
"Aduh, sakit banget Ma. Hati-hati Ma. Pelan-pelan dong," ucap Rafa yang merasa kesakitan saat Arumi mengolesi lukanya dengan salep luka.
"Iya. Ini juga udah pelan-pelan. Makanya lain kali hati-hati lagi ya. Kalau mau main sepeda itu yang fokus," ucap Arumi.
"Iya Ma."
Rafa sejak tadi masih meniup-niup lututnya yang sakit.
"Salepnya perih banget Ma."
"Iya. Pertama memang perih. Tapi nanti juga akan cepat sembuh kok," ucap Arumi.
Beberapa saat kemudian, Bu Ella menghampiri Arumi dan Rafa yang ada di ruang tamu. Bu Ella kemudian duduk di samping Rafa.
"Cucu nenek kenapa?" tanya Bu Ella pada Rafa.
"Tadi aku jatuh dari sepeda Nek," jawab Rafa.
"Makanya naik sepedanya hati-hati," ucap Bu Ella pada Rafa.
"Tuh, masakan nenek udah mateng. Nanti Rafa makan ya, sama mama juga," ucap Bu Ella lagi.
"Iya Nek."
Setelah mengobati luka Rafa, Arumi pun kemudian mengajak Rafa ke ruang makan untuk sarapan.
"Ayo Raf, kita sarapan dulu!" ajak Arumi.
"Iya Ma."
Rafa bangkit dari duduknya. Begitu juga dengan Arumi. Arumi kemudian menggandeng Rafa sampai ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Arumi dan Rafa duduk. Arumi mengambil piring dan mencedokan nasi dan lauk untuk Rafa makan.
"Rafa bisa kan makan sendiri?" tanya Arumi.
"Tapi aku masih sakit tangannya Ma."
"Ya udah, mama suapin ya."
Rafa mengangguk.
Arumi kemudian lekas menyuapi Rafa
__ADS_1
Bu Ella menghampiri Arumi di ruang makan.
"Ibu mau sarapan?" tanya Arumi menatap Bu Ella lekat.
"Ibu mau langsung ke toko aja Arumi. Udah siang," ucap Bu Ella.
"Oh. Ya udah. Nanti aku siangan ya Bu, ke sananya."
"Iya Arumi. Urusi Rafa dulu."
"Iya Bu."
"Nenek pergi dulu ya Rafa. Yang nurut ya sama Mama," ucap Bu Ella sebelum pergi.
"Iya Nek," ucap Rafa mengangguk di sela-sela kunyahannya.
Setelah berpamitan pada Arumi dan Rafa, Bu Ella kemudian melangkah pergi meninggalkan rumahnya. Dia akan pergi untuk membuka toko kuenya.
Kebetulan rumah Bu Ella itu berada dekat dengan jalan raya, dan toko Bu Ella juga tidak jauh dari rumahnya. Mungkin jika jalan kaki, akan membutuhkan sekitar lima menit perjalanan.
Setelah Arumi menyuapi Rafa, dia kemudian makan. Selesai makan, Arumi membereskan piring-piring kotor yang ada di atas meja dan mencucinya.
Seperti rutinitasnya setiap hari, Arumi selalu mengerjakan semua pekerjaan rumah di rumah Bu Ella. Sementara Bu Ella yang menjaga toko.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya, Arumi kemudian memandikan Rafa.
Setelah semua rapi dan beres, Arumi dan Rafa juga sudah mandi, pekerjaan rumah juga sudah beres, Arumi kemudian mengajak Rafa untuk ke toko.
Sebelum pergi ke toko, Arumi tidak lupa mengunci pintu rumahnya. Setelah itu, Arumi pun pergi dengan Rafa berjalan kaki untuk sampai ke toko.
Di tengah-tengah jalan, tiba-tiba saja Rafa menghentikan langkahnya. Membuat Arumi terkejut.
"Kenapa Rafa berhenti? ada apa? Rafa mau pipis ya?" tanya Arumi.
Rafa menatap seorang lelaki yang sedang menggendong anak kecil sepantarannya.
"Aku pengin punya Papa," ucap Rafa yang membuat Arumi terkejut.
"Apa! punya Papa?" ucap Arumi.
"Iya. Aku pengin seperti anak itu. Lihat deh Ma. Anak itu seneng banget ya, di gendong Papa nya." Rafa menunjuk ke arah lelaki yang sedang menggendong anak kecil itu.
"Aku pengin banget punya Papa seperti anak-anak lainnya," ucap Rafa tampak sedih.
__ADS_1
Rafa memang masih sangat membutuhkan sosok ayah. Selama ini, Rafa selalu bertanya pada Arumi tentang siapa ayahnya dan di mana ayahnya tinggal. Karena dia sangat merindukan ayahnya. Selama ini, Rafa juga belum pernah melihat wajah ayahnya.
Setiap Rafa bertanya pada Arumi tentang siapa ayahnya, seperti apa ayahnya dan di mana dia tinggal, Arumi cuma memberi satu jawaban.
"Ayah Rafa ada di luar negeri. Dan dia tidak akan pulang, karena takut naik pesawat" Dan itulah jawaban Arumi untuk pertanyaan Rafa.
Dan Rafa anak kecil itu, percaya saja dengan apa yang Arumi ucapkan..
Arumi sebenarnya juga sedih, saat Rafa menanyakan soal ayahnya. Dia bingung untuk bicara apa pada Rafa.
Sejak tadi Arumi hanya bisa menatap lelaki yang menggendong anak kecil itu dengan lekat.
Duh Rafa, maafkan mama. Karena mama harus bohongin kamu Nak. Sebenarnya ayah kamu itu ada dekat dengan kita. Tapi kamu tidak perlu tahu siapa ayah kamu. Dia ayah yang jahat. Dia saja dulu pernah menyuruh mama untuk membunuh kamu waktu kamu ada di perut Mama. Mama nggak mau mempertemukan kamu dengan keluarga Mahendra, batin Arumi.
Ya, selama ini Arumi tidak pernah pergi jauh dari Arkan. Arumi juga masih tinggal dekat dengan tempat tinggal Arkan.
Arumi sengaja tidak pergi jauh, karena dia masih ingin melihat orang tua dan kakaknya walau hanya dari jarak jauh.
Waktu Mbak Lira menikah di kediaman keluarga Mahendra pun, Arumi tahu. Arumi hanya bisa memantau dari jauh kondisi keluarganya sampai saat ini. Dan Arkan akan menikah pun Arumi tahu.
"Mama, aku pengin ketemu Papa. Kapan aku bisa ketemu Papa. Kapan Papa aku pulang dari luar negeri?" tanya Rafa dengan polosnya.
"Mama kan sudah pernah bilang, kalau Papa kamu itu nggak akan pulang Nak," ucap Arumi.
"Kenapa Ma? apa Papa udah nggak sayang lagi sama kita?"
"Papa sayang kok sama kamu. Tapi Papa nggak bisa pulang, karena Papa kamu itu takut naik pesawat."
"Kok papa aku penakut. Aku juga nggak takut kok, kalau di ajak naik pesawat. Aku malah seneng."
Arumi tersenyum.
Susah juga ya jelasinnya,batin Arumi.
"Papa kamu itu memang penakut. Beda sama kamu yang pemberani," ucap Arumi.
Rafa tersenyum menunjukan gigi putihnya.
"Ma, kalau aku besar nanti, aku ingin pergi ke luar negeri untuk mencari Papa. Kalau aku ketemu sama Papa, nanti aku akan ajak Papa pulang. Bila perlu, aku pengin jadi pilot. Biar bisa memantau keberadaan Papa dari atas pesawat," ucap Rafa panjang lebar.
"Hehe.. Rafa, Rafa, ada-ada aja kamu itu. Ayo sayang, kita jalan. Pasti Nek Ella udah nungguin kita." Arumi hanya terkekeh saat menanggapi celoteh anaknya yang selalu membuat Arumi terhibur. Walau kadang Arumi sering marah-marah karena Rafa rewel.
Rafa mengangguk. Setelah itu Rafa dan Arumi pun melanjutkan langkahnya untuk ke tokonya Bu Ella.
__ADS_1
Sesampainya di depan toko, Arumi mengajak Rafa masuk ke dalam toko itu. Dan setiap Rafa libur sekolah, Rafa selalu Arumi ajak untuk ke toko itu bantu-bantu Bu Ella.