Anak CEO Yang Tersembunyi

Anak CEO Yang Tersembunyi
Perasaan yang masih sama


__ADS_3

"Ja-jadi kamu ada di sana, waktu kejadian itu?" tanya Arumi.


"Iya,"jawab Kenzo singkat.


Arumi diam. Dia kemudian menundukan kepalanya tampak sedih. Dia sangat sedih saat mendengar cerita Kenzo.


"Sekarang aku mau tanya sama kamu, apa kamu cinta sama Arkan?" tanya Kenzo yang membuat Arumi sulit untuk menjawab.


"Aku... aku nggak tahu Ken."


"Apa kamu sudah melupakan aku?" tanya Kenzo.


"Aku juga nggak tahu Ken."


"Apa! nggak tahu. Kok kamu bisa nggak tahu dengan perasaan kamu sendiri Arumi?"


"Aku bingung Ken untuk menjawab pertanyaan kamu."


"Aku mau tanya sekali lagi, apa kamu bahagia, menikah dengan Arkan?"


Arumi diam. Sebenarnya dia tidak bahagia dengan pernikahannya dengan Arkan. Karena perlakuan Arkan yang selalu kasar padanya. Sampai saat ini aja, Arkan tidak mau satu kamar dengannya.


Arumi meneteskan air matanya. Namun buru-buru Arumi mengusapnya. Dia tidak mau terlihat sedih di depan Kenzo.


Kenzo, sekarang tahu bagaimana perasaan Arumi. Arumi tidak bisa menyembunyikan kesedihannya itu dari Kenzo. Kenzo dan Arumi sudah lama saling kenal. Dan Kenzo sudah tahu luar dalam Arumi sejak dia pacaran dengan Arumi waktu itu.


Kenzo tiba-tiba saja meraih tangan Arumi dan menggenggamnya erat.


"Aku tahu sekarang Arumi. Kalau kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu. Jika kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu, lebih baik, kamu sudahi saja Arumi."


Arumi terkejut saat mendengar ucapan Kenzo.


"Maksud kamu apa Ken?" tanya Arumi menatap Kenzo lekat.


"Arumi, kamu akhiri saja pernikahan kamu dengan Arkan."


"Maksud kamu, kamu nyuruh aku cerai?" terka Arumi sembari melepaskan genggaman tangan Kenzo.


"Nggak. Itu cuma saran aku aja Arumi. Dari pada kamu punya suami tapi batin kamu tersiksa, lebih baik kamu nggak usah punya suami. Aku yakin, Arkan pasti tidak akan memperlakukan kamu dengan baik."

__ADS_1


"Kok kamu bisa tahu soal itu?"


"Ya bisa lah Arumi. Seorang lelaki jika menikah dengan wanita yang tidak dia cintai, dia pasti tidak akan mau bersikap baik dengan wanita itu. Dan tidak menutup kemungkinan kalau dia bisa balikan lagi dengan wanita yang dia cintai di masa lalu."


"Kenapa kamu bisa tahu banget soal itu?" tanya Arumi penuh selidik.


"Karena aku juga laki-laki. Aku bisa merasakan jika aku ada di posisi Arkan. Menikah dengan wanita yang tidak di cintai, sementara di hati kita, ada wanita lain yang sangat kita cintai. Pasti sulit untuk menjalani pernikahan tanpa cinta seperti itu."


Arumi diam. Dia mencoba untuk mencerna semua yang Kenzo ucapkan.


"Tapi aku melakukan semua ini hanya untuk Rafa anak aku. Dia sangat merindukan ayahnya Ken. Jika tidak ada Rafa, aku pun tidak akan mau menikah dengan Arkan. Karena aku juga tidak mencintai Arkan."


"Nah itu, bagaimana pernikahan itu akan membawa kebahagiaan jika ke dua orang insan itu tidak saling cinta. Aku yakin, kamu tidak akan pernah merasakan bahagia jika hidup dengan Arkan."


Arumi menghela nafas dalam.


"Sudahlah Ken. Aku lagi nggak mau membahas soal pernikahan aku dengan Arkan. Aku udah cukup bahagia, jika Rafa bahagia dan bisa dekat dengan ayahnya."


Kenzo dan Arumi sejenak saling diam.


"Oh iya Ken, kamu makan aja Ken, enak lho ini," ucap Arumi mencoba untuk mengalihkan pembicaraannya dengan Kenzo.


Kenzo tersenyum.


"Iya Arumi. Makasih."


Arumi kemudian mengambil kan nasi dan lauk untuk Kenzo makan. Setelah itu, Kenzo pun makan bersama Arumi.


"Arumi, apa kamu tahu. Bagaimana perasaan aku saat kamu pergi dari kehidupan aku," ucap Kenzo di sela-sela kunyahannya.


Arumi menatap Kenzo lekat.


"Apa?" tanya Arumi menginginkan Kenzo untuk melanjutkan ceritanya.


"Waktu kamu pergi, aku hampir gila Arumi. Karena aku tidak bisa melihat wajah kamu setiap hari. Aku dan Mbak Lira berusaha untuk mencari keberadaan kamu. Sampai kami minta bantuan polisi untuk mencari kamu. Tapi, kamu tetap tidak bisa kami temukan," ucap Kenzo menjelaskan panjang lebar.


"Terus?" tanya Arumi menunggu Kenzo untuk kembali bercerita.


"Dan aku menunggu kamu sampai detik ini Arumi. Dan hati aku hancur saat melihat kamu nikah dengan Arkan," ucap Kenzo dengan wajah sendu. Sepertinya dia sangat sedih, saat menceritakan soal itu pada Arumi.

__ADS_1


Arumi diam, apakah Kenzo sebegitu besarnya mencintai Arumi, sampai-sampai dia belum bisa melupakan kenangan tujuh tahun yang lalu.


"Maksud kamu? apakah itu artinya kamu masih mencinta aku?" tanya Arumi.


Kenzo menganggukan kepalanya.


"Ya. Aku masih mencintai kamu Arumi. Seandainya kamu belum nikah sama Arkan, aku pun mau menjadi ayah untuk Rafa anak kamu. Karena sampai sekarang aku belum bisa melupakan kamu."


Arumi menghela nafas dalam. Dia baru tahu kalau ternyata Kenzo belum bisa melupakannya dan masih sangat mengharapkannya kembali.


Tapi Arumi sekarang sudah punya suami. Tidak mungkin Arumi untuk bercerai dari Arkan. Karena dia hanya memikirkan perasaan Rafa. Untuk saat ini, hanya kebahagiaan Rafa yang paling penting untuk Arumi.


"Jadi kamu belum punya pacar lagi sampai sekarang?" tanya Arumi.


"Iya. Karena aku masih menunggu kamu kembali Arumi."


"Ken, sekarang kan kamu tahu, kalau aku sudah punya suami. Dan aku minta sama kamu, untuk lupakan aku Ken. Kamu cari wanita lain saja. Jangan tungguin aku."


"Arumi, tapi bagaimana perasaan kamu sama aku."


"Ken, sekarang kamu itu sudah menjadi masa lalu aku. Aku sudah menikah, dan kita tidak akan mungkin bisa kembali Ken. Lupakan saja aku Ken," ucap Arumi.


"Tapi aku nggak bisa melupakan kamu Arumi. Sampai sekarang saja, aku masih belum bisa menerima wanita lain, dalam kehidupan aku."


"Ken, percayalah sama aku, kamu pasti bisa Ken, melupakan aku. Kamu pasti bisa menerima wanita lain di dalam kehidupan kamu. Jika kamu mau mencobanya."


"Tapi itu sulit Arumi."


"Ken, aku nggak mungkin bercerai dari Arkan. Walau Arkan tidak mencintai aku, aku akan mencoba untuk mencintai dan setia padanya. Karena dia sekarang suami aku. Dan aku punya Rafa, Rafa masih sangat membutuhkan Arkan untuk menjadi ayahnya. Biarkan kami bahagia Ken,"


Setelah menghabiskan makanannya, Arumi membereskan rantang-rantangnya.


"Sudah habis Ken?" tanya Arumi.


Kenzo menganggukan kepalanya


"Iya. Makasih ya Arumi untuk makan siangnya,"ucap Kenzo sembari menyodorkan rantangnya pada Arumi.


"Iya Ken."

__ADS_1


Setelah membereskan makanannya yang ada di atas meja kantin, Arumi bangkit dari duduknya. Dia kemudian berjalan pergi meninggalkan Kenzo di kantin.


"Baiklah Arumi. Jika keinginan kamu seperti itu. Mulai sekarang aku akan melupakan kamu, dan aku akan belajar untuk menerima wanita lain dalam hidup aku," ucap Kenzo.


__ADS_2