
persiapan pesta pertunangan dua pewaris hampir mendekati sempurna. gedung tempat berlangsungnya acara sudah dipersiapkan,
hiasan bunga mawar putih sudah menempel penuh berjejer rapi di dinding ruangan yang akan di jadikan tempat acara pemasangan cincin tunangan.
Jessica memilih letak untuk acara pertunangannya di gedung hotel milik ardhan,padahal ayahnya sudah mengatakan jika beliau sudah mempersiapkan semua keperluannya,mereka hanya mempersiapkan dirinya saja.
tapi Jessica menolak dengan alasan jika dia ingin terlihat bahwa ardhan ingin mengikatnya bukan karena sebuah paksaan.
untuk itu tuan Jhon tidak bisa menolak keinginan putri tersayangnya.
lain dengan ardhan,meskipun sebenarnya dia tidak bersungguh-sungguh dengan acara ini.namun kenyataannya dia tidak bisa melakukan apapun.
sekilas hidupnya seperti boneka,yang hanya diam menuruti seseorang mengatur gerakannya.
"kenapa jadi aku yang repot ?" Dany terlihat menggerutu, pasalnya dia di minta Jessica untuk ikut mengatur dekorasi acara pertunangan mereka.
semenjak Ardhan menyetujuinya, sifat Jessica yang di kenal ramah seketika berubah . sifat manja yang dulu kini muncul di dirinya.
dengan alasan untuk kenyamanan Ardhan, dan dia ingin menarik simpati ardhan jika dirinya memang layak untuknya.
dia seenaknya mengatur jika apa yang di butuhkan untuk acara tersebut harus selera ardhan.
seperti halnya sekarang, hanya karena bunga Dany harus ikut membongkar ratusan bunga mawar yang sudah tertata rapi.menggantinya dengan bunga Lily putih kesukaan ibu ardhan .
Jessica beranggapan jika apa yang di sukai nyonya Prayoga , Ardhan pasti akan menyukainya.
masih dengan kesibukannya,dany memindahkan bunga -bunga itu masih dengan perasaan kesalnya.
sampai tak fokus jika di depannya seorang wanita tengah sibuk membersihkan kursi yang akan di gunakan para tamu untuk duduk.
"bruk!"
siti jatuh saat seseorang menabraknya, tubuh kecilnya tak terlihat mata Dany yang membawa buket besar mawar putih yang hendak di keluarkan.
Dany hanya kaget mendengar suara yang cukup keras seperti benda terjatuh ke lantai
begitu tau suara apa, seketika tawa Dany langsung menggelegar. itu suara siti yang jatuh menimpa kursi tamu.
mungkin di karenakan buket bunga yang di bawa Dany menghalangi pandangan matanya.
melihat Dany yang terpingkal-pingkal,membuat darah siti semakin naik .
__ADS_1
Kain lap bekas yang masih basah yang di pegang siti seketika melayang ke arah wajah Dany, tentu saja Dany kaget seketika raut wajahnya yang tadi terlihat suka cita kini terlihat seperti ada yang mau meledak menahan amarah.
Kini gantian siti yang tergelak,dia begitu puas bisa membalasnya.
"hii,hi,hii, rasain tuh lap, kan lumayan buat mengelap muka bapa yang masam."dalam hati siti cekikikan .
Kini wajah mereka menunjukkan seperti akan memulai peperangan sengit, tangan dany terlihat terkepal setelah meletakan buket besar di meja sampingnya.
Sama seperti Dany,tangan siti juga dalam posisi yang sama.Seusai bangun dari jatuhnya.
Tatapan mereka seperti mengeluarkan sengatan listrik persis seperti film kartun yang suka Dany tonton di apartemen nya ketika mendapatkan jatah libur.
Mungkin diotak mereka kini banyak strategi-strategi apa yang akan digunakan untuk saling menjatuhkan lawannya.
Siti tidak perduli atau tidak mengingat sedang berhadapan dengan siapa.Mungkin yang terlihat di matanya kini , dia menganggap wajah yang di depannya hanya musuh bebuyutan nya saja.
Begitu pandangan siti beralih ke sebuah ID card bertuliskan nama perusahaan,nama pemilik serta lengkap dengan foto dan jabatan laki-laki itu yang tergantung di saku kiri dany.Seketika wajah tegangnya berubah redup,wajahnya tampak kebingungan.
"Dany Saputra, sekertaris bos besar? gawat!!!." siti memekik dalam hati.
Dia benar-benar bingung langkah apa yang harus dia pilih.Rasanya dia ingin menghilang dari tempat ini.
Semua strategi di otaknya untuk menjatuhkan lawan seketika melayang ,kini di ganti dengan ketakutannya apa dia akan di pecat atau hanya hukuman yang dia dapat karena berani melempar kain lap bekas ke arah wajahnya.
Melihat mata laki-laki yang di depannya masih sama seketika siti hanya nyengir memperlihatkan gigi putihnya.
"Maafkan saya pak,tolong ampuni saya?"siti langsung membungkuk sopan mengakui kesalahannya ,berharap dengan melakukan nya akan meredam emosi laki-laki yang sejak tadi menatap geram padanya.
Meski harus terlihat rendah,namun siti terpaksa karena baginya saat ini pekerjaan lebih penting sekarang.
"Kenapa aku yang minta maaf duluan?dia kan laki-laki,bukankah dia juga salah? berjalan tanpa melihat situasi di depannya". pikir siti
Namun mengingat perbedaan jabatan mereka siti jadi tau diri.
Tetapi dalam beberapa detik hanya helaan nafas ringan yang dia dengar.
Saat memicingkan matanya tak sengaja melihat tangan Dany mengambil buket bunga tersebut.
"Apa yang orang itu lakukan? mungkinkah benda sebesar itu gantian melayang ke kepalaku?
pasti sakit sekali kan ?ah,rasanya aku ingin menghilang saja.tolong ampuni saya pak!"ucap siti dalam hati.
__ADS_1
Matanya langsung terpejam.
Benda yang di tunggu siti tak kunjung datang.padahal dia sudah siap jika mendapatkannya meski tubuhnya menunjukan bahwa ia ketakutan.
Detik berikutnya hanya suara tegas yang dia dengar.
"Minggir!" Dany tidak menggubris apa yang gadis itu lakukan.dia langsung melangkah pergi dari tempat itu.
Melewati tubuh gadis yang masih dengan posisi membungkuk.
Begitu melihat Dany pergi melewatinya ,siti hanya bernafas lega,tapi dia juga terlihat bingung dengan pemilik punggung yang semakin menjauh menghilang dari pandangannya.
"Ada apa dengan tiang listrik? kenapa aku di loloskan begitu saja? tapi ini bagus sih jika iya, hiii."
"Selamat ,Selamat."
Siti sudah percaya diri,jika dirinya merasa sudah lolos dari jeratan laki-laki dengan postur tubuh tinggi tersebut.
"Eh,tapi bentar.Bagaimana kalau dia hanya menundanya saja? sebentar lagi kan bos besar tunangan ,pasti dia hanya sibuk masalah itu saja kan? ah,ayah bagaimana ini?"
Siti merasa ketakutan lagi.Wajahnya pucat menampakan kebingungan sampai dahinya berkeringat, dan itu membuat rekan seprofesinya kebingungan.
"kamu kenapa,siti sakit?" seorang laki-laki muda yang di perkirakan seumuran dengan siti terlihat khawatir dengan keadaan temannya, lalu dia menyodorkan botol minuman berwarna jernih.
"Tidak yud,terima kasih."Lantas siti langsung menerimanya dan duduk di kursi di sampingnya.
lalu langsung membuka segel botol dan meneguk isinya sampai berkurang setengah.
siti menghela nafasnya,mengingat kejadian -kejadian tentang pertemuannya dengan laki-laki itu.
"kenapa aku selalu sial jika bertemu dengannya?apa sebentar lagi aku di pecat?"
Siti seperti tidak mempunyai gairah hidupnya lagi.Tatapannya kosong ke depan tepat dimana laki-laki tinggi itu menghilang.
Sedangkan Yuda merasa bingung dengan kata-kata siti.
...****************...
maafkan jika ceritanya terlalu membosankan🙏
dan mungkin cukup membingungkan buat kalian sekali lagi karena masih tahap belajar.🤭🤭
__ADS_1