
kepulangan dari Rumah Rania Hendra kembali ke kantor dan menuju ke ruanganya dan memangil asistenya merangkap sekertaris Iya itu Reno
tok..
tok..
tok...
"Hendra,Masuk (sambil memeriksa semua berkas yang di berikan reno)Kamu urus semua gugatan cerai ku dengan Tania aku tak mau berlama lama dengan orang yang tak mencintaiku .
"Reno,baik pak (meningalkan reno sendiri dan berjalan mengurus semuanya)
di kediaman Reno Tasya menagis trus mencari Rania taak ada di seluruh rumahnya mama mas reno kualahan dan akhirnya menelpon anaknya.
dret...
dret...
dret
tertera di layar yang memangil mamanya hendra pun menjawabya denga mengeser layar bendah pipih itu.
"Mama,hen cepet kamu pulang Tasya dari tad
menagis tak mau diam cari cari tasya ibu kualahan..
" hendra,iya ma hendra segera pulang.(sambil menutup pagilan ibunya)
Hendra pun berlari keluar dan tak nenghiraukan Reno yang telah bertaya kepadanya dan nengacuhkan semua karyawanya.
sesampainya iya di rumahnya Hendra pun berlari ke dalam dan menemui anaknya itu dan melihat Tasya sedang tertidur.
"Hendra,mah bagaiman keadaan Tasya?(mengusap pucuk kepala tasya)
" mama,Hen tadi sesudah kamu tutup telfon mama Tasya sudah mau diam dan tertidur (sambil duduk di tepi Ranjang Tasya)
Hendra pun mencium pipi gembul tasya dan berlalu pergi ke kamar hendra dan berganti membersihkan diri dan berlalu ke meja makan untuk makan siank dan kembali ke kamar untuk istirahat .
°
°
°
__ADS_1
°
°
Awan biru berganti menjadi jinggah menandahkan hari sudah menujukan memasuki malam hendrapun terbagun dari tidurnya dan meyambar remot televisi dan melihat berita sekilas
di rasa acara televisi braking news sudah selesai hendra beranjak turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mandi
selesai hendra membersihkan ranajngnya iya menuju meja makan untuk memasaj tapi taak ada satupun masakan tersaji (dalam hati hendra beda jika Rania di sini tak mungkin taak ada makanan pasti sudah tersaji rapi dan mengugah selerah.
di meja akupun beranjak pergi dan di lenganku di cekal
"mama,hen apa kamu lapar biar ibu masakin?(sambil memegang lengan hendra)
" Hendra,taak usha bu hendra pesan saja mengunakan aplikasih(sambil mencari dan memesan aplikasih)hendra pun menuju kamar Tasya melihat keadaan tasya.
saat samapai di kamar melihat Tasya mengigil dan hendra pun menempelkan pungung tanganya di kening Tasya hendra pun membawah Tasya karna badanya panas dan harus di bawah ke rumah sakit
"Mama,Eh hen mau bawa ke mana Tasya (sambil menepuk pungung Hendra)
" Hendra,ini mah hendra mau bawah Tasya ke rumah sakit badan Tasya megigil dan panas baget(sambil membuka pintu rumah)
"Mama,Mama ikut hen.biar amam yang bawa tasya dengan mama(sambil memberikan ke Tasya ke mamanya dan memasuki mobilnya)
sampainya di Rumah sakit kasih bunda taak menungguh lama Tasya di tangani dokter anak dan dl bawah ke runganya.taak selang beberapa lama dokter memeriksa Tasya dokterpun kelur dan memberih tau
ckrek.....surah dari pintu di bukak
" Dokter,Maaf mana orang tua Tasya(sambil meliha arah Hendra)
"Hendra,iya dok saya orang tuanya(sambil berdirih di depan dokter)Anak saya sakit apa dok?(melihat dokter dengan sendu mengharapkan jawaban yang baik)
" Dokter,Taak apa pak Tasya hanya demam dan maaf di sini ada yang namanya mbak Rania ?(sambil mencari cari )
"Hedra,Ah itu tantenya dok memang kenapa dok(sambil menatap dokter)
" Dokter,Anak anda dari tadi memangil magil nama tantenya sepertinya dia rindu kalau bisa suruh jenguk agar bisa menyembuhkan anak anda.Ea sudah saya kembali lagi pak (sambil meninggalkan Hendra)
"Mama,Mungkin ini namaya ikatan yang taak bisa di pisahkan hen mama salah telah memisahkan mereka berdua sekarang cepatlah jemput Rania dan bawah ke sini.(sambil memegang tangan Tasya yang masih setia memangil nama Rania)
" Hendra yang sedari tadi memandangi Rania hanya berkata dalam hati(sebegitunya kamu sayank jika Aunty mu taak ada di dekatmu maaf kan papa tak bisa membawah AUnty mu)saat ibu mas hendra bilang seperti itu hendra pun senyum sumrigah dah berjalan untuk menjemput Rania.Memang beneran mama ngebolehi Rania aku jemput?
"mama ,iya sayang mama tak mau memisahkan orang yang saling menyayangi
__ADS_1
saat di perjalanan hendra menelpon Rania untuk siap siap akan aku jemput Tasya masuk rumah sakit
Rania pun syok dan berganti pakaian dan menungguh Hendra datang menjemputnya dan membawahnya ke Tasya....
saat terdengar deru mobil Hendra Rania pun bergegas ke luar dan memasuki mobil ia taak ingin berlama lama iya ingin melihat keadaan Tasya saat ini di dalam hatinya harus berusha bersahabat karna hatinya masih menyimpan persaan itu terhadap mas iparnya.
Sesampainya Rania di rumah sakit dan mengikuti hendra dari blakang.sesampainya di kamar rawat Tasya Rania berjalan menuju Tasya sebelum itu Rania memandang ibu mas hendra dan ibu mas hendra mengiyakan Rania untuk mendekati Tasya,
Mata Rania berkaca kaca dan seseat matanya tertegun kepada Tasya dan berucap
" Rania,Sayang tante di sini kamu cepet sembuh ea agar nanti bisa bermain sama tante lagi(sambil mengusap pucuk kepala Tasya dan menitihkan air mata)
"Ibu mas hendra melihat interaksi Rania terhadap Tasya membuat beliau juga menitihkan air mata dan berucap dalam hati
taak tahu apa rencana Allah swt tapi hal ini memperlihatkan meskipun mereka buka ibu dan anak kandung mereka memiliki ikatan yang sangat kuat dan taak dapat di pishkan (dan sekejap ibu mas hendra menyeka air matanya dan memangil Rania)
" ibu mas hendra ,Maafkan ibu jika Harus memishkan kalian padahal kalian taak bisa di pisahkan meskipun kamu bukan ibu kandung Tasya tapi dia lebih memilih kamu yang berada di sisinya dari pada kluarganya.(sambil menatap Rania sendu)
"Rania,taak apa ibu ini bukan salah ibu memang inilah sekenario Allah kita di pertemukan atw berpisah ibu jangan nagis lagi(sambil mengusap air mata ibu mas hendra)
" Ibu mas hendra,iya Ran trima kasih iya buat semuaya (sambil memandang mata Rania)
"Rania,iya bu(sambil memalingkan kembali wajahnya ke arah Tasya yang masih tertidur karna terkebna obat)
Hendra melihat tingakah ibunya dan Rania hendra pun ikut senang dan menyungingkan senyumnya sedikit.
" ibu mas hendra,hen kamu beli maknan untuk makan gich ibu lapar sekali sekalian belikan Rania juga!(ini uangnya )
"Hendra,Taak usha ma hendra ada uang.(sambil berlalu pergi)
" saat hendra sudah datang membawa makanan Rania dengan setia menungguhnya hendara pun memecahkan keheningan dengan berkata.
"hendra,Ran ayo gich makan nanti dingin dan nanti kamu istrahat biar aku tang merawatnya..
" Rania,Taak apa mas iya Rania makan mas.(sambil mengambil bungkusan nasi)
taak terasa hari semakin larut ibu mas hendra memutuskan untuk pamit pulang karna besok mama harus balik ke rumah besar ada arian tinggal aku dan mas hendra yang sedang meungguhi Tasya.
saat Rania keluar dar kamar mandi hendra pun memeluk Rania dengan lembuat dan nembuat Rania menikmati pelukanya dan Rania tersadar tak baik akhirnya mendorong Hendra dan hendra menarik Rania dan menyederkan ke tembok dan menhadap ke arah yang ia lihat dan hendra mengalungkan tangan di rania dan mengecup bibir Rania yang lembut dan di balas dengan Rania.
hay kak jangan lulap
like,comet.rate dan vote karna dukungmu adalah penyemagatku dalam menulis novel ini saya ucapka trima kasih denga kakak kakak yang sudi mampir ke karyaku
__ADS_1