
"Di pagi ini seperti biasa kesibukanku dari bangun pukul 04.00 menjalankan kewajiban sebagai muslim.
menjalankan pekerjaan rumah adalah pekerjaanku setiap hari di karna setiap hari kak Tania bagun tidur pukul 06.00 dan taak bisa mempersiapkan sarapan mengharuskan
aku untuk menyiapkan semua kebutuhannya dari memasak,bersih bersih,membangunkan Tasy dan menyiapkan kebutuhan lainya.
Di kamar
Tadi malam kamu pulang jam berapa Tania kenapa aku taak melihatmu"serayah menyenderkan tubuh di kepala ranjangnya
pukul sebelas Masb"sembari memoleskan wajahnya dengan make up dan menimbang nimbang maka up yang ia kenakan.
Apa kemarin kamu tau aku sakit" Memandang tania dengan sendu.
Aku tau kamu sakit mas,Rania menelponku dan memberi tahuku aku taak bisa pulang karna pekerjaanku yang menumpuk taak bisa do tingalkan"sambil mengemas berkas yang ingin d bawah ke kantor tanpa memandang suaminya
Kamu tau aku sakit tapi kamu malah mentingin pekerjaan kamu ketimbang suami kamu"berbicara dengan parau.
Uda deh mas jangan manja kan juga sudah di urus sama Rania kemaren, buktinya sudah agak sehat kan dengan menatap mata suaminya.
Kamu itu istriku harusnya kamu yang mengurus aku bukan malah adik kamu aku gak habis fikir sebenarnya yang istriku itu kamu atau adikmu"berucap sedikit meninggih dan menatap Tania.
Udah deh mas sama aja aku atau adiku yang merawat sama saja,sampai kapan pun aku itu tetep istrimu" melengang pergi meningalkan Hendra sendiri mematung memandang Tani keluar kamar.
sekejap Hendra terdiam dan berucap dalam hati aku merasa istriku sudah serasa asing oleh ku sendiri di ruamah ini"dengan tatapan sendunya.
Hendra mencoba untuk keluar kamar dengan tertahtih tahti karna keadaanya belum sembu sempurn dan badan yang masih lemas.
setibanya di dapur Tasya melihat sosok Papanya pun berucap.
Papa keluar kamar Papa sudah cembu dengan sedikit khas ank kecil cadel"Menatap Papanya yang setia berdirih di blakang Rania.
Rania mendengan penuturan Tasya pun reflek menoleh dan menoleh ke blakang ia dapati kakak iparnya sedang berdiri.
Lo mas kok keluar kalau mas masih gak enak badan dan lapar biar aku yang bawakan buburnya ke kamar "Memandang Hendra dengan sendu
Tak apa Ran badanku sudah sembu dan agak enakan.
Mata Hendra mengedarkan pandanganya mencari keberadaab istrunya yang taak di lihatnya sejak tadi dab bertanya ke pada Rania.
Ran Kakak kamu ke mana Ran,Dia kok enggak ada di meja untuk sarapan"sambil menduduki kursi meja makan.
kak Tania sudah berangkat mas katanya ada meeting dadakan"sembari menyuapi Tasya mengambilkan air putih dan bubur di magkuk untuk di berikan ke Hendra.
Apakah sudah turun suhu badanya kak "menempelkan lengan pungung ke dahi Hendra secara tak sengaja tatapan mata mereka beradu pandang dan di dalam hati mereka taak daat di artikan satu sama lain.
Saat kesadarabya kembali reflek Rania menarik tanganya mata mereka masih setia saling menatap dengan lekat seolah olah matanya mengisyaratkan sesuatu yang tak tau apa itu.
Rania berucap maaf mas saya hanya ingin tau apa sudah turun panasnya"jantung rania berdetak tak karuan dalam hati Rania perasaan apa ini Ya Allah
Taak apa Ran,Aku sudah Agak baikan berkat kamu sudah merawatku kemarini.Trima kasih ea sudah mengurusku kemaren" menatap lekat mata Rania dan mengisyaratkan senyum yang taak dapat di artikan.
Iya mas sama sama sudah kewajiban Rania merawat karna mbak Tania taak pulang pulang,maaf ini obatnya"sambil menaruh obat di mejah.
Rania melanjutkan menyuapi Tasya dan sekitar duapulu menit Rania usai menyuapi Tasya dan Mas Hendra suda usai menyatap makanan berpamit kembali ke kamar untuk istirahat.
di perjalanan Tania berucap
dari pada aku harus dengerin protes mas hedra lebih baik aku cepet cepet ke kantor" melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
seaampainya di kantor Tania menyapa semua stafnya dan berjalan melengang masuk ke ruanganya.
Tumben baget bu bos sudah datang aja jam segini "sambil mendudukan pantatnya di kursi.
__ADS_1
Aku males baget sama suamiku Reva dia manja baget dan protes ke aku karna kemaren aku taak merawatnya saat sakit malah nyerahin semua ke adiku"dengan raut wajah yang taak enak.
Saranku ea Tan jagan terlalu nyerahin semua tugas rumahmu untuk adikmu karna bisa jadi suami mu nanti lebih respek dengan adikmu dan mulai tumbuh rasa mencintai adikmu karena terbiasa dia yang melakukan tugasmu.
Ya gak mungkin lah secara Rania gak levih cantik dari aku lihat saja parasnya dan lebih catikan aku lebih sexy aku baik stay lis adiku mah jauh gak mungkin mas Hendra berpaling" meskipun ia berguma seperti itu ada sedikit rasa cemas di dalam hatinya)
ea sudah aku hanya memberi saran terbaik buat kamu aja, aku balik ke ruanganku ya.eh nanti jadi kan ke cafee kumpul bareng"Memandang Tania sebelum keluar dari ruangan Tania.
iya jadi dong aku pgen ngefresib fikiranku k pulang kerja kita jadi ke sana"sambil membuka berkas berkas di tumpukan mejanya.
di lain tempat,,
Rania berjalan menyusuri tanggah menuju kamar mas Hendra dan saat sanpai di depab kamarnya Rania memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar kak iparnya.
tok..tok..tok
Masuk Ran"Memandang Pintu dan Rania pun memasukinya dan berpamitan ke Hendra
Mas aku mau ke super market dulu untuk belanja dengan Tasya jika mas haus ini air putih aku taruk sini.
Seketika Rania berpamitan melebgang pergi menigalka Hendra sendiri memandangnya dari Arah belakang dengan setia dan menghilang di balik pintu.
sepuluh menit perjalanan Rania dan Tasya sampai di super market.
Tasya bagun sayang sudah sampai tempatnya"mengoyang goyangkan tubuh rania dan sedikit berbisik pelan.
sudah sampai ea tante"mengerjab ngerjabkan mata dan mulai turun mengikuti Rania berjalan keluar taksi.
Rania sampi di tempat yang di tuju segera Rania mengambil troli dan memilih apa yang di perlukan dan setengah jam usai Rania belanja keperluan dan berlalu ke meja kasir untuk menotal semua belanjaanku dan membayarnya.
Setelah sudah membeli semuanya ia pun beranjak keluar dari mol dan menuju keluar menyetop satu taksi dan melajukan pulang ke rumah
10 menit sampai di rumah Rania menuju dapur dan menata semua yang sudah di beli dan mulai masak untuk makan siank.
tak lupa aku membuatkan bubur untuk mas Hendra setelah memasak .
Rania meyiapkan bubur untuk mas Hendri dan mengantarnya ke kamar mas Hendra
Ku ketuk kamar Mas Hendra
tok...
tok...
tok...
Mas maaf gangu kamu aku hanya ingin mengantar makanan rania taak mendapat sautan dari dalam akhirnya ia memberanikan membuka kamar dan masuk ke kamar mas Hendra.
Mata Rania mengedarkan mencari keberadaan Hendra mata Rania melihat sosok Hendra sedang meringkuk tidur di balik selimut aku pun menaruh napam berisi mangkok bubur dan segelas air dan obat untuk mas Hendra dan berlalu pergi keluar kamar.
ia pun beralih membangunkan Tasya.
Di bukanya pintu kamar Tasya dengan pelan
tasya bagun yuk makan siang dulu" mengelus elus rambut Tasya yang hitam.
iya tante tania bangun" mengucek mata dan berajak dari ranjang untuk ke ruang makan.
Tasya mau makan pakek lauk yang mana "sambil mengambil nasi dan memandang Tasya.
Mata Tasya mengedar melihat menu di depanya dan ia memandang ayam goren dan syur jap jay dan berucap
Tasya mau sma ayam goreng sma sayur ini tante sambil menujuk makanan yang di mau
__ADS_1
oc sayang"sambil mengambil lauk dan sayurnya dan menaruh di depan Tasya.
tak terasa siank berganti malam dan
aku dan tasya melakukan makan malam dengan tenang di meja makan dan tak lupa aku mengantarkan makanan ke kamar mas Hendra.
Mas Hendra tok..tok..tok"mengetuk pintu Kamar kak iparnya.
Rania pun memasuki kamar dan mata mereka saling padang dan saat itu juga jantung Rania terasa berdenyut sangat kencang dan berucap kenapa lagi ini jantung setiap kali verada dengan mas Hendra selalu seperti ia tersadar dari lamunanya dan berlalu menghampiri kakak iparnya.
Hendra pun menyenderkan pungungnya di kepala ranjang.
maaf mas aku mau anter makanan "sambil menyerahkan bubur dan obat .
Apa mas sudah sehatan" Memandang Hendra dengan gugup.
Sudah Ran alhamdulila berkat kamu sudah ngerawat mas jadi mas cepet sembunya"memakan seauap bubur ke mulutnya,
Ran trima kasih mas trima kasih sudah merepotkan kamu untuk merawat mas "Memandang Rania dengan tatapan yang taak terartikan.
besok aku sudah masuk kerja aku sudah baikan" memandang lekat mata Rania semuanya berkat kamu sambil memakan makananya sampai tandas dan meminum obat.
Syukurlah mas sudah sembu"Melihat ke arah Hendra dan menundukan pandanganya dan berucap perasaan macam apa ini kenapa jantungku berdetak tak beraturan lg, sekilas tersadar dari lamunanya ea sudah mas aku balik ke belakang dulu"sambil meneteng piring bekas makan.
setelah rania membereskan makanan di meja makan dan mencuci piring sampai bersih barula aku membawa tasya ke kamar untuk tidur malam yang suda semakin larut
Tasya sayang tidur ya sudah malam bermainya di sudahi dulu besok lagi "sambil mengelu elus rambut tasya.
"iya tante tasya sudah ngatuk"sambil menguap dan mengucek matanya.
berjalan menuju kamar tasya sesampai di dalama kamar tasya meminta aku membaca dogeng tak terasa sudah terpejam mata Tasya Rania menyelimuti tasya dan tak lupa Rania cium pucuk kepala tasya dan meninggalkan kamar tasya.
seaampainya di kamar aku melajukan untuk membersihkan tubuh ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu dan melaksanakan sollat tak lupa aku mengaji dan taak terasa sudah pukul 22.00 bunyi mobil mbak Tania terdengar dan mengetuk pintu dan segeralah aku membuka pintu
Dek Tasya suda tidur"sambil berjalan di kamar tasya dan melihat tasya sekilas dan berjalan pergi ke kamar.
Sudah kak sambil mengikuti Tania dari blakang,apa mbak sudah makan kalau belum biar aku siapkan makan
Taak usha dek kakak uda makan kamu tidur aja uda malem aku juga mau tidur" membuka pintu kamarnya.
setelah tania menyelesaikan bersih bersih tania nendudukanya pantanya di ranjang dan sambik menonton tv
sayang kamu sudah pualang"sambil menyederkan badanya di punggung rajang.
sampai kapan kamu tetep seperti ini melalaikan tugasmu sebagia ibu dan istri demi karir kamu
Mas tau sendiri aku berkerja ituk membuat banga kamu dan menabah keuangan kita
Apa kurang selama ini aku berikan nafka untukmu aku dan tasya juga butuh perhatianmu"Memandang lekat suaminya.
aku tau tapi tugas kamu jagan perna tingalkan dan abaikan itu tidak baik aku masih bisa menghidupi kalian meskipun kamu tak berkerja.aku hanya mintak kamu di rumah dan menjalankan tugas kamu sebagai istri dan ibu bagi tasya"Menaikan suara meninggih
kan ada Rania mas mas jangan manja deh tiap hari kan rania yang slalu bantu bantu"Memandang suaminya sebal.
bukan masalah manja aku juga butu istriku aku mau kamu melayani aku bukan malah adik kamu.
sudah la kita sudah bahas itu semua mas aku mau tidur dulu capek"sambil membaringkan tubuh di ranjang dan menarik slimut tidur.
aku hanya ingin beri tau sekali lagi jangan perna salahkan aku jika rasaku mulai memudar untukmu"membaringan lagi tubuhnya ke ranjang.
seakan tersihir dengan kata kata suaminya tergiang giang di kepala aku memikirkan kata kata mas hedra mencerna sampai seketika aku ter tidur pulas
***maaf ea kak jika alurnya sedikit berbeda dari pertama karna ini dalam tahap revisi sebaik mungkin
__ADS_1
trima kasih
jangan lupa like comendt vote***