
Tiga hari kemudian
Taak terasa pagi sudah menapakan cahayanya Rania berjalan ke arah dapur untuk memulai aktifitasnya.
Kegiatan Rania di dapur iya memulai dengan memasak makanan untuk sarapan.
Saat Rania memasak sarapan Rania di kejutkan dengan langkah kaki Hendra lirih menghampirinya dan berucap.
"Ya Apun Mas aku kira siapa jalan pelan baget bikin kaget aja" Menatap Hendra dengan raut sedikit syok.
Hendra hanya diam melihat celoteh Rania dan menagapinya dengan melingkarkan lenganya di perut datar Rania.
Rania sontak kaget dengan perlakuan mas iparnya itu akhirnya berusaha melepaskan lengan Hendra dan berucap.
"Mas tolong jangan begini jika nanti Tasya bagun lihat kamu seperti ini apa jadinya"Masih berusaha melepaskan lengan Hendra dari perutnya.
Hendra yang mendengar ocean Rania taak bergeming dan semakin memper erat lingkaran lenganya di perut Rania.
Saat Rania taak berusaha melepas akhirnya Hendra dengan enaknya berucap.
" Tetap seperti ini Rania aku merasa nyaman saat in.
Hendra seakan terhipnotis dengan wangi bau tubuh Rania dengan taak tahu malunya Hendra mengekspos leher jenjang Rania sampai meningalka bekas kepemilikanya.
Rania yang di perlakukan seperti itu mencoba melepaskan pelukanya dan taak berhasil akhirnya Rania menyerah dan membiarkan Hendra seperti itu.
Taak terasa masakan selesai Rania mematikan kompor seketika Hendra membalikan tubuh Rania dan tanpa abah abah Hendra pun mencium bibir Rania.
Rania yang mendapatkan prilaku itu akhirnya berusaha menolak saat iya makin melawan Hendra Rania makin taak kuasa menerima ciuman Hendra dan seketika menyerah diam dan tak membalas prilaku Hendra.
Hendra yang mendapati Rania diam akhirnya menyudahi perbuatanya dan kembali ke kamar dengan mata penuh kesal.
Rania yang melihat Hendra menghentikan ciumanya dan memilih kembali ke kamar saat itu juga Rania berucap.
"Untung saja dia masih bisa mengtrol prasaan dia dan memilih menghidariku ucap Rania
Rania yang terhambat akhirnya memulai aktifitasnya kembali.
Jam sudah menujukan pukul 07.00 Rania sudah menyelesaikan aktifitanya dan mulai untuk membangunkan meraka berdua.
Rania berjalan menuju lantai atas dan Suara sandal yang iya pakai menimbulkan dencitan.
Sesampainya di kamar Tasya Rania memulai membangunkannya.
"Sayang ayo bagun udah siang ini,nanti kalau Papa kamu lihat kamu belum bagun nanti marah" mengoyang goyang tubuh Tasya.
"Tante bisa gak kasih lima menit lagi buat Tasya tidur,Tasya masih mengantuk tante ucap Tasya dengan khas bagun tidurnya.
"Enggak bisa sayang nani Papa Tasya marah Tasya belum bagun lagian anak perempuan bagun siang itu gak baik sayang nanti jadi kebiasaan" menepuk nepuk Tasya pelan.
"Iya udah tante maaf Tasya enggak ngulangin lagi karna gak baik dan Tasya takut sama Papa jika belum bagun"berucap dan berptilaku seperti orang bagun tidur.
Rania akhirnya bisa membujuk Tasya untuk mau bagun,mandi.
Sepulu menit akhirnya Rania selesai memandikan Tasya iya taak lupa untuk menganti pakaian dan mengikat rambut Tasya dengan rapi.
setela selesai kami berjalan menuju ruang makan mendudukan Tasya ke kursi dan mengambilkan makan dan menyupinya taak berapa menit Hendra juga datang dan iku sarapan.
"Raut wajah Hendra kesal karna dan merasa bersalah tehadap Rania dan iya pun akhirnya berucap pelan kepada Rania.
"Ran aku mintak maaf jika aku khilaf dan kelewatan batas" menatap Rania menyesal.
"Iya Mas aku harap kejadian itu taak terulang lagi" menatap Hendra dengan tatapan.
__ADS_1
Hendra pun akhirnya memulai makan yang di ambilkan oleh Rania tadi.
"Oh iy mas nanti kamu pulang jam berapa,biar nanti aku masakin sesuatu yang kamu suka" tetap dengan suapanya untuk Tasya.
"Nanti Aku pulang pukul sembilan Ran" menatap Rania deng tatapan harap
"Apa mau aku buatin sup buntut kesukaanmu"memandang Hendra dengan tatapan teduh.
" Hendra yang mendapat pertanyaan seperti itu merasakan bahagia.
Hendra sering sekali untuk di layani atau di buatkan makana oleh Rania sebab itu perhatian sedikit membuat Hendra bahagia.
lima belas menit akhirnya mereka selesai makan dan memulai aktifitasnya kembali.
"Hendak betpamitan berangkat kerja "sambil meneteng tasnya.
Saat mobil Hendra meningalkan rumah dari arah lain datanglah mobil Tania dengan seorang laki laki tinggi tak terlalu tampan memasuki pekarangan rumah.
Rania yang sudah di dalam rumah mendengar suara mobil akhirnya mengurungkan niat berlalu melihat ke jendela.
Saat Rania melihat dari jendela di lihatnya Tania keluar dari mobil dan dari arah kemudi muncula seorang laki laki dan Rania merasa heran bertanya dalam hati.
" Siapa laki laki itu bukanya mbak Tania ada perjalanan kerja kok sama laki laki"menatap kembali ke luar jendela.
Saat mereka keluar dari mobil mereka berdua bergandengan tangan dan Tania meglayut manja di samping laki laki itu.
Di saat itu juga mereka sempat berdiri di depan pintu dan saling bercanda dan mendekatkan diri masing masing seakan dunia milik berdua mereka dengan taak tahu malunya berciuman di depan teras rumah.
Rania yang melihat hanya bisa menutupi mulutnya syok melihat Tania berciuman.
Sekejab ciuman itu usai dan akhirnya Tania segera memasuki rumah melihat kepergian Rico.
Rania yang masih mengintip akhirnya berlalu secepat kilat menjauh dari pintu menuju dapur .
Tania yang heran begitu sepi akhirnya berucap pelan.
"Ran kamu di mana" menegok kanan kiri mencari keberadaan Rania.
Rania yang mendengar Tania memangilnya akhirnya berlari kecil menemui Tania dan berucap.
"Iya mbak Tania.
"Mbak sudah pulang"menjawab dengan hati hati.
"Di mana Tasya dan mas Hendra" Melihat lihat ke sana ke mari keberadaanya.
"Tasya sedang bermain dengan bonekanya di kamar mas dari selesai sarapan tadi,kalau mas Hendra sudah berangkat barusan aja ucap Rania.
Oh iya sudah kalau gitu aku ke kamar dulu aku mau istirahat.
Saat Tania ingin berlalu menigalkan Rania yang setia mematung sendiri Tania segera berucap.
" Kalau pakai perona bibir mending di teliti dulu tuh belepotan semua ucap Tania.
Rania yang mendengarkan penuturan Tania sontak seketika berucap.
"Ah iya mbak tadi keburu buru" berlalu menigalkan Tania.
Saat Rania menigalkan Tania iya berucap dalam hati.
"Bodoh baget kamu Rania udah tau tadi Mas Hendra maksa mencium kamu malah gak kamu beneren perona bibirmu" berlalu mengerituki diriny sendiri.
Oh iya uda kamu terusin dan nanti aku bawa Tasya untuk keluar persiapkan dia ganti baju jangan lupa bawakan handphonenya dan bilang keada mas Hendra paling malam kami baru pulang"Berlalu pergi setelah berbicara.
__ADS_1
Rania mendengar penuturan Rania segera ke dapur.
Rania membereskan semua pekerjaan dan sudah hampir 1 jam akhirnya mbak Tania keluar dan mengajak Tasya keluar.
Saat Tania mengajak Tasya,Tasya bersih keras taak mau sampai iya di iming imingi es cream membuat Tasya mau ikut dengan Mamanya.
Saat Rania mengatarkan mereka berdua ke depan rumah terlihat laki laki tadi menjemput Mbak Tania kembali.
Saat Mereka sudah masuk ke dalam mobil dan menigalkan pelataran rumah.
Di kantor mas Hendra tidak fokus dalam pekerjaanya fikirnya ke arah Rania trus dan ingin Rasanya pulang dan berdua denganya bibir yan manis itu yang membuat Hendra tergiang giang saat ciuman tadi.
Taak butuh lama Hendra segera menigalkan pekerjaan dan berlalu menuju keluar kantor taak lupa Hendra menyerahkan semua pekerjaan kepada Asistenya itu.
Saya mau pulang keadaan saya enggak enak badan jadi tolong handel semua pekerjaan saya"berlalu menigalkan asitenya dan menuju ke luar gedung.
Di perjalanan hanya ada Rania saja di fikiranya dan bibir mungil dan manisnya itu membuat Hendra terbayang bayang .
Sesampainya Hendra di kediamanya iua mengetuk pintu lama taak ada sautan sama sekali akhirnya Hendra masuk dan mencari Rania di dalam rumah,dilihatnya taak ada keberadaan mereka berdua Hendra akhirnya berlalu je tempat setrika dan Pada akhirnya dengan susah payah mencari Hendra.
Saat Hendr berada di depanya Rania merasa heran kan masih siang kenapa kok udah pulang aja.
Rania yang penasaran akhirnya bertanya kepada Hendra dengan hati hati.
Loh mas bukanya kamu kerja kok udah ada di rumah,apa ada yang ke,,,,,,
Belum sempet Rania meneruskan perkatanya Hendra lagsung mencium bibir Rania sampai terjatu di atas kasur dan posisi Rania di atas sedangkan Hendra di bawah.
Rania menerima perilakuan ini syok gak biasa biasanya mas hendra seagresif ini apa dia gak papa sambil memandangi mata mas Hendara yang fokum memandangi Rania.
Rania yang tersadar akan posisinya akhirnya menjauhkan tubuh Hendra dari tubuhnya dan berucap pelan.
Mas tolong mingir"mendorong tubuh Hendra dan berlalu menyelesaikan pekerjaanya.
Saat Hendra akan pergi dari kamar itu Hendra membisikan di telingah Rania yang membuat Rania wajahnya menyadi bersemu merah.
ilove you Rania dan berlalu menigalka Rania sendiri di kamar itu.
Rania yang mendapat perlakuan itu akhirnya menyungingkan bibir manisnya dan merasakan panas di dalam dirinya.
Selesai Hendra bersih bersih diri akhirnya Hendra berlalu menuju ke luar kamar untuk makan siang.
Saat di ruang tamu Hendra mencari keberdaan Tasya dan taak melihatnya di mana pun akhirnya iya bertnya ke Rania yang masih menyiapkan maknan.
" Ran,Tasya ke mana kok gak ada"melihat ke kiri kanan mencari Tasya.
"Tasya diajak mbak Tania mas tadi aku suruh bilang ke kamu" masih malu malu menatap Hendra.
Tau pulang juga Tania aku kira dia lupa jalan pulang"berucap ketus dan dingin.
Selesai kita makan bawakan aku ke kamar Teh jasmin"berlalu menigalkan meja makan menuju ke kamarnya.
"Iya mas nanti aku buatin dan aku antar ke kamarmu" berlalu menaruh piring kotor ke tempat cucian.
selesai makan Hendra menghabisakan waktu di dalam kamar untuk melanjutkan kegiatanya untuk memeriksa semua catatan pekerjaanya di perusahaanya.
jangan lupa kak
like
vote
comentnya
__ADS_1
trima kasih