Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
17.Persiapan ualang tahun


__ADS_3

Di tempat lain Tasya dan Tania bersama Rico menuju permainan time zoon di area mall yang ada di kota jakarta mereka Asik bermain dan taak terasa jam sudah menujukan pukul 22.00 Tania memutuskan untuk tingal di rumah lainya dengan Tasya dan Rico malam yang pajang di lewati dengan seperti biasa menyatuhkan diri dan melewati hal panas lainya


Taak terasa pagi pun menjelang Rania memulai aktifitasnya dengan mandi dan membersihkan rumah dan mencuci baju selesainya dia memasak di dapur


Sudah beberapa jam Rania Melakukan tugasnya dan meyelesaikan semua tugasnya Rania menata sarapan di meja makan dan menuju lantai atas untuk membagunkan Hendra karna jam sudah menujukan pukul 06.30


"Mas bagun uda pagi ,bukanya kamu kekantor "sambil mengoyang goyangkan tubuh Hendra


Hendra merasakan goncangan mengerjap ngerjapkan matanya dan berucap lima menit lagi Ran Aku masih ngatuk.


Cepet dong mas bagun udah siang ini apa kamu mau terlambat bukanya kamu ada meeting hari ini"tetap mengoyang goyangkan tubuh Hendra dengan pelan dan di respon olehnya.


"Hendra merespon ucapan Rania dan duduk di kasur membisikan ke telinga Rania


"Aku ada meeting siang nanti dan lagi aku masih nanti siang berangkatnya kerjanya aku tidur dulu jangan gangu dulu kalau kamu masih gangu aja apa mau aku makan kamu sekarang.


Rania yang mendengar perkataan Hendra bergidik ngerih dan memilih untuk pergi dari kamar dan menuju ke bawah untuk bersantai sambil meminum teh.


Saat Rania bersantai Pintu utama di ketuk seseorang dan Rania bergegas untuk membukanya dan ternyata Tania dan Tasya pulang dan lagsung masuk ke dalam rumah.


"Apa mas Hendra sudah berangkat Ran"sambil mendudukan diri di sofa dengan Tasya yang asik dengan mainya.


" Belum mbak katanya masih siang nanti ke kantornya"dengan menghampiri Tasya yang asik bermain dengan mainan barunya.


"Mbak sarapan dulu masakan udah matang semua di meja makan.


" Tasya juga iya sarapan dulu tante udah masaki sub kesukaan Tasya.


"Iya Tante Tasya mau makan dengan Tante


Mereka bertiga akhirnya berlalu menuju ke meja makan untuk sarapan.


"Tante Tasya mau makan di suapin tante " Sambil memainkan bonekanya dan duduk di kursi makannya.


"Iya sayank sini tante suapin" menunagkan makanan di piring Tasya dan menyupainya dengan lahap.


Setelah lima menit Hendra turun dan mendapati mereka bertiga sarapan di meja makan.


Hendra yang sudah bagun dan bersih bersih menghampiri mereka dan ikut sarapan.


Saat sarapan suasana hening yang di dapat sampai Hendra bertanya kepada Tania dan memandang Tania dengan teliti.


"Kabar kamu bagaimana Tan semingguh lebih kamu ninggalin rumah dan taak memberi kabar padahal aku sudah telpon kamu berulang kali"menyedokan makanan di mulutnya.


"kan aku sudah pamit ke Rania kalau aku ada Pekerjaan ke luar kota yang gak bisa di gantikan apa belom di kasih tahu Rania" Sambil tetap memaikan ponselnya.


"Rania sudah bilang ke aku tapi seengaknya kamu telpon aku, kamu tau kamu seprti ini malah bukan seperti istriku lagi setiap perkataanku kamu bantah dan kamu sepelehkan apa kamu masih angap aku suami kamu"menahan emosinya.


"Di mana letak kesalahanku mas aku gak pulang itu karna aku kerja,Udah deh mas gak usah cari carik masalah dan lagi aku carik uang juga buat Tasya .Aku berangkat kerja dulu mas"meningalkan Hendra masih sarapan.


"Mas kamu yang sabar iya mungkin mbak Tania belum terbuka hatinya" menatap Hendra kasihan.

__ADS_1


"Tapi Ran dia keterlaluan sekali" menahan emosi dan mengalihkan tatapanya ke Tasya dengan sendu.


Oh iya Sayang Tasya kemarin Tasya di ajak ke mana sama mama kok baru pulang pagi ini "engan bertanya meyelidik.


"Tasya ke marin di ajak mama main di moll dan menginap di rumah mama satunya dengan_____ belum sempet meneruskan kata katanya Bunyi ponsel Hendra membuyarkan dan Hendra seketika mengangkat telponya.


Tasya yang taak meneruskan omonganya akhirnya memilih asik memaikan bonekanya.


Hendra yang usai menerima telpo akhirnya berpamitan taak meneruskan pertanyaanya kepada anaknya itu.


"Iya sudah papa mau berangkat kerja dulu iya soalnya papa ada meeting sekarang dan Tasya gk boleh ngerepotin tante iya" mengelus rambut Tasya.


"iya pah"mencium pungung tangan papanya.


" Nanti Tasya aku aja keluar dulu untuk masalah kejutan itu.


" Iya Ran ini kartu buat ngatur semuanya dan kalau aku bisa saranin temanya dengan apa yang Tasya mau.


Iya mas"membawakan tas Hendra dan memberikanya saat Hendra hendak masuk mobilnya.


" Trima kasih iya Ran kamu sudah mau gantikan Tania demi Tasya mengurusinya semuanya"memegang pipi Rania dengan senyum di sudut bibir Hendra.


setegah jam setelah kepergian Hendra,Rania berlalu keluar rumah dengan Rania mengunakan taksi onlain menuju ke salah satu Wo yang menagani dekorasi ulang tahun.


Saat Rania sampai di tujuany iya Rania memasuki rukuh dan menjelaskan maksut dan kemauan Rania dan 1 jam sudah Rania sudah meeting dengan pihak WO dan menuju keluar untuk memesan taksi onlain dan menuju restauran yang terdapat di tengah kota karna Tasya mengeluh lapar.


Sesampainya di restauran Rania dan Tasya memesan makanan dan taak beberapa lama Rania melihat sekelebat mbak Tania sedang menyeder ke laki laki yang di temuin saat mengntar Tania dan mencium Tania.


Seketika aku di kagetkan oleh seseorang yang menepuk pungungku dan saat aku melihat ternyata iya adalah Raditia.


"Eh Ran kita ketemu lagi"sambil menepuk pundak Rania.


"Eh iya"dengan mode syok karna baru memergoki orang selingku.


Kamu itu dit bikin aku kaget aja aku kira kamu orang jahat"sambil memegan jantungnya.


"Ah iya maaf aku mengagetknmu.memang orang jahat kenpa kok kamu sampai kaget berlebihan begitu.


" gak kok dit karna lihat filem jadi gak bisa move one ikut ketakutan,btw kamu kok ada di sini gapain bukanya kamu keja" mengamati Raditia dengan setelan jas yang memperlihatkan ketampananya.


"Aku tadi selesai meeting dengan klayen Ran dan melihatmu akhirnya aku samperin.sambil mendudukan badanya satu mejan dengan Rania.


saat Rania dan Raditia mengobrol dan makan Hendra melihat ke akrapan dan senyuman Rania dengan Raditia merasa emosi dan cemburu dan seketika menghampiri mereka bertiga dan ikut menimbrung.


"Apa aku boleh gabung dengan kalian " Dengan menahan emosi.


"loh Mas Hendra kok ada di sini,iya boleh mas" Menatap raut muka yang taak suka.


Apa jangan jangan mas Hendra mergoki mbak Tania tadi mengerutu dalam hati.


"Aku tadi meeting dengan klayen dan taak di sangka klayen aku teman kamu ini" sambil menatap Raditia lekat.

__ADS_1


kalau bukan karna kamu rekan bisnis saya aku bakalan hajar karna dengan enaknya memegang pundak Rania.


***flaa back**


Hendra sampai di tempat meeting dan taak mengirah jika rekan bisnisnya itu ternyata Raditia teman Rania


Dan mempersilakan hendra untuk duduk dan menjabat tangan masing masing


dan membahas masalah meeting yang mereka lakukan


flas back on*


" Oh jadi kalian rekan buesnis kebetulan baget iya dunia ini memang sempit.


"Iya duania ini sempit sampai kita bertemu di sini." berucap dengan tatapan sinis


Raditia yang melihat tatapan Hendra seperti itu memutuskan untuk undur diri dan meningalkan restauran itu.


"Melihat tatapan hendra seperti itu tentu Rania memalingkan tatapanya itu kepada Raditia dan berucap.


iya dit trima kasih sudah di traktir makananya.


saat di restauran Tingal mereka bertiga Hendra meminta penjelasan mengapa ada di sini bukanya ke WO


"Tadi aku mampir ke sini karna Tasya lapar mas saat pulang dari WO tadi eh ketemu Raditia di sini.


"Emm bukan karna janjian dengan Raditia" Sambil mendekatkan wajahnya ke Rania.


"Iya la mas masak aku sengaja ketemuan"sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya sudah aku percaya" sambil mencubit pipi Tasya dan Rania.


" Sakit tau mas kamu"menatap Hendra dengan senyum


saat itu pula fokus Hendra terahlikan dengan anak cantik yang sedari tadi memaikan boneka.


"Sayank cantik apa suda makan" mencium pipi gembul Tasya dan memangkunya.


"Suda pah,Papa kenapa di sini"sambil memaikan bonekanya.


"Papa ada kerja di sini sayang iya sudah ayo pulang papa juga sudah ngantuk baget dan cepek.


sesampainya di rumah Tasya sudah terlelap dan di tidurkan di kamarnya dan Rania masuk ke kamarny dan membersihkan diri.


setengah jam Rania membersihkan diri akhirnya iya keluar dari kamar mandi untuk menganti pakaian taak lupa iya mengeringkan rambuntnya.


saat di rasa sudah kering Rania akhirnya memilih untuk tidur lebih awal dan menjaga kesehatanya karna kurang dalam tidurnya


Taak tunggu berapa lama Rania akhirnya tertidur pulas dengan selimutnya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2