
dret....
dret....
dret....
Telfon ibu mas hendra berdering dan iapun mengangkatnya dan tertera di layar Rania menelpon dalam hati ibu mas hendra mengapa kamu sepekah ini Rania padahal hendra bukan suami kamu tante dewi pun menjawab telponya.
"Rania,Hallo tante maaf apa di sana baik naik saja aku dari tadi kepikiran dan taak enak hati memikirkan rumah(sambil mengigit jariny)
" ibu mas hendra,Ran Hendra masuk rumah karna kecelakaan sekarang keritis di rumah sakit pelita ibu.(sambil terisak tangis)
"Rania,Apa buk (bagaikan di smabar petir Rania pun menjatuhkan handponenya dan menagis sejadi hadinya karna ini karna salah dia keluar dengan ditia membuatnya marah dan emosi)Rania pun berlari dan meningalkan ditia dan meyetop taksi dan berlaju ke rumah sakit itu dan taak lupa mengabari ditia
Pesan singkat dari Rania
bahwa aku pulang dulu ada hal mendesak ditia kamu teruskan acaranya saat ini nanti aku jelasin kalau selesai.
di layar ditia melihat pesan singkat Rania dan menghela nafas kasae baru saja ingin menayakan perihal pertanyaanya eh dia sudaha pergi gitu aja masih tetep seperti di kuliahan kamu misterius dalam masalah dan aku tak ada hak untuk bertanya menjaga privasi orang.
Rania sampai di rumah sakit dan mencari kamar rawat inap mas hendra selama lima menit mencari akhirnya ketemu dan ku lihat tante dewi menagis dan tasyapun ikut menagis akupun mendekatinya dan memeluk mereka
seketika dokter keluar dari unit IGD dan memberih taukan bahwah hendra sudah melewati masa kritis dan akan di pindah di kamar pasien mereka bertigapun bersyukur karna hendra sudah melewati masa kritisya.
Akupun melihat mas hendra dengan menitikan air mata dan taak tau lagi harus berkata apa ibi mas hendra pun memperhatikan tingkahku dan berucap
" Ibu Mas hendra,Aku taak tau ini kebetulan atw apa kamu memiliki iktan batin dengan hendra saat hendra kecekelaan seperti ini kamu lebih peka dari pada Tania bahkab tania taak memiliki itu dan dari tadi ibu hubunginya nomernya taak aktif.
seketika Rania menyekat air mata di pipinya dan Rania berbalik tubuh dan bersuara
"Rania,mungkin hanya kebetulan buk Rania merasakanya dan aku taak ada ikatan seperti itu bu (sambil berkaca kaca matanya)
" Ibu mas hendra,kamu bisa bohongi ibu tapia kamu taak bisa membohongi hati kamu Ran ibu sudah tau semuanya selama ini kalia saling memiliki persaan cinta (sambil mengelus Rambut tasya yang tertidur)
"Rania,Rania hanya bisa senyum dengan perkataan ibu dari mas hendra itu dan melihat ke arah mas hendra dan menitikan air mata)
di tempat lain Tania lagi enak enakan dengan Rico di saat hendra sedang melawan kritisnya itu dan saat aktifitas mereka selesai pukul 22.00 Tania membuka handponeya mendapati di layarnya 23 pagilan tidak terjawa ibu mertua dan 20 pagilan tidak terjawab Rania Tania pun membukanya dan menelpon kembali Rania.
dreet
dreet
dreet
__ADS_1
Rania melihat layar handponenya melihat di layar Tania menelpon Rania meningalkan kamar dan kelluar di luar untuk menjawab telponya
*Tania
dek ada apa kamu menghubungi mbak kalau gak penting jangan lebay magil begitu bayak jelaskan
*Rania,
Mas hendra kecelakaan mbak aku dan ibu dari di menghubungi kamu tapi tak aktif.mbak Tania tolong datang ke rumah sakit.
*Tania,
memang keadaanya bagaimana mas hendra sekarang.
*Rania,tinggal nungguh siuman mbak ia sudah melewati keritinya.
*Tania,
iya sudah tinggal siumanya kan ea da kamu yang jaga mas hendra aku masih ada diluar kota tak biasa pulang pekerjaanku bayak.
*Rania,tapi mbak kam ha_ _ belum sempet Rania meneruskan sudah di tutup Tania.
di belakang Rania ibu sudah mendengarkan telfon yang aku lospiker dan ibu maa hendra mendengar semuanya dan akupun syok melihat ibu mas hendra.
" Rania,Sekali lagi aku memintak maaf buk untuk sifat mbak Rania seperti itu(sambil menundukan badan)
"Ibu mas hendra,itu semua bukan salahmu ran kenpa kamu yang mintak maaf Ran harusnya mbak kamu.(sambik duduk di kursi tungguh luar)
" Rania,Biar Rania aja yang menantikan Mbak Rania (ibu mas hendra melihat ke arah Rania)Eh maksut Rania akan membatu menjaga mas hendra saat sakit dan merawatnya.
"ibuas hendra,iya Ran trima kasig ea ran(sambil memegang tangan Rania)
" Rania,sama sama tante kita semua kluarga kita saling membatu(sambil senyum ke arah tante dewi ibu mas hendra meskipun mata Rania sembap akan tangisnya tadi dengan keadaan hendra)
kamipun kembali ke dalam kamar inap mas hendra dan mendudukan ibu mertunya di kursi sofa kamar rawat inap dan aku masih setia menungguh hendra di sampingnya sampai ia terlelap tidur dan seketika akupun bagun dengan adanya ketukan dokter dan membuka pintunya.
"Rania, iya dok silakan masuk dokter telah memeriksa mas hendra dan meningalkan kamar rawat .
Saat itu pula ibu mas hendra bagun dan ber ucap kamu pulang aja Ran nanti ibu yang nunguhin Hendra bawah baju ibu saat itu pula ibu aja yang pulang istirahat ibunya pun menetujuainya dan berjalan keluar dengab tasya dan melaju pergi dari kamar inap itu
saat ini Hanya ada aku dan Mas hendra di dalan kamar mas hendra masih tetap setia belum sadarkan diri
seminggu kemudian saat aku dan mas hendra berdua aku coba berbicara denganya dan menbuka pembicaraan
__ADS_1
" Rania,Mas ini Aku Rania kamu cepat bagun aku taak akan lagi mengulangi keluar dengan Raditia aku tau kamu emosi dan karna aku keluar dengan ditia dan kecelakaan aku akan menghindar mas tapi aku mau kamu bagun (dengan isak tangisnya)seketika jari hendra bergerak dan hendra membuka mata Rania pun seketika meyekat air mata dan memagil dokter dan dokterpun datang memeriksanya dan saat itu pula dokter menjelaskan bahwa mas hendra sudah baik dan tinggal memulihkan kembali tubuhnya seketika itu dokter meninggalkan Rania dab hendra
"Rania,saat lihat hendra sudah terbagun memeluk hendra dan menagis tersedu sedu
" Hendra pun menepuk tubuh Rania dan bersuara aku taak apa kamu jangan sedih lagi
"" Rania,rania pun mendudukan Hendra di ranjang dan memberi air untuk di minum.
"Hendra,kamu dengan siapa menungguhku Ran,?(sambil menepatkan pungung di ranjang tidur pasien )
" Rania,Aku dengan ibu dan Tasya mas tapi mereka hanya mebjagamu saat malam karna aku tak tega jadu aku jaga kamu malam hari
"Hendra,di mana mbak kamu selama aku di rawat ada kok mas dia sekarang pulang.oh
" Rania,maaf kan aku juga aku berbohong mas aku gak mau rumah tanggah kamu hancur meskipun aku memiliki prasaan ini.
taak di sangka ibu mas hendra sudah berada di pintu kamar Rawat mas hendra syukur kamu sudah sadar mas karna ibu sudah capek jika slalu bolak balik ke rumah sakit dengan senyumnya.
"Rania,Ea udha buk Rania ingin pulang dulu gantian boleh kan buk (sambil menatap ibu maa hendra)
" Ibu mas hebdra,iya ran kamu kembali aja dulu nanrti kembali lagi kamu bawah Tasya pulang kasihan(sambil mengelus kepala Tasya)
"Rania,iya tante nanti Tasya aku ajak ikut nanti Rania balik lagi qku pergi dulu mas.(dengan mengandeng Tasya dan mencium pungung tanggan ibunya mas hendra)
" Mas hendra,iya kalian hati hati ya (sambil memakan makananya yang baru datang)
saat Hendra menyelesaikan makanya seketika hendra menayakan ibunya tentang Tania.
"Hendra,Apa mas Tania menunguiku bu saat aku belum sadar?(sambil menaruk air putih)
" ibu mas hendra,taak perna satu haripun dia dari seminggu tak menemuimu dan tak ada kabar semungguh.
"hendra,Tapi krenpa Rania berbohong jika mbaknya mebunguhinya(sambil berfikir)
" Ibu mas hendra,itulah kebaikan Rania dia iklas memperbaiki nama baik mbaknya .kemarin dia dengn setiap merawatmu tak meninggalkanmu dan di saat kecelakaan dia tau dan merasa kegusaran hatu karna anak mama ini kecelakaan kadang ibu binggung yang istrimu itu saiapa kok Rania yang memiliki ikatan batin
"Hendra,mungkin karna kita memiliki persaan yang sama dan ia bisa merasakanya
" ibu mas hendra,ibu juga sudah tau jika kalian saling menpuyai persaan dan ibu lebih pilih kamu perbaiki rumah tanggah kamu ibu tak mau anak kamu jadi korbanya.ea sudah berbaringla dan tidur
hendra pun tertidur karan ada efek dari obat tersebut dan ibu mas hendra pun ikut tidur di sofa.
jangan lupa kak like,coment dan vote jangan lupa trima kasih
__ADS_1