
Keesokan Harinya Hendra bagun dari tidurnya dan siap untuk membersihkan dirih
di hotel Rania baru bagun dari tidurnya di lihatnya Raditia masih tertidur dengan memeluknya.
Saat Rania ingin beranjak ke kamar mandi di peluknya badan Rania dengan erat dan berucap.
"Raditia,,Hari ini aku bahagia karna kamu sudah menjadi miliku seutuhnya dan dapat bersama selamanya(mencium kening Rania dan memeluknya kembali)
" Rania,,( pun meninmpali kata kata )iya dit
dengan posisi di peluk Raditia Rania pun berusaha untuk melepaskan dari pelukan ditia untuk pergi membersihkan diri dari sisa kegiatanya semalam.
Di lain tempat Hendra memulai sarapan dan Segera menemui Raditia di Menssione ditia.
di Hotel Rania selesai dengan sedikit kesibukanya mendandani diri di kaca dan Raditia pun sudah meyelsaikan berpakaianya mereka pun Sarapan dan kembali di menssione mereka.
Di perjalanan pulang Rania hanya melihat di sebrang kaca dan melihat lihat saat di lampuerah ia melihat sekelebat mobil hitam yang tumpangi Hendra dan ia punenoleh dan memastika lagi dan saat itu juga Hendra menatap ke arah yang sama Rania lihat Akhirnya mata mereka saling bertemu dan saat itu pula lampu hijau menyala dan mobil ditia pun berjalan lagi.
Hendra yang mengetahui Rania berada di mobil itu pun mengikutinya dan setengah jam
Raditia sampai di kediamanya iapun masuk dan di lain tempat hendra memangil semua anak buahnya setengah jam hendra menungguh anak buahnya mereka semua pun datang dan mengepung kediaman Raditia
Saat Rania berjalan jalan di kebun blakang kediaman Rania suara dentuman keras dari arah depan gerbang rumah pun membuyarakan perjalananku ke danau blakang taman akupun kembali dan menayakan dengan pembantu.
"Rania,Ada apa ini?(sambil tergesa gesa)dalam hati Rania jangan sampai mas hendra datang dan membuat keributan aku taak mau iya kenpa kenapa(hati Rania cemas akan nanti keadaan Hendra jika nekat membawaku lari)
Raditia pun ikut keluar dari arah ruang kerjanya dan sebagian pelayan datang menghampiri Raditia dan berucap
"Pelayan,,Tuan maaf ada seseorang laki laki yang ingin anda keluar dan mencari nyonya Rania.
" Raditia,,(Ditia dengan senyum devilnya berucap akhirnya kamu bisa menemukanku juga)Baikla saya ke sana jangan ada pembantu keluar lindungi yoya kalian(sambil berlari ke arah pintu keluar menssione)
"Pelayan,,Baik tuan(menundukan keplanya dan berlaju mengantar nyonyanya ke dalam kamar)
di luar Menssione Raditia pun sampai dan di dapati bayak sekali pengawal hendra
" Hendra,,He br""sek di mana kamu sembuyikan Rania?(dengan emosi sangat mengebu gebu)
"Raditia,,Oh tuan Hendra Anda bertamu di kediamanku akankah baiknya kamu bersikap Sopan tak arogan seperti itu dengan merusak pagar rumahku.(dengan sikap tenang tapi di dalam hati emosi)
" Hendra,Aku bukan untuk bertamu aku akan mengambil hak yang bukan hakmu dan jangan berteleh tele mana Rania dan kembalikan ke padaku atau kamu mau dengan cara kasar akupun akan mengiyakanya(sambil mengepalkan tanganya)
"Raditia,,Rania taak ada di sini dan jikapun ada aku taak akan mengembalikan karna Rania bukan milikmu dan saat ini ia sudah menjadi istriku langkahi mayatku dulu sebelum kamu membawahnya pergi(seakan tersulut emosi Raditiapun bernada lebih tinggih dan mengepalkan tangganya)
" Hendra,,Aku taak peduli jika Rania sudah kau ancam agar menikahimu kalau dengan cara baik baik tidak bisa kau mau dengan kasar aku merebutnya.
"Raditia,,Baikla aku turuti kemauanmu(seketika Raditia menepukan kedua tanganya dan semua pengawal Hendra keluar dari persembuyianya jumbla pengawal hendra lebih bayak dari hendra )
Hendra yang melihat itu pun menyerang Raditia pun menghajar Hendra mereka salibg tendang pukul
di tempat lain Rania mengawatirkan hendra dan ia pun akhirnya berlari ke luar dan di jega oleh pelayanya tapi pertahanan pelayanya pun taak bisa memberhentikab Rania untuk menemui tuanya di luar menssione
__ADS_1
Rania melihat mereka semua berkelahi membuat Rania ketakutan dan akhirnya Rania mengambil pisau di nakas di piring buah dan menampakan diri dan di lihatnya Hendra saat itu fokus hendra melihat Rania hingga Hendra terpukul bagian perut hendra dari Raditia dan hendra mengeluh kesakitan Rania pun memberhentikan semua dari perkelahian dengan acaman.BERHENTI.......(dengan speenekanan)dan berucap
" Rania,,jika kalian taak berhenti dengan perkelahian kalian makan aku akan menyayat pergelangan tanganku dengan pisau ini(dengan suara lantang dan emosi di arahkanya pisau di pergelangan tanganya)
Hendra dan Raditia pun menoleh ke arah Rania dan mereka berdua berhenti dan menyuruh semuanya untuk berhenti.
"Raditia,,Sayang kau apa apa.an jangan seperti ini (Raditia mengarah ke Rania dan mengambil pisau yang Rania bawa tadi tapi di urungkan karna Rania semakin menyat pergelangan tangan dengan tipis)
" Hendra yang melihat tingkah Rania pun meneriaki Rania kau jangan bodoh Ran apa yang kamu lakuin)
"Rania,,Aku mintak kalian suruh pengawal kalian semua pergi(sambil semakin menancapkan pisau)
" Raditia dan hendra menyuruh semuanya pergi dan tersisah hanya Rania hendra dan Raditia.Rania pun melepaskan pisau dari pergelangan tanganya dan terduduk di lantai
dan mereka Berteriak
Rania........
mereka berdua pun berlari menolong Rania
"Hendra berucap Ran apa yang kamu lakukan?(sambil membopong Rania ke ruang tengah)
" Raditia pun iku menimpali ucapan Hendra apa kamu tau ini berbahaya dengan keslamatanmu (dengan nada lembutnya)
"Rania,hanya dengan cara ini kalian mau berhenti berkelahi seperti anak kecil paham(agak sedikit meninggihkan suaranya)
" Hendra,,Rania kita pulang ke indonesia Tasya dan aku sudah kagen sekali (ingin memeluk Rania hendra saat itu di tahan oleh tangan kekar Raditia)
" Rania,,mas hendra maafkan aku taak bisa bersamamu dan tasya lagi karna aku sudah menikah dengan Raditia dan aku taak akan meningalkan Raditia(dengan iris mata yang menutup)
"Hendra,,hendra pun menimpali ucapan.aku tau kamu menikah denganya dengan terpaksa Ran kamu masih bisa bercerai dan kita hidup sama sama lagi(sambil memohon dengan Rania)
" Raditia,raditia mendengarkan perkataan Rania pun senyum dengan kemenanganya dan berucap dalam hati bagus kamu menuruti apa yang aku mau Rania.
"Rania,,taak mas aku tak terpaksa aku sudah menikah dan taak bisa denganmu lagi maka itu kamu harus pergi dari sini segerah pulang ke indonesia aku taak akan kembali denganmu(dengan mata berkaca kaca)
" Hendra,,hendra mendengan perkataab Rania pun hatinya menjadi hancur ,dan berucap jika memang keputusan itu yang kamu ambil makan aku akan pergi taak terasa air mata di pelupuk mata Hendra pun jatuh taak terasa membuat yang empunya menyekat airmatanya.
"Rania yang melihat hendra menagispun akhirnya iya neneteskan air matanya dan berpaling menyekat air matanya
" Hendra pun berlengang pergi dengan asistenya Reno dengan berlinangan air mata.
Raditia yang setia menjadi penonton hanya menyeburatka senyum kemenagan ke Arah Rania dan Rania pun meninggalkan ditia
saat ingin meningalkan ditia tangan Rania pun di cekal oleh Ditia dan menarik Rania
"Raditia,,Mau ke mana kamu?(sambil memeluk Rania yang masih meneteskan anlir mata)jangan menagis lagi aku taak suka air matamu keluar demi orang itu(sambil menatap Rania tajam)
"Rania ,,(Rania yang sedari tadi menahan emosinya pun berucap)Kamu sudah puaskan hah kamu sudah dapatkan aku(dengan nada tinggih di depan ditia)dengan senyum miris dan air mata mengalir dan berkata meskipun kamu memiliki tubuhku tapi kamu taak akan perna memiliki hatiku paham kamu(dengan sekali bentakan dan iya berlalu pergi)
" Hendra yang mendengan perkataan Rania pun emosi dan berlari mengejar Rania dan menyeretnya ke kamar utama dan menghukum Rania dengan cara mengauli Rania dengan Kasar taak henti hentinya membuat isak tangis di hati Rania dan perlawanan dari Rania.
__ADS_1
Saat Rania sudah menyerah dengan tingkah Raditia dan taak melawan hanya suara hendra yang mencium bibir Rania dengan kasar
Raditia pun memperlirih kegiatanya itu dan berucap
"Raditia,,Aku seperti ini karna aku mencitaimu aku taak mau kau jadi milik orang lain dn mencium kening Rania dan meneruskan perbutnya itu hingga usai.
setelah kegitanya selesai Rania pun beranjak ke kamar mandi dan menguyur badanya di syower dan menagis sejadi jadinya.
di tempat lain Hendra merasa frustasi dengan jawaban Rania dan memilih mengendarai mobil pergi dari apartemnya dan pergi tanpa arah dan tujuan..
setengaj jam hendra berlaju mengunakan mobil Hendra pun berhenti di salah satu tempat yang Asri sejuk dan damai hendra menumpahkan semua kekesalanya dan air matanya di tempat itu.
suda hampir malam hendra berada di tempat itu Hendra pun akhirnya menyudahi termenungya dan pergi menuju apertemenya dan setengah jam ia sampai di apartemenya dan membaringkan diri hinggah tertidur pulas Reno melihat bosnya pun merasa kasihan orang yang selama ini tampak bahagia pun jadi sedih dan patah hati karna perempuan.
di kediaman Rania
Hendra masih setia dengan laptopnya dan berkerja di dalam ruang kerjanya dan aku masih setia termenug di bawah terik rembulab di dekat taman samping kolam renang.
Raditia pun melihat ke arah jendela di lihatnya Rania sedang melamun memaikan air dan Raditia pun mendatangi Rania dan mengalungkan switer untuknya dan berucap
" Raditia,,di luar dingin kenapa tak memakai sweater (dengan mengalungkan di badan Rania)
"Rania,,Rania tersentak kaget melihat sikap Raditia yang baik lagi(dalam hati Rania bukanya lagi marah dan gondok sama aku kenapa ia mau mengambilkan aku sweater )Ah iya aku bosan saja di dalan kamar.(sambil memaikan air)
"Raditia,,Ayo ke dalam kita makan malam aku taak mau kamu sakit jika telat makan.(sambil membawah Rania ke ruang makan)
di sana ada beberpa pembantu yang menata piring dan menungkan air minum di gelas Rania dan Raditia
seketika itu Rania mengambilkan nasi dan lauk untuk Raditia dan mengambil untuk dirinya sendiri.
seketika mereka makan di suapan pertama Rania merasa perutnya taak enak hingga ia merasa perutnya mual dan hoek..hoek..
ia pun berlari ke belakang dapur ke kamar mandi saat Raditia melihat Rania seperti itu pun iku kawatir dan menyamperin Rania dan mengelus elus pyngungnya saat Rania memutahkan semuanya dan berucap.
" Raditia,,sayang kamu taak apa ?Apa aku pangilkan dokter?(dengan raut cemas)
"Rania,taak perlu aku taak apa hanya saja aku masuk angin biar nanti aku suruh bibik buat wedang jahe nanti juga sembuh.Aku kembali dulu ke kamar aku taak nafsu makan lagi.
" Raditia,,biar aku papah ke kamar dulu dan kamu istirahatlah nanti aku suruh bibik buatkan wedang.selesai mengantar Rania istirahat Raditia menyuruh bibik membuat wedang dan di antar ke nyonyanya dan ia melanjutkan makanya yang tertunda tadi..
saat makan malam usai Raditia pun meneruskan pekerjaanya di ruang kerjanya dan beralih fokus ke kerjaanya
.taak terasa jam sudah menujukan pukul 23.00 Raditia pun menyudahi pekerjaanya dan betalih untuk tidur ke kamar saar iya sampai di kamar di lihatnya Rania sedang tertidur pulas dan ditia berlanjut menganti pakaianya dan pergi berbaring di sebelah Rania ia taak lupa mengecup kening Rania dan berucap
"Raditia,,selamat malan sayang Aku mencintaimu(dengan senyum mengembang di bibir Raditia dan berlalu tidur sambil memeluk Rania)
jangan lupa kak
like,coment,dan vote iya
hatur nuwun
__ADS_1