Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
Berganti profesi


__ADS_3

Jam sudah menujukan pukul 08.00 Rania terbagun dari tidurnya.


Saat Rania membuka mata Rania teringat kejadian kemarin malam membuat Rania meneteskan buliran bening di pelupuk mata.


Saat Rania menagis di lihatnya di samping Rania taak ada keberadaan Hendra ia mengekori mtanya melihat sekeliling taak ada iya pun bangkit dari duduknya menuju ke kamar mandi.


Saat ia menuju kamar mandi terlihat secarik kertas putih berada di atas nakas seketika Rania mengambil dan membacanya.


______________________________________________


To:Rania


Maaf kan aku atas kejadian tadi malam aku akan segera menikahimu Rania itu janjiku.


dan Maaf jika aku pergi begitu saja karna aku ada meeting penting di perusahaanku yang taak bisa di wakilkan ,taak tega jika aku membangunkanmu"Menatap secarik kertas itu dengan geram dan sedih.


Aku akan makan malam di tempatmu maka masakan makanan yang aku suka


I Love you Rania


sampai ketemu nanti malam


from:Hendra


______________________________________________


Rania pu menaruh secarik note itu dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri .


Setengah jam Rania keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.


setelah berganti pakaian Rania memutuskan menghampiri Anaknya ke kamar sebelah.


di lihatnya Anaknya masih tertidur pula iya pun berlalu ke dapur untuk membuat sarapan untuknya.


setengah jam ia membuat sarapan iya pun berlalu menaruh sarapan yang telah usai di atas meja makan dan berlalu mebersihkan semua peralatan masak.


Rania melanjutkan sarapan setelah usai iya pun kembali membersihkan semua perlatan makanya.


berlalu ia pun menuju kamar anaknya untuk mengurusnya di lihatnya Rehan sedang asik bermain main dengan mainan.


satu jam sudah Rania usai memandikan Rehan dan taak lupa menganti pakaianya.


Rania pun menyiapkan semua keperluan Rehan untuk ia bawa ke mertuanya karna ia akan menghadiri rapat di perusahaan almarhum suaminya.


usai menyiapakan Rania berbegas keluar dari apartemen miliknya dan menuju ke luar apartemen dan menuju rumah mertuanya menitipkan anaknya.


********


sesampainya rumah mertua Rania menaruh Rehan di box bayi karna Rehan sudah tertidur dan segera berpamitan dengan mertuanya.


Mah aku brangkat dulu ea maaf aku harus nitip Rehan karna aku belum ada babay sister"Menatap mertuanya dengan tatapan yang sukar untuk di tebak.


iya taak apa kami segera berangkat karna ini kalih pertama kamu datang di perusahaan,mama hanya kasihan selam ini kamu yang mengurus anak kamu sekarang harus mengantikan Raditia di perusahaanya "Menatap menantunya dengan tatapan ibah dan sendu.


Taak apa mah selagi Rania bisa Rania akan lakukan ini juga peningalan suami Rania, Rania gak mau jika perusahaan harus gulung tikar karna pemimpinya taak ada lagi" Mengelus pundak Mama mertunaya.


Iya Rania,Rania kamu juga melupakan wasiat suamimu untuk terakhir kalinya"Menatap menantunya dengan sendu.


Kalau Mama gomongin masalah wasiat itu Rania tetap gak bisa menikah dengan Mas Hendra mah meskipun itu wasiat mas Radit"menatap Mamanya dengan tegas.


Tapi nak wasiat jika taak di lakukan di alam barza suami kamu taak akan tenang karna wasiatnya belum di laksanakan,dan lagi Hendra taak seburuk yang kamu lihat Hendra laki laki yang baik sekali"Menatap menantunya dengan serius.

__ADS_1


Mah sudah jangan bahas itu aku tau yang terbaik buat aku dengan Rehan Mah meskipun kami berdua kami akan tetep bahagia,dan Rehan bisa sekolah hingga perguruan tinggih kelak Mama jangan kawatir ea"Mengelus lengan Mama mertuanya.


Ea sudah Rania pamit berangkat dulu nanti telat Mah"Mencium pungung tangan mertuanya dan beralih meningalkan rumah mertunya.


di perjalanan ke arah perusahaanya Rania memikirkan semua perkataan mertunya dan seketika berucap.


"Meskipun Mas Hendra sudah menyentuhku kemarin malam aku taak akan merubah pendirianku karna aku taak mau menikah denganya.


taak terasa Rania sampai di perusahaan suaminya saat ia sampai semua mata tertuju ke arah Rania memberi hormat kepada Rania taak lupa asisten almarhum suaminya senang tiasa mengikutinya dari blakang.


Kadang tetdengar jelas cibiran dari pegawai kantor tentang status yang Rania peroleh yaitu janda kaya, yang memiliki paras menawan,cantik dan sexsy.


semenjak ia menikah dengan Almarum suaminya Rania banyak berubah yang tadinya wanita tanpa perawatan menjadi perempuan yang memiliki pesona sejuta umat yang membuat lak laki jika bertemu atau berhadapan denganya akan mendambanya.


Seaakan taak ingin lagi mendengar eluhan semua karyawanya ia pun sesegera mungkin menaiki lif khusus CEO saat memasuki lif Rania menghembuskan nafas berat.


Asisten suaminya melihat Boss barunyaenghembuskan nafas berat akhirnya memberanikan diri bertanya.


Maaf Bu Apakah anda taak kenapa kenapa soalnya saya lihat anda seperti seseorang yang ketakutan" Memandang Bossnya dengan jelih.


taak apa dan mulai saat ini jangan pangil aku Bu apa aku sebegitu tunya kah"Menatap cermin di sedikan di lif itu.


Rania meraba raba wajahnya dan melihat apa ada kerutan di wajahnya dan berucap dalam hati


Gak ada kok lalu berucap ke asisteb suaminya dengan tegas.


Pagil saya Nona saja karna saya taak setu Ibu ibu dan saya harap semua karyawan di sini juga memangil saya nona saja kamu paham kan"Setia menatap ke depan.


"iya Nona paham"


Lif un terbuka semua karyawan pun menatap Rania yang keluar di ambang pintu lif semua karyawan pun membungkuk memberi hormat untuk Boss baru yang akan menduduki jabatan sebagai CEO yang baru mengantikan almarhum suaminya.


Kesan pertama Rania melihat ruangan yang berdominan warna kesuakaan suaminya mengigatkan ia tentang apa yang selama ini ia lalaui dengan suaminya.


saat ia sampai di meja kerja suaminya masih terteta nemtek nama di meja kantornya dengan nama mantan suaminya karana ia taak memperbolehkan oasisten suaminya mengantinya.


saat ia menduduki kursi meja mas Raditia Rania pun mencium harus parfum setiap hari yang di pakai suaminya yang masih menempel di kursi itu.


Di lihatnya foto kami bertiga di figora kecil yang ada di atas meja membuat Rania meneteskan air mata pilu mengingat kebahagiaan yang ia lalui bersama suaminya semasa hidup meskipun dulu sempat mebenci suaminya.


Rania memeluk foto itu dan berucap


Mas aku akan setia denganmu taak akan ada yang akan membuat aku jatuh cintah lagi selai kamu mas"Memeluk foto itu .


Seketika ketukan dari luar ruanganya membuayarkan tangisan Rania seketika Rania menyeka buliran bening yang jatuh di pipinya dan menyuruh seseorangbdi luar sana untuk masuk.


Di lihatnya asisten almarhum suaminya memasuki ruangan dan berucap.


Maaf Nona kita akan miting dengan semua direksi untuk penyerahan jabatan Anda mengantikan Tuan Raditia saat ini.


Iya Sudah kita kesana sekarang"Berdirih dan berlalu meningalkan ruangan menuju tempat rapat.


saat Rania memasuki Ruangan Rapat dinlihatnya semua dewan direksi menatap kedatangan Rania dan Rania pun mengamatibya juga.


Saat Rania mejelajahi semua dewan direksi mata Rania bertemu dengan seseorang yang ia kenal selama ia hidup seseorang yang membuat hidupnya taak tenang.


iya Hendra ia adalah salah satu pemegang saham terbesar dari semua dewan direksi di sini.


yang membuat Rania bingung kenapa harus bertemu di sini.


seketika Rania menyurih semua dewan direksi menduduki kursinya.

__ADS_1


seketika Asisten almarhum suami Rania membisik ke Hendra untuk meresmikan pengankatan Nona Rania sebagai CEO.


********


Semua dewan direksi memberi selamat dan menigalkan ruangan untuk Rapat itu.


Berbeda dengan Hendra ia masih mematung menatap Rania dari atas sampai bawah samapai semua dewan direksi semua meningalkan ruangan.


saat Rania melihat Hendra tetap mematung Rania pun segera menigalkan Hendra yang setia memandanginya.


saat ingin meningalkan ruangan rapat lengan Rania di tarik dan Rania pun menubruk dafa bidan Hendra dan mengeluh sakit dengan tatapan kesal dan diam sejenak.


Asisten Almarhum suaminya paham akan situasi ini pun meningalkan mereka berdua di rungan itu dan berucap.


saya permisi dulu Nona tuan"Meningalkan runagan itu dengan senyum menyudut di bibir Leo.


Mereka berdua memandang Leo pergi dan Rania mendogakan kepalanya dan berucap


Lepasin aku Mas"Berusaha melepaskan diri dari pelukan Hendra.


Hendra yang iseng pun semakin mengeratkan rengkuanya dan berucap di depan mata Rania.


Kita akan sering bertemu dan aku akab menungguh jawaban atas lamaranku untukmu Rania"Menatap Rania dan mencium kening Rania dengan sayang dan berbisik di dekat telinga Rania.


trim kasih semalam adalah hal terindah untukmu dan aku setelah sekian lama kita bisa menyatuh lagi meskipun dengan cara kasar baru aku dapat memilikimu lagi"Menatap Rania dan berlalu meningalkan Rania sebdiri di ruangan itu.


seketika Rania pun memandang kepergian Hendra dengan perasaan kesal dan benci sebab dengan gampangya iya berucap seperti itu setelah apa yang ia lakukan dengannya.


Rania pun mengikuti Hendra dan memasuki Ruangan almarhum suaminya dengab perasaan yang taak karuan hingga membuat Rania taak sadar jika Hendra sudah duduk tempat kerja suaminya saat Rania ingin mendudukinya ia merasa ada yang aneh yang ia duduk ki.


Rania membalikan badan dan di lihatnya Hendra dengan tanpa dosa menyungingkan senyum seketika Rania reflek berdiri tapi ia ditarik kembali oleh Hendra dan dengan sempurna Rania duduk di pangkuan Hendra.


Apa apa.an si mas Lepasin aku"


Rania pun berusaha melepaskan diri dari Hendra namun nihil Hendra semakin mengeratkan rengkukanya


Seketika Rania pun dia ngakatnya dengan sempurna duduk bertatapan dengan Hendra.


Hendra yang sudah taak tahan menahan hasratnya pun kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Rania mereka pun saling berciuman


Rania dengan Kekuatanya menolak dan mendorong Hendra dari perbuatanya tapi nihil Rania malah taak tahu perasaan apa yang membuat Rania membalas ciuman Hendra dan membiarkan Hendra melakukan apa yang Hendra lakukan.


saat Rania di angkat dan masuk ke dalam Ruangan pribadi almarhum suaminya iya Hendra menidurkan Rania di ranjang itu Hendra menjamah semua yang ada pada diri Rania ia saat Hendra akan melakukan penyatuan kembali Rania memandang foto suaminya di samping nakas Rania tersadar bahwa itu bukan suaminya.


Rania pun mendorong kuat Hendra dan seketika Hendra terperajat jatuh ke bawah Rania pun menutup tubuhnya dengan selimut dan berucap.


Mas tolong jangan lakuin itu lagi sama Rania tolong kamu pergi dari sini mas"Menatap Hendra dengan sendu.


Hendra yang sudah taak bisa mengotrol nafsunya seketika menarik selimut yang Rania gunakan menutup tubuh Rania dan mengungkungi tubuh Rania kembali dan menyalurkan hasratnya kepada Rania penyatuhan demi penyatuhan Rania lewati dengan sedikit tangisan.


satu jam penyatuhan mereka lakukan akhirnya Hendra dan Rania menyampai pucak dari penyatuhan itu seketika Rania menagis tersedu di bawah tindihan Hendra.


Hendra seketika mepihat Rania, menyeka buliran bening itu dan mencium kening Rania seketika berucap.


I Love you Rania.


seketika tertidur di samping Rania dengan pulasnya.


Rania yang sedari tadi menagis pun akhirnya menyudahi dan berlalu ke arah kamar mandi yang terpadat di dalam kamar pribadi itu dan membersihkan diri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2