
"Setelah kejadian saat Satu minggu kemarin Rania mulai menghindar dari hendra dan tak ingin dekat dengan hendra. lagi dan mulai membuka hati untuk Raditia yang notabenya dia memiliki perasaan lebih terhadap Rania tapi Rania masih ingin berteman dulu setela kejadian itu.
Rania tau perasaan Raditia ia sering main ke rumah dan mengajaku keluar.
"Di kediaman Hendra hari hari berlangsung seperti biasanya Rani yang selalu bagun tiap subuh dan mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak.
"Tapi berbeda dengan Hendra karna dia terlalu gusar dan frustasi karna kesalahanya Rania mulai menjauhinya dan taak menegurnya sama sekali di tambah lagi Raditia sering berkunjung dan mengajak Rania keluar berdua menambah emosi dan frustasinya Hendra.
" Saat memasak telah selesai Rania mulai menata makanan di piring saji dan menatanya di mejah makan tak lupa Rania menambahkan sebuah Roti dan selai.
Di kediaman Rico.
Rico yang baru bagun dari tidurnya mengelayut manja kepada istrinya untuk tranfer uang untuknya.
" Sayang aku ingin investasi berlian beri aku uang cukup Rp 500.000.000,00 agar pendapatan kita semakin berlipat dan lagi kamu juga mau lahiran kebutuhan makin bayak"Meyakinkan istrinya.
"Tapi mas apa itu beneran dan itu bukan investasi bodong seperti yang lain lain" Dengan menatap Lekat Rico dan meminta penjelasan yang meyakinkan.
" Rico,iya sayank teman temanku sudah pada dapet keutunganya nanti jika kamu taak percaya biar aku membawah orangnya di hadapan kamu"berharap meyakinkan istrinya.
"Bunga,Taak usah sayank aku percaya padamu selama ini toh usaha kamu berhasil terus akan aku transfer ke rakening kamu sekarang mas ini buktinya iya.
"Iya sayank trima kasih kamu memang istri yang baik dan pengertian"mencium kening istrinya dan perut istrinya.
"Aku ke kamar mandi dulu untuk bersih bersih badan agar bisa secepatnya menghubungi dan bertemu dengan investor itu ucap Rico.
Rico memasuki kamar mandi dengan perasaan senang karna istri bodohnya bisa ia manfaatkanya dia berucap.
"Uang ini akan aku belikan berlian untuk Tania agar Tania semakin taak meningalkan aku dan lebih memilihku dari pada suaminya itu"seringai senyum devil.
Di kediaman Tania
Tania baru bagun tidur dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian taak menungguh lama Tania pun selesai di bergantian Hendra bagun dan mulai memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian juga
taak terasa jam sudah menujukan pukul 06.30 Tania keluar duluan dari kamar untuk bersiap sarapan dan brangkat kerja menuju ruang makan.
sesampainya Tania di meja makan Tania bertanya kepada Rania.
"Dek Tasya sudah bagun dan kamu mandi in"Dengan tetap fokus pada handphonenya.
Saat sebelum Rania menjawab mbak Tania Hendra berjalan menuju meja makan untuk sarapan dan mendudukan diri di kursinya.
Saat Hendra mengambil makanan Hendra memandang sekejab Rania lalu mengfokuskan makanya.
Rania tahu bahwa iya di pandang oleh Hendra Rania hanya menunduk taak memandang Hendra.
Pagi ini perasaan Hendra taak enak membuat Hendra merasa ogah ogahan untuk memakan sarapanya.
Iya mbak nanti karna Tasya belum bangun" Menuang air putih dan berpamitan membuat teh dan susu.
taak selang berapa lama Rania membawah nampan yang ada teh dan kopi memberikan ke Hendra dan Tania.
"Oh iya bagaimana kamu dengan Raditia apa kamu sudah ada hubungan spesial denganya saat ini" Mengambil nasi di atas piring.
Seketika Hendra terdiam memandang Rania dan mencoba memakan kembali makananya.
"Aku dengan Raditia hanya deket sebagai teman aja Mbak gak lebih" Memandang Hendra yang berubah mut itu.
__ADS_1
"kalau pacaran juga taak apa kok Ran toh kalian sama sama jomblo dan Raditia juga pria yang sopan yang terpenting juga mapan mbak setuju sekali" Sambil memakan makanaya.
" Saat Rania ingin memasukan sesuap makanan di mulutnya Hendra memecah mengimbuhi pembicaraan dengan berpamitan berangkat dulu karna sudah muak mendengarkan Tania yang terus slalu mendukung Rania dengan Raditia dan membuat emosi tingkat dewa.
"Aku berangkat dulu" Berlalu meningalkan mereka berdua.
"Tania juga menyusul Hendra untuk berpamitan berangkat seketika Rania sendirian dan mulai sarapan lagi dan berfikir dngan pikiraya
Iya tahu bahwah Hendra tadi menahan amarah dan meningalkan meja makan padahal makanan yang iya sentu baru dua sendok.
"Ah sudah lah biarkan" Berlalu meringkas semua makanan yang tersisa.
Akupun membereskan meja meja makan dan semua pekerjaan rumah lainya.
Kantor
Saat Hendra masuki perusaanya satpam memberika salam kepada Hendra tapi Hendra hanya bersikap dingin dan melewatinya dan juga berlaku terhadap repsepsionisnya.
Mereka semua mearsa Heran baru ini Bossnya bersifat dingin dan taak menagapi karyawanya.
Hendra menuju ke ruanganya di saat itu juga semua karyawan membukukan badanya hanya di balas dengan raut wajah dingin.
Saat memasuki ruanganya Hendra membating pitu ruanganya dan menuju kursi kebesaranya dengan emosi
Semua karyawan terkaget karna baru ini Bissnya membawa emosinya ke kantornya itu.
Hendra semakin frustasi dengan perkataan Tania yang menyetujui hubungan Rania dan Raditia bisa lanjut dengan serius.
"Aaah...Bisa bisanya Tania dengan entengnya memberikan restu kepada Rania.
Hendra menatap ke luar jendela dan membuka dasi dan jas yang iya pakai dan mengusap kasar wajahnya dengan frustasi.
Membayangkan jika iya harus melihat Rania menika dan keluar dari kehidupanya seketika itu pula pitu ruanganya di ketuk muncula Reno sekertarisnya.
Tok
tok
tok
"Permisi pak boleh saya masuk ucap Reno dengan tegas.
"Iya ada apa" Menatapa dengan tatapan dingin.
"Saya hanya ingin memberih taukan nanti kita rapat dengan kepala bagian keuangan dari perusahaan pukul 13.00" Dengan berdiri matung.
"Hemm kamu pergi"Membalikan badan memandang ke luar jendela kantornya.
Di tempat lain Rania mengajak Tasya untuk makan siang dan berlanjut untuk tidur siang
Rania yang enggan untuk berhenti kerja meneruskan kegiatanya menyetrika baju.
Saat Rania menyetrika baju ada ketukan di pintu depan utama dan Rania berlari menuju pintu depan dan membuka pintu utama.
" Mencari siapa iya mas biasa saya bantu?"Menatap kurir dan paket yang di bawanya.
" Ini mbak saya mengantarkan bunga ini atas nama mbak Rania dan mbaknya harus tanda tangan di sini.
__ADS_1
"Oh iya Terima kasih mas"sambil menerima bunga dan mendatangani nota terima.
"Iya mbak sama sama saya permisi dulu." Berlalu menigalkan Rania yang terbegog dengan heran.
"iya mas" Menatap kepergian kurir dan berfikir heran siapa pengirimnya"Menatap selipan note kecil di bagian bunga.
Note,,,
To:Rania
Hai Ran aku mau ajak kamu nanti malam untuk ke pesta pertunagan sodaraku kamu datang ea denganku itu kotak kamu pakai nanti malam
from:Raditia
Rania hanya senyum kecil dan seketika bunyi handphone berbunyi.
dret
dret
dret
tertera di layar Raditia dan Rania menjawab telfonnya
*Rania: Halo Dit"Menaruh bunga dan note yang Rania baca
*Raditia:sudah sampai kan nanti aku jemput pukul 19.00 ok.
*Tapi kenapa gak gomong dulu sih pkek kirim bunga segala tapi aku suka bungnya bagus.trima kasih iya"tersudut senyum dari bibir Rania.
*Rania: aku taak bisa ke rumah kamu sekarang ada meeting yang gak bisa di tinggal.iya sama sama iya sudah aku tutup dulu.
Akhirnya sambungan telponpun terputus dan aku melanjutkan pekerjaanku.
taak terasa pukul 15.00 Rania melagsungkan tugasnya membersihka rumah sampai selesai.n
jam sudah menujukan pukul 16.00 Rania membagunkan Tasya untuk bersih bersih badan dan mengantikan baju mengajaknya untuk turun ke ruang tamu dan bersantai di taman belakang rumah .
tak terasa sore berganti malam Rania memasakan makan malam dulu sebelum meminta izin keluar.
Setelah selesai Rania membuat makan malam Rania mulai mengenakan pakaian dan berlalu memoles wajahnya dengan sedikit bedak.
Saat di rasa sudah selesai Rania mulai keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Saat sampai di ruang tamu iya melihat Hendra sedang menonton tv dan Rania berlalu meningalkanya.
Saat itu juga Hendra melihat Rania dengan gaun hitamnya terlihat cantik membuat Hendra marah mengigat jika Rania pergi dengan Raditia dan mulai masuk ke dalam tempat kerjanya dan membanting pintu.
Brak..
Rania terkejut berucap dalam hati.
Bisa bisanya pintu di banting seperti itu
Bersambung...
__ADS_1