
Saat Rania sampai di apartemen ia berjalan menuju kamarnya dan menguncinya dengan rapat dan lima menit Raditia sampai di apartemenya dia membuka apartemen dan lagsung menuju kamarnya tapi Rania mengunci pintu ia taak bisa masuk ke dalam kamar dari balik pintu Raditia berucap
"Raditia,,sayang tolong buka aku tau kamu marah denganku aku mintak maaf tolong di buka ea(mengetuk ketuk pintu Kamar
)Akhirnya Raditia mengalah dan memilih berpaling dan memasuki kamar yang satunya.
dan akhirnya pesta syukuran yang di buat di gedung itu sudah usai,
Pagi menjelma Rania pun ke dapur untuk memasakan untuk suaminya ia tak lupa jika dia seorang istri maka dari itu iya masih mau memsakan makanan untuk suaminya
saat Rania sedang memasak Raditia datang dan memeluk Rania dari belakang dan berucap
" Raditia,,sayank kamu jangan marah lagi iya aku taak mau jika kamu marah dan aku taak suka jika tidur terpisah denganmu(dengan bermanja manja)
"Rania,,Aku tak marah denganmu mas hanya saja aku syok saja mas hendra masih hidup dan perkataan mas hendra itu yang membuat aku takut mas(sambil tetap mengaduk sup)
" Raditia,,Iya sayang aku tau kamu taak akan ke mana mana kamu tetap di sini denganku karna kamu istriku ibu dari anaku ini(sambil memegang perut buncit Rania)jadi taak akan perna hendra membawahmu pergi dari sisiku (dalam hati Raditia sebelum aku meningal hanya kamu lah miliku Ran)
"Rania,,Iya mas (sambil menghadap suaminya dan mereka berpelukan dengan mesrah)
stengah jam Raditia setia melingkarkan tanganya dipingang Rania sarapan pun sudah selesai dan ia menata masakan di meja makan Raditia pun mengekori di blakang Rania dan mendudukan diri di kursi meja makan.
Saat Raditia dan Rania memakan sarapanya Raditia merasakan kepalannya sangat sakit dan taak tertahankan membuat Raditia pun kelimpungan menahan sakit dan saat ia meminta izin bohong kepada Rania untuk ke kamar mengambil sesuatu Rania pun mengizinka saat Raditia di tengah jalan menuju kamar Raditia pun terjatuh tak sadarkan diri membuat vas di pigir sofa terjatuh dan membuat dentuman keras terdengar sampai ruang makan dan terdengar oleh Rania akhirnya Rania berlari kecil menuju ruang tamu dan di saat sampai Rania pun terkejut dan meminta tolong seseorang yang ada di luar apartemenya dan utung saja ada dua penghuni yang mau menolong Raditia ke kamarnya akupun memangil dokter yang menagani mas Raditia.
bunyi bell terdengar Rania pun membuka pintu apartemen dan memprsilakan dokter savira masuk
" Savira,,Bagaimana savira Ran?(sambil berjalan menuju lantai atas)
__ADS_1
"Rania,,Ada mbak Raditia ada di kamar (mengantar Savira ke kamar)
sesampainya Savira di kamar ia memeriksa Raditia terlihat savira begitu cemas akupun juga begitu karna penasaranku akhirnya akupun bertanya kepada Dokter savira
" Rania,,maaf mbak sebenarnya Mas Raditia itu sakit apa katanya bilang denganku ia hanya sakit biasa?(sambil memandang suaminya)
"Savira,,Sebenarnya aku taak boleh cerita denganmu Ran dengan Raditia tapi aku taak mau jika dia semakin parah.ia terkena penyaki kanker otak Ran(dengan wajah serius)
" Rania mendengar penuturan Savira pun bagai tersambar petir hati Rania mendengar penyakit itu dan terduduk di pingir ranjang dab menitikan air mata
"Savira,,Raditia mempunyai penyakit ini sudah lama Ran hampir tuju tahun ia menyembuyikn penyakit ini karna taak mau membebani kamu ia juga taak mau melakukan pengobatan ataupun oprasi dia tau efek dari setelah oprasi akan lupa dengan kluarga ia lebih memilih meminum obat dan cake up tiap dua mingguh sekali.
" Rania mendengar pernyataan Savira menjadi semakin bersalah karna ia menjadi istri kurang pekah terhadap suaminya
seketika Raditia terbagun dan ia melihat Rania menagis dan memandang Savira ia tau savira sudah memberitahu Rania Raditia pun mendekatkan diri ke istrinya dan berucap
"Raditia,,Aku taak apa sayank kamu jangan kuwatir aku sakitku sudah hilang setelah meminum obat ini(sambil memegang obat )
"Savira,,Aku pamit dulu kalian berfikirlah dan jika ada sesuatu lagi cepat hubungi aku(sambil meningalkan mereka berdua)
" Raditia,,Iya vir trima kasih Ea sudah mau datang memeriksaku.(mengantar Savira dan berjalan ke pintu apartemen)
"savira,sama sama itu sudah kewajibanku sebagai dokter(pergi menigalkan apartemen)
" Saat Raditia kembali ke kamarnya di lihatnya Rania masih menagis Raditia pun mendekati Rania dan ia berucap
"Raditia,,Sayank mas ini gak papa kamu jagan salahin diri kamu kamu sudah menjadi istriku yang terbaik menurut apa yang aku mau dan selalu menjadi istri yang baik untuk ku(sambil memeluk Rania)
__ADS_1
" Rania,,tapi kan aku istri yang gak peka mas maafin aku mas(menagis lagi)
mas Rania mohon mas mau kemoterapi aku mau mas sehat gak ada salahnya jik jalab kemo bisa menjadikan mas sehat (sambil melihat suminya dengan masih sesungukan)
"Raditia,,sayank aku taak papa ini sudah ada obat(sambil memperlihatkan obat)
" Rania,,obat saja taak akan bisa menyembuhkan mas aku mau kamu kemo terapi mas kalai kamu taak mau aku akan dimen kamu selamanya (sambil wajahnya berpaling)
"Raditia,,Iya sudah aku mau tapi setiap kali aku terapi kamu yang menemaniku ea aku taak mau jika aku sendiri (memeluk Rania dengan erat )
" Rania,,iya mas Rania akan selamaya menemani mas di mana pun berada karna mas adalah suamiku dan aku istrimu sakitmu adalah sakitku juga senangmu adalah senagku juaga (seketika Raditia pun menitika air mata dan taak di perlihatkan ke Ranai)
"Raditia,,(Mengusap air mata dan memeluk Rania dengan sayang dan berucap)trima kasig sayang,Aku bahagia memiliki istri seperti kamu suka maupun duka kamu setia menemanimu.
" Rania dan Raditia pun berpelukan lama sampai barito suara mama mas Raditia mengendurkan pelukan kami dan aku dan mas Raditia pun beralih dan mencium pungung tangan mama dan papa mertua dan kami mengajak mereka untuk sarapan bersama karna Rania memasak lumayan baya
saat Rania ingin mengikuti mertuanya ke balakag Raditia membisikan sesuatu
"Raditia,,jangan sampai mama dan papa tahu aku mempunyai penyakit ini aku taak mau membebani mereka sayank(berbisik)
" Rania,,Rania pun mengangukan kepala tanda menetujuinya dan berlalu pergi mengekori mertuanya saat ia sampai di meja makan ia pun mempersilahkan mereka makab dan kami nerempat pun makan secara bersamaan dan gembira.
#jangan lupa kakak moho dukunganya
like
vote
__ADS_1
comendt
trima kasih