
Di pagi yang cerah ini Rania di sibukan dengan pekerjaanya di dapur di karenakan sore nanti adalah acara ulang tahun Tasya.
Rania mempersiapkan semuanya dan memilah milah kebutuhan yang akan di pergunakan saat acara ulang tahun nanti sore meskipun sudah mengunakan jasa W0 dan chatring tapi Rania masih ikut membantunya dan mengecek semuanya.
Di lain tempat Tania masih setia berada dengan kekasihnya yaitu Rico.
Tania tau saat ini sedang sibuk di kediamanya karna Tasya akan merayakan ulang tahunya tapi dia serahkan semuanya ke Rania.
Tania mengadeng tangan Rico menuju hontel yang berada dekat pantai ancol taak terasa Tiga menit berjalan Tania membuka knop pintu Hontel itu dan membaringkan tubuhnya sedangkan Rico dia sedang merokok di depan Hontel itu.
Rico masuk dan mematikan Rokonya berjalan mendekati Tania dan membaringakan tubuhnya di sebelah Tania.
Tania dengan sikap mengoda Rico berucap sayang hari ini iya
Dengan sigap Rico pun mengambil alih Tania sekarang Tania berada di bawah tindihan Rico.
hari ini udara di sekitar ancol terasa dingin dan mendung seakan dunia pun mendukung keberadaan mereka berdua Rico mencium bibir Tania dengan lembut dan Tania ikut terhanyut dalam belayan Rico.
Di kediaman Tania jam sudah menujukan pukul 12.00 Rania sedang mempersiapkan yang belum tertata rapi dan membersihkan semua ruangan.
Begitu bayak yang di kerjakan Rania taak terasa sudah satu jam Rania bersih bersih dan sudah mengurus Tasya untuk makan, mandi dan tidur siang Tasya.
Di ambang pintu Rania melihat Mama mas Hendra sedang melihat Rania dan tasya taak tau apa yang sedang di fikirkan tapi hanya Mama mas Hendra saja yang tau.
Tante ada yang bisa Rania bantu"menghampiri Mama mas Hendra meningalkan Tasya yang sudah tertidur.
"Rania trima kasih iya buat semuanya, kamu suda mau mengurus tasya sampai sekarang! dan kamu juga urus semua persiapan ulang tahun Tasya,mbak kamu taak tau keberadaanya di mana seharunya dia yang mengurus semuanya Ran bukan kamu ucap Mama mas Hendra.
"Taak apa tante,Rania juga kan tantenya Tasya Rania ganti.i mbak Tania mungkin lagi sibuk kerja
" Ea sudah Ran skali lagi ibu trima kasih iya "sambil mengelus pundak Rania.
"Iya tante kalau gitu Rania ke dapur dulu tante" berpamitan dan berjalan meningalkan Mama mas Hendra.
Rani mempersiapkan makan siang untuk sekeluarga.
Di lihat tante sudah duduk di kursi meja makan untuk makan siang.
saat itu hanya keheningan dia antara kami berdua seketika tante memecah keheningan itu dengan berucap sesuatu.
"Iya beginilah mbak kamu Tania,apa iya enggak takut jika Hendra kepincut perempuan lain kalau sifatnya gak berubah" memakan makananya dengan lesu.
Saat itu juga Rania tersedak dengan ucapan tante membuat Rania kesedak dan meminum air yang ada di depanya.
"Kamu ini Rania hati hati kalau makan" memandang Rania dengan tatapan curiga dan dalam hati berucap.
"kenapa juga Rania tersedak apa memang benar Hendra menyukai perempuan lain dan jangan jangan orang itu Rania.
Respon Hendra hanya bisa menghela nafas dan berlalu memakan makananya kembali.
Tania berjalan melalui semua pekerjaa yang menghias dekorasi ulang tahun Tasya dengan persaan yang taak bersalah Tania menghampiri mertuanya dan adiknya yang sedang makan siang.
Dek apa udah semuanya apa ada yang kurang" memandang adiknya dengan tatapan tak bersalah.
"Sudah semua mbak tingal nanti acaranya saja"menjelasakan pajang kali lebar rincian acaranya.
"Kalau git Tasya ke mana kok gak kelihatan" mencari cari sosok Tasya.
"Tasya tidur mbak,Rania tidurin dulu agar nanti pas acara Ulang tahun taak merasa mengantuk" mengambil air minum.
"Ea sudah aku ke kamar dulu ingin bersih bersih kamu bagunkan tasya teman temanya bakalan dateng" menaiki tanggah ke lantai atas.
"Rania menyusul menaiki tanggah untuk mebangunkan Tasya untuk mandi.Rania membuka pintu kamar Tasya dan mengoyang goyang tasya untuk bagun agar segerah mandi
"Sayank ayo bagun sekarang sudah waktunya kamu bagun untuk merayakan ualang tahun kamu ucap Rania.
Tasya yang mengerjab ngerjabkan mata dan bangun antusias untuk mandi dan menuju kamar mandi.
taak selang berapa lama Tasaya selesai mandi dan mengunakan pakaian ala prinses elsa dengan dadanan khas anak kecil
"Tasya kamu di sini dulu ea sampai tante bawah Tasya ke bawah tante mau mandi bersih bersih dulu iya"merapikan baju Tasya.
__ADS_1
"Ok tante"Memainkan boneka dengan riang menungguh tantenya bersih bersih.
Rani turun menuju kamar dan bersih bersih diri dan menganti pakaian dan taak lupa memakai makup senatural mungkin.
Selesai Rania melakukan aktifitasnya Rania keluar dari kamar dan pergi menemui Tasya untuk mengajaknya ke bawah.
Sebelum Rania melaju menuju kamar Tasya Rania mendengar sedikit pertengkaran mbak Tania dan Mas Hendra..
**flas back on
" Enak iya baru pulang jam segini dari mana aja kamu taak tau hari ini ulang tahun anak kamu?"Menatap Tania dengan menahan amara.
"Aku tadi ada meeting penting yang taak bisa aku tinggal" dengan merias wajahnya.
"Kamu tau kan hari ini hari spesial anak kamu apa kamu taak bisa cuti barang sehari saja Ucap Hendra dengan nada meninggih.
"Udah deh mas Tasya loh engak komplen kalau aku taak ada kan sudah ada yang ngurus pihak WO nya dan Rania juga ikut mengurusnya ucap Tania.
"Tapi kan harusnya kamu yang mengurus semua Mamanya Tasya bukan Rania tapi kamu mala yang ngurus pemesana sampek sekarang Rania semua yang ngurus kamu apa hanya sibuk dengan kerjaanmu jangan salahkan jika kelak Tasya lebih sayang Rani ketimbang kamu berlalu meningalkan Tania.
"Udah deh mas jangan bahas ini lagi ini udah sore dan lagi semua tamu sudah pada datang kita harus ada di depan dengan Tasya aku kita keluar bersama.
flas back of
Akupun segera ke kamar Tasya untuk mengajaknya turun ke lantai bawah untuk menyapa teman temanya dan para anak yatim yang di udang.
Saat tamu tamu sudah datang semua acarapun segera di mulai
acarapun di mulai semua anka anak menyanyikan selamat ulang tahun dengan meriah dan di lanjut untuk tiup lilin teman teman Tasya melanjutkan menyayikan tiup lilinya sesaat Tasya meniup lilin dan memotong kuenya
saat emsi yan memandu acara ini berucapa
kuenya akan di berika siapa untuk pertama kali
Mata tasya mencari seseorang yang iya cari yaitu Rania,
setelah Rania dari dapur mengecek makanan dia pun kembali dan Tasya pun berlarih ke arah Rania dan memberinya ke Rania padahal Tania sudah berharap jika dia yang di beri potongan pertamanya tapi ternyata Rania yang di beri kuenya.
"Hendra berbisik di telinga Tania,Aku sudah bilang jagan marah jika Tasya tak memangapmu dan lebih sayank ke Rania!dengan senyum getirnya.
Rania yang heran Tasya memberikan potongan pertama kepadanya akhirnya menerima kue itu Tasya pun kembali dan menyuapi kue untuk papa dan mamanya yang terakhir neneknya.
selesai dengan acara potong kue emsi membuka sesi berdoa oleh ustat yang membawa anak yatim
selesai berdoa emsipun menyuruh semua tamu untuk menikmati hidangan yang di sediakan
di saat sesi semua tamu menyatap makanan Raditia datang denga stelan baju kantornya dan membawa kado untuk Tasya.
Akupun melihat keberadaan Raditia melambaikan tangan dan menyuruhnya ke arahku
"Ah maaf Ran aku terlambat tadi masih meeting baru selesai langsung ke sini"sambil ngos ngosan Raditia menjelaskan.
Tasya menghampiri Rania dan berdiri di depan Rania dan berucap.
"om Radit juga datang" Menatap radit dengan senyum.
"Iya Tasya om di undang tante kamu dan ini sayang kado buat kamu" Memberikan sekotak kado berbalut kertas kado pink.
"Bilang apa sama om Tasya" ucap Rania memberi pertanyaan kepada Tasya.
"Trima kasih om" Berlalu meningalkan Rania dan Raditia menuju PaPanya
"Trima kasih iya sudah datang dan trima kasih untuk kadonya pasti diya seneng sekali.
" Iya Ran sama sama"
"Iya sudah ayo masuk,kamu makan dulu" Berlalu menuju kedalam acara.
"Iya Ran.
" Apa aku ambilkan Radit,iya suda aku ambilkan sebentar"berlalu menigalkan Raditia sendiri.
taak berapa lama Rania membawakan makanan dan memberkanya ke pada Radit.
__ADS_1
Seketika mata Hendra melihat adanya Raditia dan saat itu Rania menyodorkan makanan dan bersenda gurau dengan Rania itu membuat mut Hendra menjadi taak baik Hendra mengepalkan tanganya menahan amarahnya dan taak mau melihat Rania memberikan senyum untuk laki laki lain.
Hendra menahan amaranya taak mungkin menghajar Radit di depan umum yang akan membuat jelek nama baik keluarganya dan apa fikiran orang jika ada teman laki laki adik iparnya di hajar karna mendatangi ulang tahu anaknya.dan taak masuk akal jika di cerna dengan logika.
taak terasa acara pun selesai semua orang meninggalkan tempat tingal Tasya dan Rania membereskan semua tempat yang di pergunakan acara itu dan taak terasa semua orang berkumpul di ruang kluarga dengan memakan makanan yang tersedia aku pun ikut nimbru seusai membersihkan semuanya.
"Wah sayang mainan Tasya sekarang bayak bagus bagus lagi"sambil melihat lihat.
"Ah iya om boleh mintak sambil mengoda Tasya mengambil salah satu mainan barunya.
" Itu sayang om Radit mintak mainanya"menujuk ke arah Raditia.
"Enggak boleh om ini semua puyak Tasya apa om gak kasihan lihat Tasya ini kan hari bahagia tasya"dengan mata sendunya.
"Ah iya sayank om hanya bercanda mukanya jangan gitu dong nanti cantiknya hilang"sambil mengelus elus kepala Tasya dan mencubit gemes pipi Tasya.
Hendra yang melihat Raditia sok akrab dengan ankanya dan Rania membuat Hendra geram dan membuat raut wajah yang tadinya sudah dingin tambah makin dingin dan menaruh amarah terhadap Raditia.
Mama Hendra melihat tingkah anaknya itu semakin curiga jika Hendra cemburu terhadap temen Rania itu saat itu iTante memecah hawa panas itu dan menayakan ke Rania.
"Oh iya Ran ini siapa tante kok gak di kenalin" menghampiri Rania sambil menatapa Rania dan Hendra.
"Iya Tante maaf ini temen Rania saat di kampus dulu " Sambil mengenlkan kepada mertua mbak Tania.
"Iya tante saya Raditia temen Rania"dengan mencium pungung tangan Mama mas hendra.
"Wah ternyata adiku ini ada yang mau juga padahal dia kegiataanya hanya di rumah dan ngurus rumah saja" sambil senyum meremehkan.
Rania yang mendengarkan perkataan mbaknya hanya bisa menuduk ke bawah dan raut wajahnya kecewa.
"Ah gak juga mbak Rania ini cantik loch mbak gk cuma wajahnya tapi hatinya juga cantik"dengan senyum semanis mungkin dan melihat arah Rania.
" Rania yang mendengar perkataan Raditia hanya bisa memandang Raditia dengan senyum.
"Memang kamu itu kerja di mana" Sambil memainkan hand phonenya.
" Saya CEO dari perusahaan Pt tirta jaya bidang yang di produksi adalah batu bara dan alhamdulila sekarang sudah semakin baik.
"Wah bruntung sekali kamu Ran memiliki pacar CEO perusahaan tirta jaya" Sambil menyungingkan senyum.
" Raditia ini bukan pacar aku mbak cumak teman saja"Sambil melihat ke arah mas Hendra.
Di sisi lain Mama hendra setia mendengarkan percakapan mereka dan melihat reaksi Hendra dan taak sengaja melihat mereka berdua saling menatap dan Mama Hendra hanya bisa senyum.
seketika hendra semakin taak bisa menahan amarah di hatinya iya mengudurkan diri untuk menuju kamarnya untuk istirahat.di susul Tania taak lupa ia mengelus kepala Tasya dan meningalkanya.
taak terasa bayak yang di obrolkan dan di bahas jam menujukan pukul 21.00 Tasya sudah menguap dan Raditia meminta undur diri aku pun mengatar Raditia sampai pintu depan sesudah mengatar Raditia. Rania mengantar Tasya untuk tidur dan menyuruhnya untuk berganti pakaian dan mebaringakan samapai tertidur.
selesai menidurkan Tasya Rania membereskan semua mainan Tasya dan membuang bungkus bungkusnya.dan bersih bersih semuanya
taak terasa jam menujukan pukul jam 23.00 rania menyudahi semua dan pekerjaanya selesai
saat ingin masuk ke kamarnya Rania di dorong dengan seseorang untuk masuk ke kamarnya dan berbalik dan ternyata ia adalah Hendra.
seketika itu Hendra mendekati Rania dengan tatapan dinginya dan sampai aku terpojok ke dinding Hendra pun mencium bibir Rania dengan kasar.
Rania berontak memundurkan Hendra tapi sayang sekali Rania taak bisa mengalahkan tenaga Hendra malah Hendra semakin mendalamkan ciumanya dan mengigit bibir Rania dan membuat Rania membuka mulut Aahh seketika Hendra tak menyiyiakan hal itu.
di lumatnya seluruh bibir dalam Rania seketika Rania meneteskan air mata dan Hendra yang menyadarinya melepaskan pautanya dan mengusap air mata Rania.
seketika Hendra berucap aku taak mau kamu senyum untuk laki laki lain karna senyumu hanya untuk ku dan meningalkan Rania.
Dan keluar kamar dan menaiki tanggah menuju kamarnya.
Di saat hendra keluar dari kamar Rania ada sepasang mata yang mengawasinya iya Mama Hendra dengan raut taak percaya berlalu kembali ke kamarnya.
Saat di dalam kamar tante merenung dan berucap.
"Inilah yang saya takutkan akan ada hari di mana Hendra lebih mencintai Rania ketimbang Tania" menghela nafas kasar dan kembali tidur.
di kamar Rania rania hanya mengumpati Hendra dan menagis sesungukan di dalam kamar.
taak terasa mata Rania mengantuk tak sempat mandi dan terlelap dengan mimpinya.
__ADS_1
Bersambung..