
Hari ini Ardhan dan Mira akan berangkat bulan madu, Mira sudah menyiapkan keperluan dirinya dan suaminya selama seminggu, hanya pakaian dan alat mandi pribadinya saja, karena Ardhan sudah berulang kali mengatakan jika Mereka tidak usah terlalu banyak membawa perlengkapan.
Sebelumnya mereka sudah memberitahu Ayah Jhon dan Jessica jika mereka akan pergi bulan madu di kawasan pegunungan.
Jessica sempat protes jika pilihan Mira terlalu sederhana, karena biasanya sepasang pengantin akan melakukan waktu bulan madu di luar negeri atau jika di dalam negeri mereka akan memilih tempat yang lebih terkenal, bukan daerah pegunungan yang lebih pantas untuk wisata keluarga.
Meski begitu Mira tetap kekeh karena selain untuk pergi bulan madu, ada sesuatu yang ingin dilakukannya yaitu mengunjungi rumah keluarga yang pernah menolongnya. Dan Mira tidak memberitahu ke Jessica ataupun Jhon, dia takut membuat Jhon sedih karena merasa bersalah sebab di tempat itulah Mira mengalami kecelakaan karena ulahnya.
Mobil sudah melaju pelan masuki daerah pegunungan, jalanan sangat ekstrim sebab jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Untuk itu butuh konsentrasi dan kehati-hatian saat berkendara, butuh beberapa jam untuk sampai tujuan. Mira tengah bersandar di dada suaminya, sambil melihat keindahan alam pegunungan dari jendela kaca mobil Ardhan.
"Kamu yakin hanya kesini sayang?" tanya Ardhan pada istrinya. Dia memeluk tubuh istrinya dari belakang, sesekali mencium puncak kepala istrinya, menghirup aroma yang sekarang menenangkan baginya. Posisi Ardhan duduk miring, dengan sebelah kakinya yang ditekuk di kursi memudahkan Mira agar bersandar lebih nyaman di dadanya.
"Iya sayang aku sangat yakin, kan kamu tau sendiri ada alasan lain kenapa aku memilih tempat ini." Mira menjawab sambil menganggukkan kepalanya, dia sangat nyaman sekarang jika di dekapan suaminya seperti ini.
" Baiklah,, aku tidak akan menanyakan itu lagi. Sekarang lebih baik pejamkan matamu."
"Emang masih jauh ya Bee?" Mira menanyakan letak hotel yang akan dia tempati, karena tempat tinggal Mbok Darmi orang yang menolongnya sudah terlewati . Dan mobil yang mereka tumpangi sudah semakin naik.
"Tidak,, hanya saja apa kamu tidak takut melihat jalanan yang serem seperti itu?" Ardhan bertanya sambil melihat kondisi jalanan yang cukup berbahaya karena disebelahnya terdapat jurang yang sangat curam, dan itu membuatnya bergidik ngeri.
Mira terkekeh mendengar perkataan suaminya, apalagi saat menyentuh tangan Ardhan yang berubah dingin. Mira tau kalau suaminya sedikit takut saat ini.
__ADS_1
" Kita berdoa saja sayang, semoga kita selamat sampai tujuan." Mira menenangkan suaminya, Mira mengusap tangan suaminya yang sedang memeluk pinggangnya. Mira mendongak ingin melihat raut wajah Ardhan, dan benar saja Mira sampai ingin tertawa melihat raut wajah Ardhan yang seperti menahan nafas. Tapi Mira tahan takut suaminya tersinggung dan marah.
" Kalau kamu takut, kamu saja yang pejamkan mata Bee." Lanjut Mira menggoda suaminya.
" Siapa yang takut, aku hanya mengkhawatirkan istriku saja kok." Ardhan berusaha mengelak, dia masih tidak mau mengakui jika dirinya memang sedang ketakutan. Berbeda saat dulu dia mencari Mira yang di culik dirinya tak merasa takut mengendarai sendiri mobilnya karena saat itu pikirannya hanya tertuju pada keselamatan Mira.
Perdebatan mereka yang di selingi kekehannya membuat sang supir yang duduk di depan mereka tersenyum, merasa lucu melihat sepasang suami istri itu.
Mereka sama sekali tidak menghiraukan kalau bukan hanya mereka saja yang ada di mobil itu, benar-benar mereka seperti merasa dunia hanya milik mereka berdua.
Mobil mereka pun masih melaju dengan aman sampai akhirnya tiba di Hotel, dimana Sekretaris Dany sudah memesannya untuk sepasang pengantin tersebut.
Mira masih melihat-lihat tiap sudut kamar yang akan mereka tempati selama seminggu, terdapat ranjang king size dan beberapa interior melengkapi kamar yang cukup nyaman.
"Suka,,sangat suka bee."
"Siapa yang memesannya bee?" tanya Mira, Ardhan masih memeluknya dari belakang, kini mereka berada di balkon kamar mereka. menatap keindahan Bukit tinggi yang terlihat hijau.
"Tentu saja Dany."
"Ck, berarti aku mestinya berterima kasih dengannya bukan dengan kamu." Lagi-lagi Mira menggoda suaminya.
__ADS_1
Ardhan langsung melepaskan rengkuhan tangannya dan membalikkan tubuh istrinya agar menghadap dengannya.
Wajah Ardhan berubah cemberut mendengar ucapan istrinya. Memang benar yang menyiapkan semuanya adalah Sekretarisnya, tapi tetap saja dia lebih berhak karena Ardhan yang menyiapkan dana dan tinggal menyuruhnya saja.
" Itu kan Memang tugasnya dia sayang, untuk itu dia di gaji." Ucapnya sedikit merajuk.
Mira semakin tak tahan ingin sekali menertawakan suaminya saat ini, bagaimana tidak dari awal keberangkatan Ardhan seperti bukan dirinya yang sebenarnya, suaminya mengalami banyak perubahan semenjak Mira menikahi laki-laki itu.
"Sudah ah, aku mau mandi saja, badanku sudah terasa lengket." Mira beralasan, sebenarnya dia ingin sekali tertawa saat ini. Namun meski begitu Mira juga sebenarnya memang ingin mandi karena meskipun perjalan tidak terlalu memakan waktu banyak, tapi karena waktu juga sudah menuju sore hari.Mira melepaskan tangan Ardhan dipundaknya, lalu Mira menuju kamar mandi di sudut kamar itu.
"Oke baiklah honey, bersiaplah karena setelah ini aku tidak akan melepaskan mu." Ardhan menyeringai, dia berbicara saat Mira sudah didalam kamar mandi, entah istrinya mendengar ucapannya atau tidak.
Didalam Mira tersenyum malu, pipinya bersemu merah. Ternyata dia mendengar apa yang suaminya katakan tadi, meskipun mereka sudah melewati malam pertama mereka, tapi tetap saja jika Ardhan mengatakan hal yang berbau mesum jantung Mira tetap saja berdetak lebih kencang.
Dia semakin mesum saja sekarang, terima kasih Ard karena sudah menerimaku apa adanya dan membuatku bahagia sekarang.
Mira pun akhirnya memilih berendam di bathtub menggunakan air hangat, karena tidak memungkin dirinya mandi dengan air dingin, udara diluar saja sudah membuatnya cukup kedinginan.
Saat istrinya tengah membersihkan diri, Ardhan lebih memilih untuk menghubungi orang kepercayaannya yaitu Dany sang sekretaris.
Dia ingin menanyakan perihal apa yang sudah diperintahkan yang berhubungan dengan keluarga yang menolong Mira.
__ADS_1
" Apa semuanya sudah beres Dany dan kau sudah memberitahu mereka?"
...****************...