
Sepulang dari kantor Rania berjalan menyusuri lorong kantornya di lihatnya keadaab kantor sudah sepih karna semua karyawan sudah pulang pukul 15.00 .
Saat Rania sudah keluar dari arah kantor menuju parkiran lengan Rania di cekal seseorang laki laki ,di tariknya iya ke arah mobil hitam milik laki laki itu.
Rania berusaha melepaskan diri dari laki laki misterius itu dan menyikut perut laki laki sampai sampai lelaki itu mengaduh kesakitan dan membuka topengnya dan berucap.
Stop Ran sakit baget kamu mukulnya tega baget kamu Ran"Menatap Rania dengan mengeluh kesakitan dan meringis.
What kamu Mas Hendra ya Allah Mas kamu kenapa harus gini sih kayak anak kecil tahu kamu"Menatap Hendra dengan kesal dan malas.
Iya ini,Habisnya kalau gak gini kamu bakalan gak mau dan menghindariku"Memegang perutnya sakit.
Udah tau aku enggak mau kenapa masih nekat aja mas kamu itu pakek cara seperti ini lagi"Menatap Hendra kesal.
seketika Hendra menyeret Rania untuk masuk ke mobil dan menutup kembali mobil itu,dan iya berputar menuju ke kursi mobi bagian pengemudi.
Dengan sigap Rania berpindah menuju ke blakang membuat Hendra sedikit kesal dan berucap.
Rania kenapa kamu semenjak ini kelakuan kamu bar bar baget sih pindah ke blakang lewat dalam mobil,Aku harap kamu balik ke depan lewat pintu aku bukan supir kamu"Menatap ke balakang memandang Rania yang acuh terhadapnya.
Gak mau jika kamu ingin kita makan ea sudah aku mau dab jangan protes jika aku duduk di blakang"Memalingkan wajahnya.
Ea sudah jika itu yang kamu mau yang terpenting kamu mau makan malam denganku saat ini"Menatap Rania sendu dan sedikit senyum tersudut dari bibirnya.
Di perjalan keheningan yang meliputi kami berdua Hendra sedikit berucap dan Rania hanya menagapinya dengan deheman membiat Hendra sedikit mengelah nafas kasar
"berucap dalam hati Hendra"
Anda saja dulu kita bersama kamu taak akan sejutek ini denganku Rania dan memandangku bahagia "Menatap Rania dari sepion belakang.
Taak terasa perjalan kami pun sampai di cafe Rania dengan sigap membuka pintu mobilnya taak akan memberi celah kepada Hendra untuk perhatian kepadanya.
Dengan beriringan mereka memasuki mobil mata semua laki laki tertuju ke paras Rania yang kian hari kian cantik membuat seseorang yang melihatnya tertarik untuk mengespos wajah dan tubuh sexsinya
seorang pelayan menghampiri Hendra dan menayakan sesuatu.
"Bisa kami bantu tuan"
iya maaf saya sudah memesan privat room di cafe ini.
oh iya tuan,atas nama siapa"bertanya kembali
Atas nama Hendra wijaya
iya Tuan mari ikuti saya"Membawa Pelangan ke tempat privasi room yang di pesan.
Rania mengikuti Hendra dari arah blakang dan menundukan pandanganya dari orang orang yang mengawasinya sedari tadi.
Hendra yang mengetahui jika Rania di lihat oleh mata laki laki seketika Hendra membulatkan mata ke arah laki laki memberihukan bahwa iya adalah perempuanya dengan merangkul Rania di depan mereka.
Rania yang mendapat perlakuan seperti itu sedikit protes dan berucap lirih
lepasin mas jangan seperti ini nanti di lihat orang"Membisikan ke telinga Hendra.
sesampainya di tempat pelayan itu tujukan
Apa tuan ingin pesan skarang"
Nanti saja kami akan memangil jika ingin makan"Menatap Rania dengans senyumnya.
Baikala tuan saya pergi permisih dulu"Berpamitan dan menghilang dari pandangan mereka berdua.
Hendra pun mendekati Rania dengan satu dekapan membuat Rania risih dan taak suka dan berucap.
Harusnya seperti apa sayang"Melingkarkan tanganya di pingang Rania.
Lepasin Mas apa kamu gak malu di lihat orang seperti itu"Menatap Hendra dengan tatapan malas.
Mana ada orang hanya kita di sini"Seketika Hendra mendekatkan bibirnya ke bibir Rania belum sampai Hendra mencium Rania menutupi bibirnya dengan tas selempangnya membuat Hendra mencium tas Rania.
__ADS_1
Rania pun melepaskan lingkaran tangan Hendra ke pingangnya dan melaju menduduki kursi.
Dari arah lain dua mata telag mengawasih Rania dan Hendra dengan seksama melalui sela pintu ruangan privat.
semakin mengepalkan tanganya dan mengumpati sosok Rania yang tidak iya sukai.
iya adalah Tania mantan istri Hendra sekaligus kakak dari Rania sedari tadi mengawasi Rania dan Hendra.
Kecemburuan masih terpapang jelas dari sikap Tania kepada Hendra karna nasipnya slaha memilih bersama Rico karna Rico hanya menyia yiakannya.
dalam hati Tania berucap dari sela sela marahnya.
Aku akan merebut Mas Hendra kembali dari mu Adiku tersayang jangan harap kamu mengatikan posisiku sebagai Mama Tasya dan istri Hendra wijaya.
Semakin tahu semakin pesat perusahaan yang di kelola Hendra membuat Tania mengiginkan untuk kembali ke pelukan Hendra dan berkumpul dengan anaknya kembali.
Saat Hendra memangil water kembli akhirnya Tania mengurungkan niatnya menguping lebih lama seketika meningalkan ruangan itu.
saat ia menigalkan ruangan Tania taak sengaja menabrak seseorang pelayan membuat Tania salah tingkah dan ketakutan dan berucap.
Maaf"Seketika pergi dari pandangan pelayan itu.
Bukanya privat room itu ada hanya dua orang kenapa ada dua orang apa aku salah lihat,ah mungkin itu temanya yang baru sampai.
tok..
tok...
maaf tuan permisi saya masuk"Memasuki ruangan.
bisa saya bantu tuan"Apa mau pesan apa tuan dan nona?
kami mau pesan jus jeruk dan iga bakar dua"Menatap pelayan dengan serius.
Oh baik Tuan apa ada yang mau di pesab lagi"Menatap pelanganya
oh tidak cukup itu saja jika nanti ada yang kurang biar nanti saya pagil lagi.
Rania yang sedari tadi hanya fokus dengan handphonenya membuat Hendra pun menarik handphoneya dan memasukanya di saku celananya.
Aku di sini kenapa kamu malah mainin handphone dan asik sendiri"Menatap Rania dengan kesal.
ma s mau aku temanin mas makan kan sudah aku temanin terserah saya mau saya main handphone itu hak saya"Menatap Hendra kesal dan mencoba mengambil handponenya kembali.
Seketika Rania menghentika mengambil handphonenya karna handphonenya sudah di masukan di saku celana Hendra.
Rania dengan kesal berpaling ke luar jendela menghilangkan kekesalanya terhadap Hendra yang sudah mengambil handphonenya.
hening hanya itu yang terjadi di ruangan itu Rania dengan setia memandang ke luar jendela dan Hendra dengan setia selaly memandang Rania sedari tadi memandang keluar jendela kaca.
Rania yang bosan pun memutuskan untuk ke luar rungan untuk mencari suasana yang tak membosankan .
Ah bosan baget nungguh makanan mendingan aku di sini saja.
saat Rania memandang keluar tepukan di pundak Rania mengagetkanya dan otomatis Rania berbalik dan menatap seseorang itu.
Pak Lukman anda ada di sini juga,Apa kabar sudah lama sekali taak melihat pak lukman"Bersalaman
kabar saya baik sekali Nyoya Raditia,maaf saya tidak bisa datang saat Tuan Raditia menigal karna saya ada di luar negri"Menatap Rania sendu.
Taak apa pak Lukman saya juga memaklumi keadaan anda .
saya turut berduka cita iya Nyonya"Menatap Rania lekat.
iya Pak luman trima kasih"
Garis hidup sudah menakdirkan saya terpisah dengan suami saya saya menerimanya.
Saat Rania mengobrol bayak ke Pak Lukman Hendra seketika membuyarkan bincang bincang mereka.
__ADS_1
Ehem..
Seketika dua orang itu melihat dan memandang Hendra dengan syok.
loh Pak Hendra ada di sini juga"Menatap Hendra Heran .
Apa kabar Pak senang bertemu Pak Lukman di sini.
Iya Pak Lukman saya ke sini dengan kekasih saya ini"Merangkul pundak Rania dan menujukan seolah Rania adalah miliknya.
Karana di Hati Hendra tau Rania adalah incara pembisnis lainya karna kecantikan Rania membuat Lukman juga memiliki hati terhadap Rania.
Rania mendapat perlakuan itu membuat Rania risih dan taak enak hati.mencoba melepaskan rangkulan di pundak Rania.
Oh jadi Pak Hendra dan Nyonya Rania Pasangan "Menatap mereka jangal.
Ea sudah ayo kembali makan kita sudah selesai"Menatap Rania dengan berbisik sesuatu ke Rania.
kalau kamu gak mau balik malam ini kamu gak akan aku lepaskan.
Rania yang mendengar pernyataan Hendra bergidik ngerih dan memandang Hendra kesal.
Rania dan Hendra segera meningalkan Lukman sendiri dan kembali ke privat room.
Sesampainya Hendra berucap sangat tegas terhadap Rania.
Aku tidak suka kamu berbicara,bercanda ria dengan lak laki lain dan jangan perna berikan senyumu untuk laki laki lain selain aku paham" Menatap Rania serius.
Aku hanya bertemu secara kebetulan akhirnya mengobrol dan atas dasar apa kamu melarangku aku bukan istrimu mas dan aku taak menerima permintaan suamiku untuk menikah denganmu
Ea sudah kamu makan makanan kamu"
Aku nggak laper"Menatap makan dan beralih ke luar jendela.
Hendra seketika mengerang marah dan menaruh uang untuk membayar makanan di meja seketika menarik keluar Rania untuk pergi dari cafe itu.
saat Hendra memaksakan Rania memasuki mobil dan Hendra mengambil alih pengemudi dan melaju pesat dengan kecepatan sangat tinggih.
Rania yang melihat kekalapan Hendra pun berucap.
Mas Tolong berhenti jangan ngebut ngebut kamu kalau mau mati janga ajak ajak"Menatap Hendra kesal.
seketika Hendra memarkirkan Di tempat yang agak sepi dan.
Rania pun bisa menarik nafas lega karna Hendra sudah menghentikan mobilnya.
seketika Hendra mengangkat tubuh Rania dan menciumnya dengan keadaan marah dan kesal membuat Hendra menyakiti Rania.
Rania seketika terisak dan memintak untuk kembali ke apartemenya
Hendra yang dengan rakus menciumi Rania menghentikan aktifitansaya melihat Rania menitikan buliran bening yang membasahi pipinya.
Hendra seketika berucap ke pada Rania.
Aku hanya ingin kita bersama kembali aku mau tasya bahagia memeliliki mama Sepertimu
Hendra pun menempelkan keningya secara bersamaan dengan Rania membuat Rania berucap.
Aku ingin pulang antar aku pulang"Melihat Hendra masih dengan sesugukan
Hendra mendudukan Rania di sebrang tempat duduk mengemudinya dan kembali melajukan mobilnya
saat Rania sampai di apartemenya iya membuka mobilnya tanpa pamit kepada Hendra melaju menigalkan Hendra sendiri.
Maafkan aku selalu memaksamu untuk mengiyakan keinginan ku dan suamimu.
Hendra menigalkan apartemen Rania di sebrang Rania masih mengamati Hendra dari kejauhan dan melihat kepergian Rania.
Aku hanya belum siap untuk menerimamu mas karna trauma yang aku alami setelah meningalnya suamiku.
__ADS_1
Berlalu pergi menuju unitnya.
Bersambung..