
"Saat di perjalanan mas hendra hanya diam dan tatapanya ke depan dengan mengemudi dan sekali kali mengelus kepala Tasya yang sedang tidur di pangkuan Rania.
" Tasya terlelap di pangkuanku karna perjalan cukup jauh dari arah rumah membuat tasya tertidur.
sesampainya Rania di rumah tubuh Tasya di gendong oleh mas hendra dan membawanya ke kamranya untuk di tidurkan aku pun kembali ke kamarku untuk ganti baju dan membersihkan diri karna sudah larut malam..
Mas hendra beranjak ke dalam kamar sama halbya dengan apa yang aku lakukan dan selesai mandi dan berpakaian Hendra mengambil handpone di nakas dan menelfon Tania.
Dert...
Dret...
Dret...
Tania melihat handponenya ia pu mengangkatnya dengan ragu ragu dan menjawabnya
*Tania
Iya mas ada apa (dengan ragu ragu mengangkatnya)
*Hendra
Pulanglah aku ingin berbicara denganmu(dengan nada dinginya)
*Tania
Ah iya mas(dalam hati Tania apa mas Hendra tau jika Rania hilang berkecambuk di hati Tania)
*Hendra
hemmmm..(hendra pun menutup begitu saja)
di dalam hati Rania sudah berkecambuk jika mas hendra tau Rania hilang bisa habis aku
Saat hendra menutup telpon Rania mengetuk pintu mas hendra dan membawahkan teh untuk hendra
tok...
tok...
tok...
"Rania,Mas ini aku Rania ini teh buat kamu sambil membuka pintu kamar mas hendra
" Hendra,iya Ran masuk(sambil menaruh handpone di meja )
Rania memasuki kamar hendra dan menaruh teh di meja dan meningalkan Hendra sendiri tiba tiba mas hendra memeluku dari belakang
"Rania,(aku pun syok dan mendorong tubuh mas hendra tapi perlawananku taak bisa melepaskan pelukan mas hendra)
" Hendra,biarkan aku seperti ini dulu (dan tak terasa ada langkah kaki menaiki tanggah dan menuju ke kamar mas hendra mas hendra pun melepaskan pelukanya akupun melaju pergi dan meluhat mbak Tania masuk.
"Rania,Eh mabak (sambil membawa nampan terburu buru)
" Tania,Apa tasya ada di kamar(sambil menengok kamar)
"Rania,Ah ada di kamar mbak(sambil melaju ke bawah untuk kembali ke kamarnya)
Saat Tania masuki kamarnya hawa dari kamar itu terasa dingin baget dan membuat Tania bergidik.dan seketika Hendra membuka pembicara.an .
" Hendra,Dari mana aja kamu?(dengan menahan emosinya)
"Tania,Anu mas dari rumah temenku ada acara ulang tahun (bohong Tania)
__ADS_1
" Hendra,Memang Acara ulang tahun yang bagaimana sampai sampai kamu ninggalin Tasya di restauran (dengan nada yang meninggih)
"Tania,(tania sedikit ketakutan karna suara hendra meninggih) iya maaf mas aku khilaf mas tadi aku ningalin tasya sendiri di restauran karna lupa.
"Hendra,Utung saja ada orang yang mau nolong Tasya kalau tidak apa jadiny Tasya sekarang (masih tetap dengan mode marah dengan nada tinggih)apa kamu pantes di bilang ibu yang baik jika anak aja sampai kamu tinggalkan sebenernya kamu ibunya atw Rania(dengan memuncak hati hendra dengan Tania)
"Tania,iya mas aku mibtak maaf jika aku salah tapi itu aku ngak sengaja ninggalin tasya(sambil mencari pembelaan padahal dia salah bayak)
"Hendra, Dan mulai sekarang kamu taak boleh bawa Rania kemana pun aku tak mau ambil masalah jika kejadian seperti ini terjadi lagi ini masih di dalam kota apa bila di luar kota gak bisa bayangin.(meninggalkan Tania dengan membating pintu cukup keras membuat Rania yang barusan tidur terbagun kembali dan mengelus dada dan menoleh arah pintuku dan di sana ada mas hendra yang mendekatiku
" Rania,kamu mau apa mas cepet keluar kamu tau ada mbak Tania dan jangan macem macem sama aku(sambil mendorong hendra tapi hendra tak bergeming )
"Seketika saat Rania lengah Hendra mendorongnya ke arah kasur dan berucap biarkan aku tidur di sini semalam
saat Rania ingi memprotes ucapan Hendra hendra pun mencium bibir Rania dengan sedikit kasar Rania taak kalah Rania mendorong hendra dan saat Rania ingin pergi hendra menahanya dan mendorongnya di tempat tidur dan mencium kembali Rania saat itu rania sudah taak bisa melawan akhirnya Raniapun menyerah dan tak melawan saat itu pula hendra melepaskan ciumanya dan tidur di samping Rania dengn memeluk Rania.Taak terasa mereka berdua terlelap tidur
Taak terasa pagi sudah menampakan cantiknya akupun bagun dan ku lihat mas hendra masih dengan keadaan terbaring di sebelahku aku pun cepat cepat membagunkan mas hendra dan mas hendrapun bagun dan kembali ke tempat tidurnya.
Rania pun bergegas menuju dapur untuk melakukan tugas tiap paginya yaitu memasak untuk orang rumah sarapan taak lupa akupunn berbelanja sayur di depan komplek dan kembali lagi dan memasaknya
hari ini rencanaku memasak makanan yang cukup bayak dan di karenakan orang tua mas hendra akan menginap di rumah selama seminggu .
di kediaman Raditia
"Randitia,Pagi mah pah (sambil memakai baju santainya)
" mama,pagi juga sayank.(sambil menuangkan makanan untuk ayahnya)
"Papa,perempuan yang kamu bawah ke pesta kemarin gi mana mau papa lamarin sepertinya kamu mempunyai perasaan lebih sehinggah kamu bawah ke pesta keluarga.
" Raditia,Eeeeeh iya pah tapi dia masih memikirkanya belum menjawab kalau sudah waktunya dia pasti bakalan Bilang sama sama papa
"Mama,Iya sayank mama juga seperti suka dengan sikap dia terhadap orang tua selain dia cantik rendah hati mama setuju sekali kalau bisa kamu pepet trus(sambil sedikit terkekeh)
" Raditia,Boleh juga usul mama semakin hari kita mendekat semakin iya tak mampu menolak.(sambil meyuapkan makanan)Oh ya pah aku mau pergi hari tak masuk kerja ada hal yang aku mau lakuin penting untuk masa depanku.
Taak terasa jam sudah menujukan pukul 08.00 Raditia berpamitan ke orang tuanya untuk pergi taak lupa iya berganti pakaian dengan styl casual tetep tampan dan cool
bambang Tampan Raditia
Raditia pun meninggalkan rumah melaju mengunakan mobilnya ke arah yang di tujunya
di kediaman Hendra mereka sarapan bersama dan ibu Mas hendra pun sudah datang ikut sarapan juga saat Rania memasuki area meja makan dengan penampilan cantik dan sweet baget membuat hendra dan 4 orang yang ada di raug itu heran dan terpukau atas kencantikan Rania karna penampilanya seperti akan kelua rumah
Rania sweet
Saat ingin ikut sarapan Mata mereka bertika menagkap sosok Rania yang makin hari makin cantik dan imutnya dan di saat itu pula Tania menimpali omongan.
" Tania,mau ke mana dek kok udah Rapi dan cantik ajah biasanya masih kulus kulus jam segini ngurusin Tasya(dengan sedikit kata kata dengan penekanan)
"ibu Mas hendra,Iya Ran mau ke mana sudah rapi?(sambil berhenti dan melihat Hendra senyum senyum)
" Rania,Ah iya kak tante saya mintak ijin keluar (dengan menyedokan makanan di piringnya)
"Tania,Memanf kluar dengan siapa kamu?(aamvil melihat Rania)
__ADS_1
" Ibu mas hendra,Apa ada yang mau jemput kamu(melihat arah Rania dan seketika memandang Hendra)
"Rania,Ah iya kak tante aku mau keluar dengan Raditia dan di jemputnya habis ini(sambil menyuapkan makanan di mulut)
" Tania,bagus kalau gitu seegaknya kamu bisa liburan (sambil memainkan handponenya)
"Ibu mas hendra,Ah iya sayang betul kata kakak mu kamu butub refresing (sambil melihat Rania dan beralih ke Hendra)semoga saja kalian berjodoh agara kamu bisa merawat kluargamu sendiri(seketika Raut wajah Rania menengang dan berubah menjadi sendu taak akan ada laki laki yang mau denganku yang sudah taak suci lagi aku hanya manusia kotor saat itu pula Rania matanya berkaca kaca dan menyekat air matanya agar mereka tidak tau)
Di lihatnya anaknya menahan Amarah yang tak tertahan di saat Rania berucap jika ingin pergi dengan Raditia ibunya pun menyudahi pertanyaanya takut takut Hendra semakin emosi dan taak terkendali.
Saat suara puring beradu di atas meja makan terdengar suara mesin mobil yang masuk ke arah depan rumah dan Rania pun membukakan pintu untuk Raditia.
tok
tok
tok
" Rania,Masuk dit (dengan membuka pintu dan menyuruh ditia untuk duduk)
"Raditia,(Raditia seakan terhipnotis akan bidadari di depanya dan membuat dia terpesona dan tak sadar melamun dan Rania menepuk pungung dan menyadarkanya )
"Rania,biar aku pagilkan mbak aku dulu kita pamit dulu.(sambil berjalan menuju meja makan)akhirnya mbak mereka bertiga ke rung tamu dan Rania dan ditia berpamitan dan mereka mengijinkan Rania pergi dan meningalkan rumah.
"Sedari tadi Hendra menahan emosi ingin sekali menojok muka Ditia tapi ia urungkan karna itu akan membuat mereka curiga akan sikapku yang posesif itu dan akhirny ia berajak mengambil kunci mobil dan beranjak pergi melampiaskan semua amarahnya karna cemburu
Ibu mas hendra melihat tingkah Hendra semakin yakin bahwa hendra mempunyai hati terhadap adik iparnya sehingga dia sampai terlihat sekali saat ia menahan amarahnya itu ibunya pun menghentikan hendra denga memangilnya tapi taak ada respon dari hendra dan melaju saja.
di saat di dalam mobil Rania dan ditia taak bersuara sampai Dita membuka percakapan
" Raditia,kamu hari ini cantik Ran malah makin cantik(dengan malu malu)
"Rania (mendengar pengakuan Raditia membuat seketika pipi nya menjadi bersemu merah seperti tomat ditia yang melihat itu sedikit melihatkan senyumnya melihat tingkah lucu Rania yang malu itu)Memang kita mau ke mana Dit ?(sambil melihat arah Ditia)
" Raditia,Sudah lihat aja nanti pasti kamu suka dan lagi ini weeken kan.(sambilemandang ke depan )
dia lain tempat Hendra semakin tak tau arah dan mengumpati Raditia dan saat hendra melaju dengan kecepatan yang sangat kencang tak terasa hendra menghindar dari arah lawan mobil dan membating setir ke samping membuar mobil hendrapun menabrak
Darrrr........
seketika Hendra mulai kehilangan kesadaranya dan melihat bayak oranf yang mengrubunginya dan ia pun tak sadarkan diri semua orang membawanya ke rumah sakit dan sala satu warga mencari handpone milik Hendra dan melihat no Mamanya orang itu pun menelponya dan menfabarkan
dret....
dret....
dret...
Bunyi ponselnya membangunkan ibu mas hendar tertera no yang masuk adalah no hendra
*ibu mas hendra,iya hen cepat pulang kamu ke mana aja.
*orang lain,ah maaf buk saya bukan anak ibu anak ibu saat ini kecelakaan dan saat ini taak sadarkan diri dan di bawah ke rumah sakit Pelita kasih mohon ibu segera dayang.
Ibu mas hendra pun segera menutup dan pergi mengambil tas dan membawah serta Tasya dan segerah ke rumah sakit
saat ibu mas hendra nyampai keadaan hendra saat ini masih kritis karna hendra bayak kehilangan darah dan cedera di kepalanya.ibu mas hendra pun menangis nenungguh sendiri sedaro tadi Ibu mas hebdra menelpon Tania tapi taak bisa di hubungi berkali kali ia huga taak bisa menelpon Rania dia saat ini lagi sibuk denga acaranya denfan Raditia biarlah taak usah di beri tau.
Saat Rania sedang berkumpul dengan teman teman kulianya dulu alias reonian aku pun ngerasa hati taak tenang dan sekilas memikirkan mas hendra akupun menepis bayangan itu dan taak enaknya hati dengan semakin berkumpul dengan mereka dan berbincang bincang tapi gagal karna aku semakin taak tenang dan Ditia pu menyadarinya dan bertanya.
"Raditi,Ran kamu kenapa, kenapa kamu gelisah sekali apa kamu taak suka di sini?(sambil meneuk pungung Rania)
" Rania,Rania tersadar dan menimpali onongan hendra aku hanya gelisa saja sedari tadi dan taak bisa aku tutupi lagi aku ke kamar mandi dulu ea(sambil berlari ke kamar mandi dan menelpon ibu mas hendra
__ADS_1
jangan lupa kak dukung kryaku dengan ike.coment dan vote sebayaknya agar aku semagat lagi dalam mengetik novelnya
di tungguhya trima kasih