
Di dalam kamar Hendra sedang meredam emosinya yang taak begitu bisa terkendali. seketika ia menelpon asistenya.
"Reno,,Iya tuan ada yang bisa saya bantu?
" Hendra,,Aku mau ke apartemen Rania coba cari tau kapan si brg***k itu taak ada di rumah ?
"Reno,,Baik Tuan
" Hedra,,Ea sudah segeralah (sambil menutup telfonya)
Telfon pun terputus Hendra pun menganti bajunya dengan bajukerjanya dan meninggalkan rumah.
saat Hendra meninggalkan rumah Valentina mengejarnya dan berucap.
"Valentina,,mas apa mas ini gak dengerin omgan aku aku ingin gomongin masalah pernikahan kita mas(mengejar Hendra sampai menghilang mobil Hendra)saat itu juga marah besar karna hendra tak mengubrisnya dan semuanya di lampiaskan ke pada Tasya.
Saat Valentina ada di dekat meja makan Valentina pun menyuruh Tasya untuk membersihkan semua rumah dan menyuruh ibunya untuk belaja bulanan
di saat ibu Valen belanja dengan Adik Valentina ia pun menyuruh Tasya membersihka seluruh rumah dan ia hanya bersantai ria saat Valentina menyuruh Tasya membuat jus dan di bawanya jus ke valentina Tasya pun tak sengajah menumpahkan jus itu di baju Valentina membuat valentina murkah dan marah
" Valentina,,Kamu itu bodoh atau ***** ha sampai tak bisa membawah satu minuman saja mata kamu di mana(sambil menampar pipi Tasya)
"Ada mata yang mengawasi prilaku Valentina ia adalah Hendra dan ibu Valentina sesaat sesudah Valentina menampar Tasya dengan amarah Hendra menghampiri Valentina dan menampar kembali Valentina dan seketika mengusir Valentina.
" Hendra,,kamu sudah menjadikan anaku babu di rumahnya sediri kamu tampar anaku hanya karna anaku menumpahkan minumnya(dengan nada yang emosi dan melengking cukup keras)
"Valentina,,mas ini semua salah faham ini taak seperti yang kamu lihat aku mohon jangan usir aku mas bukanya kita akan menikah(sambil menagis di kaki Hendra)
" Hendra,,Aku sudah tau sifat kamu berubah sudah lama Valen kamu taak perna kulia dan sifatmu sungguh buruk aku kira di awal kamu baik dan aku hampir mensetujui mamaku untuk menikahimu tapi tuhan berkata lain Di bukanya mataku sebelum aku menikahimu(sambi menahan emosi dengan mengepalka tanganya)
"Valentina,,Tapi mas aku mohon aku bisa memperbaiki sifatku aku mohon mas.
" Hendra,,Aku taak peduli ea val kamu sudah tidak bisa di tolelir lagi aku mau kamu pergi dari rumahku saat ini juga(sambil menahan amara)
"
"
__ADS_1
"
Valentina selesai mengemasih bajunya dan barang barangya ia pun berjalan menuju ke pintu keluar Dan di situ juga ibu dan adik Valen mengikuti Valen untuk keluar rumah seketika Hendra pun berucap.
"Hendra,,kenapa bibik ikut keluar dari rumah aku hanya mengusir Valen bukan bibi(sambil menghadap bibinya)
" Bibi,,kalau anak bibi keluar bibi juga keluar Nak maafkan anak bibi jika selama ini memperlakukan Tasya seperti itu bibi trima kasih selam ini bibi sudah tinggal di sini(sambil mengangkat kopernya)
"Hendra,,Iya taak apa bi kalau itunkeputusan bibi tapi tungguh dulu(sambil berlari ke ruang kerjanya dan mengambil amplo uang)ini bi uang buat bibi jangan di tolak Alex akan tetap aku yang akan sekolahin bi jadi bibi tak usah kuwatir dan nanti akan ada yang mengantar bibi ke rumah yang saya sudah siapkan untuk bibi.
" Bibi,,Trima kasih nak untuk semuanya bibi bawa dan maaf ea selalu merepotimu nak(sambil menghubungi asistenya)
"Hendra,,iya bibi hati hati (sambil melihat ke arah ibu valaen pergi menaiki mobil di antar supir)
" Valen hanya memanyunkan bibir dan pergi meningalkan rumah Hendra.
di tempat lain Rania sedang membuat kue untuk suaminya setengah jam iya menyelesaikan ia pun menyajikan di depan suaminya dan sebelumnya membersihkan semua alat yang ia pakai untuk memasak makanan tadi.dan ia sajikan di tempat
"Raditia,,Wah kelihatanya enak sayang aku makan ea(sambil mengambil satu untuk di makan)
" Rania,,iya mas aku bikin kan untuk di makan(aku pun mengambilnya juga dan di makan)
taak lama pun telfon Raditia berdering
Dret...
Dret...
"Raditia,,iya Leo ada apa?(sambil menaruh makananya)
"Leo,,ada pertemuan dengan klayen pak taak bisa di kansel karna besok beliau kembali ke negaranya
" Raditia,,Ea sudah saya akan ke sana(sambil menutup telponya)
seketika Raditia menaruh handphonenya di meja dan berucap.
"Raditia,,sayang akau ada meeting aku tinggal ea kamu taak apa kan (sanbil menghadap istrinya)
__ADS_1
" Rania,,taak apa sayank kan biasanya juga aku kamu tinggal sendiri(sambil mengunya makanan)
"Raditia pun kembali ke kamar dan berganti pakaian seketika ia keluar untuk menuju Rania dan berpamitan ke Rania(sambil memeluk istrinya dan mencium pipi istrinya)
" Raditia,,sayang aku berangkt dulu ea,Apa kamu gak nitip apapun?(sambil memeluk istrinya)
"Rania,,iya mas hati hati kalau berangkat dan aku nitip kue balok mas iya (sambil melihat suaminya)
" Raditia,,iya sayang ,hanya itu saja ?(sambil mengecup bibir Rania dengan lembut)
Raditia pun keluar ke arah apartemenya di lantai dasar Raditia memasuki mobilnya dan di lain tempat ada pria berjas hitam memasuki apartemenya dan menaiki lif ke arah lantai 30 dan menuju hunian Raditia iya dia adalah Hendra
dalam apartemen Rania masih asyik makan jajanan yang ia buat sambil melihat televisi drama china kesukaanya.seketika terdengar sebuah bel berbunyi dengan terburu buru Rania tak melihat jika itu hendra pun membuka pintu dan berucap.
"Rania,,sayang ap lagi yang ketingalan (sambil menoleh ke arah depan pintu )
Seketika Rania terdiam memandang Hendra yang ada di depanya dan seketika ia tersadar dan menutup pintu tapi Hendra pun bisa menahan pintu itu akhirnya Rania memundurkan diri dan tersandar di tembok di lihatnya Hendra menatap Rania sendu dan seketika Rania pun di cium Hendra dengan paksa dan ia taak bisa berkutik karna tenaga pria lebih besar dari wanita lama Rania memberontak tak kunjung di lepaskan ia pun mengambil patung di nakas dan memukul Hendra seketika hendra kesakitan dan ambruk di lantai darah yang mengalir dari keningnya membuat Hendra kesakitan dan ambruk di lantai saat itula Rania panik dan menarik Hendra untuk ke sofa dan mengobatinya saat Rania mengobati Hendra Rania pun salfok dengan cincin yang di pakai Hendra seperti cincin pernikahan dan hendra melihat Rania memandangi cicin yang ia pakai dan senyum seketika ia meneruskan mengobati dan hendra berucap.
" Hendra,,Aku belum menikah ini cincin yang aku pakai tunagan dengan seseorang yang taak jadi ia di culik seseorang dab menikah dengan orang lain(sambil mengawasi wajah Rania)
Sepulu menit pun Rania mengobati kenig Hendra selesai ia pun berucap .
"Rania,,jika sudah taak ada lagi yang perlu di bicarakan tolong mas hendra silakan pulang dan janagan perna berlaku tidak baik dengan saya seperti tadi.
" Hendra,,aku taak akan pulang sebelum menghabiskan makanan ini pasti ini buatan kamu(sambil memakan makananya)
"Rania,,Melihat hendra seperti itu Rania hanya bisa menghela nafas pabjang dan menungguh Hendra pergi .
"
"
"
"Lama Hendra sudah memakan kue yang ada di meja ia pun meminum air putih bekas Rania Rania yang melihat pun hanya menghela nafas kasar
seketika Rania pun mengusir Hendra pergi dan hendra berucap sebelum pergi.
__ADS_1
" Hendra,,kamu semakin cantik dan sexsi jika hamil(berlalu pergi dan meningalkan Rania)
Rania yang mendengar perkataan Hendra menjadi salah tingkah sendiri dan menutup pintu secara pelan