
Keesokan harinya....
"Adrian....sebelum kamu berangkat kerja hari ini,,bisakah kamu mengantarku sebentar untuk mampir kerumahku ?? Hari ini aku sudah mulai mengajar kembali.Seragam dan semua peralatanku ada disana." Anggun mencoba memberanikan diri bertanya pada Adrian yang sudah siap untuk check out.
"Ya." Hanya jawaban singkat yang di berikan Adrian padanya.Namun itu sudah membuat hatinya lega.Setidaknya,,pria itu bersedia mengantarnya.
Mobil yang di kendarai Adrian meluncur ke arah rumah Anggun berada.Wanita itu dengan cepat turun dari mobil dan memasuki rumahnya.Untungnya ia menitipkan kunci rumah pada seorang tetangga sebelah.Jadi dia tak perlu susah payah menjebol pintu untuk masuk kedalamnya.Adrian hanya berdiam diri menunggu di dalam mobilnya.
Adrian POV
Saat ini aku sedang mengantar Anggun yang notabene nya sudah menjadi istriku.Aku masih tak percaya bahwa bapak akan ikut mengusirku dari rumah.Ya...aku sadar,,sikapku akhir-akhir ini memang keterlaluan.Dan apa yang ku lakukan pada Anggun kemarin,,benar-benar di luar kendaliku.Aku sudah di rasuki setan yang membangkitkan emosiku sehingga aku tak sadar kalau aku sudah berbuat kasar padanya dan hampir saja menamparnya.
Ohhh....aku memang sangat-sangat kacau.Pikiranku benar-benar di buat frustasi karena sikap Andini padaku.Tentu saja,,tak semudah membalikkan telapak tangan jika aku harus melupakan sosok orang yang ku cintai itu.
Lima belas menit berlalu,,aku sudah mulai bosan menunggu dan batinku sudah mulai menggerutu.Apa saja sih yang di lakukan wanita itu di dalam rumah ?? Dan saat kesabaranku mulai habis,,kulihat sosok wanita yang ku tunggu tiba-tiba muncul di balik pintu dengan membawa beberapa tas besar.
Tapi bukan itu yang menjadi perhatianku.Melainkan penampilan wanita itu.ANGGUN.Itulah yang terlintas dalam pikiranku.Wajah itu memang se-Anggun namanya.Dan baru kali ini aku melihatnya memakai pakaian dinas.Rambut yang ia buat sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah sanggul yang nampak sederhana namun manis.Riasan yang tak begitu menonjol,,namun terlihat cantik.DanĀ beberapa helai rambut yang sengaja ia buat jatuh di depan membuatnya semakin menawan.
Anggun berjalan ke arah mobilku layaknya seorang pramugari.Ah...karena dia sedang memakai seragam.Namun benar adanya,,baru pertama kali ini aku melihat penampilannya yang demikian.Ada sedikit umpatan buat kakakku Bagas,,kenapa menyia-nyiakan wanita secantik ini.Apalagi dia akan menjadi ibu dari anaknya ?? Anak ?? Ah....aku seperti di kejutkan oleh kata-kata itu.Dan kekagumanku,,langsung lenyap seketika.Aku memalingkan wajah seakan tak melihat sosoknya.
Anggun mengetuk pintu kaca mobilku dan akupun menurunkannya kemudian.
"Bisakah kamu membuka bagasimu ?? Aku mau memasukkan tas-tasku." Tanyanya dari luar mobil.Dan akupun mengikuti perkataannya.
Dia kembali duduk di sampingku setelah memasukkan semua tasnya.
"Apa saja yang kamu masukkan dengan tas sebanyak itu ??" Tanyaku setelah mobilku melaju kembali.
"Ehmm...ya,,aku membawa pakaian.Bukankah kita akan tinggal di tempat yang baru ?? Dan pastinya aku perlu semua peralatanku dan pakaian-pakaian itu." Jawabnya sambil melihat sekilas kearahku.Ahhh...kenapa aku jadi lupa kalau aku sendiri juga tak membawa pakaian apapun dari rumah.Aku terlalu buru-buru sampai melupakan semua itu.Dan saat ini akupun hanya memakai sebuah kaos yang kupakai tadi malam dan sebuah celana jeans tentunya.Dan ini benar-benar nggak mungkin aku pakai untuk kerja.Aku tidak mungkin pergi ke kantor dengan pakaian seperti ini.Dan saat inipun aku tak mungkin pergi ke toko pakaian untuk membelinya,,waktuku terlalu singkat hanya untuk memilih sebuah baju.
Akalkupun berputar,,mungkin sebaiknya aku meminta bantuan Dion sahabatku.Dia orang yang semalam ku telfon dengan maksud meminta bantuannya agar mencarikan tempat tinggal untukku.Dan saat inipun terpaksa aku harus merepotkannya lagi.
Aku sudah menurunkan Anggun di depan sekolahnya.Dan baru pertama kali ini pula aku tau tempatnya mengajar.Ini adalah SMP N tempatku dan mas Bagas dulu sekolah.Dan hanya Dinda yang sekolahnya berbeda dari kami.Aku seperti di ajak bernostalgia kembali ke masa lalu.Saat aku dan teman-teman satu kelasku saling berbagi kehidupan.Entah itu belajar,,makan,,bermain,,ataupun hanya sekedar jalan-jalan.Aku juga tak serajin yang orang pikirkan,,karena aku juga pernah melakukan kegiatan yang pada umumnya di lakukan anak sekolah yang lain.Yakni membolos.Tapi...itu hanya pada guru tertentu saja.Dan juga tak sesering teman-temanku yang lain.Dan pastinya aku harus berfikir seribu kali jika aku harus berbuat melewati batas,,apa yang akan di alami orang tuaku nantinya ??
Lamunanku kembali saat sebuah dering telfon dari ponsel Anggun berbunyi.Oh...aku baru ingat kalau ponsel istriku masih ku simpan.Kulihat nomor yang tertera pada layar ponsel adalah nomor yang tidak terdapat di daftar kontak.Namun aku tau nomor siapa itu.Kebetulan sekali,,aku bahkan akan menghubunginya.
"Iya Dion..."
"Ponselmu masih nggak aktif,,jadi aku terpaksa menelfon ke nomor ini."
__ADS_1
"Iya,,tidak masalah.Katakan,,ada berita apa ?? Apa kamu sudah menghubungi pemilik rumah itu ??"
"Ya.Dan nanti siang kita harus menemuinya di lokasi tersebut.Sekalian mengurus surat-suratnya jika kamu setuju."
"Baiklah.Nanti kita pergi saat jam makan siang.Oh...iya...kamu dimana sekarang ??"
"Aku baru keluar dari rumah dan mau ke kantor.Kenapa ??"
"Bisa kamu kembali sebentar ?? Aku mau kamu meminjamkan pakaianmu untukku.Aku tak mungkin memakai kaos dan celana jeans saat pergi ke kantor."
"Ckkk....semiskin itukah dirimu sampai kau meminjam pakaianku juga ??"
"Ayolaahh...aku tak mungkin pergi ke toko dulu untuk membeli pakaian bukan ??"
"Ya...baiklaahh...Apa lagi ??"
"Ehmm...ku rasa itu saja."
"Hhhh....kau merepotkanku saja."
"Maaf...maaf..."
"Ok.Ku tunggu di kantor."
Dan pembicaraan kamipun selesai.Aku mengemudikan mobilku lebih cepat dari sebelumnya.
15 menit kemudian.....
Aku dan Dion hampir bersamaan sampai di kantor.Ku raih tas yang di bawanya tanpa meminta ijinnya lebih dulu.Kulihat dia hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah lakuku.
Tak lama kemudian aku sudah kembali ke ruanganku.Masih ada 10 menit sebelum jam kantor di mulai.Disana Dion masih setia menungguku.
"Sekarang katakan padaku,,apa yang sebenarnya sudah terjadi ??" Dia mulai mengintrogasiku.Aku masih terdiam dan belum ingin menjawab pertanyaannya.
"Tidak bisakah kau menangguhkan pertanyaanmu ini sampai kita selesai kerja nanti ??" Aku mencoba menawar.
"Kau tau aku tidak suka basa-basi.Cepat katakan,,masih ada waktu untuk kita bicara sebelum kita mulai kerja."
Aku kembali terdiam dan hanya menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Dari mana aku harus memulainya ??" Aku mencoba meminta pendapat.
"Katakan padaku,,kenapa kamu ingin membeli rumah sendiri ?? Benarkah dugaanku ?? Orang tuamu mengusirmu ??" Aku hanya menatap wajahnya tanpa memberikan jawaban apapun."Jadi benar dugaanku itu ??" Tebaknya kemudian dan menghentakkan tubuhnya di kursi putar yang ada di hadapanku.
"Aku ada masalah dengan keluargaku Dion...dan tadi malam adalah puncak dari masalah itu."
"Kenapa Rian ?? Kau bahkan tak pernah sekalipun membantah orang tuamu.Aku tau siapa kamu.Kau bukan orang yang suka mencari masalah dengan orang lain apalagi keluarga."
"Tapi sekarang kamu tau sendiri kondisiku"
"Dan mengenai istri ?? Apa maksudnya dengan itu ?? Kau serius,,atau sedang bercanda denganku ??"
"Untuk apa aku bercanda denganmu ??"
"Jadi itu benar ?? Kamu benar-benar menikah dengan Andini ?? Tapi kenapa kau tak mengundang kami semua ?? Kamu sengaja menikah diam-diam ya ??"
Kali ini aku kembali terbungkam.Berat bagiku mengatakan yang sebenarnya pada Dion.Meski memang kuakui dia adalah sahabat terbaikku selama ini.
Aku mengenal Dion sejak SMA.Sejak itu kami sudah menjadi sahabat karib bahkan seperti saudara.Orang tuanya juga sangat mengenalku.Bahkan kita kuliah di universitas dan jurusan yang sama.Dan entah bagaimana ceritanya,,kamipun sekarang bekerja di perusahaan yang sama pula.
Dion adalah anak Pertama dari keluarga Mahendra.Pria ini hampir sama sepertiku.Tampan,,berkharisma dan juga cakap.Dia agak pemalas dariku,,namun untungnya dia tanggap dan gesit.Yang aku suka darinya adalah,,meskipun dia terlahir di golongan orang berada,,dia bukanlah orang yang sombong.Dion adalah orang yang supel.Ramah dan suka menebar senyum pada semua orang terutama pada kaum....ehhmmm....HAWA.
Gayanya yang cool abis.Dan yacchh...tampang play boynya itu memang tak bisa ia sembunyikan.Entah sudah berapa puluh kali dia berganti-ganti pacar.Dan itu ia lakukan sejak SMA.Tak ada satupun yang ia kehendaki dengan mengajak salah satu di antara mantan-mantannya untuk menjalin hubungan yang serius.
Aku benar-benar tak habis pikir dengannya.Apa yang sebenarnya dia cari ?? Padahal yang kutahu selama ini,,wanita-wanita yang ia kencani,,semuanya tergolong di atas rata-rata.Namun jawaban yang ku dapat darinya selalu sama.Aku belum menemukan wanita yang bisa menarik hatiku dan membuatku tergila-gila padanya.Dan entah kapan jawaban itu akan menjadi kenyataan.Hanya Tuhan yang tahu.
"Adriann..." Suara Dion membuyarkanku dari lamunan."Kau kenapa sih ?? Nggak biasanya seperti ini.Kau belum menjawab pertanyaanku."
"Aku bukan menikah dengan Andini.Melainkan dengan orang lain..." seruku sambil menarik nafas berat.Dan perkataanku kali ini benar-benar membuatnya tercengang.Dion menatapku penuh selidik.Berharap mencari kebohongan dari apa yang kusampaikan.
"Kau serius ??" Tanyanya meyakinkan.Dan aku hanya mengerdikkan kedua bahuku sebagai jawaban."Ta...tapi...mengapa ?? Bukankah kau dan Andini saling mencintai.Dan kalian tak punya masalah kan ??"
Kali ini rasa penasarannya memang harus ia tunda karena jam kantor sudah dimulai.Dan kulihat tadi atasanku juga sudah memasuki ruangannya.
"Sebaiknya kita bekerja dulu." kataku kemudian.Dia hanya mendengus kesal lalu bangkit dari duduknya.
"Kau masih hutang penjelasan padaku.Dan nanti siang setelah menyelesaikan kesepakatan dengan pemilik rumah itu,,kamu harus menceritakan semuanya padaku." desisnya terakhir kali untuk kemudian dia berlalu dari ruanganku.Ku lihat dari kaca transparan ruanganku berada,,masih sempat-sempatnya dia menggoda seorang sekretaris baru yang bisa di bilang lumayan.Dan aku yakin,,gadis ini akan menjadi terget selanjutnya.
\=======================
__ADS_1