Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
0,1 Prolog


__ADS_3

"Namaku Rania indriana putri biasanya di pangil Rania atau Nia


tahun ini umurku menginjak 20 tahun


Aku memiliki rupah yang biasa saja standart


Namun menurut mereka orang yang selama ini dekat dengan ku aku pribadi yang baik,sopan,bertanggung jawab,dan dewasa dalam menyikapi masalah


" Sebaliknya mbak ku yang ber Nama Tania almira putri dan biasa di pagil Tania atau mira.


Tahun ini kakak ku ber umur 28 tahun lebih tua dariku.


Tapi meskipun Kak Tania berumur 28 tahun lebih tua dari ku kak Tania memiliki paras yang cantik kulit putih taak ada sedikitpun yang cacat.


Namun dia memiliki sifat yang taak mencerminkan seorang ibu dan istri yang lebih tepatnya tak bertanggung jawab karna lebih memili karirnya ketimbang mengurus anak dan suaminya.


semua yang harusnya jadi tanggung jawab kakak ku malah di lemparkan ke Rania yang notabenya adalah adik dari Tania.


Itu semua sudah berjalan selama setahun semenjak kak Tania berkerja kembali Rania taak perna keberaatan melakukan atau mengantika tugas Kakaknya Tania yang sudah mau menanggung kebutuhan ku.


Masalah itu datang karna ulah mbak ku sendiri karna telah mementingkan karirnya dari pada anak dan suaminya.


Kakak iparku bernama Hendra kusuma wiratmaja yang tahun ini menginjak umur 34 tahun memiliki perawakan tampan,baik,sopand,dermawan,dan sayang kluarga beliau pemilik PT.SURYA WIRATMAJA yang berdiri di bidang batu bara.


"Ada sikecil Tasya kamila wiratmaja umurnya 3 tahun anak kecil yang berparas cantik,sopan,dan dermawan itu adalah keponakanku.


Kedekatan ku dengan tasya melebihi ibu kandungya sendiri berbading terbalik dengan kakak ku hampir jarang ada di rumah dan taak sedekat seperti denganku setiap kali pulang kerja tasya sudah tertidur.


Setiap hari aku mengantika peran kakak ku untuk mengerjakan tugas di ruamahnya.


Seperti pagi ini aku di sibuk kan dengan mengerjakan semua tugasnya seperti masak, bersih bersih rumah dan keperluan anak dan suaminya aku semua yang lakukanya


Seperti seketika tasya meminta makan aku yang mengambilkan dan lebih parahnya lagi suami kakak meminta kakak ku mengambil tas kerjanya kakak masih asyik dengan telfonya dan mintak tolong ke padaku untuk mengambilkanya.


Rania tak mengerti di sini ini siapa yang istrinya kenapa aku yang selalu melayani.


Kaka iparku yang taak tahan dengan prilaku Tania pun ber komentar tentang sifat kakak ku yang mengabaikan tugasnya sebagai ibu dan istri.


Tania kamu seharunya melakukan tugasmu sebagai ibu dan istri,semua malah kamu serahin ke adik kamu semuanya" tatapan yang serius dengan nada sedikit meninggih


Sudah berapa kali Mas bahas masalah ini aku sudah bilang buat apa ada Rania kalau dia taak membantu aku dalam urusan rumah, toh dia juga enggak ada kerjaan dan lagi Tania gk keberatan untuk melakukanya selama ini Tasya taak perna komplen jika semua berurusan dengan tasya di lakukan oleh Tania"dengan nada kesal dan agak sedikit meninggih.


Memang tasya taak perna komplen tapi aku yang selalu berharap kamu memenuhi tugasmu sebagai istri yang baik"dengan nada lebih tinggih dan meninggalkan ruang makan untuk pergi ke kantor.


Tapi mas tau kan pekerjaanku yang tak bisa aku tinggal begitu saja karna aku mencintai karirku yang sekarang makin baik dan berposisi sebagai manager d perusahaan dan gak akan bisa aku meninggalkan atau keluar dari perusahaan "Berdiri


Mas,,,mas,,,mas jagan pergi dulu degerin aku dulu"sambil berjalan mengejar


Rania melihat tas Hendra yang taak di bawah akhirnya ia membawakan tas dengan lari keci mengejar keberadaan kakak iparnya untuk meyerahkan tasnya.


Tania melihat Rania mengejar suaminya ia pun juga mengejarnya untuk memberi penjelasan terhadap suaminya.


Mas tungguh kita sudah bahas ini semua tiap hari"berteriak kecil.


Hendra pun menghentikan jalanya saat Rania akan memberikan tasnya seketika ia pun menolehkan padanganya saat ingin menerima tasnya dan melihat ke arah Tania di belakangnya dan berbalik.


Aku taak akan membahas ini tiap hari kalau kamu mau keluar dari pekerjaanmu dan menjadi istri yang baik dan ibu yang baik buat tasya" Memandang Tania kesal.


Kamu tau seberapa menyedihkanya kamu sampai sampai Tas kantor aku saja harus Rania yang mengambilkan dan membawakanya untuk ku "Memandang Tania dengan senyum kecewanya


Suami kamu benar Tania semua itu kewajibanmu bukan kuwajiban adik kamu jangan sampai hal buruk di rumah tanggah kamu bakalan datang karna keegoisan kamu" mertuanya pun memandang Tania sedikit kesal


Ibu tau kan pekerjaanku juga ingin membantu kebutuhan keluargaku bukan aku sendiri,sudah lah bu saya akan tetap berkerja ibu taak usah ikut campu.Memandang mertuanya dengan kesal


Saat Tania berucap seperti itu Hendra pun semakin kesal dan berlalu saat ia akan berlalu ia pun berucap.


Fikirkan baik baik jangan salahkan aku jika kelak rasa ku mulai hilang untuk mu"sambil melangkahkan kaki dan memasuki mobil

__ADS_1


Deg..


Deg...


Deg...


Rania yang selama itu menjadi penonton dari mereka yang berdebat hanya bisa berdiam dan tak mengeluarkan sepata katapun dari mulutnya .


Tania pun terdiam sejenak mencerna omongan suaminya dan seketika tersadar dan berlalu berangkat kerja dan memasuki mobilnya dan berlalu menigalkan rumahnya.


Rania memandangi mobil kakaknya sampai menghilang dari pandanganya dan berlalu memasuki rumah dengan mertua kakanya menuju meja makan dan melanjutkan menyuapi Tasya.


Tante Papa sama Mama berantem lagi iya apa karna tasya mereka berantem( denga tatapan yang berkaca kaca dan mulai menitikan air mata hikhikhik...


Bukan sayang Papa dengan Mama lagi ada masalah kantor aja bukan karna Tasya sekarang Tasya gk boleh nagis iya sekarang Tasya makan lagi biar cepet besar dan membantu Papa Tasya mengurus perusahaan Papa ,ayo makan lagi ea sayang


" mengelus elus rambut Tasya dan taak lupa ia mengusap air mata di pipi Tasya dan pelupuk matanya.


Iya tante Rania,Tasya mau makan biar bisa bantu Mama dan Papa biar taak bertengkar lagi" dengan mengangukan kepala dab senyum kecilnya yang muncul.


dalam hati Rania "Kasihan Tasya ia masih kecil sudah memikirkan hal yang harusnya taak di fikirkanya sebagai anak yang harunya hanya belajar"


Rania pun memeluk Tasya dan berucap taak usah sedih iya tante bersamamu selamanya"dan seketika melepaskan pelukanyan dan kembali memakan makanan terahirnya.


Tasya pun tersenyum lagi dan makan pun selesai Tasya pun mengajaku untuk ke dalam kamarnya untuk menemaninya main bonekanya.


Pertengahan permainan Rania teringat perkataan kakak iparnya yang berucap" jangan salahkan aku jika kelak rasaku mulai hilang untukmu dan sendikit merasa getaran di hati Rania.


Di perjalanan Tania selalu tergiang giang suara suaminya itu.


saat ia sampai di parkiran Tania pun terbagun dan tersadar dari lamunanya dan berlalu pergo menigalkan mobilnya dan berlalu menuju ke dalan kantornya


saat di kator semua karyawan menghormati bossnya itu.


saat Tania sampai di ruanganyan terlihat setumpuk berkas yang harus di tanda tanganu olehnya membuat Tania harus siap mendatangani dan mengoreksiny.


di kantor Hendra memikirkan perkataanya dan mulai menimbang nimbang bahwah istrinya tak lagi perhatian terhadapnya


saat Hendra sudah menjalankan tugasnya selama seharian pun.Aku memutuskan untuk menyudahi pekerjaanya dan bergegas pulang ke rumah karna ia merasakab tubuhnya sangat sakit dan badanya panas.


Hendra pun keluar dari ruanganya sambil memecet telfon untuk menghubungi sekertarisnya.


"Reno tolong kesini


"iya Tuan saya segera ke sana"sambil menyudahi makanya membayar makananya dan berlalu keluar restauran dan menuju le kantornyan sepulu menit ia pun sampai di lihatnya bosnya sambil berdiri memandanga tuanya.


sesampainya di depan bosnya" Tuan kenapa memandang Hendra dengan sedikit bingung dan membantu Hendra berdiri menuju mobilnya.


tolong batalkan semua pertemuan jatwal ulang lagi untuk pertemuanya saya mau pulang dulu karna saya merasa tidak enak badan"sambil memijit mijit kepala yang sakit.


apa tidak sebaiknya bapak ke rumah sakit biar saya yang mengatar"Memandang Hendra cemas.


Taak usa Reno aku pulang ke rumah saja nanti istirahat di rumah juga sudah sembuh "memasang sabuk pengaman untuk Tuanya.


Reno mengatarkan pulang bossnya sesampainya di rumah


ting tong...


ting tong...


Rania yang berada di dekat Tasya mendengar bell rumah bunyi Rania pun segera menuju asal suarah itu dan membuka pintu.


Alangkah terkejutnya ia pu melihat sosok Kakak iparnya di bopong laki laki membuat Rania pun kawatir berucap.


Mas Hendra" Membulatkan matanya sempurna dan berucap.


, .kenapa mas Reno kak"Memandang dengan tatapan binggung dan cemas

__ADS_1


Pak hendra sakit kepalanya pusink dan panas beliau ingin istirahat"dengan membopong pak Reno.


Ea sudah bawah ke kamarnya saja mas Reno saya mintak tolong"sambil membopong di bantu Rania juga dan sampailah di kamar mas hendra pu di baringkan di atas kamar tidurnya untuk ber istirahat.


trima kasih sudah mengatar mas Hendra pulang mas Reno


Reno pun berucap,sama sama itu sudah tugas saya sebagai sekertaris merangkap jadi asisten pak hendra.saya undur diri untuk kembali ke kantor mbak Riana" sambil mengatar ke depan rumah


segera kembali ke kamar dan melihat keadaan mas hedra,mas maaf saya mintak injin untuk membuka sepatu mas boleh"mentap dengan lekat Hendra.


oh iya tak apa Rania maaf mas selalu merepotkan mu"pandanganya senduh dan pucat.


iya tak apa Ran"sambil membuka sepatu mas hendra dan mengambilkan baju untuk mas hendra ganti saat ini mas ganti baju biar Rania buatkan bubur untuk makan dan minum obat,


Rania ke dapur dulu mas"melangka menuju keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat bubur)


" Selesai membuat bubur aku membawanya ke kamar mas hendra drap langkah kaki ke kamar mas hendra dan mengetuk pintunya.


mas ini buburnya masih hangan sok di makan dan selesai makan minum obat ini mas "selesai berkutat menyuapi makan dan memberi obat untuk d minum dan menyuruh membaringkan badan mas hendra lebih baik sekarang mas tidur istirahat.


"tak berapa lama mas Hendra terlelap tidur dan ku selimutin tubuhnya dengan selimut dan ku tinggalkan keluar dan menutup pintu kamar.


di lain tempat mbak Tania malah asyik berkumpul kumpul dengan teman temanya yang sosialita itu tampah memperdulikan waatsap yg aku kirim untuknya bahwah mas hendra sakit


flas back


tdring..


tdring..


send to kakak Tania


kakak mas hedra sakit sekarang ada di rumah kakak segerah pulang mas hendra nyari.in mbak.


balasan to Riana


aku belum bisa pulang tolong rawat mas hendra dulu nanti jika d kantorku sudah selesai aku akan segera pulang


flas back off


lama aku menungguh mbak Rania sambil mengompres kening mas hendra hingga larut hingga mata ini tak terasa berat dan terlelap d samping mas hendra


di saat itu mas hendra tersadar dari tidur dan melihat Rania di sebelahnya dan berucap


mengapa kamu mau merawatku seperti ini Rania jelas jalas aku adalah suami kakak kamu dan kamu merawatku dengan telaten hingga sembu semeyedihkanya aku istriku sendiri saja tak tak mau pulang meskipun tau suaminya sakit dia lebih memetingkan pekerjaanya"sambil mengelus elus rambut Rania


Hendra pun merasakan deyut jatungya taak beraturan akhirnya menyudahi pandanganya


dan waktu berlalu rasa itu sediki demi sedikit tumbu


taak terasa mas Hendra tertidur lagi dan aku terbagun dari tidurku melihat jam menujukan pukul 23.00 wib dan mbak Tania belum pulang k ruamah rania menganti kompresnya lagi dan menaruh di kening mas hedra lagi gk beberapa lama mobil mbak Tania datang dan memasuki kamar


Eh mbak udah pulang.."sambil berdiri di hadapan Tania.


udah dek biar aku yang lanjutin kamu boleh istirahar di kamar"sambil menaruh tas di meja rias eh Tasya udah tidur Ran??


ea sudah aku kembali dulu mbak ke kamar sudah mbak dari pukul 20.00 wib mbk


"Tania,ea sudah tertidur


sesampainya di kamar Rania mengistirahatkan tubuhnya di kasur hari ini sangat melahkan tak terasa matanya terpejam begitu saja


maaf ea kak jika alur ceritanya agak berbedah mohon dimaklumi karna novel maasih tahap revisi lagi


vote


comentnya

__ADS_1


di tungguh ea kakak*


__ADS_2