Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Kehidupan Baru


__ADS_3

Adrian POV


"Baiklah....terima kasih atas kerjasamanya." Ujarku mengakhiri urusan pertemuan jual-beli rumah yang akan ku tinggali.


"Kalau begitu selamat menempati rumah ini.Dan semoga anda dan istri anda akan betah nantinya." orang yang menjadi pemilik sebelumnya mencoba menyalamiku."


"Terima kasih." sahutku membalas jabatan tangannya.Dan orang itupun menjabat tangan Dion yang sejak tadi duduk disampingku untuk terakhir kalinya.


Aku dan Dion mengantar orang itu sampai kepintu gerbang rumah sebelum akhirnya aku dan Dion sendiri memutuskan untuk kembali ke kantor,,karena jam makan siang sudah terlewati beberapa puluh menit yang lalu.Untungnya kami sempat ijin kepada atasan kalau akan datang terlambat karena suatu urusan.


"Apa kau senang dengan rumah itu ??" Tanya Dion saat kami dalam perjalanan.


"Ya...begitulah.Meski keadaan taman agak berantakan,,tapi itu tak masalah.Nanti pelan-pelan akan kuperbaiki."


"Dan sekarang kau masih punya hutang satu hal padaku."


Aku menarik nafas panjang.Aku tau kemana arah pembicaraan Dion saat ini.Dia menatapku intens.Dan aku benci tatapan itu.Tatapan yang meminta penjelasan.Dan akhirnya akupun mau tidak mau harus membuka mulutku.


"Sebenarnya......." Aku pun mulai menceritakan awal kejadian prahara kehidupanku.Tak ada satupun yang aku lewatkan.Dan semua masalahku,,kesedihanku,,bahkan sampai kemarahanku,,semua aku ceritakan padanya.Kulirik Dion hanya diam membisu mendengar ceritaku.Tidak biasanya dia seperti itu.Dion yang kukenal selama ini selalu aktif dan hampir tak jarang bicara kecuali saat bekerja.Namun kali ini,,dia seakan terhipnotis oleh semua yang ku sampaikan.


"Jadi itu yang membuatmu akhir-akhir ini melamun bahkan kau hampir menolak setiap ajakanku untuk keluar ??" Kata Dion dengan serius.Sikap yang tak pernah dia perlihatkan kecuali memang saat-saat tertentu.


"Yachhh....aku harus bagaimana lagi,,tak ada yang bisa aku lakukan selain itu." jawabku lemah.


"Bukankah kau bisa membagi masalahmu denganku ?? Tapi kau tak melakukan itu." Ujarnya sedikit kesal.Dan aku tau dia sedang kecewa padaku."Ckkk...apakah kau meragukan persahabatan kita selama ini,,sampai kau menyembunyikan masalah sebesar ini padaku ??" Tambahnya sembari berdecak.


"Memangnya apa yang bisa kau lakukan untukku ?? Apa kau mau menggantikanku menikahi wanita itu ??" Aku menantang.Dan diapun hanya terdiam.


"Aku ingin melihat seperti apa wanita yang sekarang menjadi istrimu itu." ujarnya kemudian.


"Untuk apa ?? Kalau kau ingin menggantikan posisiku,,aku rasa sudah terlambat."


"Ya...setidaknya aku ingin tau kenapa kakakmu bisa membuangnya begitu saja.Sedangkan kau bilang kalau hubungan mereka sudah terjalin begitu lama dan mereka juga saling mencintai."


"Hhhh.....itulah yang aku tak mengerti.Mungkinkah mas Bagas mulai terbuai dengan jabatan yang di terimanya saat ini,,sampai dia harus mengorbankan wanita yang dia cintai."


"Aku rasa juga begitu.Bisa jadi bukan ?? Bukankah kakak iparmu itu anak dari atasannya sendiri ??"


"Ya.Dan kalaupun itu benar,,sampai kapanpun aku tak akan memaafkan mas Bagas meskipun dia mengemis padaku." Ucapku geram dan tampak emosi.


"Sudahlah....yang harus kau pikirkan sekarang adalah soal istrimu...Bagaimana kau menjalani kehidupanmu selanjutnya dengan dia.Apalagi kalian sudah tidak tinggal di rumah orang tua kalian.Jadi apakah selamanya kau akan mengabaikannya ??"

__ADS_1


"Entahlah....aku masih belum bisa menerima semua ini.Juga dirinya."


"Kau kelihatan sekali sangat membenci istrimu."


"Aku hanya sakit hati.Karenanya aku jadi menyakiti wanita yang kucintai."


"Soal istrimu......Apakah dia......cantik ??" Tanya Dion kemudian ragu-ragu.Dia melirikku sekilas sambil menggaruk-garuk janggutnya yang tak berbulu.


"Ehmmm....yacchh...." Jawabku dengan malas.


"Wooww....ini surprise buatku.Aku bahkan tak pernah mendengarmu memuji seorang wanita.Kecuali Andini pastinya.Dan aku jadi semakin tertarik ingin bertemu dia.Sore nanti saat kita pulang kerja,,aku akan mampir ke rumahmu."


"Untuk apa ??" Aku memprotes.


"Yak...ela broo....tentu saja mau ketemu dengan saudara ipar." Dion memainkan alisnya naik turun sambil tersenyum lebar menggodaku.Dan aku hanya bisa mendengus pasrah.


"Terserah kaulah...."


"Ehh....ngomong-ngomong,,dia sudah tau tempat tinggal kalian yang baru ini ??"


"Oh...iya...." Aku seperti di kejutkan dari lamunanku.Dan benar kata Dion,,Anggun memang belum tau tempat tinggal kami yang baru.Mungkin saat inipun dia sedang menantikanku.Aku tak bisa menghubunginya karena ponselnya juga ada padaku.Akhirnya aku memutar mobil menuju sekolah tempatnya mengajar.Lagi pula aku juga harus menyerahkan kunci rumah padanya.Dan untungnya tadi tas-tasnya juga sudah aku turunkan di rumah itu.



Ini adalah awal dari kehidupan baru Adrian dan istrinya.Dimana mereka memulai hidup rumah tangga dengan cara dan peraturan yang mereka buat dan tetapkan sendiri.Hari ini seusai pulang sekolah,,Anggun memang mengharap Adrian menghubunginya.Karena perempuan itu tak tahu kemana ia harus pulang setelah selesai mengajar.Dan untungnya keresahannya di jawab oleh Tuhan.Adrian datang setelah hampir satu jam Anggun menunggu.Memberitahukan alamat tempat tinggal mereka yang baru beserta menyerahkan kunci rumahnya.Tak lupa Adrian juga mengembalikan ponsel milik Anggun yang dipinjamnya semalam,,untuk kemudian pria itu berlalu dan kembali ke kantornya.


Sebelumnya Anggun sudah berfikir akan membeli beberapa bahan makanan di supermarket terdekat.Wanita itu masih mensyukuri nasib baiknya yang membiarkan ia meninggalkan dompetnya di rumah lamanya sehingga saat ini dirinya tak usah memusingkan soal uang.


Dalam perjalanan pulang Anggun tiba-tiba teringat pesan ibu mertuanya.Hingga diapun memutuskan untuk menghubungi wanita yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum.salam...."


"Ini saya bu...Anggun."


"Oalah....kowe to nduk.Piye kabarmu ngger ??"


"Alkhamdulillah sae bu.Ibu sehat juga kan ??"


"Yaaaahh....meskipun kami tak behenti memikirkan kalian.Ibu benar-benar khawatir padamu nduk.Apakah Adrian menyakitimu ??"

__ADS_1


"Ohh...ndak kok bu."


"Ya....syukurlah kalau begitu.Lalu,,sekarang kalian tinggal dimana ??"


"Mas Rian membeli rumah baru bu.Dan saya sedang menuju kesana sekarang.Oh...ya bu,,bolehkah saya minta tolong ??"


"Katakan Anggun !!"


"Mas Rian....sepertinya akan kesulitan dengan pakaiannya.Jadi bisakah ibu menyuruh pak Doni mengantar semua pakaiannya kemari ??"


"Tentu saja nak.Ibu akan menyuruh bi Inem menyiapkannya segera.Dan biar pak Doni nanti mengantar pakaian beserta peralatan kantor suamimu kesana."


"Matur suwun bu.Nanti saya kirim pesan dimana alamatnya.Ehmm..kalau begitu,,saya tutup dulu bu telfonnya."


"Yo...wes nduk.Ati-ati kowe ning kono.Jaga diri baik-baik.Dan pesan ibu,,bersabarlah menghadapi sikap Adrian."


"Njih bu.Insya Allah...salam kagem bapak.Assalamualaikum..."


"Walaikum salam..."


Panggilan itupun berakhir.Anggun hanya bisa melamun sambil melihat jalanan Surakarta lewat kaca mobil.Entah kenapa kali ini hatinya sudah mulai teguh kembali.Tak ada ketakutan ataupun rasa was-was seperti sebelumnya.Mungkin setelah Adrian menemuinya dengan wajah yang sedikit lembut dari biasanya.Anggun berharap pria itu akan mulai bisa menerima keberadaannya.


Beberapa jam kemudian...


Anggun sudah selesai dengan semua masakannya.Beberapa kali di cobanya untuk mencicipi masakan itu,,dan senyum puas menghias bibirnya.Adrian pasti suka.Ini enak,,pikirnya.Kali ini Anggun memasak rendang daging.Dan itu adalah masakan kesukaan Adrian.Dia tau itu dari ibu mertuanya yang beberapa hari lalu pernah mengatakan hal itu padanya.


Dan rasa penat kini mulai menggelayuti tubuhnya.Wanita itu bahkan langsung membereskan rumah saat sampai di rumah tadi siang.Merapikan pakaiannya dan milik Adrian yang sudah dikirimkan pak Doni beberapa waktu yang lalu.Dan seusai itu,,dia langsung turun ke dapur untuk memasak.


Kini Anggun tinggal membersihkan dirinya sambil menunggu Adrian pulang.Mengguyur rambut dan tubuhnya dengan air hangat,,itu yang ia pikirkan saat ini.Karena hanya itulah cara satu-satunya mengusir lelah yang sudah menyerangnya.Dan satu jam kemudian setelah selesai merapikan diri...terdengar suara bel berbunyi beberapa kali.


Tiiinnnggg....Toooonnnggg......


Tiiinnnggg....Toooonnnggg......


Mungkinkah itu Adrian ??


Anggun melangkahkan kaki menuju pintu rumah.Rambutnya masih basah oleh air yang belum sempat ia keringkan.Dan malam ini wajahnya kelihatan sangat berseri.Anggun membuka pintu daaannnn....


"Maaf,,anda siapa ??"


\================================

__ADS_1


__ADS_2