
Di ruangan kerja Rania semakin mengeratkan tanganya karna iya merasa sebal dengan perlakuan Hendra terhadapnya.
saat kekesalnya makin bertambah ketukan dari luar ruangan Rania membuat Rania mengedurkan emosinya dan menyuruh seseorang di sebrang sana memasuki ruangan.
"Masuk"
Masuklah seseorang ber setelan jas abu abu dan berlalu menuju ke depan Rania.
Rania memandang seseorang itu dengan rasa heran dan berucap dalam hati.
"Mengapa Pak surya datang ke perusahaanku bukanya masalah perusahaan sudah aku handel"
saat Rania bertanya dalam dirinya dan tanpa sadar Surya menepuk pungung Rania dengan sedikit hentakan.
"Hayo mikirin apa sampek sebengong ini" Menatap Rania heran.
Ah iya pak Surya"Memandang balik surya dengan sedikit cangung
Surya adalah rekan busnies perusahaanya karna iya menaruh investasi di sini iya sebagai direktur kedua di perusahaan Rania.
Jangan pagil Pak surya pagil saja Surya kita masih seumuran.
Ah iya Eh Surya"Menyimpulkan senyum kecilnya
Surya melihat senyum Rania seolah hati yang selama ini panas menjadi dingin.
"Oh iya pak maaf ada apa iya bapak datang bukanya semua urusan saya yang menghandel semuanya"
saya ke sini hanya ingin melihat seseorang saja maka dari itu saya ke sini.
"Oh iya pak"
kalau begitu silakan duduk biar saya pagilkan OB untuk membuatkan minuman untuk bapak.
Rania menigalkan Surya sendiri di ruanganya dan menghampiri ruangan pantri untuk membuatkan minuman untuknya dan surya.
di perjalanan Rania berucap dengan pelan.
Kenapa gerangan Pak Surya datang ke kantor iya,dan lagi jawabanya ingin melihat seseorang.
Memang siapa yang iya ingin lihat,Apa jangan jangan ada seseorang yang pak Surya suka di perusahaan.
"Entahla"
Kenapa aku jadi kepo gini iya ea sudah lah mending cepet cepet biar pak Surya gak kelamaan nungguh minumanya.
sampainya di Pantri di lihatnya kosong taak ada satupun OB akhirnya Rania membuat minuman sendiri.
di rasa sudah pas Rania membawa ke ruanganya dan sesekali berpapasan dengan pegawai kantornya.
Rania yang sampai di ruanganya menaruh kopi di meja tempat pak Surya duduk.
"Wah meroptkan saja ibu direktur"
Memandang Rania dengan senyum manisanya.
"Ah taak apa Surya saya juga gak kerepotan cumak buat kopi aja"
Berlalu duduk di depan Surya dengan sedikit cangung.
Tatapan Surya semakin membuat Rania salah tingkah dan malu dan berucap dalam hati.
kenapa si Surya ngelihatin aku aku kan jadi cangung jika di lihat seperti itu.
__ADS_1
Rania dengan berat hati pun membuka obrolan agar taak terlalu tegang
"Eem maaf Surya memang kamu ke sini igin melihat siapa"
Memandang Surya dengan heran.
aku datang ke sini karna aku ingin melihat kamu Rania
Tanpa pikir panjang Surya berucap dengan gamblang kepadaku membuat Rania yang tadinya sudah menetralkan ke cangunganya akhirnya seratus persen merasa risih dan malu setengah mati makin salah tingkah sendiri.
Rania dengan ragu ragu berucap dengan pelan dan masih terdengar.
Dengan perasaan gerogi Rania menjawab ucapan Surya.
"Ah begitu merasa tersanjung saya Surya jika kesini hanya untuk melihat saya"
Maaf sebelumnya kamu sudah tau maksut saya ke sini alangkah bahagianya jika kamu mau makan siang dengan saya hari ini.
Rania yang mendengar ucapan Surya untuk mengajaknya makan siank sukses membuat Rania mengedarkan pandanganya dan sedikit lama akhirnya menjawab .
Ah iya pak Surya jika memang anda ingin mengajak saya makan siang dengan senang hati.
dalam hati Rania berucap jika di tolak ngak enak hati tapi jika mau takut pak surya salah faham ea sudahlan sekali saja biar pak surya gak terlalu kecewa.
Surya mendengar jawaban Rania menyimpulkan senyum ke arah Rania dan berucap.
"Ea sudah ayo"
Rania mengambil tas dan berlalu menigalkan ruanganya bersama Surya dan berucap ke pada asistenya di ruanganya.
Leo kamu gak perlu ngawal saya nanti jika kamu ada kepentingan hubungin saya.
"Baik Nona"
saat Rania dan Surya sampai di lobi supir Surya sudah siap tapi Surya ternyata memutuskan untuk membawa mobil sediri.
Alhasil Rania yang tadinya tenang akhirnya sedikit cangung untuk duduk di depan memberanikan diri masuk mobil.
hanya keheningan saat mobil itu berjalan dan berlalu saat seketika Surya memecah kecangungan.
"Bagaimana kabar kamu dan anak kamu Rania"
"Baik Pak"
Rania sudah taak merasa cangung di perjalanan Surya dan Rania mengobrol kesana kemari dan tak terasa sudah sampai di restauran itu.
kami berdua pun akhirnya keluar dan menuju restauran saat kami memasuki restauran kami mengedarkan penglihatan mencari kursi yang kosoang saat aku mencari kursi kosong tak terduga mataku bertemu dengan sosok laki laki tingih gagah akhirnya menubdukan pandangan dan mengikuti surya di belakangnya menuju kursi kosong.
Hendra melihat Rania sedang berjalan menuju kursih kosong dengan Surya rekan kerja Raditia suami Rania.
Pandangan Hendra taak peduli keberadaan Rania seketika memalingkan pandanganya.
Rania melihat Hendra taak peduli dan membuang muka terhadapnya membuat Rania semakin kesal dan berucap dalam hati.
Ih buang muka dari aku gak papa Mas lihat aja aku pengen tau sampai kapan kamu buang muka dan acuh terhadapku.
Surya mempersilahkan duduk Rania dan memangil waters.
"Permisi mau pesan apa Tuan" Menyodorkan buku menuh dan siap menulis pesanan.
Surya dan Rania membolak balik buku menuh dan Surya memandang Rania dan berucap.
"Kamu pesan apa Ran "
__ADS_1
Memandang Rania dengan tatapan spesial terhadap Rania.
Rania masih fokus membolak balikan menu yang iya pesan .
Di sisi lain Hendra yang sedari tadi melihat mereka berdua akhirnya mengepalkan merasa emosi melihat pandangan Surya terhadap Rania.
saat Hendra akan menemui laki laki itu akhirnya dengan sadar Hendra mengurungkan niat jika iya menghampirinya semua rencana yang iya buat akan hancur
dan akhirnya Hendra memutuskan untuk berlalu pergi menigalkan restauran.
Rania akhirnya menyudahi dan memilih menu yang iya pilih
setelah memilih kami pun menungguh pesanan makanan jadi aku yang sedari tadi diam akhirnya membuka omongan dengan membicarakan masalah kantor.
setelag lama kami menungguh dan mengobrol panjang lebar tentang perusahaan akhirnya pesanan kami sampai dan kami pun memakan makanan yang kami pesan.
setelah selesai kami berdua pun akhirnya kembali ke perusahaan.
dalam fikiran Rania terselip sesuatu hal dan berucap.
tumben baget pak Surya ngajak aku buat makan siang biasanya bawaanya sewot mulu sama aku apa iya pak Surya ada Rasa sama aku.
Saat Rania berucap asistenya menyelah omongan Rania.
karna sudah bayak kabar dari semua staf dan karyawan kalau tuan Surya sudah menyukai anda Nona
Kamu jangan mengadah ngadah kamu Leo bisa saja tuan Surya baik itu karna ada keperluan perusahaan.
tidak Nona dari dulu sudah tersebar berita ini karna Tuan Raditia sudah meninggal akhirnya dia ada kesempatan untuk mendekati Nona Rania.
maaf jika sikap saya lancang terlalu mengusik pribadi Nona.
iya tak apa Leo biarlah mungkin itu hanya obsesi dia saja ea sudah kamu bawah laporan lagi biar aku priksa kembali.
Baik Nona akan saya ambilkan.
Asistenya pun Meningalkan Rania sendiri.
Rania yang merasa heran akhirnya dan bertanya tanya akhirnya melanjutkan pekerjaanya kembali.
taak terasa jam sudah menujuka pukul 15.00 Rania mengemasi semua kerjaanya dan bersiap untuk pulang.
saat di perjalanan pulang Rania melihat Hendra di tepi jalan membeli sebuket bunga Rania bertanya tanya dalam hatinya.
dan saat ada perempuan menghampiri Hendra dan Hendra memberinya bunga perasaan Rania berubah menjadi sedih jatung Rania serasa di hantam batu.
taak terasa mata Rania mulai memerah dan berkaca kaca Rania mulai meneteskan bulir bulir kritas di plupuk matanya.
"Apa ini"
Bukanya dia bilang dia mencintai ku tapi sekarang dia memberi wanita lain bunga dan mencium pipi wanita itu dasar laki laki brengsek.
playboy cap badak bukanya berushaa mendapatkan hatiku malah bersama dengan perempuan lain
Rania menigalkan tempat dengan sesungukan dan beberapa menit akhirnya sampai apartemenya.
di lihatnya anaknya asik bermain dengan baby sisternya aku menghampirinya dan mengendong sebentar.
Rania sudah merasa lelah akhirnya memutuskan menidurkan anaknya dan kembali pergi ke kamar dan membaringkan tubuh.
taak teterasa air mata Rania mengalir kembali dan tertidur dengan sedirinya karna kecapek.an menagis.
Bersambung..
__ADS_1