
dalam perjalanan Hendra hanya menahan emosinya yang tak terbendung sesampainya di penginapan Hendra meraup wajahnya frustasi karna Rania tak mengikutinya balik ke penginapan malah pilih berdua denga Raditia yang notabenya laki laki yang membuat Hendra cemburu.
Apa apa.an Rania seharusnya Rania memberika senyumnya itu untuk ku saja bukan malah senyum dengan laki laki lain.
Saat bersama Raditia iya mengigat Raut wajah Hendra yang membuat iya kawatir sehingah di perbincanganya dengan Raditia
Fikiran Rania menuju ke Hendra karna Rania tahu bahwa raut wajah Hendra menahan marah terhadapnya.
Dalam hati Rania berucap harusnya aku tadi juga ikut dengan mas Hendra balik ke penginapan aku tapi aku taak enak dengan Raditia dia mengiginkan untuk berbicang kembali.
Ea udah lah biar nanti aku minta maaf kepadanya agar enggak salah faham dengan niat saya tetap stay di sini dengan Raditia.
Di penginapan Hendra menetralkan amarahnya dengan meneguk satu minuman yang membuat fikiran fres dan membanting botolnya seketika.
kalau kamu perlakukan aku seperti ini Ran aku lebih bisa perlakuin kamu lebih dari ini Ran tunggu saja"tersudut hibir Hendra dengan senyum devilnya itu.
Memebuat yang melihat terasa ngeri dan menakutkan.
Di restauran tasya masih asik makan Es cream dan kudapan lainya yang di pesan oleh Raditia.
Tanpa sadar itu membuat Tasya betah berlama lama di restauran sehingga membuat lama kembali ke penginapan.
Dan di sini Rania masih sama memikirkan keadaan Hendra di penginapan saat ini.
Raditia masih setia menatap Rania dan bayak bercerita tentang masa masa kulia duluh saat Raditia bercerita Rania memotong ucapan Raditia dan berucap.
Bagai mana dit hunbungan kamu denga clarisa sampai sudah ke jenjang apa ucap Rania.
Aku masih ingat dulu kamu sama clarisa bucin baget sampai sampai semua temen temen iri sama clarisa karna kamu selalu ngalah sama clarisa dan berkorban buat clarisa.
Sampai sampai kau taak tahi ada wanita yang lebih mencintaimu lebih dari clarisa mencintaimu ucap lirih Rania tapi masih terdengar jelas di telingan Raditia.
Nggak salah dengerkan aku Rania bicara begitu tadi"memukul mukul kepalanya agar menyadarkanya.
akhirnya Raditia berganti topik tentang hubunganya dengan Clarisa.
sebelum bicara Raditia menghela nafas panjang.
Huft....
Aku dan clarisa sudah setahu memutuskan pertunangan Ran ucap Raditia dengan sedih.
Oh maaf Dit aku enggak tau kalau kamu sudah hampir menikah dan akhirnya putus dengan Clarisa.
Iya Ran enggak papa mungkin sudah bukan jodoh aku Clarisa ucap Raditia dengan sedih.
Memang clarisa sudah memilih modelnya dari pada aku iya mau gih mana lagi aku lebih pilih putus jika memang komitmen dia karir sedangkan aku ingin memiliki istri yang hanya di rumah melayaniku di saat memang aku butuh dia ucap Raditia.
Udah udah Ngapain juga gomongin ini bahas yang lainya aja jangan bahas ini dan lagi raut wajah kamu jangan gitu jelek tau" mencubit hidung Rania.
Aaaa sakit tau Dit masih aja kamu itu seperti ini dari kulia dulu"memegang hidungnya.
Taak terasa hari berganti siang aku dan tasya berpamitan untuk kembali ke penginapan di karenakan Tasya sudah mengantuk dan aku sudah merasakan capek yang amat karna jogig tadi pagi.
Raditia menawarkan untuk mengantarku dan Tasya kembali ke penginapa akhirnya Rania taak enak hati dan mengiyakan permintaan Raditia karana arah penginpan Raditia searah denganku.
Saat Rania mengendong Tasya Raditia menawarkan untuk mengendong tasya dan Tasya di ambil alih oleh Raditia.
Sesampai di depan penginapan melihat mas Hendra sedang santai di depan penginapan duduk.
saat ingin menurunkan Tasya dari gendonga Raditia iya urungkan karna tasya tertidur di gendongan Raditia.
Hendra yang melihat Tasya tertidur akhirnya mengambil alih Tasya dan menidurkanya di ranjang kamar Tasya.
Hendra nenahan amarahnya melihat mereka berdua jalan bebarengan Hendra merasa panas dan cemburu sehingga taak terasa mengepalkan tangganya.
Tapi Hendra masih bisa menahan emosinya itu ke Raditia.
__ADS_1
Rania yang melihat mas Hendra seperti itu paham bahwah mas Hendra sedang cemburu dan marah.
saat Rania memalingkan kepalanya ke hadapan Raditia dan mengucapkan trima kasih.
Dit makasih ea sudah di anter dan mengendong Tasya sampai sini"berlalu memberikan senyum kepada Raditia.
Sama sama Ran iya sudah aku balik dulu,sampai ketemu lagi di lain waktu"senyum tulus terukir di bibir Raditia dan berlalu pergi.
Selesai Hendra menaruh Tasya di kamar Hendra keluar dari kamar Tasya Hendra dengan sengaja membanting gelas dengan keras sehingah menimbulkan kegaduhan di dalam penginapan.
Brakkkkkkk
Rania syok dengan suara gelas di banting dengan keras.
Rania yang mendengar itu segera menghampiri asal suara itu dan Rania menemukan gelas di atas semua pecah di lantai dan Rania berucap lirih kepada Raditia.
Saat Rania sudah memasuki penginapan dan melihat kekacauan itu Rania merasakan hawa Hendra semakin taak terkontrol dengan tatapan taak percaya akan hal yang Hendra lakukan.
Dalam hati Rania berucap bisa bisanya mas Hendra seperti ini
Rania yang ikut kesal akhirnya membuka suara kepada Rania.
kamu tuh kenpa mas kok tingkah kamu seperti itu banting banting gelas enggak habis fikir aku dengan jalan fikiran kamu mas"berlalu membersihkan pecahan kaca.
Aku taak apa dan itu bukan urusan kamu" menatap Rania marah dan tetap dengan nada dinginya itu.
Selesai iya membersihkan serpihan gelas di lantai Rania akhirnya menyudahinya dan memilih ke dalam kamar untuk istirahat.
Aku yang sudah memasuki kamar berniat untuk beristirahat dengan Tasya di urungkanya karna Raditia meng chat aku dan memasukan aku dalan grub kulia dulu.
di lain tempat Tania dan Rico menghabiskan waktu dengan berbelanja dengan bayak di temani Rico yang setia membayarnya.
sayang aku boleh gak mintak beli in berlian aku pengen beli berlian yang di jual oleh temanku" bergelayut manja di lengan Rico.
Dengan senang hati sayang biar nanti kalau pulang aku transfer buat beli apapun yang kamu suka" mencium pucuk kepala Tania.
Di penginapan Hendra berlalu dan memilih untuk tidur siang dia berharap dengan tidur siang dia bisa menetralkan amarahnya.
jam menujukan pukul 18.00 Rania baru terbangun dari tidurnya dengan Tasya kami berdua pergi untuk mandi membersihkan tubuh.
Setelah selesai mandi Rania menganti baju Tasya dan menguncir kuda rambut Tasya.
Setelah selesai barula Rania yang berganti pakaian dan berdandan dengan setelan baju simpel dan dandanan natural kami berdua keluar kamar menuju ruang tamu.
Rania mencari ke mana mana mas Hendra ternyata iya masih tertidur di kamar.
Tante Tasya lapar mau makan"sambil mengelus perutnya.
Iya sayang tante pagil papa mu dulu ea soalanya kalau kita berangkat sendiri nanti papa mu ngambek sambil mecium kening Tasya.
Aku berjalan menuju kamar mas Hendra membangunkanya..
tok...
tok...
tok...
membuka pintu kamar Hendra dan taak ada sautan dari Hendra akhirnya Rania memilih masuk dan duduk di sebelah ranjang Hendra dan berniat membangunkanya.
Mas Hendra ayo bagun Tasya lapar ni kalau mas gak bagun Tasya nagis kelaparan" mengoyang goyangkan tubuh Hendra.
Denga sekejab Hendra bagun dan menarik lengan Rania.
Apa.an si mas lepasin aku nanti kalau Tasya lihat gi mana mas"Rania berusaha membuka cekalan hendra taak mau lepaskan malah Hendra memper erat dekapnya.
biarkan seperti ini dulu Ran nyaman sekali seperti ini"mengendus tubuh Rania.
__ADS_1
ih apa.an mas Hendra ini bukanya tadi marah sama aku dan emosi juga tiba tiba aja sudah berubah sweet gini kamu memang aneh mas bin ajaib dalam hati Rania berucap.
bukanya tadi marah sama aku mas kamu karna aku gak peduli sama kam" melihat Hendra denga tatapan meyelidik.
iya aku emosi dan kesal sama kamu tapi itu tadi sekarang udah enggak"semakin mendekap lebih erat tubuh Rania.
Memag kamu itu kenapa mas sebentar emosi sebentar bentar baik aneh kamu itu berlalu melepaskan pelukanya dari Hendra.
Rania yang baru menyadari kalau Hendra cemburu dia senyum senyum sendiri dan meningalkan Hendra.
Apa jangan jagan akamu cemburu sama Raditia iya" mengoda Hendra dengan colekan dagu Hendra.
Enggak apa.an aku engak cemburu iya kali aku cemburu sama bocah ingusan seperti Raditia bukan levelku"berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
kamu pesan makanan saja lewat telfon nanti makananyan di antarkan gak usha ke restoran.
ih ngeles malah nengalihkan topik kita lihat aja gih mana kamu kalau cemburu mas"semburat jail dan devi Rania keluar.
taak terasa Rania sudah memesan makananya setengah jam sudah di antarkan ke kamar.
Hendra juga selesai keluar dari kamar menuju meja makan untuk makan sama sama Hendra duduk di meja makan bersama
Rania mengambilkan makanan Tasya dan mengambilkan makanan Hendra.
Hendra akhirnya menyungingkan senyum dan memakan makananya.
Saat Rania selesai makan handpone di dalan sakunya berbunyi
ting...
ting
from:Raditia
Malem Ran ini aku Raditia temen kulia kamu ?
to:Rania
Oh iya Dit aku uda tau kok kan kemarin tukeran no..
from:Rania
iya Ran .bagai mana kabrmu sedang apa sekarang tumben gak mau keluar pantai?
to:Randitia
iya Dit baik ,kamu gih mana?lagi capek aja males keluar.
from:Rania
Iya ini aku udha masukin iya
to,Raditia
iya udah dit trima kasih ea sudah d jadi.in grub
from:Rani
Iya Ran
taak terasa hari semakin malan Rania taak bisa memendung rasa kantuknya akhirnya Rania ikut Tasya untuk tidur.
dan beberapa menit Rania tertidur dengan sendirinya dan selang beberapa menit Hendra memasuki kamar Rania dan dan mengendongnya ke dalam kamar Hendra.
Hendra menidurkan Rania di kasur kamarnya dan Hendra ikut merebahkan diri ranjang dan taak lupa memeluk Rania sampai matanya ikut terpejam.
Bersambung..
__ADS_1