Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Berita Buruk


__ADS_3

"Mbak Anggun ??"


Aku tertegun melihat wanita yang ada dihadapanku.Wanita sama yang dulu sering kujumpai bersama kakakku Bagas.


Namun wajah itu....


Wajah sayu yang jelas-jelas aku lihat dia seperti sudah menangis selama berhari-hari.Lingkaran mata yang hitam.Wajah pucat dan rambut yang kusut berantakan.Dan senyum itu....


Aku bahkan tak melihat senyum khasnya yang biasa ia tunjukkan.


Apa yang sebenarnya terjadi ?? Kenapa aku merasakan sesuatu yang tidak baik.Seperti ada kabut hitam yang melingkupi rumahku tiba-tiba.Aku terbangun dari lamunanku saat sebuah suara halus namun terkesan dingin itu menyapaku.


"Assalamualaikum....Apa kabar Rian ?? Boleh aku masuk ?? Aku hanya ingin bertemu Bagas." Katanya tiba-tiba.


"Oh...eh...waalaikum salam mbak.....Mari....mari....silahkan masuk." ujarku salah tingkah.


Diapun mengikutiku masuk dan aku kemudian mempersilahkannya duduk saat kami sampai di ruang tamu.


"Ehmm....katakan mbak,,ada keperluan apa mbak Anggun datang kemari.Dan,,sudah hampir dua bulan ini mbak juga nggak pernah datang kerumah ini lagi." Tanyaku langsung tanpa berkeinginan menawarinya minum lebih dulu.


"Rian,,aku nggak mau basa-basi.Tolong panggilkan Bagas saat ini juga.Aku harus bertemu dengannya." Kulihat dia justru ingin ke inti permasalahan yang dia hadapi.


"Ehmm...tapi mbak....sayangnya mas Bagas nggak ada di rumah saat ini."


"Kemana dia pergi ?? Dan kenapa nomornya juga nggak aktif ??"


"Apakah....apakah mbak Anggun nggak tau semua yang terjadi ??"


"Soal apa ??" Telusurnya dengan mata berputar-putar meminta penjelasan kepadaku.Aku sendiri diam terbungkam.Takut apa yang aku sampaikan nanti akan menyakitinya atau tidak.Dan aku benar-benar dilema di buatnya."Riaannn...." wanita itu membuyarkan lamunanku sekali lagi.


"Ehmm...maaf mbak.Kalau boleh tau apa maksud kedatangan mbak Anggun kemari ??" Kini aku berusaha membalik keadaan.Dan hal serupa kini ia tunjukkan.Mbak Anggun diam tak menjawab."Maaf mbak,,bukannya saya lancang dan ingin tau permasalahan kalian tapi...."


"Aku hamil Adrian....." sahutnya cepat.


Seperti di sambar petir di siang hari.Betapa kata-kata itu membuatku terkejut bukan main.Dan kurasa hari yang tadinya cerah,,entah kenapa tiba-tiba jadi mendung berawan.


"Ap....apa mbak bilang ?? Hamil ??" Aku mengulang pernyataan yang sama.


"Ya.Aku hamil.Dan ini adalah anak dari kakakmu Bagas Saktiawan Aji Pramono.Aku kesini untuk meminta pertanggung jawaban darinya.Jadi....bisakah aku bertemu dengannya sekarang ??" ucapnya bergetar.


Oh....Tuhan....hukuman apa yang tiba-tiba kau berikan pada keluargaku ini ?? Aku sungguh shock mendengar apa yang di paparkan mbak Anggun padaku.Benarkah ?? benarkah demikian ?? Tidak mungkinkah wanita ini berbohong ??

__ADS_1


Aku pandangi wajah sayu itu dengan segala keraguanku.Berusaha mencari kebohongan di balik wajah lugu nan cantik tersebut.Namun nihil.Aku hampir tak menemukan sedikitpun keraguan dari paras ayu di hadapanku saat ini.


Aku hanya bisa membuang pandangan.Tertunduk dan menelan ludah dengan susah payah.Pertanyaanpun berganti.Benarkah mas Bagas sudah menghamili wanita ini ?? Namun kalau benar,,kenapa dia tidak bertanggung jawab ?? Dan malah menikah dengan orang lain ?? Bukankah selama ini mereka saling mencintai ??


Bibirku bergetar saat aku ingin mengucapkan sesuatu.


"Ke...ke...napa mbak Anggun baru datang saat ini ??" Tanyaku mencoba menetralisir kemelut hatiku yang mulai bergejolak.


"Kenapa ?? Itu karena masmu tidak mengizinkan aku datang kemari.Dia melarangku dengan alasan bapak danĀ  ibu sedang sibuk atau apalah segala macam.Dan saat dua minggu terakhir ini aku menghubunginya,,masmu sudah tidak ada kabar beritanya lagi.Bahkan nomornya juga sudah tidak aktif.Dan yang aku lebih tidak mengerti lagi,,dia sudah memblokir semua akunku di sosial media."


Aku kembali terdiam.Sekarang benar-benar tak kupercaya kalau abangku sendiri ternyata melakukan perbuatan laknat itu.


"Jadi....dimana Bagas sekarang Adrian ?? Katakan padaku,,dimana dia ??"


"Eee.....mas Bagas....dia...."


Aku benar-benar tak sanggup menjawab pertanyaan yang di ajukan mbak Anggun saat ini.Dan disaat ketegangan sedang melandaku tiba-tiba suara ibu mengejutkan keberadaan kami berdua.


"Siapa tamunya le ??" tanya Ibu dari dalam kamar.Aku diam tak bergeming.Bahkan menolehpun aku tak sanggup.Aku terlalu malu dan geram tentu saja.Kulihat ibu juga terkejut saat melihat siapa yang ada di ruang tamu bersamaku saat ini.


"Anggun...." Ibu berseru sekaligus tertegun.Wajah sumringah yang menghiasi wajahnya juga seketika lenyap.Ibu memandangku meski hanya beberapa detik untuk kemudian berpindah pada wanita di hadapan kami kembali.


"Wa...waalaikum salam..." Jawab ibu terbata-bata.Tampaknya ketegangan juga dirasakannya."Ehm...gimana kabarmu nduk ??" tanya ibu kemudian.


"Alkhamdulillah baik bu." Mbak Anggun sepertinya memaksakan senyum dibibirnya."Saya ingin ketemu sama mas Bagas bu." Ibu tertegun karenanya.Matanya kembali menatapku.Aku jelas bisa melihat kebimbangan dalam benak ibuku.Ya...tentunya ibu sangat berat mengatakan yang sebenarnya.Karena banyak keraguan dalam hati kami,,apakah mbak Anggun sudah tau yang sebenarnya atau belum ??


"Bu...." Mbak Anggun sekali lagi menegur.Tangannya meraih tangan ibuku.


"Eee....Bagas...Bagas....."


"Siapa yang nyari Bagas Bu'e ??" Tiba-tiba suara bapak membuyarkan ketegangan di antara kami semua."Lho nak Anggun.Sudah lama ?? Kok cuma di diemin saja nggak di buatin minuman gitu."


"Pak....pripun kabarnya ??" Mbak Anggun lalu menyalami bapak dan mencium tangannya.


"Iya...iya nduk.Berkat doamu Bapak dan Ibu selalu dalam lindungan Tuhan.Bagaimana denganmu sendiri nak ??"


"Njih Pak,,berkat doa Ibu dan Bapak juga Anggun sehat selalu."


"Yacchh...Alkhamdulillah...." Bapak mengangguk-angguk lalu ikut duduk di samping ibu."Lalu....apa tujuanmu kemari nak ?? Maaf tapi...."


"Saya ingin ketemu mas Bagas pak.Sejak tadi saya sudah tanya sama Rian dan Ibu,,tapi tak ada jawaban satupun dari mereka." mbak Anggun melihat sekilas kearah aku dan ibu bergantian.Dan kami hanya bisa menundukkan kepala.

__ADS_1


Bapak nampaknya terkejut mendengar pernyataan mbak Anggun."Lho,,apa kalian belum bilang semuanya tentang Bagas pada Anggun ??" Kini pandangan bapak beralih pada kami berdua.


"Tentang apa pak ??" Mbak Anggun mulai mendesak.


"Nduk,,benarkah kamu tidak tahu kalau Bagas....."


"Mas Bagas kenapa pak ??" Suara mbak Anggun kelihatan serak.Ibu semakin menunduk,,tak kuasa menghadapi apa yang akan terjadi.


"Nduk....." Bapak menjeda sejenak.Memandang mbak Anggun dengan tatapan tajam penuh wibawa."Seminggu yang lalu....Bagas menikah nak."


Dan ternyata benar.Langit yang tadinya kelam,,tiba-tiba terdengar petir menggelegar seiring dengan apa yang di sampaikan Bapak barusan.Dan runtuh sudah pertahanan mbak Anggun yang ia jaga sejak tadi.Bulir-bulir air bening meluncur begitu saja di kedua pipinya.


"Ndukk....." Ibu menghambur memeluk mbak Anggun yang duduk membisu dengan wajah tak berekspresi.Namun air matanya semakin deras mengalir.Ibupun jadi ikut meneteskan air mata.Meleburkan tangisannya menjadi satu dengan wanita di hadapannya.


"Maafkan Bagas ndukk....maafkan dia....Ibu sudah menanyakan tentang dirimu selama ini,,tapi dia tak memberi tahu apa-apa pada Ibu.Ibu pikir kalian sudah putus...."


Dan terdengarlah isak tangis mbak Anggun yang menyayat.Kepedihan yang dia rasakan lengkap sudah.


"Jadi....mas Bagas sudah menikah ?? Di belakangku ?? Dan tanpa sepengetahuanku." bisiknya lirih dan serak.


"Ndukk....kuatkan hatimu.Ibu minta maaf sekali atas nama anak Ibu nak..." Ibu sudah melepaskan pelukannya dan meraih wajah mbak Anggun dengan kedua tangannya.Menghapus air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya.


"Kalau begitu....saya mohon pamit bu...Tidak ada gunanya saya disini."


"Anggun....Ibu sayang sama kamu nak.Kamu sudah ibu anggap anak ibu sendiri."


"Maaf bu....saya harus pergi....Assalamualaikumm....." mbak Anggun lalu berlari keluar begitu saja.Dia sudah tidak kuat menahan tekanan yang menyelimuti hati dan pikirannya.Nafasnya terasa sesak karena beban berat yang di rasakannya saat ini.


"Tunggu mbakk !!!!" Aku berteriak mencegah kepergiannya."Pak....dia harus di hentikan.Ada hal lain yang harus di selesaikan saat ini." lanjutku kemudian pada bapak yang juga terlihat tegang.Ah...kalau saja Bapak tau masalah yang akan ku bongkar sebentar lagi,,aku tak akan bisa membayangkan bagaimana reaksinya nanti mendengar kebenaran menyakitkan itu.


"Apa maksudmu Rian ??"


"Pak...asal bapak tau,,kalau mbak Anggun datang kemari sebenarnya ingin memberitahu sebuah kebenaran."


"Kebenaran ??"


"Iya Pak." Aku terdiam sejenak.Menenangkan hatiku terlebih dahulu.Karena apa yang ku sampaikan ini tidaklah mudah bagiku."Pak,,Bu.....Mbak Anggun saat ini.....sedang hamil.Dan itu adalah perbuatan dari anak Bapak sendiri,,kakakku.Mas Bagas."


Bapak yang sudah berdiri dari duduknya seketika mundur satu langkah.Badannya tiba-tiba lemas.Dan ibupun terhenyak karenanya.Beliau mengambrukkan dirinya di kursi kembali dengan tangisan yang semakin menjadi.


__ADS_1


__ADS_2