Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
0.4 Peringatan mertua


__ADS_3

Pagi ini aku menjalankan tugasku seperti biasa aku mencuci,memasak dan membersihkan rumah di saat orang orang masih tertidur lelap.


jam pun menunjukan pukul 06.00 dan seperti biasa aku membangunkan putri tidur yang bernama Tasya ini


Tasya bagun sayang sudah pagi


Tasya pun tak bergeming dan menghiraukan ucapan Rania akhirnya dengan cekatan Rania akhirnya mengelitiki Tasya sampai terbagun dan dan seketika Tasya terbagun dan membawa Rania untuk pergi mandi.


setengah jam sudah Rania mengurus Tasya dan berlalu keluar kamar untuk sarapan.


Tante papa sama mama ke mana kok belum ke sini makan kan uda pagi "sambil memegang sendok


tasya yang melihat neneknya memasuki ke arah ruang makan berlari ke pelukan neneknya dan berucap.


" Nenek,nenek dateng lagi"Memeluk neneknya erat


Iya sayang nenek kagen dengan Tasya magkanya balik lagi ,Bagai mana kabar tasya sayank"memeluk cucunya dengan erat.


Baik nek,nenek bagaimana kabarnya"Memandang neneknya dengan lekat.


Nenek baik sayag"kembali memeluk cucunya yang semakin gembul dan lucu itu.


Tante kapan datang kok Rania gak tau"berjalan menuju hadapan orant tua Hendra dan mencium punggung mertua kak tania.


Barusan aja Ran"menmandang Rania dengan senyum manisnya dan memegang kepala rambut Rania.


kalau begitu tante kita sarapan dulu baru bersih bersih dan istirahat di kamar tidur"membawa mertua kak Tania ke meja makan.


kenapa kalian sarapan hanya berdua saja di mana Tania dan Hendra"Mencarinkeberadaan mereka berdua menegok kanan kiri.


Mungkin habis ini tante mereka berdua turun karna kak Tania dan mas Hendra harus ke kantor.


"Taak lama mereka berdua turun"


itu mereka tante sudah turun"Memandang mereka berdua


Raut pertama di perlihatkan adalah raut wajah masam dan menghampiri ibunya dan berucap.


mama kapan mama dateng kok aku tidak tau"mencium punggung ibunya


Tania pun juga melakukanya sama dengan apa yang Hendra lakukan dan berucap.


Mama ke sini lagi bukanya Mama jaga anak kakak ipar di sana"berlalu duduk di sebelah mertuanya.


iya kakak iparmu ternyata akan ke luar negri ngajak anaknya jadi ibu kembali saja ke sini jaga Tasya.


Mereka berempat menyatap sarapan yang tersaji di meja.


setengah jam mereka pun menyudahi makanya.


Mas aku berangkat dulu sudah ada kerjaaan di kantor yang harus segera aku kerjakan.


"Suara Hendra memberhentikan langkahnya"


Mama baru yampek kamu sudah pergi sambil menaruh tas kantornya di kursi


Tapi aku ada meeting mas kamu harus ngertiin aku itu Mama juga pasti ngerti"memandang Mertuanya.


Mama Tania gak bisa nemenin iya ada meeting maaf ea Mah"Berlalu pergi ke luar rumah.


Sudah gak papa biarkan Tania pergi kerja mungkin ada hal yang mendesak" Memandang Hendra dengan senyum.


Rania pun mengambilkan makanan untuk mertua mbak Tania dan begitup Hendra meminta ambilkan juga membuat mamanya sedikit Heran melihat tingkah Rania dan Hendra.


Tante dewi sedarih tadi melihat tingkah Hendra yang terlalu manja terhadap adik iparnya membuat sang ibu mengelurkan pendapatnya


Apakah Tania seperti ini setiap hari tidak perna mengerjakan tugas sebagi seorang istri"memakan makananya dan memandang Rania dan Hendra meminta penjelasan.


Sebenernya iya Mah tiap berangkat pagi selalu pulang larut malem dan aku selalu saja salah jika menasehatinya, aku takut Tasya lebih sayang dengan tantenya bukan mamanya"aku harus apa bu menangani Tania.


Nanti biar Mama nasehati dia hendra nanti ibu suruh pulang sore"Memanadang Hendra dan mengelus lengan Hendra.


Rania memang Tania seperti ini sudah berjalan beberapa bulan"Memandang Rania .


Sudah 1 tahun tante Rania gak enak aja Rania numpang dan kebutuhan juga di tangung kak Tania"merapikan piri dan mencuci piring piringnya.


Mahh.. aku brengkat keja iya Assalamualaikum"mencium punggung tanggan Mamanya.


Papa brangkat dulu ea Tasya " mengacak rambut tasya.


Iya Waalaikum salam"sambil memegang pucuk kepala mas Hendra.


Dan seperti biasa Hendra lupa untuk membawa tas yang di taruh di sofa kluarga berlalu keluar rumah.

__ADS_1


Tante tas mas hendra ketinggalan"Memandang mertua kak Tania.


Ea sudah kamu kasihkan cepat"sambil mengintip mereka berdua di balik jendela pintu utama.


Mas tasnya lupa di bawah"sambil berlari kecil dan meneteng tas.


Ah iya Ran trima kasih"mata mereka saling bertatapan dan tanggan Rania di tarik hendra dan hendra berucap, pelan nanti malam aku ingin bicara denganmu Ran tunggu aku iya"karna ketertarikanya terhadap Rania Hendra terlalu berani bersikap seperti itu.


Rania membulatkan mata jengah dan taak percaya jika mas Hendra berucap seperti itu dan bersikap seperti itu.


mereka tak tahu jika sedari tadi ibunya memperhatikan gerak gerik Hendra yang terlalu brani dengan Rania.


saat mas Hendra memasuki mobil dan berlalu menjauh menghilang dari balik gerbang rumah.


Rania apakah hendra seperti itu dari pertama kamu ke sini"dengan tatapan meyelidik.


"Seakan di hantam tembok besar dan terjatuh di jurang yang dalam berucap dalam hati tante bisa tau jika sikap mas Hendra seperti itu tadi,Apa ibu mas Hendra tau ia berfikir dalam pemikiranya.


"Mengapa tante tanya seperti ini" menatap mertua kakanya.


Maaf tapi tante tadi mengintip kejadian tadi dan Mama syok sekali"memegang kepalanya bingung.


tante mengambil benda pipi dan menelpon Tania.


*Hallo tan Assalamualaikum..


*Waalaikum salam Mah, ada apa Mah


*nanti kalau bisa kamu pulang sore ibu ingin bicara sesuatu sama kamu


* iya Mah nanti aku usahakan pulang sore


*Ea sudah kalau begitu ibu tutup dulu


*iya ibu sambil menutup telponya


Rania Tante mohon jangan perna tangepi Hendra iya "Menatap Rania sendu dan mengelu sakit kepalnya kambu.


iya tante kalau begitu tante istirahat kamar tamunya sudah di bersihkan bisa di tempati sekarang" Memandang Mama mertua kak Tania.


Iya nak,Rania nanti bagunin Mama kalau sudah sore ibu capek sekali ingin tidur "memegang kepala yang pusink.


ibu taak apa kan? ibu sekarang istirahat saja di kamar biar Rania buatin teh dan ambilkan obat untuk ibu"menuntun ibu ke kamar tamu.


saat mengambilkan minum dan obat ibu mengelu kepalanya makin sakit dan segera aku beri obat dan membaringkan di kasur


siangnya aku memasak untuk makan siang dan membuat bubur untuk ibu mas Hendra selesai masak aku mengantarkan ke kamar ibu mas hendra.


tok..


tok..


tok..


Tante ini Rania,Rania boleh masuk" mengetuk dan membawah nampan.


iya Rania masuklah"bersender di punggung kepala ranjang.


"Rania membuka pintu berjalan berlalu menuju ranjangnya dan menyerahkan bubur yang rania buat untuk Mama mas Hendra.


Tante di makan dulu baru minum obat seru Rania dengan senyum manisnya.


Iya laras trima kasih kamu sudah mau merawat Tante "menyuapi Mama mas Hendra


Tante heran mengapa kamu beda sekali dengan kakak kamu ,kamu orangnya lebih dewasa lebih momong dan lebih kalem terhadap Tasya.


Memang setiap sodara kan sifatnya berbeda beda tante enggak selalu sama" senyum kecil Rania.


Pantas saja aku melihat gelagat Hendra seperti ini karna kamu bedah sekali dengan kakak kamu dengan liri


Apa tante Rania taak mendengarnya"Memandang mertua kakaknya dengan heran.


Bukan apa apa Ran,bubur buatan kamu enak Ra "mengelap bibirnya dengan sapu tangan mulut.


trima kasih tante Rania balik ke dapur dulu mau nyuapi Tasya"membawa nampan keluar kamar tante dan berlalu keluar kamar taak lupa ia menitup kamar.


sampai di meja makan Rania menyupi Tasya hingga selesai dan melanjutkan tugasku untuk menidurkan Tasya.


Setelah Tasya tidur aku mengambil perlengkapan bersih" untuk membersihkan ruamah karna jam sudah menujukan pukul 3 sore.


sesudah aku membersihkan ruamh tak terasa sudah pukul 17.00


aku segerah membangunkan Tasya dan memandikanya tak lupa mendandani Tasya dengan cantik setelah tasya ingin bermain dengan neneknya aku berajak pergi ke kamar untuk mandi dan menjalankan tugas sebagai umat islam.

__ADS_1


selesai aku sollat aku melanjutkan membuka pintu rumah yang di ketuk oleh seseorang


iya sebentar


terbelalak antara percaya gak percya mas Hendra membawa bunga lily kesukaaku dan memberikanya kepadaku


Maksutnya apa ini mas aku gak mau kamu seperti ini dan aku gak mau menerima bunggah ini seketika aku di tarik masuk ke halaman belakang.


Apa apa.an si mas kamu lepasin aku"sambil melepas pegangan tanggan mas Hendra.


"Aku ingin bicara sesuatu tentang perasaanku"Menarik Rania ke belakang rumah.


sesampainya di halaman belakang Hendra menyandarkan Rania di tembok dan berucap.


Rania mas mersakan perasaab yang tumbuh dari hati Mas,Mas tak bisa menolak dan taak bisa berhenti untuk selalu memikirkanmu selama ini"sambil memegang kepala dan meradukan keningnya dan kening Rania.


Sudah bicaranya,aku tak perlu menjawab apa pun dan aku gak peduli" Rania berlalu pergi dan masuk ke kamarnya dan di ikuti hendra di blakang dan masuk kamar masing"


" tak terasa air mata ini meniti karna taak bisa jujur dengan perasaanku dan taak bisa berdamai dengan perasaanku ini"


Taak terasa jam menujukan pukul 22.00 kami makan malam berdua saja karna ibu mas Hendra masih sakit.


sedikit demi sedikit aku mulai menjauhkan diri dari mas Hendra.


Rania aku ingin bicara lagi tentang omonganku tadi sore"sambil menyekal tangan Rania.


Udah gak ada yang perlu di omogin mas tolong jangan seperti ini kamu suami kakak aku tolong hargai kakak aku jangan beraikap seperti ini dan lagi tolong jagan tingkah laku mas terhadapku.


Mama Mas sudah tau tingkah laku mas terhadapku dan ibu mas sedang sakit tolong mas samperin


selesai makan mas Hendra menjeguk Mamanya di kamar tamu.


tok..tok...tok


Mah, apa Mama tidur "membuka pintu kamar tamu.


Masuklah Hendra" Menyenderkan pungungnya di kepala Ranjang.


Apa Mama baik baik saja"memegang tangan Mamanya.


Mama baik baik saja sudah di rawat pleh Rania ,istrimu itu sudah janji mau pulang sore sampai sekarang belum pulang"Memandang Hendra cemberut.


pantas saja sifat kamu berubah terhadap istrimu karna ada perempuan yang lebih mencintai dirimu dan anakmu Memandang Hendra dengan lesu dan sedikit senyum.


"maksud Mama apa"


sudah tak usha di tutupi Mama sudah tau kalau kamu mencintai adik iparmu Rania.


Taak tahu lah Mah aku merasa perasaanku sudah pindah berlabuh ke orang yang lebih perhatian ke aku dan anak ku dan di saat sakit dia mau merawat ku dan tasya.


tok...tok..tok


Tante boleh aku masuk "membuka pintunya.


boleh Ran masuk saja taak ibu kunci" Memandang pintu kamar yang di buka Rania.


Ini buk aku membawakan bubur dan obat untuk di makan dan minum buat tante"Mandang Hendra dan berbalik memandang Mertua kak Tania


Ea sudah saya tinggal dulu"sambil menundukan kepalanya.


Rania apa tasya sudah tidur"Memandang Rania lekat.


Sudah tante dari jam 7 tadi sudah tidur mungkin kecapkek.an main"Memandang Hendra dan berpaling muka.


Ea sudah Ran trima kasih iya sudah merawat ibu sakit dan merawat anak ibu yang manja ini dan cucu ibu yang cantik itu"sambil menyuruh duduk di samping ibu mas Hendra.


Iya tante sama sama"mata ku dan mata mas Hendra saling bertemu dan tertegun dan tersadar Rania berucap.


emm tante saya kembali ke kamar dulu"Memandang mama mas Hendra dan berpaling keluar kamar.


Iya nak"selesai memakan buburnya.


tak terasa pukul 23.00 dan seketika pintu depan di ketok.


saat mau membuka pintu dan keluar dari kamar secara bersamaan masukla taak usa di bukak aku aja yang membuka pintu "mas Hendra berlalu menuju ke lantai bawah menuju pintu utama.


Saat mas Hendra membuka pintu Tania pulang dengan keadaan mabuk di antar temanya Hendra berucap.


kamu apa apa.an Tania pulang tengah malam dengan mabuk" Membopong tubuh Tania.


lalu dia bawah Tania di kamar dan menidurkan di ranjang tak terasa malam semakin larut mereka terlelap bersama


maaf jika ceritanya berbeda dalam tahap revisi kak

__ADS_1


jangan lupa like ,vote,comendt ea


trima kasih


__ADS_2