
Waktu saat ini sudah menunjukkan jam 12 malam. Arkan sudah terlelap di atas tempat tidurnya.
Tiba-tiba saja, ponsel Arkan berdering. Suara deringan ponsel Arkan mengganggu tidur Arkan. Arkan mengerjapkan matanya dan meraba ke sampingnya tidur.
"Ah, siapa sih yang malam-malam gini nelpon," gerutu Arkan kesal saat ada orang yang menelponnya malam-malam.
Arkan beringsut duduk. Dia kemudian mencari ponselnya. Arkan mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Arkan terkejut, saat mendapat panggilan dari Bu Hana.
"Tante Hana ngapain malam-malam gini nelpon," ucap Arkan.
Arkan kemudian mengangkat panggilan dari Bu Hana.
"Halo Tan..."
"Hiks...hiks...hiks..."
Arkan terkejut saat mendengar tangisan Bu Hana.
"Halo Tan, Tante kenapa?"
"Arkan, ada kabar buruk Arkan."
"Kabar buruk apa Tan?"
"Suami dan anak Tante kecelakaan pesawat waktu mereka terbang ke Amerika."
"Apa! Om Erwin dan Nilam kecelakaan."
"Iya Arkan. Hiks...hiks..."
Arkan menjatuhkan ponselnya dari genggaman tangannya. Arkan terkejut bukan main saat mendengar kabar buruk dari Bu Hana. Hampir saja denyut jantung Arkan berhenti seketika itu juga saat mendengar ucapan Bu Hana.
Baru kemarin Arkan bertemu Nilam, sekarang Nilam kecelakaan. Arkan masih tidak percaya dan seperti mimpi mendengar wanita yang dia cintai kecelakaan pesawat.
"Halo... halo... halo Arkan. Kamu masih ada di sana?"
Arkan mengambil ponselnya kembali dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.
"Iya Tan. Sekarang Tante ada di mana? biar Arkan ke sana sekarang."
"Tante masih di rumah Arkan. Tante tidak tahu apa yang harus Tante lakukan sekarang."
"Baiklah, aku ke sana ya Tante. Tante tenang dulu ya."
"Iya Arkan."
Setelah memutuskan saluran telponnya, Arkan kemudian buru-buru turun dari tempat tidurnya. Dia akan pergi untuk menemui Bu Hana.
Arkan berjalan ke lemari bajunya untuk ganti baju. Setelah itu, Arkan pun berjalan pergi meninggalkan kamarnya untuk ke rumah Bu Hana.
Tanpa sepengetahuan Pak Mahendra dan Arumi, Arkan diam-diam pergi meninggalkan rumah.
Arkan masuk ke dalam mobilnya dan meluncur pergi untuk ke rumah Bu Hana.
"Aku harus telpon Mama. Mama harus tahu, kabar buruk ini," ucap Arkan di sela-sela menyetirnya.
Arkan kemudian menelpon ibunya untuk memberitahukan tentang masalah ini.
"Halo..."
"Halo Ma,"
"Halo Arkan, kamu mau ngapain malam-malam gini nelpon. Mama ngantuk banget ini Arkan. Mama baru tidur tadi."
__ADS_1
"Maaf Ma ya, kalau aku ganggu malam-malam gini, apa mama bisa ke rumahnya Tante Hana?"
"Untuk apa mama ke rumahnya dia."
"Ma, Tante Hana lagi butuh support dari kita Ma."
"Emang ada apa sih Arkan?"
"Om Erwin dan Nilam kecelakaan pesawat Ma."
"Apa! kamu tahu kabar itu dari mana Arkan?"
"Tadi Tante Hana nelpon aku. Dan dia bilang kalau Nilam dan Om Erwin kecelakaan. Dan mereka masih ada di luar negeri sekarang."
"Ya udah Arkan. Sekarang Mama akan ke sana."
"Iya Ma. Aku juga lagi dalam perjalanan ke rumahnya Nilam."
"Ya udah ya Arkan. Mama mau siap-siap. Mama tutup dulu ya telponnya."
"Iya."
Setelah saluran telpon itu terputus Arkan kemudian melanjutkan perjalanan sampai ke rumah Bu Hana.
Beberapa saat kemudian, mobil Arkan sudah sampai di depan rumah Bu Hana. Arkan turun dari mobilnya setelah dia memarkirkan mobilnya. Arkan kemudian berjalan ke arah teras depan rumah Bu Hana. Dia kemudian mengetuk pintu itu.
Tok tok tok...
Beberapa saat kemudian, Bik Mira membuka pintu.
"Tuan Arkan," ucap Bik Mira sedikit terkejut saat melihat Arkan.
"Tante Hana mana Bik?" tanya Arkan.
Arkan menganggukan kepalanya. Dia masuk setelah Bik Mira mempersilahkannya masuk ke dalam.
Arkan kemudian mengikuti langkah Bik Mirna sampai ke ruang tengah. Arkan terkejut saat melihat Bu Hana sedang sesunggukan menangis.
Bu Hana masih tidak percaya, kenapa musibah itu bisa datang menimpa anak dan suaminya.
Hiks...hiks..hiks..
"Tante," ucap Arkan setelah sampai di samping Bu Hana.
Bu Hana menatap ke arah Arkan.
"Arkan," ucap Bu Hana.
Arkan kemudian duduk di dekat Bu Hana.
"Tante sabar ya Tante, sebenarnya ini ada apa Tante?apa benar kalau Nilam dan Om Erwin kecelakaan?" tanya Arkan yang belum percaya dengan kabar itu.
"Iya Arkan. Tadi nggak sengaja Tante lihat berita di tivi. Pesawat yang di tumpangi Nilam dan Om Erwin itu kecelakaan."
Arkan menghela nafas dalam.
"Tante yakin kalau itu pesawat yang ditumpangi Nilam dan Om Erwin?"
"Tante yakin banget Arkan. Kalau pesawat itu pesawat yang ditumpangi Om Erwin dan Nilam."
"Tante, sabar ya Tante. Apa sudah ada kabar dari rumah sakit atau dari polisi?"
"Belum Arkan. Tapi Tante mau suruh Om dan Tantenya Nilam yang ada di Amerika untuk mencari keberadaan Nilam dan Ok Erwin."
__ADS_1
"Aku tadi udah telpon Mama. Dan katanya mama mau ke sini Tan."
"Makasih ya Arkan, kamu sudah mau ke sini. Tante lagi butuh teman Arkan sekarang. Tante benar-benar bingung."
"Sabar ya Tan. Kita selidiki dulu benar atau tidaknya berita itu"
***
Di sisi lain, Bu Erina berjalan ke kamar Nessa anaknya.
Tok tok tok...
Bu Erina menggedor-gedor pintu Nessa dengan keras. Karena sejak tadi Nessa tidak mau bangun-bangun juga.
Nessa yang ada di dalam kamarnya, hanya menggeliat saat mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya.
"Ih, siapa sih. Malam-malam gini ketua-ketuk pintu kamar aku," ucap Nessa.
Tok tok tok...
Kembali Bu Erina mengetuk kamar Nessa.
"Nessa. Bangun Nessa...! Nessa..! " seru bu Erina dari luar kamar Nessa.
Beberapa saat kemudian, Nessa membuka pintu kamarnya.
"Mama, ada apa sih? mau ngapain malam-malam gini ketua-ketuk pintu," ucap Nessa kesal.
"Kamu harus ikut mama. Kamu harus temani mama Nessa. Mama nggak mungkin dong malam-malam pergi sendiri. Ini udah jam satu malam. Pokoknya kamu harus bangun dan temani mama."
Nessa mengucek matanya dan mencoba untuk menatap wajah Bu Erina. Walau matanya masih sangat ngantuk, tapi dia paksakan untuk melek.
"Ada apa sih Ma? kenapa Mama kelihatan panik banget begitu?" tanya Nessa.
"Nessa, antarkan mama ke rumah Tante Hana."
"Mau ngapain kita malam-malam ke sana."
"Tadi Mama dapat telpon dari kakak kamu. Katanya Nilam dan Om Erwin itu kecelakaan pesawat."
Nessa terkejut saat mendengar ucapan ibunya. Baru kemarin dia bertemu Nilam. Sekarang dia sudah mendapat kabar kalau Nilam kecelakaan. Ya, sebelum pergi Nilam memang sempat berpamitan dengan Arkan, Bu Erina dan Nessa.
"Apa! kecelakaan? yang benar Ma?"
"Mama juga nggak tahu kebenarannya. Tapi kita coba dulu ke rumah Tante Hana untuk mencari tahu. Benar nggak berita itu."
"Iya Ma."
"Ta udah, sekarang kamu siap-siap. Nanti kita ke rumah Tante Hana."
"Iya Ma. Aku siap-siap dulu ya."
"Iya. Mama tunggu di bawah ya."
Nilam masuk kembali ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap. Sementara Bu Erina pergi meninggalkan kamar Nessa dan menunggu Nessa di ruang tamu. Bu Erina akan mengajak Nessa pergi ke rumah Bu Hana untuk malam ini. Karena Bu Erina tidak berani pergi sendiri. Apalagi waktu saat ini sudah menunjukkan jam satu dini hari.
Beberapa saat kemudian, Nessa menghampiri ibunya yang ada di ruang tamu.
"Kamu udah siap?" tanya Bu Erina menatap lekat anaknya.
"Udah Ma."
"Ayo kita pergi."
__ADS_1
Bu Erina dan Nessa kemudian pergi meninggalkan rumahnya. Jam satu malam, mereka menuju ke rumah Bu Hana untuk memastikan kebenaran ucapan Arkan itu.