
Jam sudah menujukan pukul 18.30 Rania bergegas memilih baju untuk makan malam dengan Hendra.
Selesai memilih baju Rania taak lupa memilih tas dan spatu yang cocok untuk iya pakai dengan gaun makan malam.
Rania segera membersihkan wajah taak lupa iya juga memoles make up sedikit menghilabgkan kesan biasa.
Di rasa cukup Rania mulai menganti pakaianya dan menungguh kedatangan Hendra.
Saat Rania menungguh akhirnya Hendra sampai tepat waktu tercetak jelas senyum terukir dari sudut sudut bibir Rania.
Di luar kamar pengasuh Rehan sedang membukak pintu apartemen Rania dan mempersilakan duduk.
Setelah pebgasuh itu memangil Rania,Rania mulai keluar dari balik pintu kamarnya dan menuju ke ruang tamu.
Saat Rania sampai di Ruang tamu Hendra yang asik memainkan handphonenya merasa takjub melihat penampilan Rania yang mengunakan setelan dres seh lutut berwana nut dan di tambah tas selempang yang memberi kesan manis untuk penampilan Rania.
Rania yang sedari tadi bertanya kepada Hendra dan taak di respon akhirnya melambaikan tangan dan menyadarkan Hendra dari lamunanya.
"Mas Hendra"
"Ah iya Ran maaf aku ,Ea sudah kita berangkat sekarang nanti keburu kemalaman"
"Iya mas"
Di perjalanan Rania dan Hendra diam seribu bahasa hanya suara deru mobil teedengar dari luar mobil.
Saat mereka sampai di restauran Rania dan Hendra keluar dari mobil dan berjalan menuju restauran itu.
Saat tiba di dalam restauran Rania merasa aneh taak ada satu pun orang yang berada di restauran itu hanya kami berdua.
saat keanehan itu semakin muncul saat kita belum memesan sesuatu makanan sudah datang begitu saja.
Ran makanan sudah datang ayo kita makan keburu dingin dan gak enak jika dingin.
Saat kami makan Alunan musik menyertai kami berdua, selesai makan Alunan musik itu berhenti seketika
saat Rania menaruh sendok dan menganti makan penutut dengan es cream Hendra dengan sengaja memandang Rania dengan senyuman di sudut bibir Hendra
Rania yang di pandang seperti itu akhirnya membuka omongan dan memandang Hendra.
"Mas kenapa se senyum senyum Mandang aku emang aku ngelawak"
Dio yang diam mendengar penuturan Rania akhirnya angkat bicara dan memegang tangan Rania dengan perlahan".
Ran aku mintak maaf atas prilaku ku akhir akhir ini.
Aku ngejauhin kamu karna jujur aku capek setiap kali kamu ngejauh dan selalu menolak ku.
Aku hanya ingin tahu seberapa kamu keras kepala dengan perassanmu, membohongi perasaanmu keke dengan pendirianmu.
Ternyata dengan sikapku seperti itu aku paham bahwah kamu taak bisa membohingi perasaanmu terhadpku.
Rania yang sedari tadi mendengar penuturan Hendra akhirnya bertanya kepada Hendra.
Trus Ada apa kamu dengan wanita itu mas mesrah sekali apa lagi kemarin kamu bawa dia ke Hotel itu dan ikut masuk ke kamar itu.
__ADS_1
Ran aku dengan dia hanya sekedar membuat kamu cemburu taak ada hubungan apa apa.
Untuk kamar hotel,di saat itu aku melihat mobil kamu akhirnya membuat kesepakatan dengan wanita itu untuk membuat kamu cemburu masuk hotel.
Bohong baget kalau cuman bikin aku cemburu kenapa harus glandotan di lengan kamu dan kamu masuk kamar hotel denganya.
itu hanya sebagian sekenario aku Ran agar aku bisa mastiin kamu bener benar cemburu,ternyata taak sia sia aku berakting sperti itu kamu cemburu dan menagis melihatku dengan perempuan lain.
Maka dari itu saat ini aku ingin kamu jawab dengan jujur dan dari hati kamu.
"Apa kamu mau menikah denganku"
Masih setia memegangi tangan Rania.
Rania yang mendengar penuturan Hendra dengan hati lapang dan sedikit malu malu
"Iya mas"
menjawab dengan angukan kepala.
Hendra yang melihat dan mendengar penyartaan Rania akhirnya memeluk Rania dengan erat dan berucap.
"Trima kasih Ran,janji aku kepadamu aku akan selalu mencintaimu dan anak mu"
Rania yang mendengar pernyataan itu akhirnya membalas pelukan Hendra senyum manis terukir manis di bibir Rania.
saat itu juga mereka berdua kembali ke apartemen Rania karna hari hampir malam.
Di sisi lain
Kak aku taak akan mengecewakanmu aku akan jaga mama dan Papa.
Dan aku akan selalu menjaga dua orang yang kamu sayangi selama ini.
Senyum terukir di bibir manis Fauzan dan berucap.
"kamu hanya miliku "
Di gengamnya erat bingkai foto yang terdapat foto seseorang itu.
Di sisi lain akhirnya Rania dan Hendra sampai di apatemen saat Rania di live Hendra dan Rania hanya mengobrol ringan.
saat live yang mereka tumpangi macet akhirny Rania dan Hendra melapor ke petugan dan mengungguh bantuan pertolongan.
saat di dalam Hendra pun menjaili Rania iya menghadap ke depan Rania dan semakin memajukan tubuhnya.
otomatis Rania memundurkan diri dengan lirih saat Rania sudah semakin terhimpit akhirnya tubuh Rania terpojok ke dinding.
manik mata mereka saling bertemu akhirnya
Hendra dengan senyum devilnya dengan perlahan memajukan tubuh dan wajahnya ke depan wajah Rania.
dengan sigap Hendra mencium bibir mungil Rania.
seperti terhipnotis Rania dengan sigap memejamkan mata dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
Hendra mendapat respon akhirnya mulai menciumi bibir Rania dengan perlahan dan saat seketika Hendra semakin mendalamkan ciumanaya.
Rania yang semakin terlena akhirnya membalas perlakuan Hendra.
semakin lama semakin dalam ciuman mereka berdua sampai akhirnya mereka akhiri karna live akhirnya jalan dan kami sampai di pemberhentian life yang mereka pilih.
Rania dan Hendra akhirnya keluar dari life dan menuju apartemen Rania.
sesampainya Rania menekan sandi apartemen dan mempersilahkan duduk Hendra.
Rania yang baru sampai melihat anaknya dengan pengasuhnya sudah tidur akhirnya keluar dari kamar itu menuju kamarnya untuk menganti pakaian.
Di tempat lain Hendra dengan taak tahu malunya masuk kamar dan memeluk erut Rania dengan erat Rania yang sedang mengunakan pakaian.
Rania yang terkaget akhirnya berucap dengan sedikit lirih.
"Mas ngapain ke kamar,nanti di lihat pengasuhku anak ku bagaimana"
"Biarkan seperti ini aku nyaman baget Ran"
Rania yang mendengar penuturan Hendra akhirnya membiarkan Hendra.
saat seketika Hendra membalik tubuh Rania dengan perlahan serasa di hipnotis akhirnya Hendra mendekatkan wajahnya dan saat itu juga Rania juga memanjukan wajahnya mereka akhirnya saling berciuman.
saat satu menit akhirnya Hendra dengan alah putri membopong tubuh Rania ke atas ranjang.
Saat Rania sudah di ranjang Hendra dengan sigap membuka jas yang iya gunakan dengan tetap berciuman.
lima menit sudah mereka berciuman saat Hendra menyentu bagian sensitiv akhirnya Rania tersadar dan segera berdiri dan menyudahi kegiatanya.
"Mas mingir"
Hendra dengan persaan aneh akhirnya minggir dan bertanya kepada Rania.
"kenapa Ran"
"Maaf mas aku taak mau kebablasab lagi cukup duluh hubungan kita seperti dulu"
"Tapi Ran"
"Enggak ada Tapi tapian mas"
Lebih baik mas pulang jangan sampai setanya makin banyak dan kamu gak bisa kontrol.
Mendorong ndorong tubuh Hendra ke luar kamar dan berlalu ke luar apartemen.
"Pada saatnya kita akan bersama mas"
di pegangnya tangan Hendra.
"Iya sayang"
Mencium kening Rania dan berpamitan pulang.
Bersambung...
__ADS_1