
"Saat Rania bagun dari tidur paginya Rania merasa perutnya enek dan sesuatu ingin keluar dari perutnya Rania pun berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan di closet kamar mandi uwek,,,uwek...
Raditia yang sedari tadi setia dengan tidurnya pun terbagun dan mencari asal sura deng menegok kanan kiri dan saat ia bagun dengan sempurna ditia pun menuju arah kamar mandi di lihatnya Rania sedang muntah tapi taak mengeluarkan apa apa ditia pun memijat mijat pungung Rania dan berucap.
" Raditia,,Ran sudah semingguh lebih kamu tiap pagi selalu muntah muntah kita priksa ke dokter ea biar tau penyakitnya?(memijit pundaku)
"Rania,,Taak usah aku taak papa cuman Masuk angin saja nanti juga bakalan sembuh jika di buat istirahat.(sambil membersihkan mulutnya dan berjalan ke luar kamar dan duduk di tepi ranjang)
" Radita,,Taak ada kata menolak aku taak suka (sambil memandang Rania)Apa kamu mau akau hukum?(sambil memegang tangan Rania dengan keras)
"Rania,,Auw....sakit Mas iya aku mau priksa ke dokter (sambil mengerutu ke Raditia)
" Raditia,,Besok kita akan berangkat ke madrit dan kamu harus ikut denganku jika kamu taak mau kluarga kamu jadi taruhanya.(sambil menatap Rania )Aku mandi dulu
"Rania,,iya aku akan ikut kamu(sambil merabah rabah perutnya gak enek)
Rania pun berlalu ke luar kamar dan menuju dapur di saat Rania membuat makanan yang akan di buat pelayan pun menlarang Rania agar Rania beristirahat
" Pelayan,,Nyoya tolong biarkan kami saya yang memasak anda kan dari tadi keluar masuk toilet apa gak sebaiknya nyonya beristirahat saja(sambil menatap majikan yang masih memotong motong cumi cumi)
"Rania,saya taak apa bi wong cuma mau buat nasi goreng sea food aja kan gampang(sambil memandang kedua pelayanya)
" Pelayan,,bolehkah kami membantu Nyoya kami taak ada pekerjaaan di sini semua sudah di kerjakan oleh bagianya masing masing(dengan memandang Rania)
"Rania,,Ah iya boleh kalian potong potong sayur itu dan membuat telur mata sapi(sambil menujuk sayuranya)
" Pelayan,,iya nyonya(sambil mengambil sayuranya dan memotong motong sayurnya)
setengah jam pun nasi goreng sudah tersaji di meja makan dan mereka membersihkan semua wadah bekas pakainya
Rania memangil Raditia untuk makan dan Rania turun ke bawah di ikuti Raditia dan Raditia pun duduk di meja makan taak lupa aku buatkan kopi dan
Ku ambilkan nasi dan lauk pauk untuk Raditia ia pun atusias jika memakan masakanku taak lupa aku mengambil makananku dan memakanya sesuap tiba tiba perutku mual
huwek...huwek...
Rania pun berlari di toilet dapur da memuntahkan makanan tadi saat itu juga para pelayan menghampiri Rania dan menepuk nepuk pundak nyonyanya
"Pelayan,,Apa nyonya Rania ini lagi hamil tanda tanda seperti orang hamil dalam hatinya
saat Rania usai memuntahkan semuanya Rania pun berdirih dan berjalan ke arah meja makan saat di setengah jalan Rania tiba tiba kepalanya pusing tiba tiba matanya kabur dan dua pelayan itu pun berteriak
__ADS_1
" Pelayan,,Tuan Ditia nyonya Rania pigsan (dengan keras)
"Radita,,menaruh kopinya dan berlari ke arah dapur dan mendapati Rania sedan tersungkur karna pigsan
Raditia pun mengangkat tibuh Rania ke kamar utama dan di tidurkanya Rania.dan taak pikir lama aku telpon dokter kluargaku dan memintahnya ke menssione
taak selang beberpa lama dokter datang dan menayakan keadaanya pasienya dan do antar ke kamar Ditia dan saat itu memeriksa Rania.
" Dokter,,How many days has your wife been vomiting?(sambil memeriksa Rania)
"Raditia,,It's been two weeks, doctor. he only says if he has a cold(dengan merasa kawatir)
" Doktet,,Your wife is not sick but your current wife is pregnant indeed the first trimester will puke is a natural thing. I hope you had a checkup(memasukan alat dokternya)
"Raditia,, Is my wife's doctor pregnant(Raditia merasa bahagia karna di saat Rania masih benci dengnya buah hati mereka sudah tumbuh di perut Rania)
" Doktet,,Yes your wife is pregnant(berpamitan ke luar dan di antar ke luar oleh Raditia)
"Raditia,,thank you doctor(berdiri mematung di depan pintu)
" Dokter,,Same to you, Sir(menutup pintu dan kembali ke kamarnya di atas)
Rania hanya terbengong dan memegang perutnya dan berucap (sayang kamu baik baik iya di sana)
"Raditia,,Sayang sekarang kamu taak sendiri ada anak kita di perut kami aku harap kamu bisa menjaganya dengan baik jangan terlalu bayak aktifitas dan perbayak makan yang bergizi iya.nanti aku buat janji dengan dokter landungan kita priksakan.trima kasih ea Ran aku bahagia sekali denger kamu hamil itu hal yang aku impih impihkan selama ini.(semakin memeluk Rania dan mencium kening Rania)
" Rania,,iya mas aku bakalan jaga anaku dan selalu berhati hati mendekap Raditia(meskipun Rania gak suka dengan difat Raditia yang suka mengancam iya masih tetap berhati baik untuk membalas prilaku ditia dengan baik dan layaknya seorang istri)
"Raditia,,sekarng kamu istirahat dan bayakin makan biar anaknya taak kelaparan ea(dengan memandang wajah Rania dan mencubit hidung Rania dan menjelaskan).untuk besok aku ke madrit biar aku berangkat sendiri kamu taak perlu ikut karna aku taak mau kamu dan anak kita kecapek.an dan kehamil pertama rentat jika naik pesawat.(dengan memandang Rania dan seketika memeluk Rania lagi )
Rania dan Raditia
" Rania balik memandang Raditia dan mencari kebenaran omongan Raditia dan di angukan ditia Rania pun menyingungkan senyum dan
kembali memeluk ditia.
"Saat itu sedikit demi sedikit Rania percaya di balik sifat pemaksa ditia dan terlalu posesifnya itu karna taak ingin kehilangan aku(makin memper erat pelukan Raditia terhadap Rania.Rania pun semakin menempelkan wajahnya di dada bidang Raditia)
Di tempat Lain tempat hendra yang seakan mencari cela ingin bertemu Rania memberi perintah agar ia bisa bertemu dengn Rania dan seakan ia belum percaya dan masih berusaha.
__ADS_1
" Hendra,,carikan waktu yang tepat untuk.ku bertrmu Rania !(dengan nada yang dingin dan tanpa espresi)
"Reno,,Baik tuan saya usahakan (menunduk meninggalkan hendra di kamarnya)
dret....
dret....
dret....
Bunyi handphone menmbuyarkan lamunan hendra.
*Hendra
,,iya hallo sayang?
*Tasya
,,Papa bagaimana apa papa sudah temukan tante Rania dan kapan papa pulang ke indonesia aku sudah kagen dengan tante papa.
*Hendra
,,iya tungguh iya sayang papa masih mencari tante kalau sudah bertemu papa akan membawanya pulang.
*Rania
,,janji kan papa?
*Hendra
,,iya sayang ea sudah papa mau kerja Rania baik baik iya sayang papa tutup dulu ea
Hendra menitikan Air mata bagaimana jika aku taak bisa bawa Rania pulang apa yang harus aku jelasin dengan Tasya.Hendra seakan frustasi dan mengacak acak rambutnya dan pergi mengambil kunci mobil dan meninggalkan apartemen
Saat hendra mengendarai mobilnya dan berhenti di lampu merah saat ia mengarah ke samping ia meliht Rania di salah satu mobil dengan supirnya dan akupun mengikutinya sampai di tempat Restauranxx terkenal di london saat Rania ingin memasuki restauran Hendra menarik Rania dan membawahnya ke mobilnya dan ia pun memasangkan sabuk pengaman dengan kasar membuat Rania kesal dan marah.
"Rania,,Apa apa.,an si mas jangan lakuin ini lepasin aku jangan buat dirimu susah karna membawaku pergi.ditia bisa membunuhmu.
"Hendra,,Aku taak peduli jika memang ia akan membunuhku.(sambil mrngendarai mobil di keadaan body guart terus memaksa membuka pintu mobil hendra dan
jangan lupa kak
__ADS_1
tingalin like,coment,vote rate dan favorit
hatur nuhun