
keesokan harinya Rania bagun dari tidur lelapnya melihat jam sudah menujukan pukul 06.00 Rania mengedarkan pandangan di sekeliling kamarnya.
Rania mengambil selembar handuk dan masuk menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
satu jam sudah Rania membersihkan dirih di kamar mandi akhirnya keluar pandangan Rania menuju sebuah penda pipi yang terdapat di samping tempat tidurnya.
di lihatnya notifikasi atas nama Hendra mengirim sepengal kalimat yang sukses membuat jatung Rania terhunus belati.
"Hendra"
Aku tau aku selalu memaksamu untuk melaksanakan amanat Almarhum suami kamu dan membuat perasaanku terbalaskan. tapi saat ini aku mulai sadar bahwa cinta taak harus di paksakan karna Rania yang dulu mencintaiku taak lagi mencintaiku lagi sudah tergantikan oleh kesetiaan cintamu terhadap suami mu,mulai hari ini aku akan menghilang dari kehidupanmu Rania aku taak akan memaksakan kehendaku kepadamu jika memang ini yang terbaik.jaga kesehatanmu Rania.
Rania yang sedari tadi membaca pesan itu akhirnya mendudukan diri di rajang tempat tidurnya dan memandang jendela luar pesan itu membuat sukses hati Rania menjadi sedih dan mencoba menahan buliran air mata keluar dari pelupuk matanya akhirnya taak bisa di bendung lagi.
satu jam sudah Rania menagis akan kalimat pesan Hendra akhirnya berlalu ke meja rias untuk menata riasanya.
selesai iya menganti pakaian Rania berlalu meningalkan kamarnya karna jam sudah menujukan pukul 07.30.
Rania melihat anaknya sedang tertidur di atas boks bayi setelah di mandikan oleh pengasuhnya.
saat Rania akan berangkat kerja iya menyempatkan untuk memberih tau pembantu dan pengasuhnya.
"Mbak tolong nanti jaga anak saya dengan baik iya "
"iya bu "
"Ea sudah saya berangkat dulu" Assalamualaikum"
"Waalaikum sallam"mereka menjawab serempak bersamaan.
*****
Sesampainya di kantor Rania memeriksa semua berkas yang perlu di koreksi dan mendatangani surat surat penting.
saat Rania sedang serius memeriksa semua dokumen ketukan dari luar membuyarkan konsentrasinya.
Tok..
tok..
tok..
"Iya Masuk"
dari luar Rania memperhatikan siapa yang mengangu keseriusanya bekerja.
di lihatnya asistenya Leo memasuki ruanganya dan tepat di depan meja kantornya.
"Ada apa Leo kamu memngangu saya saja dalam memeriksa dokumen ini"
Menaruh dokumen dan bulpoin yang iya gunakan dengan sedikit keras.
Maaf Bu saya hanya ingin mengatakan nanti ibu ada meeting dengan perusahaan PT.Mitra Abadi yang akan di wakilkan oleh ibu sendiri.
__ADS_1
"iya saya masih ingat"
Kalau begitu saya kembali keruangan saya jika ibu ada apa" bisa pagil saya datang.
"iya sudah sudah sana kamu keluar"melambai lambai untuk menyuruh pergi.
dalam hati Asistenya.
Mengapa bu Rania agak sedikit berbeda iya gak seperti biasanya"
***
Di kantor Hendra tengah memikirkan cara membuat Rania mau mengakuinya jika iya juga mencintai ku.
di dalam fikiran Hendra sudah bayak akal yang akan membuat Rania mengakui perasaanya dan dapat menghancurkan keras kepalanya Rania.
senyum terpancar dari sudut binir Hendra merancang akal yang hanya iya saja yang tau membuat seseorang masuk ke dalam ruanganya pun tak di hirukanya dan saat ada satu lengan yang melingkar di pungungnya membuat Hendra tersadar dan mnatap seseorang itu ke samping dan berucap.
"Maya"
Memandang dengan sedikit malas dan berucap.
"Kamu mau apa datang ke kantorku maya"
Menatap dengan taak suka dan menepis tangan Maya.
"Ah mas Hendra kenapa sih selalu saja jika maya main di kantor mas pasti gini.
belum sempet Hendra berucap asistenya pun mengujunginya dan berucap.
Pak maaf nanti pukul 09.00 ada meeting dengan klayen kita PT Mitra abadi dan kita juga akan melawan Nona Rania pak.
Hendra mendengar kata Rania akhirnya menyungugkan senyum tipisnya dan metapikan setelan bajunya dan berangkat menuju tempat meeting itu.
Maya yang sedari tadi melihat espresi Hendra seperti itu akhirnya berfikir dalam hatinya.
Apa yang membuat mas Hendra senyum apa jangan jangan Mas Hendra kenal dengan klayenya itu apa jangan jangan Rania itu.
seperti ada familiar dengan nama itu tapi siapa iya.
Maya sibuk dengan pemekiranya sampai sampai Hendra sudah jauh di sana meningalkanya .
akhirnya Maya mencoba menyusul Hendra dan membututi Hendra saat meeting.
Saat sampai di tempat meeting Hendra taak sengajah melihat mobil Rania terpakir tepat di depanya dan Hendra pun berucap.
its show time" Menyungigkan senyum devilnya.
Hendra kluar dari dalam mobil menuju ara restauran saat di persimpangan pintu masuk Hendra dan Rania bertemu tatapan Rania melihat Hendra seakan mencari penjelasan atas pesan yang Hendra kirim.
Hendra yang melihat Rania hanya melemparkan senyum dan berlalu pergi menigalkan Rania yang sedari tadi memandangya.
Asisten Fino pun akhirnya bertanya dalam hati.
__ADS_1
"Eh timben sekali Tuan Hendra taak menegur Nona Rania bukanya bisanya selalu membuat nona Rania selalu kesel dan emepet .
taak mau ambil pusing Hendra akhirnya melempar senyum kemenangan ke arah depan.
Rania yang sedari tadi di blakang Hendra berucap.
" Ih sombong sekali dia kamu kira aku bakalan takluk meskipun kamu menjauh gak akan Hendra lihat saja nanti.
berlalu mendahului Hendra dan menatap Hendra dan tersenyum dengan meremehkan.
Saat sampai di ruangan Meeting Rania dan Hendra berebut kursih di sebelah investor itu membuat investor itu sedikit menyimpulkan senyum.
dua asistenya hanya bergeleng geleng melihat dua orang itu akhirnya menyarankan untu duduk di lain tempat.
Akhirnya Hendra punengalah dan menyungigkan senyum meremehkan dan berucap.
"untukmu saja"
berlalu mengambil kursih yang asistenya tujukan dan memulai melanjutkan meetingnya.
******
saat meeting itu selesai akhirnya para ovestor itu lebih memilih perusahaan Hendra dan pemenag dari meeting adalah Hendra.
mereka bertiga pun berjabat tanggan saat investor itu kembali Hendra berdirih dan berucap sedikit.
karna laki laki selalu di depan"Menyimpulkan senyum meremehkan dan berlalu pergi menigalkan Rania yang terdiam menatapnya kesal.
Rania yang melihat tingah dan cara ucap Hendra membuat iya Naik darah dan berucap satu kalimat sebelum Hendra jauh dengan kata kata taak pantas.
Banci breng*"k
sambil menujuk Hendra yang sudah agak jauh tapi masih terdengar jelas dari telingah Hendra.
semua mata pengujung menatap heran Rania saat itu dan bayak mencibirnya.
Rania tersadar jadi.pusat perhatian pun akhirnya menigalkan testauran itu dan berlalau menigalkan asistenya yang masih menata maap.
di parkiran Rania menatap kesal ke jalan kenapa si Hendra brengksek itu ngeselin baget sih.
sambil meremas remas tanganya yang begitu kesal melihat Hendra.
Dari jauh Hendra hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Rania yang marah akan sifatnya itu.
Asisten Hendra pun buka suara.
Maaf Tuan apa tuan memang mengerjain nona Rania.
Kamu lihat saja Reno angap saja kamu nonton filem lihatlah kekesalan ibu bos itu.
Ah iya Tuan"Berlalu memandang kepwrgian Rania dari halaman restauran.
Bersambung...
__ADS_1