
"Ibu..."seru Lira sembari menghampiri ibunya. Heru suami Lira pun tidak tinggal diam. Dia juga buru-buru mendekati ibu mertuanya yang saat ini tergeletak di lantai.
Bu Hesti pingsan, karena dia terkejut dan sepertinya dia syok saat melihat kehadiran Arumi anaknya yang sudah menghilang beberapa tahun yang lalu.
Bu Hesti fikir, Arumi itu tidak akan kembali lagi ke rumahnya dan menemuinya sejak dia di usir oleh ayahnya sendiri dari rumah.
"Mas Heru, tolong bawa ibu ke belakang Mas," ucap Lira pada suaminya.
Heru mengangguk.
"Iya Lir."
Heru kemudian membopong tubuh ibu mertuanya dan membawa Bu Hesti ke arah paviliun. Sementara Lira, mendekat ke arah Arumi. Begitu juga dengan Pak Tama. Dia juga mendekat ke arah Arumi.
Semua orang terkejut dengan kehadiran Arumi di dalam acara pernikahan itu. Arumi wanita yang sudah tujuh tahun menghilang dari hadapan keluarga Mahendra dan keluarga Pak Tama.
Apa! Arumi? jadi anak itu anaknya Arumi? batin Arkan.
Arkan juga sama terkejutnya seperti orang-orang itu. Dia tidak menyangka kalau Arumi akan hadir di dalam acara pernikahannya. Dan mengacaukan semuanya.
Arkan menatap ke sekeliling. Arkan melihat semua orang saling menatap. Mereka tampak berbisik-bisik. Sepertinya mereka penasaran dengan sosok Arumi. Dan sekarang, Arumi yang menjadi fokus perhatian semua tamu undangan.
"Sebenarnya siapa wanita itu, benarkah kalau anak lelaki itu anaknya Arkan dengan wanita itu."
"Mungkin saja benar, karena wajah anak itu juga mirip dengan Arkan."
"Tidak menyangka ya, Arkan lelaki yang terkenal setia, ternyata dia sudah mengkhianati calon istrinya sendiri. Ternyata Arkan sudah lama punya hubungan dengan wanita sampai anak mereka sudah sebesar itu."
Bisik-bisik tamu undangan sudah terdengar di telinga Arkan.
__ADS_1
Arkan tidak tinggal diam. Dia kemudian menghampiri Arumi yang sedang bicara dengan ayahnya.
"Apa! maksud kamu apa Arumi? kenapa kamu bilang anak ini cucuku?" tanya Pak Mahendra.
Dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang Arumi ucapkan.
"Tuan muda, sudah menghamili aku Tuan besar. Dia sudah menculik aku dan menyuruh aku menggugurkan kandunganku. Tapi aku bisa kabur darinya dan mempertahankan bayiku. Dan ini adalah Rafa, dia anakku, darah daging Tuan Arkan," ucap Arumi menjelaskan langsung di inti permasalahan itu.
Arumi sudah tidak bisa lagi menyimpan rahasia itu. Arumi ingin semua orang tahu, bagaimana jahatnya Arkan selama ini padanya.
Arkan tidak mau bertanggung jawab dan tidak mau mengakui anak itu sebagai anaknya. Bahkan Arkan waktu itu akan membuang Arumi ke luar negeri.
Arumi menceritakan semua itu pada Pak Mahendra. Dan semua orang pun mendengar dengan jelas pengakuan Arumi.
"Bohong, dia itu bohong Pa. Dia itu mau memfitnahku. Dia memang sengaja ingin menghancurkan acara pernikahan aku dengan Nilam," ucap Arkan.
"Dia sengaja datang dan mengaku-ngaku punya anak dari aku karena dia ingin menghancurkan nama baik aku dan keluarga kita Pa. Kapan aku menghamili dia. Aku saja tidak pernah dekat dan tidak pernah berhubungan dengan dia," ucap Akan mencoba untuk membela dirinya.
Pak Mahendra menatap Arkan dan langsung menamparnya.
Plak....
Sepertinya Pak Mahendra lebih percaya pada ucapan Arumi dari pada sama ucapan Arkan.
Arkan hanya bisa memegang pipinya yang sakit akibat tamparan ayahnya.
"Keterlaluan kamu Arkan. Andai Papa tahu hal ini dari dulu, papa tidak akan pernah membiarkan Arumi pergi. Dan Papa akan menyuruh kamu untuk bertanggung jawab dengan perbuatan yang sudah kamu lakukan," ucap Pak Mahendra.
"Pa, papa kok lebih percaya sama Arumi dari pada sama aku. Aku ini anak Papa. Dan dia bukan siapa-siapa. Lagian, siapa yang mau dengan anak pembantu seperti dia," ucap Arkan yang masih mau mengelak.
__ADS_1
"Tuan Arkan , aku sudah tidak sanggup merahasiakan semua ini. Aku ingin kembali lagi dengan orang tuaku. Selama ini, aku sudah cukup menderita karena diusir dari rumah oleh ayahku sendiri. Dan kamu, kamu tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilan aku. Kamu jahat Tuan Arkan. Bahkan kamu menyewa orang untuk menculik aku dan memaksa aku untuk menggugurkan kandunganku," ucap Arumi di depan semua tamu undangan.
"Bohong. Jangan percaya ucapan wanita ini. Dia sudah gila. Dia ke sini, hanya ingin menghancurkan pernikahanku dan Nilam. Aku tidak pernah melakukan apapun dengan dia. Dia memang sengaja ingin menghancurkan acara ku."
Nilam yang mendengar semua itu, segera menghampiri Arkan. Dia kemudian ikut menampar Arkan karena geram.
"Lelaki brengsek. Aku anggap kamu ini lelaki yang baik, ternyata kamu sejahat ini. Aku tidak nyangka, kamu bisa setega ini sama wanita. Tahu gitu, aku tidak mau dijodohkan dengan kamu Mas. Dan batalkan saja acara ini. Kita lupakan saja semuanya Mas. Dan ini, aku berikan cincin ini lagi ke kamu," ucap Nilam.
Nilam kemudian melepaskan cincin pertunangannya dengan Arkan. Dia kemudian buru-buru melangkah keluar dari rumah Arkan.
Bu Hana dan suaminya menatap anaknya. Mereka kemudian menyusul Nilam keluar dari rumah Arkan.
Hiks...hiks..hiks...
Nilam menangis setelah dia sampai di depan rumah Arkan. Nilam sama sekali tidak menyangka, di hari bahagianya, ada seorang wanita yang mengaku telah hamil dan melahirkan anak Arkan.
Hati Nilam sangat hancur, karena Arkan sudah membohonginya selama ini. Andai Nilam tahu masa lalu Arkan, Nilam tidak akan pernah mau menikah dengan Arkan lelaki yang sudah mempunyai anak dari wanita lain.
"Nilam, kenapa kamu keluar? acara belum selesai," ucap Bu Hana.
"Aku nggak mau Ma, nikah sama lelaki pembohong seperti Mas Arkan. Dia sudah menyembunyikan rahasia sebesar ini dari kita semua," ucap Nilam dengan nada tinggi.
"Nilam, jangan gegabah begini Nilam. Kamu harus kembali masuk ke dalam. Kita tidak boleh percaya begitu saja dengan ucapan wanita itu. Kita harus temui Arkan dan minta penjelasan darinya," ucap Pak Erwin ayah Nilam.
Nilam menghela nafas dalam.
"Aku nggak mau. Udah jelas kok semuanya. Kalau Mas Arkan itu udah punya anak dari wanita lain. Dan aku mau gagalkan saja pernikahan ini. Karena aku benci sama Mas Arkan. Dia lelaki pembohong. Dan aku benci dengan lelaki pembohong seperti dia."
"Nak, kita tidak tahu, apa maksud kedatangan wanita itu. Mungkin dia itu memang orang suruhan, yang dibayar untuk menggagalkan pernikahan kamu dan Arkan. Mungkin ada seseorang yang tidak suka kamu menikah dengan Arkan. Makanya dia memerintahkan wanita itu untuk mengacaukan acara kamu,'" ucap Bu Hana.
__ADS_1
"Kata siapa? siapa yang punya rencana jahat untuk menggagalkan pernikahan aku. Nggak ada Ma, Pa," ucap Nilam.
Nilam yang sudah mulai emosi, kemudian buru-buru berjalan ke jalan raya. Nilam dengan masih mengenakan baju pengantinnya, masuk ke dalam taksi dan meluncur pergi meninggalkan rumah Pak Mahendra.