
Inez berjalan pergi meninggalkan mobilnya untuk mencari Arumi di sekitar tempat itu.
"Arumi...! Arumi...! kamu di mana Arumi..." seru Inez memanggil-manggil Arumi. Namun sejak tadi, Inez belum menemukan keberadaan Arumi.
Inez fikir, Inez akan menemukan Arumi di tempat itu. Inez tidak tahu saja kalau Arumi sudah diculik dan dibawa pergi dari tempat itu oleh tiga orang lelaki asing.
Inez menghentikan langkahnya saat dia sudah jauh berjalan meninggalkan mobilnya.
"Kemana sebenarnya Arumi. Kenapa aku cari-cari dia nggak ada disekitar sini. Seharusnya dia ada di sekitar tempat ini. Kemana ya sebenarnya dia," ucap Inez.
Setelah Inez lelah mencari Arumi di sekitar toko buku, akhirnya Inez memutuskan untuk kembali ke mobilnya.
"Neng, mau cari siapa?" tanya seorang lelaki yang baru saja keluar dari toko buku.
"Aku mau cari teman saya. Tadi dia ada di dalam mobil ini. Saya tinggal dia sebentar untuk beli buku. Setelah saya keluar, dia sudah tidak ada di dalam mobil. Dan saya cari-cari sampai ke sana nggak ada juga."
"Tadi saya lihat ada seorang wanita cantik berdiri di sana Neng. Tapi saya tidak tahu dia pergi kemana."
"Bapak ingat ciri-cirinya nggak?" tanya Inez.
Lelaki itu diam dan tampak mengingat ciri-ciri wanita yang dilihatnya tadi.
"Ciri-cirinya rambutnya panjang, dia tingginya se Neng, dan dia tidak bawa apa-apa tadi," ucap lelaki itu.
Jangan-jangan itu memang benar Arumi. Jadi Arumi keluar dari mobil ya setelah aku masuk ke toko, batin Inez.
"Terus bapak lihat dia kemana?" tanya Inez lagi yang semakin penasaran.
Lelaki itu menggeleng.
"Nggak. Tapi tadi ada mobil yang berhenti di samping dia. Dan ada tiga lelaki yang turun menghampiri dia. Setelah itu bapak nggak lihat lagi wanita itu kemana," jelas lelaki itu.
"Jangan-jangan, Arumi di culik lagi. Kalau Arumi di culik, lalu siapa orang yang sudah menculiknya," ucap Inez.
"Kalau begitu, terimakasih banyak ya Pak untuk informasinya. Saya pergi dulu Pak. Permisi."
Inez masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu dia pun pergi meninggalkan tempat itu.
Inez mencoba untuk mencari Arumi di sekitar jalan itu. Inez harap kalau dia akan menemukan Arumi .
"Arumi, kamu di mana Arumi. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa sama kamu," ucap Inez di sela-sela menyetirnya.
Ring ring ring...
Suara ponsel Inez berdering. Inez kemudian mengangkat panggilan dari ibunya.
__ADS_1
"Halo Ma."
"Kamu dan Arumi di mana sekarang Nez? kenapa sudah jam segini kalian belum pulang?"
"Maaf Ma. Aku lagi ada di jalan nih Ma."
"Kamu masih ada di jalan. Kalian kemana aja sih. Kenapa ke rumah sakit sampai jam segini. Kamu jangan bawa Arumi pergi jauh-jauh. Dia lagi hamil Nez."
"Ma, Kak Leo udah pulang belum?"
"Leo? baru saja dia masuk kamar."
"Ma, sebenarnya Arumi hilang Ma."
"Apa! kok bisa."
"Aku juga nggak tahu Ma Arumi pergi kemana."
"Kok kamu bisa nggak tahu Arumi pergi kemana. Kan kamu sejak tadi sama Arumi. Kamu gimana sih. Kamu udah nyari dia belum."
"Aku kan masuk ke toko buku tadi. Aku suruh Arumi nunggu di dalam mobil. Pas aku keluar, Arumi udah nggak ada di dalam mobilnya. Dan aku cari muter-muter dia juga nggak ada."
"Ya ampun. terus Arumi kemana dong."
"Ya udah, nanti Mama akan bilang ke Loe dan akan suruh Leo untuk mencari Arumi."
"Iya Ma."
"Kalau kamu mau pulang, pulang aja. Besok aja lanjut mencari Aruminya."
"Iya Ma."
Setelah bertelponan dengan ibunya, Inez kemudian melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Dia tampak lelah setelah dia muter-muter nyari Arumi tapi Arumi tidak juga ditemukan.
****
Pagi ini, sinar mentari sudah memancar sempurna. Cahayanya sudah menembus masuk ke dalam celah-celah jendela sebuah ruangan tempat di mana Arumi di sekap.
Arumi saat ini masih pingsan di atas tempat tidur empuk. Entah ada di mana dia sekarang. Dari semalam dia pingsan dan di sekap di sebuah kamar yang cukup luas.
Arumi mengerjapkan matanya saat dia merasakan silau. Sinar mentari saat ini, sudah mengenai wajah Arumi. Sehingga Arumi merasakan silau.
Setelah Arumi membuka mata, dia terkejut saat dia menatap ke sekeliling. Arumi tidak tahu dia ada di mana. Dia sekarang berada di dalam kamar yang tampak asing untuknya.
Aku ada di mana sebenarnya, siapa orang-orang yang sudah membawa aku ke sini, batin Arumi.
__ADS_1
Arumi terkejut saat melihat kaki dan tangannya sudah terikat kencang. Arumi mencoba untuk duduk walau sulit karena ke dua tangannya terikat.
"Di mana aku. Kenapa mereka jahat sekali menyekap aku di sini. Apa yang harus aku lakukan sekarang. Hiks...hiks..."
Arumi menangis di kesendiriannya. Dia benar-benar takut saat ini. Dia takut kalau ke tiga lelaki yang semalam akan menjahatinya. Arumi harus meminta tolong sama siapa lagi sekarang. Arumi yakin, kalau saat ini dia pasti sudah jauh dari tempat Inez.
Arumi menghentikan tangisannya. Saat tiba-tiba ada suara seseorang dari luar ruangan itu.
"Bos, saya sudah berhasil membawa perempuan yang bos minta."
"Bagus kalau begitu. Kamu yakin tidak salah culik?"
"Tidak dong bos. Saya yakin kalau dia orang yang bos cari."
"Baik. Kamu boleh pergi dari sini. Nanti bos besar akan datang ke sini, dan akan memberikan imbalan untuk kamu."
"Makasih banyak bos."
"Tapi kamu tidak ngapa-ngapain dia kan?"
"Tidak bos. Seperti yang bos minta saya cuma membiusnya saja dan mengikat kaki dan tangannya. Kalau bos nggak percaya bos bisa lihat di dalam. Dia masih mulus tanpa cacat."
"Baik. Sekarang kamu boleh pergi dulu."
"Iya bos."
Arumi terkejut saat mendengar obrolan orang di luar tadi.
"Bos, bos siapa. Siapa sebenarnya yang udah nyulik aku," gumam Arumi.
Beberapa saat kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Arumi menatap tajam ke arah orang yang masuk ke dalam ruangan itu.
"Kamu. Siapa kamu! kenapa kamu sekap aku di sini?"
Lelaki itu tersenyum.
"Saya Denis. Saya memang sengaja menyekap kamu di rumah saya. Karena teman saya sebentar lagi akan datang ke sini untuk menemui mu. Dia yang meminta saya untuk membawa kamu ke sini Arumi."
Arumi mengernyitkan alisnya.
"Teman? teman kamu siapa?"
"Nanti kamu juga tahu sendiri Arumi. Mungkin kamu sudah sangat mengenalnya Arumi. Karena dia juga mengenal kamu."
Arumi sama sekali tidak mengerti dengan kata-kata lelaki yang ada di depannya. Entah siapa bos yang sudah menculik Arumi itu.
__ADS_1