
Namaku Adrian Wahyu Pramono.Orang biasanya memanggilku dengan sebutan Rian.Aku tinggal di Surakarta,,Jawa Tengah.Ya....aku adalah salah satu dari tiga orang bersaudara.Abangku Bagas Saktiawan Aji Pramono adalah notabene nya kakak tertua.Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan swasta.Keberuntungannya menjadikan dia tangan kanan kepercayaan atasannya sebagai wakil direktur.
Dan di usianya yang ke 33 dia baru saja selesai meluluskan status lajangnya sebagai laki-laki.Tepat seminggu yang lalu dia menikah dengan seorang gadis asal Semarang.Namanya Niken Ayu Widyastuti.Wanita yang hampir seusia denganku.Hanya selisih satu tahun lebih muda dariku.Mas Bagas menikahinya karena dia adalah putri dari atasannya sendiri Bapak Anggoro Wijaya.
Tepatnya dua bulan yang lalu Bapak Anggoro datang kerumah melamar mas Bagas.Dan bisa di pastikan bahwa kakakku tersebut tak akan menolak lamaran itu atau karirnya akan di pertaruhkan.Hanya saja yang aku tak mengerti dan kadang terselip pertanyaan di benakku,,bagaimana dengan kekasih mas Bagas sendiri ??
Anggun Kirana Larasati.Gadis yang satu tahun lebih tua dari usiaku.Dimana saat ini aku yang baru menginjak usia 27 tahun.Ya...aku kenal dengan mbak Anggun.Dia sudah lama pacaran dengan mas Bagas.Dan kakakku sering mengajaknya kemari meski hanya untuk mampir.
Bapak dan ibu juga sangat menyukai mbak Anggun.Dia memang wanita yang cantik.Meski tanpa polesan berlebihan di wajahnya,,aura kecantikannya tetap terpantul jelas di wajahnya.Wanita ini juga punya perawakan yang tinggi semampai.Tubuhnya bagus kalau dilihat dari ukuran wanita pada umumnya.Matanya yang bulat jernih seperti air danau yang tenang dan menghanyutkan.Rambutnya hitam panjang dan agak sedikit bergelombang.Aku suka saat melihat dia datang kerumah dengan menggerai rambutnya dan terlihat dia masih seperti anak remaja karena poni-poni kecil diujung dahinya yang ia pelihara.
Kadang aku sendiri tak menyangka kalau usianya terpaut hampir sama denganku.Bahkan satu tahun diatasku.Tapi memang wajahnya masih kelihatan muda sekali.Ah...benar-benar tidak cocok aku panggil mbak.
Dia juga gadis yang ramah dan penuh senyum.Aku hampir tak pernah melihatnya cemberut apalagi marah.Kalau pas aku lihat dia bertengkar sama mas Bagas,,dia hanya diam.Meski tak ada satu katapun yang ia ucapkan,,tapi ukiran senyum itu tak lepas dari bibirnya.Ya...tentu saja hanya ekspresi wajahnya yang lebih datar dari biasanya.
Kembali lagi,,yang membuat aku bingung....setelah dua bulan yang lalu aku bahkan tak pernah sekalipun melihat mbak Anggun bersama mas Bagas.Juga gak pernah datang kerumah.Apa yang sebenarnya terjadi ?? Apakah mereka putus ??
Ibu sering bertanya sama kakakku.
"Anggun kok ndak pernah lagi datang kemari to le ??? Ibu kangen sama dia." kata Ibuku suatu waktu.Dan jawaban tak berarti hanya di berikan mas Bagas.
"Dia sibuk bu..." jawabnya singkat dan itupun sambil lalu.
__ADS_1
Akupun hanya bisa bertanya-tanya dalam hati saja tanpa berniat memperjelas keingin tahuan tersebut.Ya...aku memang tak pernah ambil pusing dengan orang-orang di sekitarku.Tentunya kecuali bapak dan ibu.Namun rasa penasaranku tetap tidak hilang apalagi kesediaan mas Bagas terhadap lamaran yang di ajukan Bapak Anggoro tempo hari,,benar-benar mengusik hatiku.
Ibu juga pernah menanyakan hal tersebut padanya...
"Bagas,,Ibu ndak ngerti dengan jawabanmu pada atasanmu."
"Maksud Ibu apa ??"
"Kamu kan masih pacaran sama Anggun.Tapi kamu juga menerima lamaran Bapak Anggoro.Lalu bagaimana dengan Anggun le ?? Atau sebenernya kalian sudah putus." Ibu kelihatan menyelidik penuh hati-hati.
Dan kebungkaman mas Bagas hanya menjadikan teka-teki pada kami semua.Dan kami sudah tidak pernah membahas soal mbak Anggun karena percuma saja,,jika hasil serupa yang kami dapatkan.
Dan sampai pernikahan itu tiba,,kulihat mas Bagas juga nampak bersikap wajar seperti tak ada beban di pundaknya.
Dan dengan pekerjaanku sebagai kepala bagian pemasaran di suatu instansi,,tentunya gajiku bisa di bilang lumayan.Sehingga apapun yang Dinda,,adikku inginkan....pasti aku akan memberikannya tanpa dia harus mengulanginya lagi.
Memang tak kupungkiri kalau keluargaku adalah salah satu keluarga terpandang didaerahku.Bapakku adalah pensiunan angkatan laut sedangkan ibuku dulunya seorang guru SD.
Kami bertiga di besarkan dengan kasih sayang yang lebih.Dan meski sesibuk apapun bapak dan ibu dulunya,,mereka masih menyempatkan sisa waktunya untuk kami.
Aku juga tak lupa memberi tahu kalau aku juga punya seorang kekasih.Andini Larasati.Dialah pacarku.Nama belakangnya memang kebetulan sama dengan mantan pacar mas Bagas.Ehmm...entahlah,,apa mereka memang putus atau tidak.Yang jelas mas Bagas sekarang sudah menikah dengan orang lain.Dan mbak Anggun adalah masa lalunya.
__ADS_1
Aku sangat mencintai Dini,,pacarku.Kami berhubungan sejak kuliah dulu.Dia gadis yang pandai.Itu terlihat dari jurusan yang ia ambil.Yakni kedokteran.Ya....setidaknya untuk mengambil jurusan itu tentunya kita harus memiliki otak di atas rata-rata.
Bagaimana kami bisa bertemu dan bisa pacaran,,sedangkan jurusan kami berbeda ?? Apalagi dia beda angkatan denganku.Ya...itu semua berawal dari saat Dini pulang kuliah dalam keadaan basah.Kebetulan sopirnya telat menjemput karena mobilnya mogok.Jadinya aku yang kebetulan saat itu melewatinya tengah kedinginan di bawah pohon,,akhirnya menepikan mobilku dan mengajaknya untuk masuk dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.
"Kenapa kau basah-basah ??" tanyaku saat itu memulai percakapan.
"Iya mas....tadi aku jalan kaki.Eh...ndak taunya hujan."
"Memangnya kamu ndak bawa payung ??" tanyaku gak penting.Dan jelas saja dia tertawa karenanya.Tentu saja itu sangat lucu baginya.Karena kalau memang dia bawa payung,,pastinya dia tidak akan kehujanan.
Dan sebelum aku menurunkan Dini di halaman rumahnya,,dia sempat meminta nomor telfonku lebih dulu.Sejak saat itulah kami berkomunikasi.Saling kirim pesan atau bahkan telfonan.Dan benih-benih cinta itupun datang diantara kami.Aku menyatakan perasaanku saat aku hendak mencapai kelulusanku.Dan syukurlah,,dia menerima cintaku.Sejak itulah kami berpacaran.
Dini saat ini sudah menyandang status sebagai dokter anak di suatu rumah sakit swasta.Hubungan kamipun juga berjalan semestinya.Bahkan aku sudah berniat melamarnya.Karena keluargaku dan keluarganya juga sudah saling mengenal dan juga menyetujui hubungan kami tentunya.
Satu minggu setelah pernikahan mas Bagas,,kurasa inilah waktu yang tepat untuk mengadakan acara pertemuan keluarga tersebut guna memperbincangkan masa depanku dengan Dini selanjutnya.Kami sudah bersiap bertandang kerumah Bapak Purwito,,ayah dari Andini.
Namun disaat yang bersamaan terdengarlah bel rumah berbunyi.Kulihat mbok Inem sibuk di dapur sehingga aku yang kebetulan sudah siap lebih dulu dan stand by di ruang tamu akhirnya mengalah untuk membukakan pintu.
Ceklek !!!
Suara pintu ku buka.Dan betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yang datang saat itu.
__ADS_1
"Mbak Anggun ???"
\===========================