Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
Oprasi


__ADS_3

Keesokan harinya Rania terbagun dari mimpih panjangnya ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri taak lupa ia lakukan sollat subuh selesainya ia pun merapikan diri


Setelah pukul 07.00 Mas Raditia terbagun dari tidurnya aku pun menghampirinya dan bertanya.


"Mas kamu mau apa 'Memandang suaminya dengan tatapan teduh.


" Aku mau minum sayang haus" Mengarahkan jari ke samping nakas.


"Biar Rania Ambilkan mas mas diem aja 'Menuju nakas dan mengambilkan air untuk Raditia dan meminumkan air dalam gelas ke bibir Raditia.


" Makasih sayank"Memandang istrinya senduh.


"kenapa mesti trima kasih mas ini sudah tugas ku melayani kamu sekuat dan sepenuh hatiku karna kamu adalah suamiku.


" Raditia yang mendengarkan perkataan Rania pun menjadi matanya berkaca kaca dan megelus pipi Rania dengan halus.


"Rania yang suka jika di elus pipinya oleh Raditia pun menikmati elusan Raditia dan bergantian mengelus pipi Raditia secara halus,


Seketika Itu Rania melepaskan dari pipi


Raditia dan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.


Seketika Raditia pun memasuki kamar mandi untuk mandi dan di bantu Rania.sepulu menit sudah mereka keluar dari dalam kamar mandi dan menuju tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya kembali.


" Sayank kamu sarapan dulu aku kan masih jam 10.00 nanti oprasinya"Memandang istrinya lekat


"iya mas habis ini Rania akan ke kantin mencari makan selesai ini" Merapikan alat untuk mandi.


"Seketika Leo pun masuk kedalam seusai sarapan di kantin rumah sakit.


" Sayang sudah kamu sarapan dulu ini Leo sudah datang aku sudah ada yang menungguh aku taak mau kamu dan anak aku kelaparan" Memandang Rania dengan mengelus perut Rania.


"iya mas Aku sarapan kamu dengan Leo dulu" Meningalkan Raditia dengan Leo.


"Di setiap lorong Rania selalu menghayati setiap perjalananya ia sedikit merasa cemas terhadap suaminya yang akan di oprasi karna kebayakan mereka akan hilang ingatan memori.


" Saat Rania asik dengan khayalanan tiba tiba ia menubruk sebuah dada bidang seorang laki laki"Rania pun mengelu sakit kepalanya sesaat ia pun mencium harum parfum dalam hati Rania ia perna mencium parfum ini ia pun mengigat seketika ia melebarkan matanya seakan tahu siapa pemiliknya ia pun mendogakan kepalanya dan ia dapati orang yang ia tubruk adalah Hendra Mata Rania pun mbulat sempurna dan seketika berucap.


"Kamu ngapain mas ke rumah sakit lagi mama masuk rumah sakit apa Tasya" Bertanya dengan raut kawatir dan sedikit jengkel.


Hendra hanya mengelengkan kepala tanpa berkata satupun membuat Rania semakin jengah dan jengkel Rania pun meneruskan lagkahnya dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju kantin rumah sakit.


di lain tempat Hendra dengan sembunyi sembunyi mengikuti Rania dari blakang.


Rania yang sadar akan dirinya di ikuti oleh qseseorang pun ia membalikan tubuhnya mencari seseorang yang mengikutinya


Saat Rania mebalikan tubuh seketika Hendra dengan cepat pun segera bersembunyi untuk taak di ketahui Rania.


Rania yang taak menemukan orang yang mengikutinya pun berbalik lagi dan


meneruskan langkah kakinya ke kantin rumah sakit untuk sarapan.


saat Rania suda sampai di kantin dan menempati tempat duduk yang kosong tiba tiba Hendra mendudukan diri di depan Rania


Rania yang melihatpun taak berkata apapun dan memilih pergi dari meja satu ke meja lain tapi Hendra tetap mengikutinya dan kegiataan merekapun berulang kali sehingga membuat semua orang si kantin pun berbisik bisik di blakang Rania.


*ih apa.an sih mau makan aja repot baget kayak anak kecil di sana pindah lagi ualcap salah satu pelangan kantin tersebut.


Rania sudah capek pun memilih membiarkan Hendra untuk duduk di depanya


saat Hendra memesan makanan Rania hanya terdiam dan memalingkan wajah ke arah lain tanpa satu kata pun mereka berdua hanya diam seribu bahasa seketika


Hening..


Hening...


Hendra yang memang sudah bosan menungguh makanan dengan berdiam diri ia pun memberanikan dirih untuk membuka omongan ke Rania.

__ADS_1


"Oh iya Ran dari kemarin aku lihat kamu di rumah sakit terus memang siapa yang sakit apa Raditia?


"Mau aku di mana kek itu bukan urusan kamu lagi mas, aku tau kamu ke sini karna mengikutiku kan.Kamu sama halnya dengan penguntit"memalingkan wajah ke arah lain.


"Siapa juga yang mengukitimu dan lagi aku bukan penguntit seperti yang kamu tuduhkan.Aku di sini menjeguk karyawanku yang sakit.


" Oh Bos Hendra ini baik sekali sampek sampek karyawanya mendapatkan pelayanan lebih dan perhatian lebih dari Pak bos ini sampai sepagi ini sudah ada di rumah sakit menjenguk"dalam hati Rania bodo amat memang aku peduli "memalingkan wajah ke arah lain.


dalam hati Hendra aku kerjaain kamu agar kamu lebih kepo senyum kecil.


"Ah itu sudah biasa kan sebagai bos harus bisa mengayumi karyawanya dan memberi perhatian apa lagi ia seorang perempuan singel mother lagi taak ada yang merawatnya.


Seketika Rania pun menatap wajah Hendra dengan sedikit marah dan melotot dan berucap.Wah sama klop dong yang satu duda yang satu janda kenapa bukan Pak bos saja yang merawatnya di rumah sekalian nikahi tuh karyawanya" Memandang Hendra dengan raut wajah yang taak enak dan manyun.


"Eemm iya juga sih dia juga wanita yang cantik,sexy,putih sempurna pokoknya apa lagi janda heem


" Rania mendengar penuturan Hendra pun hatinya semakin taak karuan antara marah sedih dan sebel.


"Hendra melihat raut wajah Rania ia pun semakin memanasi dengan kata kata yang membuat Rania semakin sebal dan uring uringan.


" Seketika Rania pun berdirih dan meningalkan Hendra dengan raut wajah yang taak menentu marah,kecewa dan sedih menfengar itu semua.


Seketika Hendra menyekal tangan Rania dan berucap.Kamu kenapa Ran kenapa wajah kamu seperti itu apa salah aku gomong tadi,Apa jangan jangan kamu CEMBURU ya"debgan menekan kata kata cemburu ke blakang telinga Rania.


Seketika Rania terlonjak syok dengan Hendra membisikan kata kata itu dengan sigap Rania berbalik dan berucap.


Mengapa saya mesti cemburu Pak Hendra yang terhormat itu hak anda dekat atw menikah dengan siapapun karna anda tak mempunyai istri dan lagi saya sudah bersuami paham"Dengan raut muka senetral mungkin menahan tangan ingin menapar thu mulut asal jeplak aja.


"Seketika Hendra pun asal mengucapkan kata ,Bagaimana kalau aku jadi yang ke Dua untukmu aku siap dan aku Rela" Memandang Rania dengan intens dan tatapan tampa dosa.


Rania pun mendengar perkataan Hendra pun berucap


KAMU......."Melotot dan memandang Hendra dengan tatapan yang rasanya pingin nabok tapi Rania masih waras bayak sekali orang di sana akhirnya Rania pun berucap.


Trima kasih Pak Hendra yang tampan dan gaga "Dengan membenarkan baju jas yang di pakai Hendra dan berucap saya sudah puyak suami dan saya taak akan memiliki dua sumi lagi seketika melepaskan tangan dari jas Hendra dan berucap laki dengan berat hati saya menolak seketika Rania pun mengijak kaki Hendra dengan begitu keras dengan melotot dan meninggalkan Hendr sendiri di kanti rumah sakit.


Reno pun mendatangi tuanya


Anda taak apa tuan apa kita minta ke dokter biar nanti di priksa kaki tuan" Memegangi kaki tuanya


"Taak usah Reno biarkan saja aku taak apa hanya perempuan taak akan sakit"padahal yang di rasakan Hendra sangatlah sakit karna Rania sedang hamil kadi pinjakan yang ia buat sangat berat dan sakit.


" tolong kamu bungkisin apa yang tadi saya pesan bawah ke ruang Tuan Raditia untuk Nyonya Rania"Memberi perintah


"iya tuan" Meningalakan tuanya dan menuju meja pemesanan dan menungguh pedananya.


Rania di perjalanan pun menngerutu dan berucap


Memang aku perempuan apa memiliki dua suami benar benar mau di tabok thu Mas Hendra.


Ih Apa.an emang aku pikirin mau dia Nikah peduli amat


seketika perut Rania merasa lapar dan ia pun memutuskan membeli minuman dan kembali ke ruangan suaminya dan mengamati jam yang ia pakai masih pukul 07.00


ia pun membuka pintu kamar di lihatnya Leo sedang tertidur di atas sofa aku pun menghampiri suaminya yang saat ini sedang membaringkan diri ke sebelah kiri dan di lihatnya suaminya sedang tertidur ia pun menyelimutinya dan seketika ada ketukan pintu akupun menghampirinya dan saat membuka pintu terlihat laki laki yang membelakngiku mengunakan setelan jas hitam saat berbalik akupun melihat kaget karna laki laki itu Reno Asisten Hendra membawa kresek dua dan berucap


Maaf nona ini makanan dari Tuan Hendra ia taak mau anda kelaparan saya hanya di tugaskan mengantar kalau urusan taya saya hanya di suruh maaf nona ini anda harus menerimanya.


"Seketika itupun Rania menghilangkan rasa gengsinya dan menerima makanan yang Hendra beri karna sedari tadi perutnya keroncongan.dan mengucapkan trima kasih.


Seketika Hendra pun mengundurkan diri untuk pergi dan meningalkan Rania hilang di tikungan lorong.


Rania pun kembali memasuki kamar di lihatnya Raditia sudah terbagun dan berucap.


Sayang siapa kok gak di ajak masuk" Mandang lekat istrinya dengan khas bangun tidur.


Rania yang saat itu tibah tibah sepontan beralasan

__ADS_1


Ah ini sayang gojek pengantar makana aku tadi pesen makanan dari luar gak beli di kantin aku makan dulu ea


mas.


Iya sayang jangan sampai kamu kelaparan aku taak mau kamu dan anakku kenapa kenpa "Memandang istrinya teduh.


Setelah 15 menit Rania menyelesaika makananya Ia pun membantu suaminya ke kamar mandi dan ia pu menungguh di luar saat seketika dari balik pintu orang tua mas Raditia datang dengan beribu tangis di matanya


Mas Raditia pun Heran siapa yang beri tau seketika Raditia berucap.


Mama...


Papa...


Kalian kok bisa tau aku di sisni?" Raditia pun memandang Rania seketika Rania pun mengelengkan kepala.


Kenapa kamu taak Mengataka kepada mama sayang kamu sakit keras kenapa mama harus dengar dari orang lain "Menagis sesungukan di pelukan Raditia


Papa hanya bisa menagis tanpa mengucapkan kata satupun karna syok memiliki kabar ini


Raditia pun membawa ke dua orang tuanya ke ranjangya dan mendudukan ibunya ke sampingnya dan berucap


Mama maafkan Raditia jika raditia bohong tapi Raditia sembunyiin ini agar Mama sama papa taak terbebani dengan peyakitku.


Rania juga mintaak maaf Pah Mah Rania juga ikut berbohing dengan mas Raditia


iya mah Rania berbohong karna suruhan Raditia jadi jangan salahkan Rania.


iya sayang yang terpenting kamu mau jujur sama mama dan papa saat ini mama tak marah hanya saja kalian tega sekali menyembunyikanya" Berlinagan air mata.


iya mah maafkan kami Ea mah"Memeluk mamahnya dengan erat dan mengelus pungung mamanya.


Seketika itupun Rania menpersilahkan beliau berdua untuk menungguh di sofa


leo swdang keluar mencari makanan untuk orang tua Mas Raditia sedangkan aku sedang menunguh jam datang seakan detik demi detik sudah menujukan pukul 09.00 Rania pun semakin gelisa karna ia taak ingi suaminya semakin terlihat ikut gelisah ia pun menetralkan faut wajahnya dan memandang suaminya dengan lekat


satu jam sudah kami menungguh dokter akhirnya datang memeriksa tubuh Raditia dan seketika Membawa kursi roda untuk membawa Raditia ke tempat oprasi saat ia ingin ke tempat oprasi Raditia meminta restu mama dan papanya


saat Rania hendak mengantar suaminya Rania merasakan perut ia merasa sakit sekali merasa ia akan melahirkan.


Ahh sakit mah"Berdiri dengan berpegang di pundak mamanya Rania pun merasakan semakin sakit dan di bawah kaki Rania mengalir air kluar dari area kewanitaanya.


Dokter melihat Raniapun menyarankan untuk di bawah ke tempat ugd karna Ia akan melahirkan


Raditia melihat istrinya kesakitan pun taak tega ia pun ingin ikut di larang oleh Dokter karna ia akan oprasi saat seketika itu Hendra ahanya berdoa agar ia anaknya dan Rania selamat dalam menjalani semua ini.


Hendra pun di baemwah ke tempat UGD oprasi dalam dan Rania di bawah ke UGD bagian sepesialis melahirkan.


mereka pun harus menatanf maut dengan salaing mendoakakan dalam hati Rania hanya ingin melihat keluarga kecilnya hidup berdampingan berasama sampai maut memisahkan kita.


Raditia hanya bisa menagisi akan keadaanya saat ini ia taak bisa menemani Rania menghadapi persalinanya ia pun menelfon seseorang di sebrang sana.mengabarkan jika Rania melahirkan gantika aku untuk merawat Rania.dan mendukungnya.


Hendra pun menutup telfonya dan memasuki kamar oprasi bagian dalam dan melihat semua peralatan oprasi saat Raditia menidurkan diri di rajang oprasi hati Raditia saat itu semakin kacau dan gugup seketika padangan Raditia pun samar dan remang remang karna Raditia saat itu di suntik dengan Bius total.


Hendra yang mendapat kabar itupun keluar dari ruanganya dan di ikuti oleh asistenya dan menyuruh membatalkan semua pertemuanya dengan klayen dan menuju ke luar gedung dengan tergesa gesa


sepulu menit ia tempu akhirnya Hendra sampai di ruang persalinan dan saat itu ada sosok ibu Raditia dan aku menghampirinya


hai kaka di tungguh loch


like


comendt


dan votenya


karana jika nanti bayak aku akan bikin lebih seruh lagi ceritanya dan biar Autor taak malas Up jika vote ,like dan comendtny a makin bayak.trima kasih

__ADS_1


__ADS_2