Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
Liburan


__ADS_3

Keesokan paginya Rania terbagun dari tidurnya terlihat sinar mentari meliuk liuk di sela sela gorden kamar apertemen Rania dengan keadaan setengah sadar Rania menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


Selesai Rania membersihkan diri Rania keluar dari arah kamar mandi untuk menganti pakaian, sedikit memoles wajahnya dengan bedak baby dan sedikit lip bam di bibirnya.


Di rasa sudah rapih dan pas Rania keluar ke luar kamar menuju ke kamar anaknya untuk melihat anaknya.


Di lihatnya Mbak pengasuh sedang menyetrika baju anak ku dan berucap.


"Eh Nona Rania"


"Gak sah berdirih mbak gak papa kamu terusin aja"Dengan mengintip di box bayi.


"iya Non,Oh iya tadi Rehan sudah mkan dan mandi mungkin karna kekeyangan jadi tertidur lagi"


"Iya mbak biarkan Rehan tidur,Aku ke dapur dulu"


"Iya non"


Rania keluar dari kamar anaknya dan berlalu menuju ke dapur untuk membuat sarapan untuk sarapan pagi.


Saat Rania ingin menuju dapur bunyi pintu apartemen Rania mengurungkan Rania untuk menuju ke dapur berbalik arah ke depan pintu apartemen.


Saat Rania membuka pintu terlihat Hendra dengan setelan casual dan spatu cats.


"Eh mas pagi pagi begini dah nyampek sini apa gak di cari sama Tasya"


"Sengaja aja ke sini sudah lama taak merasakan masakan kamu ,boleh kan aku ikut sarapan di sini Ran"


"Iya mas boleh,ea udah ayo kita masuk" Rania dan Hendra pun memasuki kembali apartemenya dan berlalu ke dapur.


saat Rania mencari bahan makana akhirnya Rania memutuskan memasak seadanya.


Sebelum Rania membuat makana Rania membuatkan Hendra teh dan membawanya ke depan Hendra.


"Trima kasih sayang" Memandang Rania dengan senyum manisnya.


"Iya mas,awas di tiup dulu masih panas" berlalu menigalkan Hendra yang setia menonton televisi di ruang tengah.


Rania yang sedari tadi sedang sibuk membuat sarapan Rehan terdengar sedang menagis terbagun dari tidurnya.


Rania yang mendengar Tangisan Rehan seketika menghentika masaknya dan menaruh celemek di atas meja.


Saat ingin menyusul Rehan yang menagis taak terdengar lagi suara Rehan yang menagis.


saat ku hampiri ke kamarnya terlihat Hendra sedang mengendong Rehan dengan menimang nimangnya ku lihat sekitar pengasuh anaku sedang taak ada di kamar.


saat ku lihat kembali Rehan sudah tertidur di gendongan Hendra.


seketika pengasuh anaku masuk dan berucap.


"Maaf sekali Non saya tadi mengambil baju dek Rehan di balkon" dengan wajah menunduk dan ketakutan.

__ADS_1


"Iya mbak taak apa"


Dengan hati hati Hendra menaruh Rehan kembali ke box bayinya dan menidurkan kembali Rehan.


Rania dengan sigap membantu membukakan selambu box bayi Rehan.


saat di rasa Rehan sudah taak menagis dan tertidur pulas di box Rania dan Hendra keluar dan kembali ke dapur Hendra juga mengikutinya ke dapur.


Rania segera meneruskan masak setengah jam akhirnya menyelesaikan masaknya dan menata makananya di meja makan.


taak lupa Rania membersihkan semua tempat masaka dan bekas masak.


Di rasa sudah bersih akhirnya Rania dan Hendra menuju meja makan untuk sarapan bersama.


"Wah mengugah selerah sekali kamu membuat sarapa ini sayang"berlalu menduduki kursi meja makan.


" Ah masakan biasa mas karna adanya cuman ini "menatap Hendra dengan senyumnya.


" taak apa semua makanan harus di syukuri "memberikan piringya ke pada Rania untuk di ambilkan makan.


Rania dengan telaten akhirnya mengambilkan sarapan Hendra dan membetikanya kembali ke Hendra".


Kami berdua pun akhirnya makan dalam keadaan diam taak ada satu katapun keluar dari bibir .


hanya terdengar dentungan sendok dan garbu menemani mereka.


lima menit sudah akhirnya Rania dan Hendra selesai memakan sarapanya dan berlalu membersihkan semua piring dan bekas makanya.


taak lupa Rania membawa potongan buah apel untuk menjadi pencuci mulut.


Saat Rania mengupas buah yang akan di makan Hendra dengan jail melingkarkan tanganya di pungung Rania dan berucap.


ini masih pukul 08.00 bagaimana kalau kita berempat liburan ke duvan biar mereka senang.


Rania dengan senyum sumringahnya menjawab dengan lembut.


" Boleh mas,aku juga sudah lama taak bertemu dengan Tasya setelah menikah dengan Almarhum suami aku.


"Ea sudah kamu siapkan semuanya kebutuhan Rehan dan kita jemput Tasya.


" Ea sudah aku kabari Tasya untuk siap siap.


Rania dengan antusias berjalan menuju kamar Rehan dan melihat Rehan sedang bermai dengan pengasuhnya.


"Eh non ada apa" Bertanya dengan pelan saat mengendong Rehan.


"Gini mbak saya akan bawa Rehan bersama keluar jadi mbak siapkan susu dan keperlua lainya hanya sehari saja,mbak tungguh apartemen aja ea"


"Iya buk,Maaf buk apa saya boleh mengunjungi sodara saya mungkin jam lima sudah pulang Non"


"Di mana Mbak rumahnya"

__ADS_1


"Di daerah ragunan Non"Menatap majikanya dengan was was.


" Ea boleh mbak oh iya ini buat jajan dan ongkos kamu "Mengambil uang di dalam dompet di berika ke pada pengasuhnya.


" Taak usah non saya ada uang"


"Enggak apa mbak ambil aja angep aja itu rejrki dari saya buat mbak" menarik tangan pengasuhnya dan menyerahkan uangnya.


"Ea sudah saya siap siap dulu kamu siapkan keperluan Rehan ea"


"Iya non"


Rania berlalu meningalkan kamar ankanya dan menuju kamarnya untuk bersiap siap kembali.


Di sisi lain Hendra sedang menelvon anaknya dan mengabari akan liburan.


Setengah jam akhirnya Rania dan Rehan suda siap dan berlalu menigalkan apartemen bersama dengan Hendra.


Di perjalanan Rania dan Rehan selalu bersenda gurau saat Hendra sedang menyetir.


"Oh iya sayang kenapa pengasuh Rehan gak kamu aja bukanya lebih enak kamu gak teralalu ribet"Masih tetap memandang ke depan.


" Eanggak mas aku ingin seharian bersama anaku aku yang mengasuh hari ini karna kasihan tiap hari Rehan taak perna aku urus karna pekerjaanku yang amat bayak pulang malam akhirnya Rehan sudah tidur"


"Iya juga,ini yang aku suka dari kamu dari dulu kamu bertangung jawab dalam kluarga meskipun pekerjaanmu di kantor bayak sekali.


" iya mas,aku taak mau jadi ibu yang taak berperasaan terhadap anaknya dan juga aku taak mau di pagil mbak dan pengasuhnya di pagil Mama"


"Iy sayang"mencium tangan Rania dengan lembut dan berucap.


"I love you sayang"Dengan senyum di akhir kalimat.


Rania dengan senyum manisnya akhirnya menjawab ucapan Hendra dengan lembut.


" I love you to sayang"


lima belas menit akhirnya mereka sampai di kediaman Hendra.


Saat Hendra dan Rania memasuki Rumah dengan cekatan Hendra memintah Rehan untuk di gendongnya.


Tasya yang melihat Papa dan tatenya Rania akhirnya berlalu lari ke pelukan Rania dan memeluk Rania dengan erat.


"Tante Tasya kagen sekali,kenapa baru ke sini apa tante marah dengan Tasya?


" Tidak sayang Tante sibuk magkany baru datang,Maaf ea.


"Iya tante,kalau begi ayo berangkat"


"Iya sayang "


Mereka akhirnya pergi dan menigalkan Pembantu Tasya sendiri.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2