Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
Kedatangan Hendra


__ADS_3

Tiga bulan sudah kepergian Hendra menghadap ilahi Rania sudah mengiklaskan kepergianya dengan juwa yang tenang.


suara deru mobil dari luar kamar membuat Rania keluar dari dalam kamar dan menghampiri pemilik mobil itu di luar rumah


Saat iya melihat siapa yang keluar dari balik mobil itu Rania pun dengan segera membalikan badan dan berlalu meningalkan seseorang itu.


iya dia Hendra sebulan ini Rania menjauhi Hendra karena Hendra selalu menanyakan dengan wasiat yang di berikan oleh Raditia untuknya kepada Rania.


Hendra yang melihat Rania berlari pun mengikutinya dari belakang sampai di ruang tamu seketika lengan Rania di cekal oleh Hendra dan berucap.


Ran salah aku apa kenapa kamu menghidariku sebulan ini"Menarik tubuh Rania ke pelukanya.


Apa.an sih mas tolong lepasin aku"Mencoba melepaskan pelukan di pingangya dari Hendra.


Aku sudah perna bilang ke kamu mas aku taak akan menikah denganmu biarkab aku sendiri menjaga anaku jangan perna ikut campur dengan hidup keluargaku"sambil melepaskan pelukan pinggang dari Hendra.


Tapi niat aku untuk menyagupi wasiat suami kamu untuk menikahimu dan merawat anakmu"Memandang Rania dengan gemas.


langkah kaki mertua Rania membuyarkan pelukan itu dan mereka membawa kami di ruang kluarga.


seketika terdiam sejenak mertua Rania membuka omongan.


kalian mama perhatika taak ada kata dewasanya selalu seperti itu di sini mama ingin menyudahi semuanya ingin mejelaskan sesuatu untuk kamu Rania.


Rania almarhum sudah menitipkanmu kepada Hendra kamu harus lakukan apa yang di inginkan Raditia jika tidak Raditia taak akan tenang di sana


cobala berkorban untuk anakmu,karna ankmu butuh figur seorang Ayah dan keluarga lengkap"Menatap menantunya dengan sendu.


Mah Rania sudah bulat Rania taak akan menika lagi dengan siapa pun karna Rania hanya ingin setia dengan almarhum mas Raditia"Menatap mertuanya dengan tatapan kesal.


Apa kamu tega jika nanti anak kamu akan mendapat bullying dari temanya karna taak mempunyai ayah"Menatap Menantunya dengan tatapan senduh.


maaf mah keputusan Rania tetap kekeh dengan pilihat Rania sekarang kamu Mas tolong pergi dari sini kamu tau kan arah pintu keluar,Apa harus aku yang mengantar anda keluar"Memandang Hendra dengan tatapan kesal.


Ea sudah Ran aku bakalan kembali lagi menagih itu semua dan siapakan dirimu jika aku selalu datang kemari"Menatap Rania dan berlalu keluar ke arah pintu utama dan


"menghilang dari penglihatan Rania"


Maaf mah Rania kembali ke kamar"berlalu meningalkan mertuanya dengan tatapan kesal.


Dalam kamar Rania hanya bisa menagis di hadapan anaknya yang sedang tertidur dan berucap.


Meskipu kita hanya berdua mama akan menghidupi kamu dengan layak sayang taak akan perna ada yang menyakitimu"Mengelus pipi ankanya dan menciumnya.

__ADS_1


terbesit di fikiran Rania untuk menempati apartemenya agar Hendra taak mengejar ngejarnya.


Rania.mengambil keputusan akhirnya Rania mengemasi bajunya dan baju Anaknya di dalam koper.


Rania dengan segera berpamitan taak lupa membawa anaknya bersamanya.


Mertunya yang melihat itu pun bertanya ke pada Rania


Mau kemana kamu Rania membawah koper itu"Menatap menantunya aneh.


Rania inginpindah dari sini mah Rania ingin hidup mandiri di apartemen dahulu aku tempati.


"Mertua Rania hanya bisa berucap"


Ea sudah kalau memang itu terbaik tapi jika ada apa apa hubungi Mama jika sudah smpai apartemen


Rania berpamitan mencium pungung tangan kedua mertuanya dan berlalu menigalkan rumah itu.


Dua jam Rania sampai di apartemenya ia memasuki lantai yang ia tempati dan saat ia sampai di apartemenya iya pun masuk ke dalam apartemenya


masih sama saat aku meningalkanya 7 bulab yang lalu.


saat Rania menaruh anaknya di ranjang iya berlalu berganti pakaian dan membersihkan seluruh unitnya.


di rasa sudah bersih Rania pu engan untuk istirahat dan berlalu memasak nasi dan bahan yang masih ada di lemari esnya.


Buliran bening terjatuh di pelupuk matanya Rania tersedu seduh mengigat masa hidup suaminya yang selalu memanjakanya dan melindunginya.


seketika terdengar suara bell dari arah luar apartemenya.


Rania yang merasa heran melihat seseorang yang bertamu di saat jam sudah menujukan pukul 19.00 aku yang taak enak hati pun membuka pintu tanpa melihat siapa yang bertamu.


seketika mata Rania melihat seseorang tinggih tegap di depanya dan berucap.


"Mas Hendra"


Rania dengan sigap menutup pintunya sayang dengan cepat Hendra menahan pintu dengan kakinya sehingga mereka berdua saling mendorong dan berucap.


Pergi mas tolong jangan gangu aku lagi aku sudah katakan berulang kali aku taak akan mau menikah denganmu"berucap di balik pintu apartemenya.


Aku juga taak akan menyerah meskipun kamu menolaknya terus menerus.


taak lama pintu di dorong dengan keras oleh Hendra membuat Rania terpental ke belakang dengam sigap Hendra menagkap Rania.

__ADS_1


Netra mata kami saling berpautan dalam hati mereka masih mengagumi satu sama lain saat kesadaran mereka kembali Rania mendorong Hendra dan melepaskan dari pelukanya.


Mas tolong kluar dari apartemenku kamu tau kan aku janda taak baik aku memasukan laki laki di sini"Memandang Hendra dengan tatapan kesal.


"Taak peduli dengan urusan orang kita sudah dewasa"


Hendra pun mendudukan diri di sofa di apartemen Rania.


Rania yang sedari tadi mempengaruhi Hendra untuk pulang taak satu kata pun keluar dari mulutnya dan menuruti omongan Rania.


Suara Rehan menagis memecahkan kehenigan antara mereka berdua.


Rania segera menghampiri anaknya dan berlalu menyusuinya.


Saat Rania menyusui Rehan Hendra memasuki kamrnya Rania merasa marah dan menaruh Rehan yang sudah tertidur lagi.


Kamu mau apa mas masuk ke kamar aku"Menyeret Hendra keluar kamar.


Seketika Hendra mengangkat tubuh Rania ke kamar sebelah.


Rania yang merontah rontah mencoba untuk kabur pun nihil Hendra malah menjatuhkanya di atas ranjang tidur.


Mau apa kamu mas"Menatap Hendra ketakutan.


Hendra semakin mendekati Rania dan berlalu taak mendengarkan perkataan Rania.


semakin Rania mudurkan tubuh semakin terpojoknya tubuh Rania di pungung kepala ranjang .


saat Rania mulai lengah Hendra pun memegang pundak Rania dan membawa Rania terbaring di atas rajang.


Rania pun semakin ketakutan dan semkain mendorong Hendra berlebihan.


Hendra dengan rasa rindunya iya pun mencubuh leher jenjang Rania dan berulang kali ia lakukan.


Rania yang ketakutan hanya bisa menagis dan memohon kepada Hendra untuk melepaskanya.


Hendra berlaly dari leher ke tubuh Rania Hendra dengan tenaganya menyobek baju yang di kenakan Rania.


dengan di kuasahi nafsu yang ia pendam begitu lama terhada Rania ia pun mengulangi perbuatan yang ia lakukan saat dulu,menfauli Rania layaknya istrinya dan mencium seluruh tubuh Rania dan mencapai klimaks dengan tanpa berslah.


karana perbuatan Hendra Rania hanya memalingkan wajahnya dan menagis dengan bencinya.


Hendra pun tertidur di samping tubuh Rania

__ADS_1


Rania yang sedari tadi menagis akhirnya tertidur di samping Hendra.


Bersambung...


__ADS_2