Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
Perasaan Rindu


__ADS_3

Seminggu sudah Rania merasakan hal yang begitu menguras hatinya.


Rania merasakan ada hal yang hilang dari kehidupanya.


Di mana saat Hendra masih mengangunya dalam hal apapun .


Rasa cemburu rasa kesal Rania terima saat iya bertemu dengan Hendra di saat Hendra membawa wanita yang selalu ada di fikiran Rania.


Karna kejadian saat di toilet membuat Rania engan untuk memberi tahukan ke Hendra dan menyimpanya sendiri.


Rania tersadar dari lamunanya dan kembali mengejek berkas laporan.


Saat Rania mengecek semua berkas di dalam ruanganya asistenya Rania mengetuk pintu.


tok..


tok..


Rania yang mendengar ketukan pintu akhirnya menyudahi dan menaruh malaporan itu.


"Iya masuk"


Maaf Nona Rania ada orang yang ingin menemuhi anda saat ini.


"Sipa,kamu suruh masuk saja"


Saat Rania akan menyambut seseorang itu Rania melihat dengan tatapan yang Heran dan berucap.


"Maaf anda siapa iya"


"Ah iya silakan duduk"


Rania pun mempersilahkan duduk di sofa.


"Kalau begitu saya pamit Nona Rania"


Iya Leo


"Maaf kalau boleh tahu anda siapa"


"Mungkin anda heran tidak perna mengenal saya tapi saya mengenal baik almarhum suami nona"


"Agar nona tidak penasara saya perkenalkan diri dulu saya adalah adik dari kaka saya Raditiya Almarhum suami nona Fauzan.


" Bukanya suami saya tidak mempunyai adik hanya anak satu satunya dan tak perna menceritakan beliau punya adik"


"Iya memang karna saya adalah anak tiri dari istri kedua Papa saya Tuan Haryo kusumo.


" Memang itu nama mertua saya tapi tidak perna mereka menyingung masalah adik dari suami saya.


"Jika memang benar anda adik dari suami saya ada tujuan apa anda datang ke perusahaan"


"Saya hanya ingin berkujung ke mari mengenang masa dulu saat saya masih di posisi nona saat ini.


Rania mengerutkan dahinya dan berucap dalam hati.


Mungkin iya kagen dengan kakaknya dan sekarang berkunjung ke perusahaan.


"Kalau begitu saya mohon pamit dulu karna masih bayak urusan.


" Oh iya jika ada waktu mampirlah ke rumah Papa kamu juga anaknya meskipun berbeda ibu"

__ADS_1


"Secepanya saya akan datang"


Senyum manis di sudut bibir Fauzan untuk Rania.


Rania yang mendapat senyuman itu hanya bisa mendundukan kepala dan berpaling ke arah lain dan berucap.


Senyuman apa itu kok aku jadi takut ada maksut lain dari senyuman itu.


"Dan kenapa juga suamiku ini taak perna bercerita tentang adik tirinya gini kan jadi ribet sendiri.


Rania yang dalam kebingungan akhirnya bertanya kepada Asistenya yang baru saja masuk.


"Maaf bu bisa saya bantu"


"Oh iy Leo apa laki laki tadi memang adik dari almarhum suami saya karna saya tidak perna melihatnya"


"Iya nona Memang Pak Fauzan itu adik dari almarhum Tuan Raditia tapi hanya adik tiri.


" Karna keluarga tuan Raditia taak perna membawa keluarga Tuan Fauzan dalam hal apapun karna hanya istri sirih.


Oh jadi begitu,pantas saja.


"Ea sudah kamu kembali"


Baik nona saya undur diri.


Leo meninggalkan Rania yang masih terduduk di kursi kantornya dengan perasaan sedikit faham.


Rania pun meneruskan untuk memerikasa semua berkas yang ada di atas meja kantornya.


Siang berganti menjadi sore Rania enggan untuk meningalkan kantor karna masih bayak laporan yang iya harus perikasa.


Rania yang kasihan dengan anaknya karna akhir akhir ini iya taak pulang tepat waktu selalu lembur akhirnya memutuskan untuk pulang dan menemani anaknya.


Rania yang melihatnya akhirnya mengikutinya dan memarkirkan mobilnya.


saat Rania sedang membututinya Hendra melihatnya.


Hendra yang mempunyai seribu akal akhirnya berfikir ingin memanas manasi Rania.


Hendra memeluk pingang wanita itu sehinga membuat kesan mengoda.


Rania yang melihat itu sedikit sedih dan emosi tapi Rania masih bisa mengortol emosinya itu agar taak ketahuan.


saat perempuan itu cek in akhirnya Rania mengikutinya dan saat Rania sampai di kamar yang di pesan perempuan itu Rania merasa sakit melihat Hendra ikut masuk dan perempuan itu berglayut manja di lengan Hendra.


Saat Rania memutuskan untuk kembali pulang Hendra dengan sigap keluar dari kamar hotel dan mencari sosok Rania.


Rania hanya bisa menagis sesungukan melihat Hendra yang memasuki kamar hotel itu.


Saat Rania sudah memasuki live dan segera menutupnya seketika Hendra muncul di balik pintu live itu.


Rania yang melihat Hendra pun segera mungkin menyeka buliran air mata yang basah di pipinya.


Hendra memasuki live dengan perasaan bersalah melihat Rania menagis karnanya.


Saat Hendra memasuki live dan berdua dengan Rania Hendra membuka pembicaraan.


"Bagaimana kabar kamu Ran"


Rania hanya diam seribu bahasa karna Rania marah akan tigkah laku Hendra membawa masuk perempuan ke hotel.

__ADS_1


Hendra yang taak mendapat tangapan akhirnya menarik Rania ke dekapanya dan berucap.


Aku mintak maaf Rania telah membuatmu menagis aku hanya ingin tahu seberapa jauhkah kamu mencintaiku dan seberapa kamu bisa membohingi perasaan mu terhadapku.


Rania yang mendengar itu akhirnya mendogakan kepalanya dan tetap taak berbicara sepata katapun.


Hendra yang kesal akhirnya mencium bibir Rania dan seketika Rania berontak dan mendorong tubuh Hendra.


Apala daya Rania tenaga Hendra lebih kuat dan taak bisa mendorong Hendra malah makin membuat Rania terpojok.


Rania akhirnya menyerah dan Hendra pun melepaskan Rania.


saat Hendra melepaskan Rania,Rania dengan sigap menampar Hendra dengan kencang


Plak...


Hendra yang mendapatkan tamparan itu hanya bisa memandang Rania dengan senyum dan berucap.


Harus aku lakukan yang lebih lagi agar kamu taak marah lagi denganku.


Rania mendengar itu dengan cepat akan menampar pipi Hendra.


Dengan sigap Hendra menahan lengan Rania.


Rania pun berucap dengan emosi


"Dasar mesum"


Bisa bisanya kamu lakukan itu terhadapku setelah kamu tidur dengan perempuan itu.


Hendra pun hanya senyum dan taak menjawab perkataan Rania.


di lihat live terbuka Hendra menarik lengan Rania dan membawanya keluar ke luar Hotel.


Rania yang hanya bisa mematung mengikuti Hendra dengan sedikit berusaha melepaskan tarikan Hendra.


saat di parkiran Hendra membuka mobil Rania dan berucap.


"Masuklah"


"Nanti malam aku akan kerumahmu aku jemput kamu pukul 19.00 kita makan malam"


"Aku akan jelaskan semua yang kamu lihat dan aku akan jelaskan semua sifatku akhir akhir ini.


Rania yang sedari tadi kesal akhirnya duduk di kursi kemudih dan berlalu pergi tanpa memabalas perkataan Hendra.


Saat Rania menigalkan Hendra sendiri Hendra hanya menyimpulkan senyum dan berucap.


Aku tahu meskipun hatimu kesal terhadapku ada gurat senyum di sudit bibirmu akan perasaanmu terhadapku Rania.


Hendra melengang pergi menuju mobilnya dan berlalalu menugalkan hotel itu.


Di jalan perbatasan Rania menungguh mobil Hendra di pingir jalan melihat kepergian Hendra dari Hotel itu senyum tersimpul dari bibir Rania dan Rania pun melanjutkan perjalananya ke rumah.


Aku tahu kamu mas taak mungkin kamu mebohongiku.


Hendra yang tadinya ingin mengendarai mobil dengan kecang mengurungkan niat melihat mobil Rania terparkir di sudut jalan.


Hendra pun memelankan laju mobilnya dan berucap .


Posesif sekali kamu Rania terukir senyum di bibir Hendra.

__ADS_1


setelah mobil Hendra jalan Rania mengikuti dari blakang dan setelah itu berpisah di perempatan jalan.


Bersambung....


__ADS_2