
Hendra dengan Mama Raditia menungguh di luar persalinan stengah jam mereka menungguh Dokter keluar dari ruang bersalin dan memberitahukan ke pada keluarga.
"Dokter'Maaf di mana suaminya?oh anda tuan istri anda sudah melahirkan dengan selamat sehat dan bayinya laki laki tampan seperti papanya."Melihat ke arah Hendra dan Mama Raditia.
"Hendra'Oh saya sodaranya Dok bukan suaminya dan ini ibu Mertuanya" Melihat ke arah Mama Raditia.
"Oh maaf saya saya kira suaminya" Memandang Hendra dan Mertua Rania.
"Iya taak apa Dok sekarang suaminya juga lagi oprasi kanker di kepalanya maka dari itu kami menungguh Di sini" Memand dan berbicara senduh.
"Semoga oprasinya lancar dan berjalan dengan baik bu ucap Dokter cantik itu.
" Iya trima kasih Dok,saya boleh jenguk menantu saya"bertanya ke pada Dokter cantik itu.
"Silakan Bu kalau boleh jangan biarin Nyonya Rania tidur dulu ea bu gak baik" Memandang Mertua Rania.
"Iya Dok saya akan menemani biar ia taak tidur" Memandang Dokter cantik itu dengan intens.
"Baiklah saya tinggal dulu ea masih bayak pasien lagi" Meningalkan ruangan bersalin.
Satu jam sudah Rania sudah di pindah tempat di ruang rawat kelas satu Hendra dan mertua Rania pun memasuki kamar inap dan di dapati Rania sedang menyusuhi anaknya.
"Netra Rania menuju keberadaan Hendra yang ada di sofa sedang menungguh.
" Mama bagaimana keadaan mas Raditia mah aku ingin sekali melihat dan menungguhnya "Menatap mama mertuanya dengan senduh dan memohon.
" Rania kamu pulihkan keadaanmu dulu ea nak nanti kita lihat Raditia mama tau kamu kawatir tapi kamu juga baru selesai lahiran taak boleh capek Raditia tak apa apa"Mengelus pucuk kepala Rania dan cucunya itu.
"Tapi Ma Rania udah sembuh,Rania hanya ingin melihat keadaan mas Raditia" Memandang mama mertuanya dan memoh
"Ea sudah kamu pakek kursi roda aja ea biar taak kecapek.an" Memandang menantunya
Rania pun mengembalikan bayinya ke auster setelah ia selesai memberi asih bayak.
Setelah itu Rania pun berajak menduduki kursi roda di bantu oleh Hendra dan seketika Rania brmerucap.
Masalah kita belum selesai mas aku butuh jawaban dari pertanyaanku tadi"Memandang Hendra dengan tatapan yang sedikit kesal.
flasback
saat Hendra memasuki ruang untuk perawatan Rania ia melihat Rania sedang berbaring dan seketika memandang lekat Rania dan menghampirinya
Rania yang merasa aneh kenapa ada Hendra di situ pun menyenderkan pungung untuk duduk di bantu oleh Hendra tapi seketika Rania pun menepis tangan Hendra dan berucap.
"Aku gak butuh bantuan mas aku bisa sendiri" Memandang lekat Rania.
"Aku taak bermaksut apa apa aku hanya ingin membantu kamu duduk Rania "Hendra berucap pelan.
Rania pun membuka pertanyaan yang menyudutkan Hendra.
" Mas tau dari mana aku lahiran? dan tau dari mana mas kalau mas Raditia sedang sakit keras sekarang di oprasi"Memandang Hendra dengan menyelidik.
__ADS_1
Hendra yang di jejalin pertanyaan terlampau bayak oleh Rania pun gelagapan pasalnya Raditia taak memperbolehkan Rania tau jika Raditia sendiri yang memberih tau jika sampai tau Rania akan marah besar
Apa bila Rania juga tau perjanjian Hendra dengan Raditia ia akan semakin marah dan tak menerima perjanjian itu.
Hendra pun terpaksa menjawab dengan seenaknya.
"Aku tau dari orangku yang menungguhimu dan mengabariku" Memandang dan berbicara Rania dengan sedikit terbata bata.
"Aku tau kamu mas kamu sedang berbohong bagaimana bisa aku aja hafal siapa saja pesuruhmu itu tiap hari aku taak melihatnya jawab jujur mas dari mana kamu tau" Memandang Hendra dengan Serius.
"Hendra yang terdesak dengan pertanyaan Rania pun ia pun akhirnya inginengatakan sejujurnya siapa yang memberi tahukan keadaan Rania dan berucap.
" Aku di beri tahu oleh__
Bunyi dering handphone dari saku celana Hendra membuyarkan ketegangan antara Rania dan Hendra seketika pun Hendra mengambilnya dan meminta izin mengangkat handphone.
bebarengan dengan kedatangan Suster yang membawa bayi Rania untuk menyusuhinya terlebih dahulu.
Hendra mengetahui itupun ia melajutkan jalan menuju ke luar ruangan Rania dan melanjutkan pembicaraanya di luar ruangan
flasback of
Setelah Rania berbicara dengan Hendra ia pun melanjutkan perjalananya menuju ruangan hendra.
Saat di perjalanan fikiran Rania selalu memikirkan keberadaan Hendra kenapa ia tahu aku melahirkan dan mas Raditia puyak peyakit siapa yang memberi tahu apa jangan kangan bener apa yang di katakan mas Hendra ia membayar suruhanya untuk mengikutiku kemana saja.
seketika lamunan Rania terusik oleh tepukan di pundaku dan akhirnya akupun sadar.
karna pendarahan di dalam oprasi itu Raditia di nyatakan kritis Rania mendengar penuturan Mama mertuanya pun taak kuasa membendung tagisnya seketika Rania pun mengengam tangan suaminya dan menciumi pucuk pungung tangan Raditia dan berucap.
"Mas Radit anak kita sudah lahir seperti yang mas Radit mau laki laki mas Radit cepet sembuh ea aku taak mau kamu seperti ini.anak kita butuh ayahnya,harus mas azanin dan mas rawat sampai besar dan juga mas perna bilang ke aku bahwah mas akan melihat cucu kita nantinya kita akan bersama selamanya sampai maut memisahkan " Mencium tangan Raditia dan menagis tersedu seduh.
Mertua Rania yang melihat isak tangis Rania pun engan meningalkan ruangan dan mendengar semua apa yang di bicarakan Rania dan ikut meneteskan air mata tak kuasa membendungnya.
Di luar ruangan Hendra melihat pemandangan itupun taak tega melihat Rania menagis seperti itu dalam hati Hendra berucap.
"Kamu beruntung sekali Raditia kamu memiliki istri yang baik sayang dengan suaminya dan setia dengan suaminya seperti Rania aku yang saat ini telah egois akan mengantikan dirimu di benak Rania...
Hendra pun mengacak rambut dengan frustasi ia taak menyangka harus mendapatkan wasiat dari Raditia memangbitu menguntungkan Hendra tapi apa Rania mau dan menerima.
semakin frusrasi Hendra pun memutuskan untuk meningalkan Mereka dan kembali ke ruangan Rania.
saat sampai di Ruangan Rania di lihatnya Tasya dan mama sedang duduk di sofa aku pun terlonjat kaget mendapati Tasya berlari memeluku dengan erat.
Anak Papa kok di sini memang siapa yang beri tahu kalau Papa di sini" Memandang Tasya dengan gemas.
Tasya di beri tau oma terus tasya mintak Anter omah untuk datang menjenguk Tante Rania dan adik kecil boleh kan Papa"Memandang papanya dengan sendu dan memohon.
Raditia yang seketika itu memandang mamanya dengan lesu.
Tasya tadi merengek mau jenguk nagis terus ngak dengerin kata kata mama Hen"memandang anaknya dengan sedikit senyum.
__ADS_1
"Iya mah taak apa mungkin Tasya udah kagen baget sama Rania udah tiga bulan Rania taak bertemu dan ia denger Rania melahirkan antusiasnya semakin bertambah.
Iya Hen mama sampai tak bisa mendiamkan Rania merengek mintak ke sini.
kalau gitu papa di mana tante Rania kok adiknya juga gak ada" Tasya melihat kanan kiri tak melihat keberadaan Rania dan Adek bayinya.
iya sayang Tante lagi jenguk suaminya dulu dan adek bayi ada di ruangan bayi sayang"Mencium pipi gembul Tasya.
Kalau gitu nanti kita lihat iya Papa"Memandang papanya dengan memohon dengan wajah memelas.
iya sayang nanti kita lihat bersama iya.
Seketika terdengar suara pintu terbuka
Kreak.....
Pandangan orang bertiga pun beralih ke pintu utama ruangan di lihatnya Rania dan ibu mertuanya memasuki Ruangan.
Rania pun melihat ke arah mereka berdua dan berucap.
Tante,Tasya kalia ke sini bagaimana keadaan tante apa sehat?
Tasya melihat kedatangan Rania pun segera ingin turun dan berlari menuju Rania
Rania pun menyambut pelukan Tasya dan berucap.
Sayank kamu di sini tante kagen sekali bagaimana kabar Tasya"Memandang tasya dengan lesu.
Baik tante Tasya juga kagen sekali dengan tante apa boleh Tasya nanti melihat adek Tasya.
Boleh dong sayank nanti mintak ater papa ea jika Papa tak sibuk"Memandang Hendra dan berpaling ke Tasya lagi.
iya tante..
Ibu mas Hendra dan ibu mas Raditia saling berpelukan dan memberi kesabaran untuk ibu Raditia karna keadaan anaknya yang saat ini kritis
Mama mas Raditia pun mempersilakan untuk duduk di sofa dan berbincang bayak dengan ibu mas Hendra.
Rania yang melihat kedekatan atara Mama mas Hendra dengan
mas Raditia pun akhirnya bernafas lega.
Hendra yang melihat Rania kelelahan pun mengambilkan minum untuknya.
Rania pun menerimanya dan berucap.
Trima kasih mas....
di tungguh ea kak vote,like,dan comentnya dukungan kalian adalah penyemagatku.
trima kasih
__ADS_1