat reaksi Mira.
"Maaf,maafkan aku karena mencintaimu."Ucapnya mempererat pelukannya,Ardhan mencium pucuk kepala Mira.
__ADS_1
"Aku yang seharusnya minta maaf."
Mira terus menangis dalam dekapan Ardhan,dia juga tidak bisa menyalahkan cinta Ardhan,karena diapun juga merasakan hal yang sama.
"Mira."Panggilnya Bu Fatimah yang sejak tadi hanya diam menyaksikan dua orang yang saling menyalahkan diri sendiri.
"Ibu juga minta karena_."
Tidak,sebaiknya aku Jangan beritahu Mira dulu siapa dia sebenarnya.
"Ibu tidak salah,kenapa harus minta maaf?" Ucap Mira menggelengkan kepalanya,setelah melepaskan dekapannya dari tubuh Ardhan.
"Mungkin apa yang mereka pikirkan tentangku memang benar, bahwa orang sepertiku tidak pantas bahagia apalagi hidup."Lelehan air mata Mira kembali mengalir deras.
"Nak!"
"Mira!"
Ucap Ardhan Bu Fatimah berbarengan.Bu Fatimah mendekat merangkul tubuh Mira.
"Jangan berkata seperti itu Nak,tidak baik jika kita mendahului Nya (Allah).Setiap orang yang bertaubat,pasti akan mendapatkan cobaan.Jadi ibu mohon tetap istiqamah dijalan Nya.Ibu percaya apa yang mereka tuduhkan tidak benar."Bu Fatimah terus berusaha menasehati.Beliau terus mengusap punggung Mira menenangkan wanita muda itu.
Mira terdiam,meresapi kata-kata Bu Fatimah.Membuatnya malu atas apa yang tadi di ucapkan.
"Ibu benar,bahkan Allah masih menyelamatkan aku sewaktu kecelakaan."
Selangkah Ardhan mendekat,dia menggenggam tangan Mira.
"Tetaplah bersamaku, apapun yang terjadi.Karena kali ini aku akan melindungi mu."Janjinya kali ini dengan sungguh-sungguh.
Mira tersenyum setelahnya,dia sudah jauh lebih tenang.Sekarang Mira sudah lebih yakin untuk terus berpegangan kuat dengan tangan Ardhan.Dia akan tetap percaya dengan cintanya.
Setelah itu Ardhan berpamitan meskipun dirinya enggan karena masih ingin melihat wajah Mira.Tapi melihat kondisi Mira yang belum sehat terpaksa dia mengalah.
"Padahal aku kan masih kangen.hiks
sebelumnya dia berbicara akan memproses hukum untuk menuntut semua kesalahan Jhon pada Mira,dengan bukti foto yang Ardhan punya.
Walaupun sedikit kurang setuju,Bu Fatimah tetap mengiyakan.Dia merasa jika tindakan Jhon mungkin karena ada kesalahpahaman.Mungkin Karena belum tau saja siapa sebenarnya Mira.
__ADS_1
...****************...