
Matahari menujukan cantiknya ayam berkokog dengan gembira membagunkan umatnya untuk melakukan sollat subuh
Rania yang sudah melakukan sollat subuh melihat mereka berdua masih tidur Rania melajukan turun ke lantai bawah untuk masak sarapan kami bertiga.
Rania taak mau mereka bagun kelaparan jadi Rania memasak awal dan memulai measaknya dan memulai berkutat dengan wajan dan sepatula.
di tempat lain Hendra yang mengeliat tubuhnya mencium bau masakan Rania dalam kamar langsung turun kebawah untuk melihat Rania memasak tiba tiba Hendra melingkarkan lenganya ke perut Rania dan tak lupa selalu mas Hendra menciumi pungung dan leher meng ekspos dan meninggalkan kiss mart di leher dan punggung Rania.
Mas udah deh jagan gini geli tau sambil memotong motong sosis dan menyampurkan ke nasi goreng.
biarla begini jarang jarang aku bisa gini kalau ada Tania aku taak bisa seperti ini"Melanjutkan manjanya terhadap Rania.
Rania yang pasrah dan melanjutkan masaknya dan mengoreng telur
setelah selesai semua Rania berbalik di depan Hendra dan sepecat mungkin Hendra mencium bibir ranum Rania sekian lama berciuman nafas Rania terasa habis di lepaskanya ciuman itu lalu melanjutkan aksinya mencium bibir Rania.
saat bibir Rania membuka Hendra tak menyia yiakan di kulu*** bibir Rania dan Rania pun meresponya.
Hendra melakukanya dengan romansya yang membuat Rania terasa di awan awan saat mereka terbuai dalam cumbuhan terdengar Tasya memangil magil nama Rania.
Rania dan Hendra pun menyudahi cumbuhan mereka berdua memakai kembali pakaian dan berlari mendatangi Tasya.
Tante Rania"Memangil Rania dengan perasaan yang taak enak.
Iya Sayang Tasya kenapa kok manyun tante kan udah ada di sini.
Tasya mau apa??
jagan ngambek dong biar tante kasih peremen iya "Memandang Tasya dengan senyumnya.
bener ya tante awas bohong ea" Memandang Rania dengan antusias.
iya sayang hanyo mandi sama tante iya
iya tante"mema.buka semua baju yang Tasya gunakan untuk tidur.
selesai mandi dan ganti pakean Rania membawa Tasya turun ke bawah untuk sarapan
sayang duduk di sini aja biar aku ambilin makananya
Hendra yang sedari tadi sudah makan menyuru Rania untuk mandi dan berucap.
Biar tasya sama aku Ran,kamu mandila"Memandang Rania genit.
iya udha mas aku mandi dulu,kamu yang pintar ya sayank tasya di habiskan makanya ini.
Rania berlalu dan pergi dari meja makan menuju kamarnya untuk membersihkan diri
setengah jam Rania usai membersihkan diri dan berlalu keluar kamar mandi untuk menganti pakaian yang di belikan oleh mas Hendra dan taak lupa menambahkan sedikit bedap dan lip bam di bibirnya di rasa sudah cukup Rania kembali ke luar menuju meja makan.
__ADS_1
Hendar melihat dari kejauhan Rania memakai baju yang iya belikan membuat Rania terlihat cantik.
Rania yang di pandang genit ole Hendra pun akhirnya meleparkan satu kata ke Hendra.
Mas jangan gitu deh genit baget matanya itu mau aku colok Hemmm..
Hendra yang mendengar perkataan Rania pun terkekeh dan melempar senyum ke Rania dengan satu kedipan Mata.
Wah tante cantik ,boleh Tasya pangku tante"Menatap Rania dengan memelas.
Boleh dong sayang apa yang gak buat Tasya"Membawa rmTasya ke pangkuanya
Ea sudah tasya makan dulu ea sayang"Menyuapi Rania makan.
selesai Rania menyuapi Tasya makan dia bagkit dan mendudukan tasya di sofa runga tamu dan mengambilkan es cream yang di belinya tadi untuk Tasya..
Sayang ini es cream untuk Tasya di habiskan iya sayang"Mengelus lembut pucuk kepala Tasya
Wah iya tante trima kasih tante ini kelihatanya enak pasti Tasya akan habisakan satu ini"Menatapat dengan mata berbinar
Taak tungguh abah abah Tasya pun melahap es cream yang ada di pangkuanya dengan senangya.
Tasya kamu tungguh di sini ea sayang sambil nonton kartun kesuakaan kamu tante ke dapur lagi buat bersihin bekas
makan.
"iya tante " Menatap Rania dengan senyumnya
kembalinya Rania di dapur dia membereskan semuanya dan saat seleasai
dari arah kamar madi blakang Rania di tarik oleh Hendra dan melanjutkan yang mereka lakukan tadi
autor
kalian bisa bayangin sendiri ea apa yang mereka lakukan autor ngilu sendri jika d ceritakan dengan gamblang
meskipun Rania selalu terbuai dengan sentuan hendra tapi rania masi sadar dengan batasan dia tidak inggin mahkotanya hilang
******
saat mereka sudah seleasai mereka menghampiri Tasya dan menemani Tasya kembali untuk makan cemilan dan es cream kesukaan Tasya
dari arah samping Hendra pun mendekati Tasya dengan lirih dan berucap.
Hai sayang gi mana es grimnya enak gak"mengambil cemilan di atas meja dan memakanya.
Papa mau gak" menyodorkan ke Hendra,apa tante juga mau ini sama tasya makanya
gak usha sayang papa sama tante tadi udah makan bayak malah sampai keenakan sampai mau lagi"dengan satu kedipan mata terkekeh dengan penuturanya sendiri dan membayangkan kejadian tadi.
__ADS_1
Rania yang memandang Hendra di sebelahnya akhirnya mendaratkan cubitan kecil di paha Hendra.
Seketika Hendra mengliat taak karuan.
iya iya"Dengan senyum manisnya.
Rania juga mendengarnya bergidik ngeri dan mukanya bersemu merah menandakan ia malu malu
hampir pukul 12.00 Tasya mengakhiri menonton tv karna iya sedari tadi menguap dan taak bisa menahan kantuknya.
setelah Rania menidurkan Tasya Rania membereskan dan mencuci semua bekas es cream Tasya dan melaju membuatkan kopi untuk mas Hendra.
saat Hendra meminum kopi Rania membuka pembicaraan ke Hendra dengan menyederkan kepala di bahu Hendra
mas bagaimana jika mbak Tania tahu tentang kita kalau mbak Tania marah"memainkan dada bidang Hendra.
kamu tenang saja Rania Tania gak bakalan tau kalau gak ada yang ngebocorin dan lagi ini semua salah dia dia slalu menghindar dan taak melakukan kewajibanya sebagai ibu dan juga istri malah sibuk dengan pekerjaanya
kita saling mencintai memang ini salah tapi ini semua bukan salahmu tapi salah Tania yang tidak peduli jadi gak usah di fikirinya kita nikmatin aja
saat itu juga Rania mendongak dan Hendra seketika mencium bibir Rania sekian lama akhirnya seleasai Rania berpamitan tidur siang
di blakangya Hendra mengikutinya dan mengajak masuk Rania untuk tidur dengan Hendra Rania pun mengiyakanya dan ditidurkanya Rani kami saling berpelukan dan tak terasa mata ini terpejam begitu saja
tiga jam kami tertidur bersama Rania terbagun dan melihat jam berada di dinding jam sudah menujukan pukul 16.00 Rania segera berlalu menuju kamar Tasya.
Di lihatnya Tasya masih setia meringkuk di bawah selimut dengan berpelukan memeluk boneka kesukaanya.
Rania pun berlalu menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk kami bertiga.
Tiga jam Rania membuat makanan untuk makan malam akhirnya selesai Rania melihat jam dinding menujukan pukul 18.00 Rania pun menaruh semua di atas meja makan.
Taak lupa Rania membersihkan semua bekas masaknya selesai itu Rania segera membagunkan Tasya untuk mandi.
Ayo sayang mandi dulu sekarang"Membuka semua pakaianyan Tasya.
sepulu menit Tasya usai mandi dan berganti pakaian Rania membawa Tasya ke bawah
di lihatnya Mas Hendra sudah ada di meja makan sedang meminum kopi dan berucap.
tidurnya nyeyak sayang"Menatap Tasya dengan senyum.
iya Papa nyenyak tidur Tasya"Menatap Papanya dengan senyum manisnya
Ea sudah ayo makan dulu
Mereka pun makan makanan dengan diam taak ada satu kata yang keluar dua pulu menit mereka pun selesai makan kami pun bertiga berkumpul ke ruang tenganh menonton televisi.
pukul 23.00 Tasya sudah mengantuk akhirnya Rania membawa Tasya untuk tidur di kamar Rania yang menungguh sampai tertidur akhirbya meninggalkan Rania sendiri dan kembali ke ruang tengah.
__ADS_1
saat Rania kembali di lihatnya Hendra taak ada di tempat akhirnya Rania kembali ke kamar Tasya untuk tidur dalam sekejam Rania pun tettidur dengan sendirinya.
Bersambung....