Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
0,6 semakin tak terbendung


__ADS_3

novel ini mengadung dewasa 21++ di bawah umur tersebut mohon lewati


Loh Rania kamu dari mana kok lewat blakangbrumah bukanya dari depan rumah dan tegang begitu apa Hendra macem macem sama kamu"Menatap Rania menyelidik.


Rania mendengar penuturan mertua mas Hendra syok bagaiman tante tau jika mas Hendra tadi melakukan hal nekat kepadaku,


apa jangan jagan tante melihatnya berbicara dalam hati.


Rania melamun ia asik dengan lamunanya dan seketika mertua kakaknya menyadarkanya mengoyang tubuh Rania.


seketika Rania tersadar dari lamunanya dan menjawab semua yang di pertayakan mertua kakaknya.


Ah maaf tante jadi melamun aku,Iya tadi aku sehabis nganter tas lagsung lewat samping menuju blakang ada yang perlu aku benerin"Menatap Mertua kakaknya dan mengelak kebenaranya.


Menghampiri Tasya dan duduk menemani Tasya bermain main dengan bonekanya.


Ea sudah jika taak apa tante mau berpamitan untuk kembali ke rumah tante karna sudah di tungguh adik Hendra"Menatap Rania dan berganti ke Tania.


Tasya yang mendengar penuturan Neneknya akhirnya menghampiri Neneknya dan memeluk Neneknya dengan perasaan sedih dan berucap.


Nenek apa Nenek bakalan ke sini lagi"Nerucap dengan khas anak kecil cadelnya.


Iya dong sayang Nenek bakalan datang jika Nenek taak ada urusan lagi"Mengangkat tubuh kecil cucunya dengan sendu.


kalau begitu Nenek jangan lupain Tasya iya Tasya mau Nenek nanti kujungibTasya lagi biar Tasya ada teman untuk bermain selain tante Rania.


Iya sayang ,Tasaya jangan sedih iya Nanti Nenek akan belikan Tasaya boneka lagi jika berkunjung lagi"Mengusap rambut cucunya dengan tatapan sendu.


iya nenek Tasya akan menungguh kedatangan Nenek dengan senang gembira"turun dari gendongan Neneknya.


Ea sudah Nenek pamit dulu ea jika nanti ada apa apa segera hubungi Hendra dan kalian hati hati di rumah.


Iya tante Rania mengerti,Tante juga hati hati pulang ke jawa"Menatap mertua Kakaknya dengan jelih.


Ea sudah aku berangkat dulu kalian"Menatap Cucunya dengan Tatapan sendu dan menyeret kopernya ke luar rumah


Di ikuti oleh Rania dan Tasya dari blakang sampai tante masuk ke mobil yang mengatar Tante pulang.


Sebelum berangkat Nenek Tasya mencium Tasaya dan melambaikan tangan untuk berangkat meningalkan tempat ini.


kami yang setia memandangi kepergian mobil mertua kakanya akhirnya beralih mesuk ke dalam rumah untuk mebereskan tempat makan yang kami gunakan untuk sarapan tadi.


sekesai Rania mebersihakan seluru neja makan dan piring piring kotor Rania kembali mengahampiri Tasaya di ruang tenga


Tasya bermain di ruang tengah dengan setumpuk mainan yang di belikan oleh orang tuanya.


Rania seakan teringat akan prilaku Hendra terhadapnya pagi tadi membuatnya seakan berdosa jika mengigatnya.


Akhirnya Rania berfikir dan menemukan aktifitas yang bisa membuat Rania menghilangkan perasaan yang membuat iya berfikir jerinih dan mengajak Tasya


Sayang Tasya mau nggak jika kita membuat kue kesukaan Tasya kalau bermain terus apa Tasya taak bosan"Membujuk keponakanya dengan atusias.


Buat kue iya tante Boleh deh Tasya juga sudah bosan bermain terus"Menatap tantenya dengan tatapan lebih antusias lagi.


"Iya sayang"


kalau bisa kita buat Kue brownies kesukaan Tasya dan Papa jika pulang nanti bisa memakan Kuenya"Menatap Rania dengan atusias.


iya sayang tapi sebelum kita buat Kue kita beresin dulu ea mainan Tasya ini bawa yang Tasya perlu saja


iya tante"Tasya memilih barang iya tetep setia dengan boneka pandanya yang setia di tanganya


yeh yeh Tasya meloncat kegirangan sambil memeluk boneka kesukaanya.


Selama tiga jam kami melakukan aktifitas di dapur membuat kue kesukaan Tasya akhirnya kami sudah menyelesaikan kue yang terakhir dan memasukanya ke dalam loyang dan merapikanya


selesai itu iya memasukan kue itu ke dalam oven yang sudah terlebih dulu mematangkan semua kue yang pertama kami selesaikan.


jam sudah menujukan pukul 14.00 Rania menyudahi semua katifitasya di dapur dan mencuci bersih semua alat yang di gunakan untuk membuat kue setelah itu dengan setia menungguh brownies itu jadi.


setengah jam kami menungguh browbis itu jadi akhirnya pengigat jam itu kue itu berbunyi aku segerah membuka oven dan membawa keluar brownis yang telah matang itu.


Rania pun mendiamkan selama setengah jam dan mengeluarkan semua brownis dari loyang dan setelah selesai Rania pun taak lupa membeti toping di atasnya sedikit

__ADS_1


sedikit waap cream dan parutan keju,waap cream dengan kacang almon dan terakhir toping yang palin Hendra sukan dengan cream mocca dan di taburi cococip di atasnya.


Di rasa sudah cantik dan nikmat di pandang semua Roti pun di taruhnya ke dalam lemari es untuk membuat roti semakin enak di makan jika dingin nanti.


selesai menaruh semua brownis iya mebereskan semua toping yang Rania buat tadi dan membersihkan mejanya kembali.


jam sudah menujukan pukul14.45 Rania melihat Tasya sedari tadi tertidur di kursih.


sangking fokusnya Rania membuat brownies Rania lupa keberadaan Malaikat kecilnya yang sedari tadi menunguhinya.


Kebiasan sekali kamu Rania jika memasak selalu lupa diri dan membiarkan Tasya tidur di meja makan terlalu lama menungguinya.


sesegera mungkin Rania menghampiri Tasya dan merapikan semua barang yang Rania mainkan.


Rania membopong tubuh Tasya untuk di tidurkan ke kamarnya taak lupa iya menyelimuti Tasya.


setelah selesai menidurkan Tasya Rania kembali.ke luar kamar melanjutkan untuk berberes rumah.


tak terasa Rania sudah berkutat lama dengan pekerjaan rumah jam menujukan pukul 16.00 dan Rania menyudahi bersih bersihnya


Rania segera ke kamar untuk membersihkan tubuh dan menjalankan sollat


setelah selesai bersih bersih.


Rania memutuskan untuk pergi ke kamar Tasya selesai dengan mandi dan sollatnya.


Rania mencoba untuk membagunkanya tapi saat Rania bukak pintu kamar Tasya,Tasya sudah duduk manis dengan boneka bonekanya asik bermain dengan gembiranya.


Sore sayang


Eh Tasya sudah bagun asik baget iya bermainya"mengelus rambut Tasya.


Tasya bermainya berhenti dulu ea ayo mandi nanti keburu papamu pulang"Mencoba mebujuk Tasya untuk mandi.


iya tante sambil membukah satu persatu bajunya dan memulai mandiya selesai mandi Rania mengantikan bajunya dan merapika rambut Tasya dengan kepang duanya.


Dirasa suda selesai Rania membawa Tasya ke luar kamar menuju lantai bawah ke arah dapur dan menyuapi Rania makan.


jam sudah menujukan pukul 17.00 Tasya seleaai dengan makanya dan berlalu tasya ke ruang tengah untuk bermain dengan mainanya


taak terasa terdengar suara ketukan dari pintu di luar.


tok..


tok..


tok..


Rania berlari kecil ke arah pintu utama dan saat Rania membukak pintunya dan melihat mas Hendra dengan baju khas kantornya sudah pulang.


saat aku membalikan badan Rania di hadang oleh Hendra di depan mukak.ku dan seketika mencium keningku.


mata ku terbelalak jengah dan dengan entengnya mas Hendra pergi ningalin Rania yang masi mematung syok


kejadian tadi pagi Rania belum bisa trima perlakuanya di tambah lagi seperti ini.


"Hendra pun berucap"


Buatin aku teh Ran taruh di dalam kamarku aku mau mandi dulu dan jangan lupa siapin makanan buat ku.


Rania tersadar dan menutup pintu


dan mengumpati dirinya sendiri


bodoh baget kenapa mesti begitu lagi kenapah aku malah diem di perlakuin seperti itu bodonya aku sambil menepuk nepuk kepala.


aku berjalan ke dapur untuk membuatkan teh untuk mas Hendra dan mengantarkan ke kamar mas Hendra.


tok..


tok...


tok...

__ADS_1


mas ini tehnya aku bukak ya taak ada sautan akhirnya aku beranikan masuk


pantas saja tak di sauti omaganku sedang mandi ternyata


bodohnya Rania tak segerah keluar kamar malah terpaku dengan foto kakaknya dan mas hendra dan selang beberapa lam tak terasa mas Hendra sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Rania mematung melihat foto pernikahanya dengan Tania seketika itu


taak berfikir apa pun mas Hendra lagsung memeluku dari belakang dengan erat aku yang reflek tersadar dengan mematung tadi melihat ke belakang bahwa mas Hendra sudah memeluknya erat


dan secara reflek Rania melepas tanganya dari tubuhku setiap Rania bersih keras melepaskan pelukan Rania mas Hendra malah mengeratkan lingkaran tangganya.


"Mas tolong lepasin kamu itu suami kakakku harusnya kamu gak seperti ini apa pandangan orang dengan ini semua mas tolong.


tolong tetaplah seperti ini aku nyaman seperti ini "mengecup pucuk leher Rania.


Rania yang mendapatkan perlakuan seperti itu reflek lagsung berbalik dan memandang mas Hendra tatapan bola mata kami saling mengadu bahwa di antara mereka berdua saling menyukai dan taak lama pingangku di tarik mas hendra bibir yang sedari tadi jadi fokusnya lagsung di lumatnya bibir mungil Rania dengan kasar.


mataku seketika terbelalak dengan perlakuan mas Hendra kepadaku Rania berontak melepaskanya tapi semakin Rania berontak mas hendra menguatkan ******* bibirnya dan mengigit bibir Rania sedikit dan mengakibatkan mulut Rania membuka dan mas Hendra dengan leluasa mengulum semua area dalam mulutnya dan mataku membulat sempurna.


karna perlakuan mas Hendra Rania pun pasrah dan tak bisa lepaskan diri akhirya Rania taak berontak mas Hendra memelanjutkan kegiatanya menyusuri ronga mulutku dan bohonya lagi aku membalas semua perilakunya dan saat mas Hendra berhenti.


menatap wajah Rania menghirup oksigen yang teregah engah


senyum Hendra tersudut di bibirnya


detak jantungku taak beraturan dan fikiranku berkecambuk antara ini salah atau benar dan ter,sadarku aku mengerutui diriku dan mengumpati diriku sendiri kenapa aku membales ciumany


mungkin mulut bisa berhong tapi hati dan raga berkata taak sangup menolaknya.


Rania pun kembali ke kamar dan berlari saat sampai di kamar Rania


Rania menagis dan gumpati dirinya sendiri dan sampai jam menujukan pukul 20.00 aku coba keluar untuk mengambil minum dan makan karna sedari siang Rania belum makan


Rania memasak nasi goreng dan melihat Tasya apa sudah tidur kalau belum aku mau memberi nasi goreng tapi ternyata tasya sudah makan dan bekas piringnya.


saat ingin kembali ke dapur di lihatnya kamar Hendra


seketika pintu kamar mas Hendra terbuka aku lihat sesosok mas Hendra sedang membuka pintu Rania berlari meninggalkanya dan menuju dapur untuk memakan makananku dan seketika mas Hendra datang mematung memandangku dan berucap.


aku mintak maaf atas ulahku tadi siang aku khilaf tapi aku tau kamu juga mencintai aku


kan karna kamu membalas ciumanku


maaf karna suasana aja aku membalas ciuman itu"Mengelak.


Mungkin kamu bisa berbohong tapi hati kamu taak bisa berbohong Ran"Menatap Rania dengan senyum manisnya.


yang tadinya Rania memakan nasi goreng seketika ter sedak uhukuhuk... saat itu pula mas Hendra mengambilkanku minum dan berjalan ke arah Rania


kami berdua selesai memakana makanan selesai memakan makanan Rania mengambil Bownies yang ia buat untuk Hendra dan menyajikan di depan Hendra.


Hendra pun berucap setelah melihat makanan yang Rania sajikan.


Wah brownies kesukaanku"Memakan semua kue yang Rania taruh di depanya taak lupa kopi pahit pelengkapnya.


saat selesai Rania pun berlalu pergi dari ruangan tengah dan saat ia hampir menigalkan ruangan tengah


Hendra dengan sigap menarik Rania dan berucap.


Mau kemana Hemmm


Aku mau tidur sudah ngantuk"Menguap dengan santainya.


taak boleh,temani aku makan di sini dan jangan kembali ke kamar dulu


seketika Hendra menarik Rania dan dengan sempurna menduduki paha Hendra


satu jam sudah Rania setia duduk di pangkuan Hendra seketika mereka berhadapan dan mata mereka saling bertemu


Hendra sigap mencium bibir Rania dengan lembut Rania yang membuat Rania tersadar dan berlari ke arah lantai atas


Hendra melihat tingkah Rania pun tersenyum dengan ringanya


saat Rania sampai di kamarnya iya mengusap bibirnya dan berlalu meniduri ranjangnya dan terlelap begitu saja

__ADS_1


mohon maaf kak dalam tahap revisi dan perbaikan


__ADS_2