
tak terasa hari ini aku yang sudah melaksanakan semua tugas rumah dan semua penghuni sudah mulai sarapan bersama
di saat sarapan taak ada satu katapun yang keluar suasana sarapan hening hanya terdengan dentungan sendok garbu dan piring.
Rania juga taak berucap meskipun tasya selalu menayakan hal yang menyangkut filem yang iya lihat.
Seolah taak terjadi apa akan kejadiyan yang terjadi kemarin Rania memilih untuk mengfokuskan makan dan berkecambuk di fikiranya"keadaan yang membuatku mencintai tapi tak bisa memiliki hanya mampu mengagumi sosoknya.
Tasya yang sedari tadi Rania suapin akhirnya
membuka pembicaraan.
Papa,Tasya mau liburan sekarang ke taman safari ya"berglayut manja di lengan papanya
kalau mau liburan bilang mamamu dulu ajak Mama kamu agar tidak berdua saja.
Mama ikut iya ke taman syafari biar Tasya ada temenya"Berglayut di lengan Mamanya.
Mama hari nggak bisa sayang karna Mama ada lembur kamu sama Papa saja iya"Menatap dan memberi pengertian.
Tapi Mama Tasya maunya sama Mama juga liburanya"Memandang Tania dengan sendu.
Tania Apa salahnya juga sih kamu libur kerja gak akan buat kamu bagkrut anak kamu lagi ingin pergi dengan Mamanya"dengan nada sedikit meninggih.
Tapi Mas ini ada proyek penting yang harus aku tangani jadi aku gak bisa ikut dengan kalian,atau biar tante Rania yang menemani Tasya iya Mama gak bisa"Memandang Anaknya
Ea sudah kalau gitu Tasya sama Tante Rania aja"Berlalu menuju Rania.
Tante mau iya temani Tasya ke taman syafari"Memandang Rania dengan sendu.
Ea Ran kamu temani iya Tasya kakak gak bisa nemani iya karna bayak baget pekerjaan di kantor kakak"Menatap Rania dengan senyum melasnya.
dalam hati Hendra berucap.Tania kamu tidak dengan sengaja kamu sudah mendekatkan aku dengan adik kamu Tania
iya iya Tante mau Tasya Ea sudah kalau gitu Tasya selesain sarapan habis itu kita siap siap.
Ye..
Ye..
Ye..
Dengan gembira dan antusias Tasya kembali memakan sarapanya dan duduk di kursinya kembali.
Ea sudah Mas aku berangkat dulu,nanti jika telat gak baik" memasukan hand phone ke dalam tas kantornya.
dalam hati Rania berucap.
Bayak sekali pertimbangan yan ada di fikiran Rania karna kejadian kemarin Rania sama sekali tak menegur mas Hendra sama sekali masak iya seharian harus sama mas Hendra.
Rania jadi takut hal yang lebih di lakukan mas Hendra terhadapnya
tak tega aku melihat muka melas Tasya dengan berat hati Apa boleh buat aku harus iklas mengikuti Tasya.
Melihat antusias Tasya yang mengajak Rania liburan ada sedikit Terharu di hati Rania karna Tasya sering mengeluh mengapa iya taak perna di ajak oleh Mamanya untuk liburan bersama kandungnya hanya sebatas tante tapi jika di bilang tasya ini lebih lengketnya sama aku ketimbang mamanya hampir 2 tahun Rania yang mengurus tasya
Seketika hendra melihat interaksi kedua orang yang di sayangnya dan mengucapkan sesuatu
Trima kasi iya Ran kamu mau nemenin Tasya liburan dan atas kejadian kemarin itu adalah bentuk rasa sayang saya ke kamu bukan karna pelampiasan saja dan bukan karna nafsu"melihat Tasya dengan tatapan sendu
dalam hati Hendra berucap.
Aku harap Tania bisa berubah seperti kamu dan meng habiskan waktu bertiga seperti kluarga harmonis lainya.
tante Tasya mau ke kamar dulu nanti tante nyusul iya "Tasya berlari ke kamar dengan a antusias dan takelihat jalan akhirnya terjatuh.
Aw...hikhik" Buliran bening jatuh di pelupuk mata.
Rania dan Hendra secara bersamaan menolong Tasya dan membopongnya di kursi meja makan.
Hendra mengambil kotak obat dan membawanya ke Rania dan Tasya.
Rania menerima uluran kotak obat dari Hendra dan segera mengobati kaki Tasaya.
Ea sudah ea sayang lukanya di obati dulu,kamu tahan sedekit nanati juga gak sakit lagi setelah di obati udah selesai
sekarang Tasya di antar Papa ke kamar ea lalu sekarang biar tante beresin meja makan lukanya udah gak sakit kan"Menatap Tasya dengan senyum manisnya.
Eanggak tante ea sudah anak pinter"Berlalu menigalkan Rania.
Di saat Rania sedang membereskan meja makan Hendra sampai di meja makan kembali.
Mata mereka saling beradu dan tatapan Rania Hening seakan terhipnotis mata Hendra saat taak ada penghalang antara mereka mereka terhanyut akan keadaanya yang mendukung dengan sigap Hendra memeluk Rania dan Rania berusaha keluar dari pelukan.
__ADS_1
Semakin Rania mencoba untuk melepaskan diri semakin Hendra mengeratkan pelukanya ke Rania tiba tiba Hendra mendaratkan ciuman yang manis.
Rania berusaha lagi untuk keluar dari ciuman Hendra tapi nihil Hendra semakin memperdalam ciumanya yang bermula hanya kecupan dan perlahan kelam lama.an menjadi ******* yang taak beraturan.
seakan terbawa dengan suasana lama kelamaan Rania mengikuti permainan Hendra dan saling mbalas ciuman dan ***** bibir masing masing.
sejenak Hendra terdiam mendapatkan balasan itu hanya menyugingkan senyum manisnya dan meneruskan aktifitasnaya lagi lama mereka melakukanya akhirnya Mas Hendra melepaskan ciumanya dan memberi cela untuk bernafas Rania.
Rania berlari menuju kamar tasya dengan senyum dan muka memerah seperti tomat dan berlalu memalingkan pandanganya ke Hendra dan melaju menghampiri Tasya ke kamarnya.
Hendra menagapi Rania dengan senyum manisanya.
Tungguh Rania nanti kalau bisa bawakan baju tiga setel untuku dan tasya dan kamu juga kita gak tau bakalan lagsung pulang atau tasya mintak menginap.
iya mas"Kembali berjalan menyusuri tanggah.
saat keperluan liburan sudah di kemas Rania bersiap siap dan memandikan tasya juga taak lupa iya membawakan bonek dan bantal untuk Tasya tidur di mobil.
selesai memandikan Tasya Rania mendandani Tasya dengan cantik dan setelahnya aku mempersiapkan diri membawa keperluan untuk ku.
Di rasa semua sudah lengkap akhirnya kami
menuju lantai bawah untuk menemuhi mas Hendra.
oc sayang udha siap kita berangkat sekarang sambil mengendong Tasya
Ok siap papa lest go"lenganya mengayu ke depan tanda berangkat.
di mobil Rania masuk ke belakang kemudi di tolak oleh Tasya
no tante, tante duduk si samping papa dan biarkan Tasaya di blakang bermain biar luas.
Dalam hati Hendra berucap"Pitar baget kamu sayang tau aja Papa yang lagi dekat dengan tante kamu.
akhirnya tak mau debat aku duduk di samping mas Hendra"membuka pintu mobil depandan menutup kembali pintu mobil.
Pinter anak papa tos dulu
"akhirnya mereka saling tos"
Seketika Hendra memandang Rania dengan senyum genitnya.
memang ini sudah rencana mas hendra yang menyuruh tasya untuk rania duduk di depan sedangkan tasya di bangku blakang dengan bayak mainanya
saat Tasya tertidur mas Hendra membuka pembicaraan nanti kita bertiga menginap di villa yang aku sewa untuk 3 hari jadi kamu jangan syok nanti setelah dari taman safari kita ke villa dan membeli keperluan untuk di masak tiga hari dan Tasya.
Tapi mas bagaimana mbak Tania"Memnadang Hendra dengan bingung.
kalai Tania biarla nanti aku neri tahu siapa suruh dia mentingin kerjaan dari pada keluarga.
seketika lenganku di pegang mas Hendra Ada rasa gugup di diriku
diciumnya pungung tangan ku oleh mas Hendra membuat aliran darahku semakin deras dan merasakan panas.
aku hanya bisa mematung dan tersenyum manis mendapatkan prilaku seperti itu.
saat Rania terbawa suasana sesekali Rania menyenderkan kepalanya di bahu mas Hendra dan mas menyambutnya dengan senyum dan mencium pucuk kepalaku Rania menyuapi mas hendra makanan ringan juga.
saat keheningan di dalam mobil mulai muncul Hendra membuyarakn keheningan di dalam mobil dengan perkataan yang membuat Rania tenang.
Kita seperti kluarga legkap Ran kamu slalu ada untukku dan Tasya di saat kita membutuhkan"Mencium pungung tangan Rania.
taak terasa sudah 2 jam perjalanan Rania membagunkan Tasya karna tempat wisata yang kami tuju sudah sampai.
kami memasuki parkiran untuk memarkirkan mobil aku menenteng tas yang berisi susu Tasya dan mas Hendra mengedong Tasya,kami bertiga berjalan dan mengandeng tangan.
taak lupa kami tiket dan membeli sayuran untuk makan binatang.
saat di dalam bus ada satu moderator yang menerangkan semua jenis binatang.
saat di bus safari Rania dan mas Hendra duduk saling berdekatan saat Tasya asik memberikan makan hewan di pangkuanku kadang momen itu di abadikan dengan foto selfi kita bertiga
orang tak tak tahu dengan hubungan kami sudah mengirah seperti keluarga yang bahagia lengkap.
mereka percaya aku dan mas Hendra pasangan suami istri karna setiap langka di man pun berada mas Hendra selalu mencium punggung tangan ku dan bermanja di dekatku
setengah jam kami selesai mengelilingi wisata binatang di safari itu
tur di safari sudah selesai kami bertiga keluar dari bus dan menuju restoran di dalam wisatanya untuk makan dan membelikan oleh oleh Tasya bonekah beranekah ragam hewan yang ada di taman safari.
saat kita bertiaga selesai makan mas Hendra memegang lenganku dan berbicara
Trima kasih ea Ran aku dan tasya hari ini bahagia sekali bisa liburan bertiga lagi kapan kapan kita ke pantai bertiga ea
__ADS_1
iya mas"mengengam kembali lengan Hendra.
selesai makan kami keluar ke arah parkiran untuk keluar area safari dan menuju ke arah villa di bogor perjalanan kita tempu dua jam.
saat Rania melihat Tasya kecapek.an main dengan boneka bonekanya dan tertidur .
Rania dengan setia menemani hendra menyetir da sedit bersendah gurau.
kami mampir ke pasar untuk membeli keperluan untuk tiga hari di villa xxx dan meneruskan perjalanan.
di perjalanan kami bayak mengobrol dan memakan snak yang ada di das bort.
sekali kali aku melihat suasana di luar yang di guyur hujan rintik rintik membuat suasana semakin dingin dan romatis
tak lama sampailah kami di villa itu dan memasuki pelarataran dan keluar dari mobil taak lupa hendra membopong Tasya yang sudah tidur karna kelelahan tadi ke dalam villa.
aku taruh blanjaan di dalam kulkas dan mas Hendra membaringkan Tasya di kamarku.
Biar aku buatkan teh hangat untuk mas dulu"Meningalkan Hendra dan Tasya.
selesai membuat Hendra dengan sigap meminum teh yang Rania buat dan menatap Rania yang sedang mebuat makanan dengan intens.
tiba tiba Hendra melingakran lenganya di perutku dari blakang aku yang sedikit kaget pun berucap.
mas jangan gini kalau ada orag lihat gi mana mas"menbuka eratan lengan Hendra tapi tak di gubris oleh Hendra iya malah mengeratkan pelukanya lebih dalam dan menciumi pungung dan leher Rania hinga meninggalkan kiss mart di leher belakangnya.
sudah beberapa menit Hendra bersender di leher Riana dia menjauhkan kepalanya dari leher dan mematikan kompor dan membalikan tubuh Rania dan mata kami saling beradu mata kita saling bertemu dan seakan terhipnotos Hendra mencium bibir Rania dengan manis di balas oleh Rania dan di lingkarkanya lengan Rania di leher Hendra yang tandinya ciuman manis menjadi ******* yang sangat syur dan perlahan lahan Rania membuka mulutnya dan Hendra tak menyia yiakan itu dan akhirnya pergulatan antara Rania Hendra taak bisa terlanjutkan karna Tasya mencari cari keberadaan Rania.
Tasya mencariku ini" akhirnya Hendra menyudahinya dan rania menemui tasya
Hendra berucap.
Ah gak asik Tasya gangu aja ini"Memakai pakain atasnya kembali.
Tasya menghampiri Rania dengan muka bantalnya.
iya sayang ada apa pagil tante sambil merapihkan rambut yang acak acakan.
tante Tasya laper ,Tasya mau makan" meringkuk di pelukan Rania.
pas sekali sayang tante membuat nasi goreng buat makan malam Ayo makan ini"Membawa Tasya di meja makan.
really tante" mengambil boneka kesukaanya dan menuju gendongan Rania.
Rania pun membawanya ke meja makan dan
di lain tempat Hendra lagi asyik dengan menunagkan hasratnya di kamar mandi
sesampainya di meja makan aku dudukan Tasya di kursi dan mengambilkan nasi goreng untuk di makan
Tasya mencari cari keberadaan papanya dan akhirnya menayakan ke Rania
Tante papa ke mana kok gak ada tasya cari"Menatap Rania bingung.
emm di mana iya masih di kamar mandi Tasya nanti Papa kamu mau ke sini ayo Tasya makan ya di suapin tante.
seketika Hendra pun menghampiri Rania dan Tasya
Rania pun berucap.
dari mana mas
dari kamar mandi lagi **** berbisik di telinga Rania,
ih mas raut wajah Rania berubah menjadi bersemu merah dan memalingkan wajanya ke Tasya
Aku juga laper ambilin sambil memegang sendok dan garbu
akhirnya Rania mengambilkan nasi goreng ke piring Hendra dan memakan makananya.
selesai makan Tasya bermain dengan mainanya
jam sudah menujukan pukul 21.00 Tasya sudah mengeluh mengantuk aku tidurkan ia di ranjang dan tak terasa Tasya tertidur lagi.
aku kembali ke kamarku dan di susul Mas Hendra
Ran aku tidur di sini iya" matanya memelas dan berwajah sendu.
Gak boleh mas aku gak mau kamu kebablasan maaf aku kunci dulu
Tapi belum selesai gomong langsung di tutup pintu kamarnya di kunci dari dalam.
taak terasa aku menindurkan mataku terlelap dengan sendirinya
__ADS_1
Bersambung...