
Pagi ini semua penghuni rumah terbangun dengan perasaan tak enak mendengar pertengkaran Kak Tania dan Mas Hendra
semua orang berjalan menyusuri tanggah dan menuju kamar Kak Tania.
Rania melihat Tasya terbagun membuka pintu kamar Rania menghampiri Tasya dan membawa masuk ke kamar.
Tante Memang Papa dan Mama bertengkar apa karna Tasya"Dengan suara tersedu sedu menahan tangisnya.
Tidak sayang mereka hanya ada hal yang harus di selesaikan bukan karna Tasya ea sudah jangan menagis lagi sini"Memeluk erat Tasya di pangkuanya.
Di luar kamar
Ada apa ini sepagi ini kalian bertengkar satu rumah sampai mendengar kalian bertengkar"sambil mengetuk ketuk pintu kamar Tania dan Hendra.
Hendra membuka pintu yang di gedor ibunya dengan keras di luar.
Kalian itu ada apa apa harus sampek mecahin barang seperti in" memegang kepala dan menatap anak dan anak menantunya .
Mama tayakan dengan menantu mama kenapa saya seperti ini saya sudah capek Mah dengan dia selalu membatah apa yang aku ingin tapi Tania tak menurutinya"masih dengan emosi.
Coba jelaskan ada apa sebenarnya Tania sampai suami kamu semarah ini sama kamu, Hendra taak kan marah sebegininya kalu kamu tidak keterlaluan"Memandang Tania dengan sedikit menekan.
Saya hanya taak mau berhenti bekerja karna ini impianku Mah bisa sukse dengen jeri payahku sendiri" menjelaskan dengan ber api api.
Itu belum semua yang kamu berih tahu Mama Tania,Mama tahu dia kemarin batalin janji sama Mama apa yang Tania lakuin pergi ke club buat dugem dengan teman temanya dan pulang dengan keadaan mabuk Mah.
Apa betul itu Tania kata Hendra"Memandang menantunya dengan sedikit kesal dan marah.
Betul Mah saya khilaf minum minum karna temanku ada yang ulang tahun aku di ajak dan di beri minum itu jadi mabuk.
Apa khilaf katamu kamu bukan khilaf tapi ketagihan dan coba kamu inget iget sudah berapa kali kamu pulang dengan keadaan mabuk seperti semalam.
aku khilaf mas"dengan tatapan menyesal.
khilaf katamu itu bukan khilaf Tania tapi kebodohan,bahkan kamu sudah 10 kali pulang dengan keadaan mabuk dan berkali kali aku biarin kamu tapi kali ini aku ngak bisa tolerir lagi jika kamu taak suka dengan peraturanku dan keinginaku kamu boleh memilih jalanmu sendiri terserah kamu"dengan duduk di kasur dengan menekan nekan kepalanya yang pusink.
__ADS_1
Ea sudah itu sudah keinginan suamimu mau tidak mau kamu harus menurutinya dan lagi suami kamu itu surgamu jika sifatmu tidak bisa berubah jangan salahkan orang jika rumah tanggahmu tidak akan bsa bertahan"peringatan mertua dan melengang pergi dari kamar anaknya dan menatunya.
Aku janji mas gak akan ulangi lagi ini yang terakhir mas,tapi aku tetep kerja ea mas aku gak mau mimpihku berhenti "dengan mimik muka memelas.
Hendra yang taak tega melihat mimik muka Tania akhirnya menujuinya dan berucap.
Tak tau lagi Tan ,apa aku bisa bertahan dengan sifatmu yang mau menang sendiri egois dan tak menurut denganku" memegang kepala karan pwesoalan yang memusingkan ini.
Tania memeluk hendra dan berucap trima kasih mas aku gak akn menyiakan kesempatanku"Menatap Tania di pelukanya dan berubah menjadi Rania.
saat itu juga mereka saling mendekatkan dan menempelkan bibir satu sama lain seketika Hendra tersadar jika itu Tania bukan Rania ia pun menjauhkan bibirnya dan berlalu menuju kamar mandi
Tania yang melihat sikap mas Hendra seperti itu membuat Tania bingung dan berlalu ke depan cermin dan segera memoles wajahnya lagi.
di lain tempat tepatnya di kamar Tasya tasya bertanya dengan polosnya Tante Mama sama papa bertengkar lagi ya apa ini semua karna Tasya tante dengan sesungukan menagis hikhikhik
"Sayang papa sama mama kamu gak marah kok dengerin mereka gk marah sma Tasya sambil mengelus elus punggung tasya.
setelah aku memmandikan tasya aku segera memakaikan baju dan melengang pergi ke dapur untuk memasak kembali dengan di bantu Mertua kak Tania sedikit sedikit.
setengah jam kami selesai masak aku melaju ke kamarku untuk membersihkan diri taak lama aku sudah berganti pakaian dan kluar dari kamar menuju ke meja makan untuk sarapan bersama sama
Mama taak mau dengar yang seperti tadi jika sampai ibu dengar ibu bakalan bawah Tasya pulang ke rumah ibu dia ngak baik dengerin orang berantem nanti pertumbuhanya tergangu,Mama hari ini akan kembali ke bogor jaga Tasya baik baik.
baik Mama biar hendra anter Ma Hendra bisa ambil cuti "sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
kenapa ibu engak nginep seminggu aja kan di rumah juga ibu sendirian biar bisa main sama tasya"sambil mengutak ngatik Handpond di tanganya itu.
enggak usha Hend Mama pulang sendiri aja kan bawa mobil lagian deket juga,Mama tak bisa soalnya adikmu mau ibu pulang cepat dia mau main katanya anaknya kagen"sambil mengelap mulut dengan serbet makan.
Ea sudah kalau ibu ngotot sendiri Hendra gak maksa tapi kalau sudah sampai rumah hubungi hendra ya Mah" Memandang Mamanya dengan hangat.
memang setiap akhir pekan mereka ke bogor Mah"menyuapkan makanan di mulut.
Iya karna mereka masih puyak waktu buat main ke rumah Mama"menyindir secara halus
__ADS_1
"seketika mereka mematung tak bergeming"
di satu sisi Rania masih asyik mengyuapi Tasya dengan telaten meskipun dia belum sarapan
selesai mereka sarapan mas hendra dan tania berpamitan tak lupa berpamitan dan lagi lagi mas hendra lupa dengan tasnya dan di ambil dengan mbak tania belum sempet memberikan ke mas hendra mbak Tania menerima telpon dan mengangkat dan menyuru ku memberikan tasnya.
aku berlari kecil untuk memberikan tasnya dan aku memangil mas hendra
mas hendra berbalik dan memandanku memberikan tasnya
Hendra menerimanya
mas hendra menariku ke arah samping untuk berbicara.
Aku ingin bicara dengamu Ran"sambil mengunci tubuh rania di sandaran tembok.
Mas apa.an si lepasin aku aku moho mas ada mbak Tania kamu jangan gila ya"sambil mendorong tubuh Hendra dengan sekuat tenaga.
iya aku gila aku gila karnamu Ran aku gak bisa jika hidup tanpa kamu aku belajar bayak dari kamu tentang yang namanya bahagia denganmu.
semakin lama semakin Lama Hendra memajukan wajahnya tak terasa bibir hendra mengecup pucuk bibir Rania Rania terblalak matanya saling bertatapan dan mengisyaratkan perasaan mereka berdua jantung mereka saling beradu berdetak kencang dan seketika Rania tersadar dan mendorong badan Hendra ke depan dan berlari ke arah belakang rania taak percaya mas hendra kurang ajar terhadapnya
sialnya hatiku mengapa hatiku nyaman
dengan prilaku mas Hendra itu Rani mengupati dirinya sendira mengerutuki dirinya sendiri dan berlalu ke dalam rumah.
Dan hendra berjalan ke depan lewat pintu samping rumah seakan tak punyak dosa dia berjalan dengan senyumnya sendiri dan dan dan Tania bertanya kepada Hendra.
dari mana mas kok dari blakang"sambil memasuki mobil.
tidak dari mana mana"Menatap istrinya datar dan memasuki mobilnya juga
Mereka pun berlalu pergi menuju katornya masing masing.
di dalam rumah mertua kak Tania memandangiku yang masuk dari ara belakang dan menuju ke ruang tamu menemani Tasya bermain.
__ADS_1
**masih tahap revisi mohin di maklumi sebisa mungkin saya akan merapikan cara penulisanya agar mudah di bacanya dan mengubah cerita semenarik mungin
hatur nuhun