
Dua bulan sudah Rania menungguh Raditia yang belum siuman dari masa Kritisnya ia dengan setia menungguh dengan sabar taak satupun ia meningalkan suaminya.
seketika Hendra pun menghampiri Rania dan berucap
Ran kamu istrahat dulu nanti aku akan bagunin kamu biar aku yang bergantian menjaga Raditia.
iya mas,jika nanti mas Raditia ada pegerakan tolong mas bilang kepada Rania"berlalu pergi menuju kamar istirahat.
Dua jam sudah Hendra menungguh Raditia di tempat itu seketika Hendra melihat pegerakan di salah satu tubuh Raditia membuat Hendra memangil dokter.
saat Radita tersadar orang pertama yang iya cari adalah Rania Hendra pun seketika memangil Rania kembali.
lima menit Hendra menungguh kedatanagan Rania akhirnya yang di tungguh pun sampai di ruangan ICU
bagaimana mas apa yang terjadi"Bertanya kepada Hendra dengan tagisan Rania.
kamu segeralah masuk Raditia taak apa iya ingin bicara dengan mu saat ini"Memandang Rania dengan senduhnya.
Rania pun bergegas memasuki ruangan itu menuju ke Raditia.
saat tatapan Rania menuju ke ara Raditia yang sedang memandangnya seketika bulir bening luruh di pipi Rania melihat suaminya yang sudah tersadar dari komahnya.
Sayang kenapa kamu menagis janganlah menagis aku sudah sadar kan"Memandang Rania dengan tatapan senduhnya.
seketika Rania pun memeluk tubuh suaminya dengan lembut dan taak ingin melepasnya dan berucap.
Mas kamu jangan lagi sakit aku taak mampuh untuk kehilanganmu"Memeluk suaminya dengan buliran bening di pipinya.
Rania dengarkan aku aku ingin berbicara denganmu untuk terakhir kalinya"Memandang Rania dengan sendu.
mas jangan perna berucap seperti itu"Memandang Raditia dengan senduh dan meneteskan air mata.
Ran aku taak tahu umurku sampai kapan tapi aku titip jagalah anak kita dengan baik rawatlah iya denan cintamu,bimbinglah di ke jalan terbaik Ran dan jangalah mama dan Papaku jika aku sudah taak berumur lagi"Memandang Rania dengan tatapan sendu dan menyungigkan senyum.
Mas jangan bilang seperti itu umur kamu akan panjang aku akan selalu menjaga anak kita dan orang tua kamu sampai maut memisahkan kita berdu"memandang Raditia denga buliran bening yang jatuh di pipinya.
Aku sudah merasakan umurku taak lama lagi Ran aku harap kamu mengiklaskan kepergianku"Mengelus kepala Rania dan mengecup pucuk kepala Rania.
__ADS_1
Ran satu lagi aku ingin kamu menikahlah dengan Hendra jika aku sudah meningalkan dunia ini karna taak ada lagi laki laki baik selain Hendra untukmu"Memandang Arumi dengan senyum yang mengisyaratkan sesuat
Mah tolong jaga Rania untuku jangan perna musuhi Rania jika kelak ia menikah dengan Hendra"Memandang mamanya sendu.
iya sayang mama tidak akan memusuhi istri kamu jika menikah lagi dan mama sudah iklas jika Raditia pergi dengan tenang"Memandang anaknya dengan buliran bening yang luruh di pipinya.
Pah jaga anak istriku"Memandang Papanya dengan sendu
Papa Raditia hanya bisa megangukan keinginan Raditia dan berlalu menghadap arah lain karna menitihkan air mata
di mana Hendra mah"Memandang mamanya sendu dan mencari keberadaan Hendra.
iya ada di luar biar aku pagilkan"Berlalu keluar memangil Hendra.
loh tante kok sudah keluar mencari siapa"Memandang mertua Rania dari arah samping
tante mencari kamu Raditia ingin bicara denganmu masuklah"Memandang Hendra dengan tatapan sendu.
iya tante"Mengikuti mertua Rania dengan menuju ke dalam kamar Raditia.
Hendra aku titip anaku dan istriku kepadamu jagala mereka seperti anakmu sendiri terutama anakku"Memandang Hendra dengan tatapan kosong.
iya Raditia aku akan menjaga anakmu seperti menjaga aanaku sendiri itu janji ku untukmu"Memandang Raditia dengan sendu.
seketika Raditia pun memagil Rania kembali ke hadapanya.
Rania pun menghampiri suaminya dan berlalu duduk di samping Sumainya dn juga memegangi tanggan suaminya.
Ran jaga semuanya ea iklasin aku untuk pergi"Memandang Rania dengan sendu dan menutup matanya dengan damai.
Lengan Raditia pun terjatuh dan Rania pun melihat suaminy tak sadarkan diri seketika memagil dokter denga isak tangisnya.
dokterpun sampai di ruangan Raditia dan memmeriksa keadaan Raditia
Rania masih setia dengan tagisnya dan menatap suaminya dengan tatapan sedihnya.
Raut wajah Doktet yang memeriksa Raditia pun menjadi sendu dan menatapa Rania dan berucap
__ADS_1
Maaf Nyoya tuan Raditia sudah meninggal seketika Dokter pun mengintruksi suster untuk mengurus kematianya.
Rania yang mendengar kematian suaminya dengan taak berdaya Rania menagis sejadih jadinya di samping jenaza suaminya dan berusaha membangunkan suaminya yang sudah meningal dan berucap.
Mas Radit bagun mas aku tau kamu kuat kamu bagun mas"Mengoyang goyangka tubuh Raditia dan menciumi pipi Raditia dengan buliran bening keluar dari pelupuk matanya.
Mama Raditia hanya bisa menagisi kepergian anakanya dengan bersandar di pungung suaminya dan menagis sejadih jadinya.
Hendra hanya bisa menyemagati Rania dari sampingnya dan membawa Rania dari tubuh Raditia yang akan di bawah suster untuk di bawah ke kamar jenazah.
seketika Rania terhuyung pingsan di tubuh Hendra,Hendra dengan cekatan mengangkat tubuh Rania di sofa kamar itu.
Dua jam sudah Rania sudah berada di rumahnya dan seketika ia terbagun dari kesadaranya dan berlalu menuju ke luar kamarnya di lihatnya jenaza suaminya sedang di sollatkan secara bersamaan
Rania dengan menahan tangisnya terduduk di atas tanggah memandang jenaza suaminya yang sudah berada di dalam keranda jenaza.
Seketika Rania berdiri mata Rania merasa kabur dan tubuh Rania terhuyung ke blakang seketika dengan sigap Hendra menagkap tangan Rania
mata Rania masih terasa kabur dan berlalu menutup mata dan taak sadarkan diri lagi.
Hendra mendapati Rania pingsan lagi berlalu mengangkat tubuh Rania ke kamar dan meningalkan Rania sendiri di kamarnya.
dua jam sudah pemakaman Raditia telah usai semua sudah kembali ke rumah dan Hendra pun ikut mengikuti kembali ke kediaman orang tua Raditia.
Rania tersadar dari pingsanya dan menagis sejadi jadinya di dalam kamar semua orang yang barusana sampai pun segera menemui Rania di kamarnya dan tak terkecuali Hendra.
Rania tenang sayang jangan seperti ini ikhlasin Raditia kembali dengan tenang jangan sampai kamu membuat Raditia di atas sana menagisi menigalkan kalian berdua"Memeluk menantunya dengan tenang dan menitikan bulir bening dari pelupuk matanya.
Mah apa ini semua salah Rania karna Rania selalu menyulitkan mas Raditia"Memandang mama mertuanya dengan buliran bening jatuh dari pelupuk matanya.
Tidak sayang ini semua sudah kehendak Allah Swt kamu harus ikhlas karna yang Raditia butuhkan saat ini kamu ikhlas dan bayak bayak mendoakan Raditia"Meanatap menantunya dengan senduh.
Sekarang proritasmu adalah anakmu jangan perna mengecewakan suami kamu karna hanya anaknya lah yang ia tinggalkan untukmu Ran"Menatap menantunya dengan sedih.
Iya mah"Menatap Anaknya senduh.
Bersambung...
__ADS_1