
taak terasa hendra juga ikut dengan Rania tidur siank di ruang rawat Tasya di sofa..
Taak terasa hari sudah beranjak sore jam menujukan pukul 16.00 aku pun bagun dari tidurku dan juga membagunkan Tasya untuk makan siank.
"Rania,sayank ayo makan tadi belom makan siank jika kamu tak makan gak sembu sembu dong gk bisa main sama tante(sambil mengoyang goyangnkan tubuh tasya)
" Tasya,(tasya bagun denga mengerjab kan mata dan mengucap)iya tante Tasya bagun dan makan
"saat itu pula saat Rania menyuapi Tasya makan Ada seseorang yang masuk pintu ke dalam ruangan Tasya,
" Tania,Apa anak mama sudah baik baik saja(sambil melengang ke arah Tasya)
"Rani,Ah mbak Tania,Tasya sudah baikan mbak mungkin besok sudah pulang(dengan diamematung memandang Tania dalam hati Rania apa bakalan ada perang ini haduh riwe ini)sini peluk mama
" Tasya,dengan cueknya Tasya menjawab.Tasya baik baik mah(sambil peluk mamanya)
"Tania,Di mana mas Hendra dek?(sambil memutar mencari hendra pandangan Tania melihat ke arah sofa Hendra sedang tidur di dekatinya hendra dan Tania mengecup kening hendra)
" Rania melihat prilaku Tania ada sedikit sesak di hatinya dan air mata sedikit menetes dan ia pun berpaling ke lain Arah
"Tasya yang melihat itu hanya bisa diam dan tak mengerti akan semuanya.
" seketika Tania di depan matanya Hendra membagunkan badanya dan duduk di sofa dengan tatapan tak mengenakan denganTania,
Saat Tania memegang tangan Hendra,hendrapun menepis tangan Tania dan membawah Tania ke luar ruangan dengan cara menarik lengan Tania.
saat sampai di depan ruangan Hendra mendudukan Tania di kursi dan berpura pura menayakan seseuatu aku ingin tau sepicik apa Tania
Tania
"Hendra,dari mana kamu selama ini ?(sambil meyilangkan lenganya di dadanya dengan espresi dinginya )
"Tania,Aku ada pekerjaan kantor yang mengharuskan aku ke luar kota(dengan entengnya jawabnya)
" Hendra,memang berapa orang yang ikut dalam pekerjaanmu(tetap cool dan dingin)
"Tania,aku saja mas dan sekertaris ku )memang kenpa mas?
" Hendra,Taak apa kenapa handpone kamu tak bisa hidup?(sambil memperlihatkan raut wajah marah)
"Tania,iya mas maaf aku kemarin gak bawa carger handphone(sambil gugup)
__ADS_1
" Hendra,(Hendra menuju dalam ruag inap di lihatnya Rania sedeng menyisir rambut Tasya hendra melihat mereka senyum menyuging di bibir hendra seketika Rania mwmbalas senyuman Hendra dan hendra pun mengambil berkas dari sana dan melaju keluar membawanya.Maksut kamu ini pekerjaan kamu (dinlemparnya berkas itu di muka Tania)
"Tania,terbelalak melihat semua foto foto iya dengan Rico kebayakan foto ciumanya dengan Rico dan Rania pun bersuara.Ini gak seperti apa yang kamu lihat mas ini editan aku selama ini kerja .(sambil memoh dengab Hendra)
" Hendra,taak ada yang salah dari foto itu,foto itu asli dan bayak yang bilang dan mergoki kamu(sambil menyeringai senyum devil)
"Tania,Tapi bener mas itu editan dan gak ada yang bener(masih berusaha menyangkalnya )
" Hendra,Aku sudah tak lagi percaya denganmu dan aku mau kitah pisah semua sudah aku urus di pengadialan agama kamu hanya tinggal tungguh pagilan dan selesai dan satu hal hak asug Tasaya denganku paham.
"Tania,iya kalau sudah kamu memutuskan itu aku juga tidak susah susah lagi meminta cerai dan berdarama setiap hari denganmu bilang dengan tasyaa kau pulang(Meningalkan pergi Hendra dengan angkuh)
" Hendra,Masih bisa Angkuh dia(sambing menyeringai senyum devilnya)
Hendra pun memasuki ruangan dan melihat Rania sedang mengupas apel untuk Tasya dan hendra pun melju mendekati Rania dan memeluknya.
Rania terbelalak melihat tingkah hendra saat ini karna ada Tasya dibhadapanya dia seenaknya aja meluk Rania berucap.
"Rania,Mas lepas kamu gak malu sama Tasya main peluk aku kayak gini bagaimana jika Tasya tayak kenapa kita pelukan ?(sambil melepaskan pelukan hendra namun taak bisa tenaga hendra lebih kuat)
" Hendra,kenpa mesti malu Tasya sudah tahu jika kelak kita akan sama sama (dalam hati hendra senang akan tangapan Tania jika iya setuju untuk bercerai)
"Rania,Jadi Tasya sudah tau sayank(sambil memandang Tasya dan memintak jawaban)
saat kita bertiga berpelukan terdengar ada seseorang masuk ea itu dokter yang menangani Tasya datang dan memeriksa tasya
"Dokter,Wah bahagia sekali maaf saya merusak momenya(sambil menuju tasya berdiri di samping kana Tasya untuk memeriksanya wah Tasya sudah sembuh sekarang ,nanti malam Tasya sudah boleh keluar dari ruamah sakit
saat pemerikasaan dokter sudah.selesai Rania dan hendra menoleh ke arah pintu dan melihat Raditia membawa buah dan juga bunga untuk Tasya Raditia pun mendatangi mereka bertiga dan berucap
" Raditaia, Sore pak hendra Ran?(sambil mendekati Rania)
"Hendra,Heemm( jawaban hendra)mau apa kamu ke sini pak Raditia?
"Raditia,saya ingin menjeguk Tasya yang lagi sakit (sambil menyerahkan buh dan bunga)ditaruhnya dengan Rania di meja sofa
" Hendra,oh trma kasih sudah repot menjenguk anak saya,dari mana anda tau anak.saya sakit?
"Raditia,dari istri anda tuan Hendra,(sambil senyum yang gak iklas )
" Hendra,Owcccch....(Rania pun menyikut perut hendra)
"Rania,Eh sudah sudah kenapa jadi tegang gini suasananya eh ea udaa duduk di sini dit(sambil membuka lemari pendingin dan mengambil air untuk Raditia.
__ADS_1
" Raditia,Eh ini buat tasya sambil menyerahkan sebuah boneka panda yang besar.(sambil menyerahkan dan mengarah sofa mengikuti Rania untuk duduk)Ran aku perlu bicara sama kamu di depn boleh?
Mata Rania saling pandang dengan hendra Rania memohon dengan hendra dan akhirnya Rania di perbolehkan hendra dan mau akhirnya Rani dan ditia berbicara di depan ruangan dan rditia berucap.
"Rania,mau gomong apa Dit (sambil medudukan diri di kursi bangku tunggu di depan kamar)
" Raditia,Aku mau mintak maaf soal kemarin aku sudah kurang ajar sama kamu dan mencium kamu (sambil menghela nafas panjang)
"Rania,iya dit maslah itu sudah aku maafin kamu jangan perna ulangi lagi seperti itu sama saja kamu merendhkanku.
" Raditia,yang bener Ran trima kasih iya (sambil memegang tangan Rania)
Hendra pun keluar dari ruangan tasya dan berdehem berucap.(dalam hati hendra modus pegang pegang utung aja rekan bisnis kalau tidak udah ku tinju itu wajah)
"Hendra,kamu di cari tasya dia ingin kamu masuk menemaninya(sambil berdiri memndang Rania lekat)
" Rania,Hendra mengedipkan mata berkode dan meningalkan Ditia di luar ruangan dengan Hendra,Ea dah mas aku balik ke Tasya dulu dit(sambil berkalan memasuki ruang rawap inap
"Raditia yang merasa cangung memilih berpamitan dengan hendra dan berlalu pergi meninggalkan Hendra,
" Hendra mengikuti dan Ditia untuk keluar membeli makan untuknya dan Rania dari siank belum mkan.(menyebrang Hendra)
Taak beberapa saat Hendra datang membawa dua bungkus makanan untukku san Dia kamu pun berdoa memulai makanya dengan hati iklas
taak terasa haripun menjadi malam aku dan mas hebdra membereskan semua baju kotor Rania dan Tasya dan juga mas hendra kita bersiap siap untuk pulang
setelah di rasa pembayaran rumah sakit pun selesai akupun dan Tasya berlalu dengan menasuki mobil dan di perjalan Tasya teetidur di pangkuan Rania dan keadaan itu hening smapai hendra mencium pycuk rangan rania Ramia pun menyungigkan senyumny dan perlan pasti sampaila kita di rumah hendra dan menidurkan Rania di ranjangnya dan Hendra pun menarik Rania ke kamarnya dan di sana mencium Rania dengan lirih rania pun ikut terhnyut sampai ada langkah kaki di dekat tanggah membuyarkan kegiatan ciuman mas hendra terhadapku
,
,
,
,
penasaran kan bakalan ketahun Rania dan hendra ikuti ea ceritanya sampai akhir
*saat ini aku juga mau proses membuat novel baru lagi yang berjudul
*terlanjur cinta
bercerita tentang balas budi menjadi cinta*
__ADS_1
dan jangan lupa comet,like,rate,dan vote karna dukunganmu adalah penyemagatku dalam menulis novel ini