Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
liburan part2


__ADS_3

Pagi harinya Rania pun terbagun pukul 07.00 aku pun segera menuju ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatku tiap pagi.


taak lama aku sudah selesai berkutat lama di kamar mandi aku pun keluar saat akan keluar di lihatnya suaminya masih setia memeluk guling dan terbalut selimut.


Rania pun menuju meja Rias untuk memakai losen dan mempoles sedikit wajahnya dengan mak up yang tipis di rasa sudah selesai ia pun menganti pakaianya terlebih dahulu dan memakainya.di rasa sudah selesai



ia pun menuju ke dapur untuk membuat teh untuk suaminya sebelum membangunkanya.


Rania pun mengarah ke dalam kamar untuk membawa secangkit teh dan membagunkan suaminya.


"Mas bagun sudah jam 8 katanya mau jalan jalan aku sudah beres ini aku juga laper pgen makan kamu cepet bagun,aku sudah buatkan teh buat kamu itu" Mengoyang goyang badan sumainya.


"Seketika Raditia pun bagun dan memeluk istrinya dan berucap.iya sayang aku bagun tapi morning kiss dulu baru aku bagun sempurna.


" Seketika Rania pun mengecup dua kali bibir Raditia dan Raditia pun membuka mata sempurna dan memeluk istrinya dengan lembut.


"Mas mandi gih sebelum itu minum teh ini dulu agar segar " Sambil menyerahkan secangkir teh dan Raditia pun mengiyakan dan meminum teh itu.


selesai meminum teh itu Raditia pun mencium pipi Rania dan melaju menuju kamar mandi untuk menjalankan rutin tiap pagi.


di lain tempat Hendra sudah siap dan dan tampan mengunakan setelan santai dan menata rambutnya



Membawa Tasya untuk keluar dari apartemen untuk mencari sarapan dengan mengendarai mobil sport yang di miliki ia pun menuju salah satu cafe yang ada di bibir pantai kuta bali



kami pun membuka menu dan memesan yang Tasya tunjuk dan aku pun memwsan yang aku tujuk dan taak lupa air mineral


di tempat lain Raditia dan Rania pun selesai berbena kami pun berangkat menuju restauran


saat 20 menit kami sampai di resatauran pingir pantai



yang harganya jangan di tanya lagi sekali breakfast bisa ratusan juta dan Rania tau harga dari makanan yang ada di sini sehingga ia pun mengajak suaminya untuk balik mencari restauran lain.


"Mas kita ke tempat lain aja yuk di sini terlalu mahal hanya untuk sarapan saja mas dengan menarik tangan suaminya keluar.


" Sudahla sayang uang kita taak akan habis hanya makan di sini tenang aja ea kita makan saja di sini di sini adalah tempat faforit mas sambil memandang istrinya lekat dan menyuging kan senyum.


"Ea sudah kalau gitu mas tapi besok besok jangan gini lagi gak baik tau boros uang hanya di buat sarapan.


kami pun berjalan menuju tempat yang Raditia suka dan kami pun mendudukan diri di kursi dan seketika waters pun datang untukelayani pemesanan


saat aku melihat buku menu aku melihat semua menu mengiurkan tapi saat aku melihat harga makanan yang ada di sini ber kisaran jutaan akupun mengurungkan niatku memilih menuh dan menutup kembali buku menuh itu dan di taruh di atas meja lagi,sarapan aja segini harganya hah

__ADS_1


" Kenapa sayang kok di tutup apa taak ada yang kamu mau di sini "sambil memandang istrinya yang lagi ngedumel sendiri.


"Rania pun melambaika tangan dan Raditia mendekat saat itu juga berucap Harganya malah mas aku gak mau habisin uang di sini pemborosan namanya dengan berbisik.


"Sayang memang harganya segini biar mas yang pilihkan iya" sambil membolak balik menu dan memilih dua menuh dan dua air mineral dan dua jus alpukat


"kami pun menungguh pesanan sambil menikmati pemandangan


"Mas di sini indah baget ea sambil memandang lekat ke depan pantai.


" iya sayang nanti kita akan ke sini lagi dengan anak kita sambil mengelus perut Rania yang sekamin membesar.


"Mas aku berfikir jika nanti anak kita sudah lahir kita beli rumah di bali aja mas aku ingin pergi dari hirup pikuk kota jakarta yang padetnya gak ketulungan memandang suaminya dengan sendu.


" iya sayank memang mau tinggal di mana sambil mandang rania dengan lekat


sejam sudah kami mengobrol dan bersepakat akan pindah ke bali jika anaknya sudah lahir.


makanan pun sudah selesai dan di hantarkan ke meja Rania dan Raditia seketika mata Rania menagkap makanan yang di pesan suaminya yaitu ayam betutu pedas kesukaanku air liurku pun merasakan rasanya akupun mengambil dan memakan makananku dengan lahap.


lima belas menit kita pun menyelesaikan makanku dan saat Raditia meminta bilnya aku menarik dari tangan Raditia dan melihat harga seketika mataku terbelalak dan menaruh bil itu dan berdumel lirih.


makanan aja seperti itu harganya apa kabar dengan makanan luar.pemborosan gila sekali sekali


"Aku denger loh sayang masak suami kamu yang tampangnya tampan ini kamu katain gila sih jahat baget dengan memandang Rania dengan sedih.


" Udah deh mas wajahnya jangan di paksa di imut imutkan aku malah jijik lihatnya dengan menutup wajah suaminya dengan dua tanganya.


setengah jam kami pun sampai dan kami memarkirkan mobil dan masuk melalui gapura pertama menuju pantai kute



kami pun berjalan mengiringi pantai dan aku pun di tuntun oleh suamiku yang selalu perhatian dengan kesalamatanku dan bayinya.


di tempat lain Hendra mendapat telfon bahwa Rania ada di pantai kute ia pun berjala menuju pantai dengan tasya saat Raditia mencari keberadaan Rania mata hendra pun memutar melihat di dapati Rania ada di pingir pantai berjalan dengan Raditia yang memeganginya.


Seketika Tasya pun melihat keberadaan Rania pun ia berlarih ke ara Rania dan memangil nama Rania dan memeeluknya erat.


"Tante Rania Tasya kagen baget sama tante boleh tidak Tasya jalan jalan dengan tante dan om memandang Rania dan Raditia .


" Memang kamu di sini dengan siapa sayang kok sendiri apa taak ada yang menemani kamu.menegok kiri kanan dan melihat sosok Hendra mendekat serasa tersambar petir jantung Rania berdegu kencang dan seketika ia mengalihkan padanganya ke Tasya.


"Seketika Hendra mendekat dan ia pun berucap


Wah kita bertemu lagi bisa kebetulan sekali memang yang namanya jodoh gak akan ke mana meskipun jauh akan selamanya mendeka dan yang di rebut akan selamya berjumpa lagi.


Raditia yang mendengar perkataan itupun menjadi geram dan saat ia ingin mendekatkan tangan untuk memukul ke tangan Rania,Rania pun menahan tanggan Raditia dan menatap suaminya dan mengelengkan kepala


oh tuan Raditia bisa kebetulan sekali iya apa memang sudah di atur semuanya seperti penguntit yang ingin memakan magsanya di akhir omongan Raditia dan di dengar jelas ole hendra.

__ADS_1


Seketika Hendra pun mengepalkan tanganya dan seketika tangan Tasya membuyarkan kemarahan Hendra dan hendra pun mensejajarkan tubuh anaknya


dalam hati Rania utung saja ada Tasya kalau tidak sudah baku hatam mereka berdua


Papa boleh tidak aku bersama tante Rania sehari saja.dengan memandang papanya sendu.


Boleh sayang tapi Tasya gak boleh nakal ea sama tante Rania karna tante lagi hamil iya janji,Mendogak memandang Rania


Saat Hendra memandang Rania Rania pun memalingkan penglihatanya yang sedari tadi mengawasi Hendra dan Tasya berbicara .


Akhirny pun kami berjalan ber empat saat perjalanan di patai itu terasa ketegangan antara Raditia dan Hendra terlihat sampai seketika Tasya meminta es cream aku pun mengantarnya dan meningalka merek berdua


lima belas menit pun kami sampai di tempat tukang Es cream pun memilih es cream yang iya pilih.kami pun kembali ke tempat semulah di lihatnya bayak orang bergerumbul di mana tepat di saat aku meningalkan mereka berdua


seketika otaku mencerna dan berfikir dalam hati jangan jangan mereka bertengkar aku pun berlari seadanya dan membawa tasya juga saat sampai di tempatnya aku melihat mereka faiting dan aku pun melihat bingung dan merek taak mendengarkan teriakanku


"Papa Menatap papanya yang sedang berkelahi dengan suami tnte Rani.


seketika teriakan Tasya memberhentikan perkelahianya dan menatap tasya dan aku lekat aku pun bersuara


" Sudah berkelahinya sakit kan kalian berdua aku gak habis fikir kalian sama persis dengan anak kecil apa jadinya jika di depan akalian bayak anak kecil mau jadi apa moral bagsa kita kalau semua orang dewasa tak mencerminkan sifat yang terpuji dengan mondar mandir di depan mereka berdua


Mereka mendengarkan celotehan Rania dengan diam dan meresapi omongan Rani


Tasya yang taak mengerti pun hany fokus dengan Es cream yang ia makan dan memandang tantenya memarahi kedua pria dewasa yang berkelahi itu termasuk ayahnya


flasback on


*setelah kepergian Rania dan tasya mereka meningalkan mereka berdua


mereka pun taak ada suara satu sama lain dan seketika Hendra membuka omongan dan berucap.


"Aku akan mengambil hak ku dan kepunyaanku taak akan ada yang bisa menghalangiku


" Aku taak akan membiarkan kamu mengambil Rania dan membawanya karna dia sekarng istriku mantan adik iparmu dab mantanmu.lagkahi nyawaku jika ingin meretmbut Rania dariku.


"Seketika Hendra pun terpancing enosi dan berjalan menghampiri Raditia dan mendaratka bogem mentah ke wajah Raditia


Raditia pun tersungkur dan ambruk ke pasir


seketika itu Raditia membalas perbuatan Hendra dan mendaratkan pukulan di wajah Raditia mereka saling faiting berkelahi dan membuat semua wisatawan memandang merekan dan membantu melerai mereka tapi taak di gubris dan saat seketika Rania pun datang


flasback of*


Untuk saat ini mas tolong jauhi aku aku sudah bersuami dan kamu gak seharusnya mengikuti dan ingin membawaku kembali kamu paham mas


dan kamu mas Raditia kamu harusnya lebih bijak menagapi omongan mas Hendra gak malah berantem di lihati orang seperti anak kecil saja.


Ea sudah kita pisah di sini jangan mengikutiku lagi

__ADS_1


" Tasya tante pamit ea ingin kembali, tasya baik baik dengan papa kamu ea mengelus kepala Rania.


"iya tante trima kasih sudah mengajak jalan jalan Tasya Memandang Rania dengan kepergianya .


__ADS_2