Aku mantan pelacur

Aku mantan pelacur
Bab 56.Menunggu lagi


__ADS_3

Dan akhirnya bibir mereka bertemu,untuk pertama kalinya mereka menyalurkan rasa yang selama ini ditahannya terutama untuk Ardhan.


Ardhan terus *******bibir manis yang bercampur asin karena bersamaan dengan air mata Mira yang menetes,matanya mulai terpejam merasakan sensasi yang mulai memabukkan.Memang ini bukan pertama kalinya bagi Mira namun kali ini sama sekali tidak ada perasaan terpaksa melainkan rasa bahagia karena melakukan dengan orang yang ia cintai.


Tautan tangan mereka semakin kuat,tangan Ardhan berpindah menekan tekuk leher Mira agar semakin dalam ia mengeksplor rongga mulut Mira.Sedangkan tangan Mira seakan meremas kuat pundak Ardhan.Menyalurkan rasa yang begitu bergelora.


Mereka tak perduli dimana mereka berada,yang mereka tau jika hanya ada mereka ditempat itu.Seakan dunia hanya milik mereka berdua.


Namun tak lama dibalik ******* bibir mereka,Mira seakan kembali ke masa silam dimana saat pertama kalinya mendapatkan penyatuan yang begitu kasar.Sekelabat wajah yang tak asing melewati penglihatannya.Jantungnya seketika berpacu begitu cepat,nafasnya begitu tersengal-sengal.


Secepatnya Mira melepaskan tautan bibir mereka,dia mendorong kuat tubuh Ardhan hingga terlepas.Membuat Ardhan terkejut dengan apa yang dilakukan Mira.


"Maaf Honey,aku hanya terbawa suasana.Maafkan aku...."


Sadar jika dirinya mulai hilang kendali,Ardhan terus memohon maaf.


Ardhan merasa bersalah,dia pikir tindakan Mira yang mendorong dirinya karena marah.Apalagi melihat Mira yang hanya diam,dan air matanya kembali mengalir.


Mira terus menggelengkan kepalanya agar dia sadar."Tidak..aku tidak apa-apa,kamu sama sekali tidak salah Bee."Mulutnya memang memang mengatakan tidak tapi entah dengan hati dan pikirannya saat ini.


Ardhan menarik tangan Mira dan membawa kepelukannya.menenggelamkan wajah ke dada bidangnya.Bisa Mira rasakan detak jantung Ardhan begitu cepat,mungkin dia karena menahan hasratnya yang sempat naik.Sebagai laki-laki normal Ardhan pun pasti merasakan hal itu.


Meskipun dia tau masa lalu Mira,dia tidak ada niatan untuk memanfaatkannya.Dia akan melakukannya jika hubungan mereka sudah diakui agama dan negara.Karena Dia mencintai hati Mira bukan tubuhnya,karena itu pula dia ingin bisa menghargainya.


"Aku minta Honey,aku minta maaf.."Ardhan terus saja meminta maaf membuat Mira ikut merasa bersalah karena tindakannya yang membuat Ardhan salah paham.

__ADS_1


Ardhan terus mendekap tubuh Mira membuat tubuhnya kembali meremang,apalagi saat hembusan nafas Ardhan yang menyapu kupingnya.Mira sudah tidak bisa menahannya.


"Sebaiknya kita pulang, sebentar lagi malam.Aku takut Ibu khawatir."Mira mencoba memberi alasan,padahal saat ini pipinya mulai bersemu merah.Meskipun bayangan tadi sempat membuatnya gelisah.Namun tak dipungkiri jika dirinya mulai menyukainya.


"Sebentar..ada yang ingin aku sampaikan Honey."Ardhan menahan Mira yang hendak pergi,lantas dirinya menuntun Mira untuk duduk di sebuah batang kayu yang sejurus kemudian dirinya berjongkok dengan kaki ditekuk sebelah dihadapan Mira.


"Honey."Panggilnya lirih,yang semakin membuat jantung Mira ketar-ketir.Apalagi saat mata Ardhan terus menatapnya intens seperti terhipnotis Mira sama sekali tak berkedip.


Dia mau apa?


"Honey,maukah kamu menikah denganku?"terang-terangan Ardhan langsung mengungkapkan apa yang selama ini dipendamnya.


Karena dia ingin langsung menjadikan Mira sebagai istrinya.Ingin segera melindunginya meskipun kini hidupnya mulai membaik.


Meski demikian dirinya masih diselimuti rasa bersalah akan fakta yang sebenarnya.Bahwa dia mencintai laki-laki yang sama.Dan itu adalah mantan tunangan wanita yang akan menjadi saudaranya.


"Honey,tolong jawablah."Ardhan terus menggenggam tangan Mira yang berkeringat.Padahal angin yang menerpa wajah mereka terasa dingin.


Mira mulai sadar saat Ardhan terus menyerukan namanya.


"Bee apa kamu yakin?kamu pasti tidak lupa siapa aku dulu."Mira masih belum bisa percaya diri dengan masa lalunya.Meskipun kini mereka berstatus berpacaran.


"Berapa kali aku harus mengatakannya Honey,kalau aku sudah menerima masa lalu kamu.Bahkan jika kalau kamu masih tidak percaya aku akan umumkan hubungan kita,dan membungkam mulut mereka jika ada yang berani menghinamu."Ardhan terus berusaha menyakinkan kekasihnya.


"Percayalah Honey,jika aku sangat mencintaimu.Tidak bisakah kamu ingat bahwa aku masih menantimu disaat kamu dikabarkan telah tiada,karena aku percaya kamu masih ada.Karena hati ini yang mengatakannya."Ucap Ardhan sambil menyentuh dadanya.Air matanya keluar begitu saja.

__ADS_1


Ardhan sangat menyayangkan sikap Mira yang masih belum mempercayainya.Namun dirinya juga tidak bisa menyalahkannya. Untuk itu dia harus terus bersabar dan terus menyakinkan Mira bahwa cintanya benar-benar tulus.


Mulut Mira masih bungkam, sebenarnya jika mengikuti sebagian kata hati yang juga mencintainya dia akan langsung mengucapkan kata Iya.Namun sebagian hatinya juga masih ragu bukan hanya masalah masa lalunya,tetapi juga fakta yang mungkin jika Jessica akan menjadi saudaranya.


Lama mereka hanya saling menatap,tak perduli jika kini sudah mulai gelap dan Matahari secuil pun sudah tidak menampakkan cahaya.


"Baiklah."Mata Ardhan langsung berbinar saat Mira mengatakannya,tapi setelahnya dia tersenyum masam.


"Aku akan menjawab jika hasilnya sudah keluar.Dan aku ingin kamu mengatakannya lagi saat ada Tuan Jhon dan Nona Jessica."Ucap Mira memberi keputusan.


Alasan Mira mengatakan hal itu karena dia ingin tau terlebih dahulu bagaimana perasaan Jessica saat ini,dan dia berpikir jika Jessica masih mencintai Ardhan dengan rela dia akan menolak Ardhan.Jika Jessica tidak bisa memiliki Ardhan diapun akan sama tidak akan bersamanya,meskipun itu harus mengorbankan rasa cintanya.


Dan untuk Ardhan sendiri meskipun berat,mau tidak mau harus menuruti kemauan Mira.Tidak perduli jika Jessica menentangnya,mengingat bagaimana perasaan Jessica terhadapnya.


justru yang ia takutkan hanya Mira,bagaimana sifat Mira yang lemah.Apalagi sekarang status mereka akan menjadi saudara.


"Jika itu keputusan kamu aku akan tetap menunggumu Honey."Dengan berat hati mengatakannya."Tapi apapun keadaannya aku akan tetap memperjuangkan kamu,meski kamu terus menolaknya sekalipun."


Deg


Hati Mira seakan membuncah saat mendengar kalimat yang Ardhan ucapkan, membuatnya semakin bingung merasa cukup tidak percaya.


Apa benar sebegitu cintanya terhadapku?aku harus bahagia atau sebaliknya Sekarang.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2