
Sudah semingguh lebih Hendra melakukan pemulihan tubuhnya dari kecelakaanya itu tapi sampai detik ini Tania tak ada di rumah dan no handphonenya tak aktif.
semalam ini hanya Rania merawatku dan ibu yang sekali kali menegoku untuk merawatku
Hendra yang menaruh curiga terhadap Tania yang tak tau kabar dan keberadaanya tak dapat di hubungi memutuskan untuk menghubungi sekertarinya untuk mencari info keberadaan Tania
*Hendra
Ren Hari ini aku mau kamu mencari keberadaan Istriku Tania dan aku tungguh kabarnya secepatnya.
*Reno
Baik tuan saya segera mencarinya
*Hendra,hemm ia pun menutup telfonnya
di tempat lain Tania berlibur dengan Rico dan taak memperdulika Hendra yang saat ini dalam proses penyembuhan
Rania pun mengetuk pintu kamar hendr dan membawakan sarapan untuk hendra
tok...
tok..
tok..
"Rania,Mas aku masuk iya mau antar sarapan.
Rania pun Masuk dan memberika sarapan ke mas hendra dan menunguhnya selesai makan dan minum obat.
" Hendra,Trima kasih iya Ran kamu sudah merawatku saat sakit (sambil menapat Rania sendu)Aku yang sedang sakit dan taak berdaya ini malah istriku sendiri tak peduli.
"Rania,iya mas sama sama aku ingin merawatmu karna mbak Tania yang tak mau metawatmu dan memang kesalahanku membuat kamu emosi dan pada akhirnya kecelakaan.(sambil menudukan kepalanya)
" Hendra,(Hendra menarik dagu Rania dan berucap)aku kecelakaan bukan salah kamu itu salahku sendiri karna ceroboh dan memang aku emosi waktu itu karna cemburu tapi ini bukan karna kamu mengerti?
"Rania,Tapi sama aja mas itu karna aku penyebabnya(sambil menundukan pandanganya)
" Hendra,(hendra sekali lagi menarik dagu Rania dan mendekatkan tubuh dan wajahnya lalu mencium bibir Rania dengan lembut dan tak lama iya pun melepaskan ciumanya)dan berkata ini bukan salahmu
"Rania,(di situ Rania terbelalak matanya dan pipinya pun memerah dan Rania pun memalingkan wajahnya ke arah lain)
" Hendra,hendra yang melihat tingka Rania pun ikut senyum dan mengeser tubuhnya .
"Rania,Aku ke dapur dulu mas(ia pun meningalkan Hendra dengan senyum yang menurut hendra lucu dan manis)
" Hendra melihat Rania ingin sekali memakanya untuk kedua kalinya dan taak peduli dengan keadaan rumah tanggahnya tapi saat ini iya masih sakit dan taak bisa apa apa.
di tempat orang kepercayaan sekertari hendra sudah menemukan petujuk keberadaan Tania dan memotret dan mengvideo semua kegiatan Tania dengan seorang laki laki di sebuah hotel dan terdapat di kota bandung.
semingguh sudah Hendra sudah memasuki kantor karna iya sudah sembu total Hendra mengendarai mobil menuju kantornya dengan raut wajah dingin dan angkuh taak seperti dulu saat ia di sapa parah karyawanya ia tak mengubrisnya dan berlalu begitu saja
__ADS_1
sesampainya di ruangan bapak presedir hendra pun membuka pembcaraan dengan Reno atas investigasi.
"Hendra,bagaimana apa sudah dapat infonya tentang istriku yang selama sebulan ini taak ada kabar it?(sambil memndudukan badanya di kursi kebesaranya)
" Reno,maaf pak besok penyelidikanya selesai bapak sabar semua akan terlihat pak dan terbongkar.(sambil mematung dan menatap Hendra)
"Hendra,Baiklah aku akan menungguh dan bersabar(sambil memeriksa berkas)Hari ini apa jatwalku.
" Reno,Hari ini bapak free hanya ada di kantor karna bapak baru sembu sakit saya tak mengambil proyek dulu.
"Hendra,hemmm (dengan nada cueknya dan berucap )kamu boleh keluar
" Reno,Baik tuan(sambil menudukan badan )
di kediaman Hendra Rania sedang melakukan rutinitas dengan Tasya ya itu membuat kue dengan Tasya
"Tasya,sayang Tasya bagaimana kalau kita buat kue kesukaan Tasya dan papa tasya bagaimana?(sambil menatap Tasya)
" Tasya,bole tante aku dan papa suka baget makan brownis dan lapis legit tante! (sambil memainkan bonekanya)
"Rania,Boleh ayo kita buat sayang.dan sekaranf kita punguti mainanya dulu dan kita bereskan setelah itu kita buat di dapur ok?
" Tasya,ok tante(sambil membersihkan mainanya)
setelah 1 menit Rania dan Tasya pun berjalan menuju swalayan untuk membeli kebutuhan kue dan belrjalan pualang di rasa sudah selesao belanjanya.
sesampainya di rumah Rania dan tasyapun berjalan menuju dapur dan membuat kue yang di mau hendra dan Tasya
taak terasa jam menujukan pukul 3 soreh akupun selesai dalam membuat kue dan membersihkan rumah dan memasak untuk makan di rasa semua sudah selesai akupun melaju membagunkan Tasya untuk mandi dan berpakaian
saat aku selesai mendadani Tasya bunyi ketukan pintu utama membuyarkanku dan melaju membukakan pintu itu taak di sangka orang yang saat ini terdapat di depanku adalah Raditia yang membawa sebuah bunga
"Rania,Ditia.Eh masuk dit(sambil mempersilahkan masuk dan mengekori ditia)
" Raditia,(ditia menduduki sofa dan memberikan bungan kesukaanku)
"Rania,bukanya kamu lagi ada tugas keluar negri kok bisa ada di sini (sambil menaruh bungah di atas menja)
" Raditia,memang tapi ada orang yang bikin aku cepat untuk pulang dan aku rindu.(sambil mengotak atik handphonenya)
"Rania,Ooooo.(dengan membulatkan bibirnya)
" Raditia,Apa kamu tak tayak siapa gitu(sambil memandang Rania)
"Rania,Memang siapa perempuan itu bukanya kamu jomblohya setelah aku menolak kemarin.(dalam hati Rania mengumpati dirinya sendiri bodoh karna membahas masalh itu lagi)
Flas back
saat di rumah sakit Raditia menjeguk mas hendra
__ADS_1
" Rania,Dit maaf kalau aku haru bilang seperti ini ke kamu aku tak bisa menerimamu karana aku belum kepikiran nikah atwpun pacaran (sambil duduk di kursi tungguh depan kamar inap hendra)
"Raditia,taak apa Ran jika memang pilihanmu begitu aku taak memaksakan kehendakmu dan aku mau menungguhmu samapai siap(memegang tangan Rania)
"Rania,,Raniapun melepaskan tangannya dari gengaman tangan Raditia dan mengajak kembali ke kamar mas hendra.
flas back on
" Raditia,Ah iya Ran (sambil menekuk wajahnya )tapi aku masih ada kesempatan(seketika Raditia memeluk Rania) dan nungguh kamu dan saat ini aku merindukan kamu dan taak mau kehilangan kamu
"Saat Rania berusaha membuka pelukan ditia ditia semakin memper erat pelukanya membuat Rania taak bisa berkutik lagi dan saat Raditia melepaskan pelukanya di baliknya Rania dan seketika mencium bibir Rania dan rania sepontan mendorong dan menampar ditia
" Di saat itu pula Hendra baru pulang dan melihat hal itu hendra geram dan langsung menarik Rania menjauh dari Raditia dan meloloskan satu tinjuan ke muka mulus raditia dan menyuruhnya untuk pergi dari rumahnya(seketika ditia meninggalkan rumah itu dan bertanya tanya mengapa kakak iparnya segitu marahnya saat aku mencium Rania di dalam fikiranya masih terpatri akan kejangalan kakak ipar Rania)
Hendra pun menatap Rania dengan tatapan yang tidak suka jika orang yang di sayang di cium orang lain dan seketika hendra menarik Rania ke dalam kamar Rania dan mencium bibir rania dan hendra dan sedikit berbicara di sela ciumanya itu(aku taak suka jika bibir ini di sentuh orang lain ini hanya miliku)dan melanjutkan ciumanya terhadap Rania.Rania hanya bisa diam dan tak bergeming sampai saat Hendra mengigit bibir Rania dan otomatis Rania membuka mulut dan hendra menjelajahi seluruh dalam ronga mulut Rania dan semakin lama rania semakin terhanyut dengan hawa nafsunya saat itu terjadilah hal yang harusnya terjadi dan Rania hanya bisa diam taak bergeming saat hendra melakukanya dan tak tau berapa kali iya sudah melakukanya dengan Rania ia terkulai lemas dan tertidur di sebelah Rania dan memeluk Rania.
Rania pun bagun dari tidurnya dan membersihkan diri dan selesai ia membersihkan diri ia berganti pakaian dan keluar dari kamar dengan meninggalkan hebdra yang sedang tertidur dan menuju kamar Tasya untuk membagunkanya madi dan memakaikanya baju dan membawah tasya ke bawa untuk makan karna siank tadi belum makan
saat membawah tasya ke meja makan aku membuatkan Rania susu dulu dan mengambilkan Tasya makanan dan menyuapinya dan saat itu pula mama mas hendra tiba tiba datang dan menghanpiri rania dan tasya
"Ibunya mas hendra,Ah cucu omah lagi makan makan yang bayak iya biar cepat besar(sambil memeluk tasya)
" Rania,Eh tante kapan datangnya(sambil mencium Tanggan punggung mamanya mas hendra)
"ibu mas hendra,barusan aja Ran.Apa kabar kamu semakin hari semakin cantik aja(sambil memeluk Rania)ibu mas hendra salfok dengan rambut Rania masih basah dan menayakan hendra)hendra apa sudah pulang?
" Sebelum Rania menjawab perkataan tante dewi Mas hendra keluar dari kamarku dengan keadaan yang berantakan dengan muka khas bagun tidur
ibu mas hendra memalingkan penglihatanya ke kamarku dan mengriyatkan alis dan aku pun mengumpati mas hendra kenapa pada saat ini ia keluar kamarku di saat ibunya sedang di ruang tamu seketika ibu mas hendara saling padang dengan hendra dan hendra dan meneruskan jalanya ke kamarnya dengan tatapan orang tanpa dosa (di hati hendra hanya bisa bilang sudah ketangkap basa mau mengelak gich mana lagi biarlah) saat mas hendra pergi ke kamar ibu mas hendra melihat ke arahku dan melihat ke rambutku dan akupun menyuru tante dewi untuk menikmati kue yang aku bikin dan akupun masih tetap menyuapi Tasya makan.
"tante dewi,Ea uda ran ibu mau ke kamar istirahat capek (dan menyeret kopernya)
nanti malam tante butuh penjelasan kamu dan hendra .omah pamit tidur dulu ea ?
"Tasya,iya oma(sambil menguya makan)
saat Rania sudah menyuapi tasya ia membawah tasya ke kamar dan membereskan semua baju berserakan di kamarku dan menaruhnya di cucian kotor dan aku pun membawa baju yang sudah aku setrika ke dalam kamar tasya dan Mas hendra saat aku mengetuk dan memasuki kamar tak ada tanda tanda keberadaan mas hendra dan akupun menata baju itu dan seketika mas hendra keluar dari kamar mandi dengab balutan handuk dan rambut yang basah di situ akupun berdiam dan saat selesai menata seketika tangan mas hendra memeluku dari blakang dan berucap
" Hendra, trima kasih hari ini kamu mau dan tanpa melawanku ?(sambil mengeratkan pelukanya dan mencium pipi Rania dari arah belakang)
"Rania,(iya hanya bisa senyum dan pipinya memerah seperti tomat)
" Hendra,tapi ibu sudah memergoki aku keluar kamar kamu dengan keadaan berantakan dan hanya memakai boxser taak apa aku yang akan jelaskan.
"Rania,tante mau bicara nanti saat beliau sudah bagun istrirahatnya.(sambil berbalik ke depan hendra)ea sudah aku keluar dulu )
" Hendra,Etesssss kamu boleh keluar tapi aku harus dapat satu kecupan dari kamu(tak pikir panjang rania pun mengecup bibir hendra
dan berpaling pergi keluar kamar hendra)
***jangan lupa kak like coment,rate dan votnya agar aku bisa semakin semangat membuat novelnya trima kasih
__ADS_1
#julita Agustin***