Aku Mencintai Adik Iparku

Aku Mencintai Adik Iparku
42.Diagnosa


__ADS_3

Pagi hari Rania berlalu ke dapur untuk mempersiapkan makanan untu Raditia yaitu nasi goren dengan telur ceplok saja saat Rania membuatkan kopi Raditia pun masuk ke dalam dapur dan menuju meja makan Rania sedari tadi membuat kopi untuk Raditia pun ikut menghampiri ditia


"Rania,,mas kamu gak kerja ?(sambil meletakan kopi di atas meja)


" Raditia,,Enggak sayang aku ada urusan di luar dulu karna ada masalah di luar(mencari cari alasan)


"Rania,,Oh ea sudah mas jaga kesehatan kamu sekarang kamu kurang tidur sering pusink kamu bayak isyirahat jangan terlalu di forser(mengambilkan makan untuk ditia)Apa kita priksa ke dokter ea mas ?


" Raditia,,taak usa sayank besok juga sembu.iya aku jaga kesehatanku(sambil memberikan nasi goreng ke Raditia)


"Rania,,Ea sudah makan dulu jangan bicara(menyodorkan air mineral)


lima menit kami menyatap makanan dan selesai aku membersihkan wadah dan piring terdengar suara telfon berbunyi


dret


dret


Raditia pun melihat arah layar di lihatnya tertera nama savira (dokter bagian dalam)


sedikit menjauh


" Radita


,,hallo iya ada apa vir?(sambil melihat keberadaan Rania)


"Savira


,,Ada yang perlu aku sampaikan ke kamu dit(sambil gemetaran)


" Raditia


,,iya sampaikan saja oh iya apa sudah keluar hasilnya?(sambil berdirih mengarah kaca luar gedung apartemen di dalam kamar)


"Savira


,,iya di sudah keluar hasilnya,sangat berat hati aku sampaikan ke kamu dit kalau terkena tumor otak stadium akhir dan maaf jika kamu taak percaya dan berkenan kamu boleh priksa ke dokter selain aku(ragu ragu)

__ADS_1


"Raditia


,,Gak perlu vir aku percaya dan aku sudah ke dua cek up ke dokter(sambil memecet kepalanya pusink)


" Savira


,,dit ada penaganan jika kamu ingin sembu dari kanker kamu haru kemoterapi jika kamu mau aku akan persiapkan semuanya (berfikir sedikit)


"Raditia


,,taak usa vir aku tau dapaknya apa dan jika aku oprasi juga akan membuat mental dan ingatanku hilang aku taak mau biarkan aku menghabiskan waktuku dengan Rania dan anaku (sambil berlinangan air mata)


" savira


,,Tapi dit itu buat kebaikanmu agar selamanya kamu biasa kumpul dengan anak istrimu.fikirkan keluargamu ia harus tau dan jagan pendam sendiri(dalam hati savira keras kepala sekali kamu )


"Raditia


,,Biarkan aku yang ngerasaain sendiri vir istrimu saat ini masih mengandung dan aku taak mua jika ia kepikran dengan ku dan kesehatanyaenurun.(sambil berjalan menyusuri kamar)ea sudah aku tutup dulu.


" Savira


Pagilan pun dibputus dan Raditia memandang arah luar jendela aku taak mau membebani Rania dengan penyakit ini (sambil menitika air mata)


saat Raditia menitikan air mata Rania membuka pintu kamar dan berucap.


"Rania,,mas ngapain di sini itu aku buat makanan (sambil mengarah ke Raditia dengan melihat ke arah wajah suaminya)kamu menagis mas?kenapa apa yang buat kamu menagis?(sambil mendekatkan diri ke Raditia)


" Raditia,,Hanya terbesit di fikiranku jika kamu meningalkanku (sambil menitikan air mata)jangan perna tingalin aku ea sampai maut menjemputku)


"Rania,,(mengusap air mata Rendy )aku taak akan nigalin mas sampai maut memisahkan(memeluk tubuh Raditia dengan tulus)Apa ada yang mas sembuyikan dari Rania?(bertanya dengan serius)


" Raditia,,taak ada sayang hanya saja aku kepikiran kamu(berbohong)


"Rania,,ea sudah sekarng kita makan aku sudah buat samosa buat kamu katanya suka(sambil membawa Raditia ke luar kamar)


" Raditia pun mengikuti dan duduk berdampingan dengan Rania( sambil melihat wajah Rania)

__ADS_1


"Rania,,mas nanti kita belanja di supermarket ea aku harus belanja bulanan.(sambil meniup niup samosa dan di berikan ke pada anaknya)


" Raditia,,iya sayank nanti jam 12 siank ea mas juga mau beli sesuatu (sambil mngelus pucuk kepala Raditia)


"Rania,,mas gich mana kata dokter tentang kepala kamu sering sakit?(sambile mandang Raditia)


" Raditia,,tenag aja kata dokter karna vertigoku sering kumat dan membuat kepala sakit rasanya( berucap maafkan aku sayang aku berbohong karna aku taak mau kamu memikirkan anaku jadi sakit)


"Rania,,iya mas mangaka jangan suka begadang kalau udah waktunya tidur tidur iya(sambil menagkup wajah Raditia)


"Raditia,,saat itu juga bergantian wajah Rania dan perlahan lahat mata kami saling bertemu deru nafas kami terdengar jelas di telingaku dan mas Raditia pun mendekatkan wajah ke wajah Rania dalam hitungan detik seketika Raditia mencium bibir Rania belum sampai menempel Rania pun menarik kepalanya dan menjauh dari Raditia dan berlari menuju kamar dan Dan Raditia berucap


" Raditia,,Awas iya kamu mempermainkan Ditia aku balas ea(menyusul Rania ke dalam kamar )Rania dengan sigap menutup kamar dan di dorong Raditia dan berucap


"Rania,,ye gak kena (sambil menjulurkan lidahnya)


dan Rania pun taak sangup pun melepaskan pintu dan berjalan mundur dengan kedatangan Raditia.semakin memundurkan tubuhnya ke ranjang membuat Rania terpojokan dan akhirnya Rania di ti***hi oleh raditia dan aditia berucap


" Raditia,,kamu mempermainakan aku ea bercanda ea kamu tau kan bakalan ada hukuman buat kamu di bisikan ke telinga Rania dengan lembut dan mencium telinga Rania Rania yang merasa gelih pun berontak tapi cekalan Raditia semakin kuat dan taak bisa di lepas


Di dekatkan wajah Raditia ke wajah Rania dan seketika Raditia mencium bibir Rania dengan lembuat ciuman itu di sambut Ranian dengan lembut juga ia juga saat ciuman itu cukup lama berubah menjadi nafsu beralih ke leher Rania saat itu juga ditia meningalkan jejak kepemilikanya dan berlalu ke dada Rania dan saat itu juga penyatuhan antara mereka berdua terjadi dan mereka mulai iklas menerima masing masing terutama Rania karna


,dua jam berlalu Rania dan Raditia tertidur sampai pukul 13.00 siang iapun bergegas ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri selang lima belas menit Rania pun selesai mandi dan keluar dari arah kamar mandi di lihatnya mas Raditia sedang memainkan handphone dan berlalu mwnghampiriku dan melingkarkan tanganya ke perutku dan di ciumnya pundak Rania dan berucap


"Raditia,,baumu harus sayank dan segar jadi ingin lagi (sambil mengoda Rania)


" Rania,,ih Apa an si mas cepat sana pergi mandi baumu gak enak dan lagi kamu tadi kan udah gih mandi cepet(mendorong Raditia sampai masuk ke kamar mandi )kamu janji ngantar aku ke maall buat belanja bulanan.


Saat raditia mandi Rania beganti pakaian dan berjalan menuju tempat Rias untu sedikit merias wajahnya agar taak begitu pucat jika di lihat orang.


lima belas mebit Raditia selesai mandi ia pun keluar dari arah kamar mandi dan berjalan menuju kedepan menfambil pakaian yang sudah di ambilkan Rania dan berganti pakaian selama 2 menit dan merapikan semuanya dan akhirnya keluar dari kamar dan menuju Rania yang sedari tadi menungguhnya di luar kamar.


kami pun berangkat ke tujuan pertama iya iya itu salah satu moll terbesar di kota jakarta dan kami pun berbincang bayak tentang babyku yang ada di dalam perutku dan berucap


"Raditia,,syank apa anak kita perlu kamar sendiri ?(dengan menyupir )


" Rania,,gak usha la mas kasihan mending tidur satu kamar dengan kita kita hanya beli tempat tidur bayi dan kalau udah besar baru kita buatkan kamar sendiri dan saat seketika kita beradu argumen mereka pun sampai di mall dan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.

__ADS_1


dan keluar dari mobil mengarah ke dalam mol dari pintu masuk di parkiran.


__ADS_2