Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
0.3 keaadan yang selalu menumbuhkan peraasaan itu


__ADS_3

"Pagi ini aku menjalakan pekerjaan rumah tanggah kakak ku selesai aku berkutat dengan pekerjaanku memasak aku melanjutkan menata makana di atas meja makan.


selesai ia memasak


Taak lupa juga aku membagunkan tasya untuk mandi


langkah kaki Rania menuju kamar Tasya di barengi dengan perasaan yang taak menentu


yang ada pada dirinya jika melewati kamar kak iparnya.


Setiap kali melwatinya jantung Rania selalu berdetak lebih dan lebih lagi membuat Rania kadang merasa salah tingkah dengan perasaanya.


sesampainya di depan kamar Rania mengetuk pintu kamar Tasya dengan pelan


tok...


tok..


tok..


Tasya bagun sayang sudah pagi ini ayo mandi trus kita sarapan bersama dengan mama,papa sama tante juga" masih setia mengetuk kamar Tasya.


Tasya mendengar ketukan dan suara Tantenya pun akhirnya bagun dari tidurnya dan menetralkan padanganya dengan mengerjapkan matanya lima menit lagi tante Tasya masih ngantuk"membaringkan badanya lagi di kasur.


Rania mendengar balasan ucapanya dari Tasya akhirnya membuka pintu kamar Tasya dan memasuki kamarnya dan menghampiri Tasya dudu di sebela Tasya dan berucap


Udah siank sayank ayo bagun tante klitikin ya kalau engak bagun bagun"Mengelitikkin Tasya dengan lembut.


terdengar suara gelak tawa antara Rania dan Tasya yang sedang mencoba membagunkan.


karana kemanjaan Tasya terhadapnya kadang tingkah Tasya melebihi seorang tante dan keponakan jika orangbmelihatnya mungkin semua menyangka aku lah ibunya jika melihat sifat Tasya terhadapku.


Iya tante tasya bagun mandi tapi Tasya mau di gendong "mengulurkan tangan.


Iya sayang sini tante gendong"rania menyambut uluran tangan Tasya seraya mendongnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di sisi lain


Hendra mendegar gelak tawa yang terdengar dari kamar putrinya itu dan "berfikir dengan tatapan sendu dan berucap.


Andai saja kamu seperti Rania Tania menjalankan tugas kamu sebagai ibu aku taak kan seperti ini harus mengemis perhatian setip hari kepadamu"Hendra melengang memasuki kamar mandi dan di susul Tania yang sudah selesai mandi dan sudah memakai pakaian kantornya.


Saat Tania menganti Pakaian taak lupa Tania memoles make up ke wajanya dengan natural


dan sedikit polesan bibir berwarna nut saat seraya di lihat sudah pas Tania melegang pergi dari kamar untuk turun ke bawah menuju meja makan.


Sesudahnya Hendra membersihkan diri ia keluar taak mendapati istrinya di sana ia pun berganti pakaian mencari cari pakaian yang ingin ia pakai ke kantornya tapi ia taak menemukan dan juga kaos kaki yang ingin digunakanya taak di temukanya akhirnya terpaksa Hendra turun ke bawah untuk menayakan ke Tania.


Langakah kaki Hendra menuruni tanggah dan berlalu menuju ke lantai bawah.


Tap,,tap,,tap


Saat ia lihat istrinya menelfon seseorang dengan raut wajah yang sedikit taak enak ia pun memberanikan diri untuk bertanya ke istrinya.


Tania baju kerja aku ke mana yang biru dan kaos kaki aku" sambil menuruni tanggah dan menujunke dekat istrinya.


Saat itu tasya masih setia menjawab telfon seseorang dengan muka kesal,dan dongkolnya.


Tania pun memandang suaminya dengan raut wajah taak enak dengan masih setia menjawab telpon di lain tempat Tania pun berucap.


Kenpa tayak ke aku si mas tanya ke Rania sana suruh carikan aku masih sibuk telfon ini"sambil memengang handfond dengan muka taak enak.


biar saya bantu mas,mas mau cari apa"sambil menatap hendra.


aku mintak tolong carikan baju kerja aku warna biru tua iya dan kaos kaki aku"sambil melihat istrinya kesal.


Oh iya ada di blakang mas baru kemarin aku setrika aku ambilin dulu"sambil melaju ke kamar belakang mengambil baju dan kaos kaki dan Rania kembali dengan cepat.


Ini mas baju dan kaos kakinya"menyerahkan baju dan kaos kaki ke Hendra.


Sekejap mereka bertatapan perasan aneh itu kembali lagi Rania yang bisa merasakan berlalu meningalkan Hendra.


Hendra menerima baju dan kaos kaki yang di ambilkan Rania taak sengaja matanya bertatapan dengan Rania perasaan itu muncul lagi pesaan yang sulit untuk di arikan oleh Hendra dan sekejap ia tersadar dan berucap Trima kasih Ra suda di ambilkan dengan wajah sendu.


Hendra kembali ke atas untuk memaikai kaos kaki dan spatunya dan kembali menuruni tanggah untuk sarapan.


Di lihatnya di sana sudah ada Tania,Tasya dan Rania untuk sarapan dan tak lama aku pun ikut bergabung juga duduk di antara mereka dan menyatap sarapan.


"Mas biar aku ambilin ,mau makan apa"Menatap suaminya dengan senyumnya.


Hendra pun menyerahkan piringnya dan menatap istrinya juga dan berucap dalam hati tumben sekali.


Belum sempat Tania mengambilka makan untuk suaminya dering telfon pun berbunyi


dret..dret..dret..


Piring yang Tania ingin isi dengan Sarapan pun taak jadi di ambilkan Tania akhirnya berlalu di meja lagi karna Tania mengangkat telfon.


Hendra melihat itu pun hanya bisa menghela nafas kasar.


Hallo iya pak saya segera ke sana telfon pun di tutupnya


Rania melihat kakak iparnya raut mukahnya seperti itu akhirnya ia memberanikan diri untuk menawarkam diri mengambilkan sarapan.


Biar Rania ambilin mas"sambil merai piring Hendra.


Hendra pun memberikan piringnya dan berucap


Makasi Ran sedikit saja"sambil memadangi Rania dengan sendu.


Rania yang di tatap sebegitunya iku binggung dan salah tingkah dengan sikap mas Hendra


iya sama-sama mas"memberikan piring yang sudah berisih makanan.

__ADS_1


Ya allah kenapa lagi ini jatung ku apa aku jatuh cinta hais mikir apa sih aku jagan sampai ya allah dalam hati.


Rania memalingkan tubuhnya menghadap tasya,Tasya mau makan apa sayang


Tasya mau ayam goreng dengan sub tante"sambil menujuk makanan yang ia mau dan memandang Rania kembali.


iya sayank sini piringnya sambil menunduk dan mengambil makanan karna sedari tadi Hendra menatapnya dengan tatapan teduh.


Rania yang di tatapnya begitu membuat jantung Rania merasakan rasa yang taak karuan.


Saat seketika Hendra menoleh ke arah kak Tania yang akan pergi ke kantor taak ikut sarapan Hendra bersuara.


Mau ke mana kamu Tania tatapan yang tadi tedu menghilang bergati menjadi kesal.


Aku mau berangkat ke kantor mas ada meeting mendadak dan aku di suruh cepet datang"dengan begegas mengambil tas dan maap yang tergeletak di meja dan berjalan ke luar ruamh.


Kamu meninggalkan anak dan suamimu sarapan untuk meenghadiri meeting itu"raut yang tadinya kesal maka makin kesal dan mucul raut marah.


aku taak napsu makan aku juga brangkat kerja dulu Hendra pub Berdiri dan Tania berucap.


Maaf aku gak bisa nemenin mas karna ada rapat direksi meeting berjalan dan di susul hendra juga ke depan melengang pergi duluan dari Tania


Rania yang melihat Tas kantor mas Hendra ketingalan lagsung mengambil dan memberikan tas kantornya.


Mas Hendra tas kantornya ketingalan ini"sambil berlari kecil


seketika hendra berhenti juga dan di ikuti Tania berhenti


Eh iya Ra trima kasih sudah mengambilkan untuku seketika hendra bersuara dengan liri tapi masih terdengar oleh Rania dan Tania.


"Yang di bilang istiri tapi tidak perna peka terhadap suaminya dan membiarkan tas di berikan wanita lain untuk ku"


Oh iya aku mau bilang sesuatu dan berucap Sungguh menyedihkanya dirimu sampai sampai tas saja Rania yang membawakanya untuku ,jangan salahkan aku jika hatiku sedikit demi sedikit sudah tidak ada untukmu.


Seketika jawaban menohok itu membuyarkan pikiran Tania yang sedang mematung dan Hendra melengang pergi dari hadapan Tania dan Rania.


di dalam kantor Tania masih memikirkan apa yang di bilang oleh suaminya kata kata itu sukses membuyarkan fikiranya dan taak fokus dalam bekerjanya..


di lain tempat


Hendra melamun di kursi kebesaranya dan memikirkan Rania yang sedari tadi di fikiranya dan berucap.


Setiap kali aku di dekatnya aku merasa nyaman bahagia dan melihat tasya berinteraksi dengan dia aku bahagia dan debaran jantung yang kian taak bisa terkontrol dengan baik apa aku mencintai adik iparku fikiran itu yang terus berkecambuk di hati ku.


Pukul 12.00 di lain tempat hendra menghadiri meeting di luar kantor di maallxxx.


Rania dan Tasya juga berda di satu moll yang sama dengan Hendra meeting


Tasya puas bermain di tempat permainan anak dan membeli pakaian dan mainan Rania seketika Tasya mengelu lapar aku pun mengajaknya ke tempat makan di area mall itu juga.


taak ku sangka saat memasuki tempat makan itu aku dan Tasya berpapasan dengan Mas Hendra "glek dadaku berdek tak beraturan dalam hati mengerutu kenapa kebetulan baget gini si.


Tasya,Rania,kalian di sisni juga"Memandang mereka berdua.


Tasya pun menoleh sambil menghampiri Papanya saat mendengarkan suara Papanya dan berucap.


Iya mas tadi Rania merengek mintak ke moll"sambil berdiri mematung memandang Mas Hendra.


Siapa pak sambil menerka nerka apa ini istri anda"Memandang ke arah Rania.


Rania yang mendegarkan penuturan orang yang bersama mas Hedra sedikit kaget dan memandang laki laki itu.


Hendra yang sedari tadi melihat Rania dengan raut syok seketika itu membenarkan perkataan klayenya itu "oh iya pak Wirawan ini anak saya dan perempuan ini adik ipar saya bukan istri saya perkenalkan kyalen mas


Pak wirawan menyalami tanga Rania dan rania menyambutnya denga menyebut tangannya.


Ea uda mas saya ke sana dulu sama Tasya tadi dia mintak makan karna lapar"sambil menujuk kursi


Iya Ran" Memandang Rania dan ber alih ke Tasya.


Hendra menyamakan tinginya dengan ankanya dan berucap yang keyang ea sayang nanti pulang bareng papa "sambil melihat ke ara Rania dan sepontan Rania lagsung menoleh ke samping karna ketahuan memandangnya.


Taak terasa siang berganti sore waktu menujukan pukul 16.00 meeting sudah selesai dan mengajak Tasya dan Tania untuk pulang tapi teryata Tasya sudah tertidur si pagkuan Rania.


Ran ayo pulang biar Tasya aku yang gendong"sambil mengambil tasya ke pangkuan Rania dan mengedongnya.


Iya ma"sambil berjalan dan membuntutui hendra di blakang seaampainya di parkiran aku masuk dan duduk di bagku depan dengan Asistennya


Tasya dan Mas Hendra berada di belakang dengan menidurkan Rania di pahanya dengan nyaman.


setengah jam akhirnya mereka sampai di kediamanya


seaampainya di rumah hedra mengendong tasya untuk di baringkan di kasur tempat tidur Tasya.


di lain sisi Rania mengambil baju ganti Tasya dan mulai menganti baujunya


Hendra ikut membantunya saat ia ingin membuka kancin baju tangan Rania saling bersentuhan dengan Hendra membuat jatung mereka berdua berdenyut kencang dan mereka reflek saling pandang saat seketika Rania pun sadar memalingkan pandanganya ke lain dan berucap


Mas mendingan tasya biar aku yang ganti.in bajunya mas istrahat saja ke kamar bersih nanti aku buatkan teh"Sambil membuka baju tasya satu persatu.


Ea sudah aku balik ke kamar dulu Ran"berjalan keluar dan masih setia memandangi wanita berdua itu dan melegang pergi ke kamar .


sesudah aku membersihkan tasya dan memakaikanya baju tidur aku menuju dapur utuk membuatkan teh untuk mas Hendra


menuju ke arah kamar mas hendra dan mengetuk pintunya.


Mas ini tehnya aku taruh di meja maaf masuk kamar mas seketika mas hendra kluar dari kamar mandi dan aku terhenyak kaget bergegas Rania memalingkan wajahnya lain arah.


maaf mas tadi gak ada sautan akhirnya aku masuk kamar aku hanya ingin mengatar teh"sambil menundukan kepalanya karna sedari tadi jantungya tak mau berheti berdekat.


iya tak apa Ras makasi sudah di buatkan teh "sambil mengelap elap kepalanya yang basah dengan handuk.


saat Rania ingi keluar ia tersandung karpet yang ada di kamar mas Hendra membuat ia akan jatuh.

__ADS_1


Aah..


"Rania pun memejamkan mata saat ingin jatuh.


seketika Hendra pun menghampiri Rania dan menangkapnya Rania yang mendapati dirinya tak merasa sakit ia pun membuka mata perlahan


Netra mata Rania saling padang dengan Hendra sekejap mereka saling padang seketika Rania pun tersadar dan berdirih Rania pun berpamitan keluar kamar


dan di saat Rania keluar dari kamar Rani memegangi dada tepat di bagian jantungnya dan berucap.


Haduh Rania kenapa mesti kayak gini sih kenapa juga pakek jatuh jantung mas Hendran jadi tau jika jantungku berdetak gak beraturan bodoh baget " Sambil memukul mukul kepalanya pelan.


di kamar Hendra yang merasakan hal sama pun semakin memikirkan perasaan jatungya setiap kali berada di samping Rania dia pun


Diam sesat


Seketika menyungingkan senyum dan beralih menuju lemarih baju untuk mengunakan pakaian.


______________________________________________


beberapa saat kemudian


jam menujukan pukul 20.00 malam aku sudah selesai masak dan menyuru mas hendra untuk makan ke bawah..


tok..tok..tok


Mas makananya sudah matang apa mas mau makan sekarang"sambil mengetuk pintukamar Hendra.


Iya Ran aku makan habis ini aku turun"sambil merapihkan tumpukan fail yang bayak beberapa menit akhirnya berlalu keluar kamar dan menuju ke lantai bawah.


Mata Hendra menagkap mereka berdua dan hendra pun duduk dan makan di meja makan bersama.


seperti biasa aku mengambilkan makanan dan lauk pauknya dan kita berdua memakan dengan hening.


setengah jam mereka pun menyelesaikan makananya


sesudah makan mas Hendra kembali ke kamarnya aku membereskan makanan makanan yang sisa dan di taruh ke lemari es


taak lupa Rani membersihkan meja makan memnguci semua pintu jendela dan lainya Rania balik ke kamar berniat membersihkan diri dan sollat.


Di lain sisi hendra merasakan jantungya berdebar tak beraturan saat perasaan ini semakin kembali lagi dan taak bisa aku hindari batin hedra


malam makin larut dan Tania belum pulang Hendra masih setia dengan berkas kantornya


Rania setia menungguh mbak tania pulang saat di rasa Rania haus Rania keluar ke dapur untuk mengambil air


saat mengambil air aku tiba di dapur aku melihat mas Hendra akan membuat sesuatu


Rania yang diam mematung pun memberanikan diri bertanya kepada Hendra


Eh mas Hendra kamu lagi apa mas"sambil membawa gelas kosong di tanganya.


Oh Rania belum tidur kamu,ini mau buat kopi"mencari cari kopi di man


Belum mas belum mgantuk dan air di kamar habis jadi turun untuk ambil,sini mas biar Rania buatin mas tungguh aja di kamar"sambil nuangkant air ke gelasnya


nggak ngerepotin,makasih ya Ran ngerepoti kamu terus"masih menatap Rania lekat,ea sudah aku balik ke kamar dulu


enggak kok mas,kalau suda selesai membuat kopi aku antarkan kopi ke kamar mas Hendra.


Beberapa menit akhirnya kopi jadi dab aku mengantarkan kopi ke kamar mas Hendra


Rania menengetuk pintu sesampainya di depan kamar Hendra


tok..


tok.


tok..


Maaf mas ini Rania aku ingin mengantar kopu kamu"Memandang pintu besar itu di bukanya perlahan dan Rania pun memasuki kamar Hendra.


saat itu juga di letakanya kopi di atas meja


ini mas kopinya saya taruh di sini"Memandang lekat mas Hendra yanf sedang setia memeriksa berkas berkas.


Iya Ras" sambil tetap setia membaca berkas berkas di tanganya.


saat aku ingin menigalkan mas Hendra sendiri Rania merasakan seperti ada yang menarik lenganya dan aku terpetajat ke blakang dan menubruk dada bidang mas Hendra.


Terima kasih Rania aku mendogak dan menatap lekat mata mas Hendra mata kita saling bertemu Rania merasakan jatung mas Hendra berdetak tak beraturan dan jantungku ikut berdetak tak beraturan membuat Rania malu.


sepontan Rania dan Hendra ter sadar dari buyi ketukan dari luar rumah Rania pun berdirih dan memundurkan badanya berpamit untuk membukak pintu rumah.


kak Tania masuk kamar selesai aku membukakan pintu.


aku yang masih syok dengan perbuatan mas Hendra terhadapku menerka nerka mengapa mas Hendra seperti itu dan akhirnya tertidur begitu saja.


Selesai tania membersihkan badan tania lagsung tidur di sebelah suaminya.


Tiap hari kamu pulang malam dari mana aja "sambil tetep mengerjaakan berkas kantor.


Aku lembur mas kerjaanku bayak jadi pualang malam aku ngatuk mas jangan mulai lagi aku mau tidur ngantuk"sambil menutupi tubuhnya denga selimut.


************


dalam tahap revisi agar lebih menarik dan rapi


jangan lupa kakak


vote


like

__ADS_1


comendtya


trimakasih kakak


__ADS_2