Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
Kecemburuan Hendra


__ADS_3

keesokan paginya Rania terbagun dari tidurnya dan menuju ke luar kamar untuk ke dapur melaksanakan tugas paginya.


Saat Rania masih berkutat dengan kesibukan paginya di dapur seketika terdengar suara bunyi Handphoneya di dalam kamar.


Rania yang mendengarnya segerah menyudahi kegiatanya dan mengambil handphonenya di kamarnya.


taak butuh waktu lama Rania sampai di dalam kamar suara bunyi Handphonen masih terdengar di lihatnya notifikasi terdapat asisten Rania di kantor segera Rania menjawab pagilan itu.


Di lain sisi


Di kediaman Hendra


Hendra masih setia dengan tidur lelapnya dan sedikit mendengkur.


saat Hendra masih setia dengan tidurnya suara bunyi Handponen miliknya membuat Hendra terbagun dan dengan berat mata yang masih mengantuk menjawab pagilan itu.


*Hallo iya Ada apa"Masih setia memejamkan mata.


*Maaf pak Hendra saya hanya memberih tahukan bahwah nanti ada meeting dengan PT.abadi jaya pukul 09.00.


*Ah kamu leo meeting masih lama kenapa kamu membagunkanku sepagi ini"dengan nada sebel.


*Maaf pak tapi ini sudah pukul setengah sembilan sudah siang pak.


*Aah iya iya,Apa setengah sembilan maaf saya gak tahu saya akan segera ke sana kamu tungguh dulu"Mematikan Handphonenya dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di kediaman Rania


Saat Rania menyudahi pagilanya Rania berlalu membersihkan dirih ke kamar mandi untuk segera berangkat ke kantor.


*****


Sesampainya Hendra di kantor iya memangil asistenya dan berlalu meningalkan kantor bersama asistenya untuk melakukan meeting bersama investor.


di lain tempat Rania juga menuju tempat meeting juga.


sesampainya di tempat meeting Rania taak menyagkah bahwah iya akan bertemu dengan Hendra karna Hendra adalah salah satu inveator dalam meeting itu juga.


seketika Rania pun terbelalak melihat keberadaan Hendra.


Hendra yang sudah lebih dulu sampai dengan investor itu akhirnya berucap dengan santai.


Oh ada Nona Rania ternyata apakah anda juga salah satu investor.


Rania dengan muka kagetnya pun menjawab dengan sedikit kawatir akan keberadaan Hendra dan berucap.


"Ah iya pak Hendra"


"Kalau begitu Mari kia lakukan meeting ini agar cepat selesai"

__ADS_1


Rania dipersilahkan duduk.


Dengan cekatan Rania duduk dan memberikan penjelasan tentang proposal perusahaanya dan berbagai segi kreatifitas Rania tujukan agar taak kalah dengan perusahaan lain.


Hendra juga melakukan hal sama seperti Rania mengungulkan perusahaanya dan melakukan strategi agar investor tertarik dengan proposal yang iya buat.


singkat cerita Rania dan Hendra selesai menghadiri meeting dan berlalu keluar restauran saat di luar dengan cekatan Hendra mengandeng tangan Rania dan membawahnya ke dalam mobil.


Para asisten merekan pun taak kaget melihat kelakuan Hendra yang sagat bar bar membawa Rania seenaknya.


Rania yang di perlakukan itu pun berucap dengan nada agak sedikit meninggih.


"Mas Hendra mau di bawah kemana aku mas" Mencoba melepaskan tangan Hendra dari lenganya.


Hendra hanya melajutkan langkahnya dan berlalu memasuki mobil.


Rania yang sudah berada di dalam mobil dan duduk di samping Hendra hanya bisa diam dan menatap Hendra yang bersikap dinginya semenjak meeting tadi.


Saat di perjalanan hawa di mobil itu rasanya dingin dan hening karna Raut muka Hendra yang taak bisa di artikan oleh Rania .


saat perjalanan sudah menempuh dua jam kami pun sampai di tepi pantai dan Hendra memakirkan mobilnya di pingir pantai agak jauh.


Hendra pun diam sejenak setelah mematikan mesin mobil dan taak begitu lama akhirnya Hendra membuka pertanyaan ke pada Rania dengan raut yang taak bisa di artikan.


"kenapa kamu segitu happy ngobrol dengan tuan investor tadi"


Aku berlaku ramah dan hambel agar investor mau memilih perusahaanku dan akhirnya perusahaan ku kan yang di pilih bukan kamu mas.


iya kan aku yang taak sengaja menyegol jadi aku yang membersihkan kopi dari bajunya tuan Hendra.


"Dan kamu terlalu akrab dan bayak bercanda dengan tuan investor itu kenapa,Apa karna investor itu kaya seperti mantan suami kamu sehinggah dengan leluasa kamu menadapatkan simpatiknya


" Apa sekarang kamu beralih merayu orang bukan mencari investor.


dengan lantang Rania menampar pipi Hendra dengan keras dan terdegar.


plak.


Hendra yang mendapat tamparan itu hanya termenung dan marah.


cukup iya mas aku mengantikan suamiku untuk melanjutkan bisnisnya bukan untuk mengoda ivestorku atau meranyunya.


kamu lihat kan aku masih di ambang normal bergaul ataupun berbicara dengan klayenku kamu juga ada di situ aku gak tau jalan fikiran kamu bagaimana mas.


Kamu itu kenapa seperti itu jelas jelas kamu tau aku tau batasan dengan klayenku aku gak tau jalan fikiran kamu mas dan sepicik itu fikiran kamu tentangku ku mas.


Dengan lantang Hendra memjawab semua perkataan Rania.


karna aku...

__ADS_1


kata kata Hendra tertahan dan dengan cepat Hendra mencium bibir Rania dan memaksa Rania mebalas ciumanya.


Rania mendapatkan perlakuan itu seketika terbelalak dan berusaha melepaska diri dari Hendra.


Rania yang tadinya taak bisa melepaskan kaitan Hendra akhirnya Rania melayangkan tamparan untuk kedua kalinya.


Plak..


Mas kamu kenapa seperti ini"Meningalkan Hendra membuka pintu mobil dan ke luar.


Hendra yang masih setia memegangi pipinya berlalu mengikuti Rania untuk keluar mobil dan mengikuti Rania.


saat Rania di pertengahan jalan lengan Rania di tarik oleh Hendra dan seketika tubuh Rania menabrak tubuh Hendra yang bidang membuat Rania tersadar dan memukul mukuli tubuh Hendra.


Hendra yang memeluk tubuh Rania dengan sagat kasar seketika mengendurkan pelukanya dan berucap dengan pelan.


Maafkan aku jika kata kataku menyakitimu aku seperti ini karna aku cemburu karna aku taak mau kamu sedekat itu dan seluwes itu ketawa dengan laki laki lain berbeda jika denganku.


Rania mendengar itu pun mendongak kan kepalanya dan berlalu menjauhi Hendra dan berucap.


sampai kapanpun aku masih akan setia dengan suamiku mas meskipun kamu berusahaa sekuat apa pun mencintaiku aku yang akan perlahan menjauimu.


maka aku mintak tolong berhentilah untuk mencintaiku agar di lain waktu kamu tidak akan kecewa.


seketika Rania meninggalkan Hendra yang setia memandangi kepergianya.


Hendra berteriak lantang dan berucap.


"Aku taak akan berhenti mencintaimu dan memenuhi nazar suamimu karna kamu hanyalah untuku dan kamu juga mencintaiku Rania ingat itu"


Rania mendengar perkataan Hendra pun berhenti dan berbalik arah melihat keberadaan Hendra dan berdiam dan sepert kian detik dan berucap lirih.


"Kenapa kamu kekeh baget mas keras kepala sekali"


berlalu menigalkan Hendra dan berjalan menyusuri jalan dan menigalakan Hendra dengan menaiki mobil kembali ke rumahnya.


di saat itu pula Hendra juga kembali ke mobil berlalu menigalkan tempat itu.


setibanya di apartemen Rania menaruh tas selempangnya dan mencoba melihat anaknya yang sudah tertidur pulas dengan baby sisternya.


melihat itu Rania segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri selama satu jam dan berendam air hagat.


satu jam sudah Rania menyudahi mandinya akhirnya keluar dari kamar mandi dan merebahkan diri di rajangya setelah selesai menganti pakaian.


saat Rania rebahan notifikasi atas nama Hendra tertera di Watsaap dan seketika Rania membukanya.


Maaf jika aku keterlaluan karna cemburu.


Rania hanya membaca dan kembali menidurkan diri di ranjang dan terbayang akan kejadian itu membuat Rania sedikit menyugigkan senyum dan membenamkan wajah di bantal.

__ADS_1


taak terasa jam sudah menujukan pukul 19.00 Rania terlelap begitu saja dengan bayangan bayangan mimpihnya.


Bersambung...


__ADS_2