Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Awal yang Buruk


__ADS_3

Pernikahan Anggun dan Adrian memang di adakan sederhana.Hanya tetangga sekitar yang mereka undang dan beberapa kerabat dekat keluarga Sujono.Tentunya semuanya tak melewatkan pertanyaan-pertanyaan curiga dari mereka semua terutama keluarga dekat.


Mereka tentunya sudah tau bahwa yang sesungguhnya adalah Adrian tak mencintai Anggun.Demikian juga sebaliknya.Namun bagaimana mereka bisa bersama ?? Bahkan sekalipun tak terlihat kalau di antara mereka ada hubungan.Namun keluarga Sujono menjawab semua rasa penasaran itu dengan ringan dan tanpa beban.Mereka ingin menghapus kecurigaan orang-orang sekitar.


Namun ada satu orang yang tidak percaya pada penjelasan tersebut.Dia adalah wanita yang biasa Rian panggil dengan budhe.Orang yang notabene nya adalah kakak dari Tn.Sujono.Wanita paruh baya itu masih menaruh curiga atas pernikahan tiba-tiba tersebut.


"Ratih....sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dari kami ??" Tanya budhe Adrian yang bernama SurantiĀ  atau orang-orang sering memanggilnya budhe Ranti.Pertanyaan itu ia lontarkan saat semua orang sudah kembali ke rumah masing-masing dan hanya tinggal dia sendiri yang masih tersisa karena berniat untuk menginap semalam lagi di rumah itu.


"Apa maksud mbak yu ?? Saya ndak ngerti arah pembicaraan sampean." bu Ratih berusaha mengelak dan terus menyibukkan dirinya.


"Apalagi kalau bukan soal Adrian.Jangan bilang kalau ini adalah keinginan mereka.Aku tau siapa mereka ?? Dan jangan lupa kalau aku mengenal anak-anakmu satu persatu." Budhe Ranti mulai mendikte.


"Mbakyu....apapun alasannya,,yang pasti ini adalah jalan yang memang harus di tempuh."


"Jadi benar,,kalau ada alasan di balik itu ??"


"Ehhmm....saya ndak bilang kalau ada alasan tertentu.Tapi mungkin ini memang sudah takdir Tuhan untuk mereka."


"Ccckkk....Takdir ?? Takdir tanpa sebuah alasan ?? Ndak mungkin !!!Goroh !!! Aku bahkan bisa melihat sendiri rasa keterpaksaan Adrian terhadap pernikahan ini."


"Ah....itu hanya perasaan mbak yu saja."


"Dengar Ratih,,kalau sampai aku tau kalau Adrian melakukan pernikahan ini dengan terpaksa,,maka aku tidak akan tinggal diam.Meskipun aku hanya budhenya tapi aku menyayangi anak-anakmu seperti anakku sendiri.Dan aku tidak mau melihat mereka hidup tidak bahagia !!!" Sebuah ancaman keluar dari mulut tebal wanita bersanggul itu.Bu Ratih hanya bisa menarik nafas panjang karenanya.


Untuk Adrian dan Anggun sendiri masih belum memutuskan langkah selanjutnya yang akan mereka tempuh.Juga belum ada keinginan,, apakah mereka akan mencari rumah sendiri atau tetap tinggal di rumah orang tua Adrian.


Dan malam itu adalah malam dimana awal badai kemelut datang menimpa.Adrian hendak keluar saat tiba-tiba Anggun memanggilnya.


"Mas,,mau kemana ??" Tanya Anggun tiba-tiba.


"Bukan urusanmu aku mau pergi kemana !!" Cetus Adrian dingin tanpa menoleh sedikitpun.


"Tapi aku sudah menyiapkan makan malam.Dan semua sudah menunggu di meja makan."


"Katakan pada mereka kalau aku akan makan di luar."


"Tapi mas....ingatlah...disini ada budhe,,apa mas ingin budhe melihat ketidak baikan ini ??"


"Haahhh !!! Apa peduliku ??? Mau budhe tau atau tidak,,aku tidak perduli.Dan jangan melarangku soal apapun !!" Adrian mendengus dan melangkah keluar dengan kasar.


"Masss....masss....tungguu !!! Anggun mohon....bersikap baiklah sekali ini saja setidaknya sampai budhe pulang." Anggun berusaha mengejar suaminya namun Adrian bahkan sama sekali tak menghiraukannya.Hingga terdengarlah sebuah seruan tajam dari dalam rumah.


"Berhenti Adrian !!!" Seruan itu spontan membuat Adrian berhenti seketika.Anggun yang berada di belakang Adrian menoleh langsung ke arah datangnya suara.Dan betapa terkejutnya dia saat tau siapa itu.


"Budhe ?!?!" bisiknya lirih sambil menutup mulutnya.Kepalanya tertunduk langsung karena takut.Wanita paruh baya itu memang menampakkan aura menakutkan.Dan dia maju perlahan-lahan mendekati keberadaan Adrian dan istrinya berada.


"Mau kemana kamu Adrian ??" tanya budhe Ranti penuh ketegasan.


"Saya....saya....mau keluar sebentar budhe." jawab Adrian salah tingkah.


"Keluar ?? Tidak taukah kalau sekarang waktunya kita makan malam.Bukankah istrimu sudah memanggilmu untuk itu ??" pertanyaan itu begitu menikam sampai Adrian terdiam tak bisa mengucap apapun."Masuk dan ikut makan malam dengan kami !!"

__ADS_1


"Tapi budhe,,saya sedang tidak selera makan."


"Karena apa ?? Apa kamu ada masalah ??" Adrian kembali terdiam.Matanya nanar menatap lantai-lantai rumah."Jawab pertanyaan budhe Adrian !!! Kenapa kamu tidak selera makan dan ingin pergi dari rumah ?? Ini sungguh bukan kebiasaanmu.Budhe tau seperti apa kamu."


Dan sebelum Adrian menjawab pertanyaan budhenya,,Anggun cepat-cepat menghampiri suaminya.


"Mas...ayo kita masuk.Semua kita bicarakan baik-baik didalam." Anggun berusaha menenangkan Adrian dengan mencoba menggenggam tangannya.Sesungguhnya dia tak ingin budhenya tau mengenai semua permasalahan di rumah itu.Namun tak disangka,,Adrian menepiskan tangan tersebut dengan sekali hentakan.Membuat darah Anggun menggelegak untuk sesaat.


"Apa yang kamu lakukan Adrian ?? Kenapa kamu bersikap kasar pada istrimu ?? Seperti inikah kami mendidikmu selama ini ??" Seruan keras itu terdengar lagi dari mulut budhe Ranti.Dan kali ini nadanya lebih tinggi dari semula."Apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu Adrian ?? Ini adalah hari pertama pernikahanmu.Dan kamu bersikap seolah-olah tak menyukai pernikahan ini." Wanita itu menekan.


Tiba-tiba muncullah bu Ratih bersama suaminya dari dalam.


"Adrian....ayo masuklah le !! Ikuti perkataan budhemu nak." Bu Ratih nampak berusaha ikut menenangkan putranya.


"Biarkan dia menjawab pertanyaanku dulu Ratih !! Kenapa dia melakukan semua ini ?? Sikap-sikap tidak pantas yang tak seharusnya ia tunjukkan." Budhe Ranti berusaha menahan.


"Mbak yu...saya mohon...jangan bahas soal ini." Sela pak Sujono dari belakang.


"Jangan ikut campur kamu dek,,biar dia menjawab pertanyaanku yang tak bisa di jawab saat aku menanyakannya pada kalian !!!" Putus budhe Ranti sengit."Ayo Adrian jawab pertanyaan budhe !!"


"Mbak,,tolong...jangan paksa Adrian....jangan menekannya lagi." Bu Ratih memelas.


"Aku hanya bertanya Ratih,,sesulit itukah kalian menjawab pertanyaanku ??"


"Karena aku tidak menghendaki pernikahan ini !!!! Aku terpaksa menikah dengannya !!! Apa budhe puas ???" Adrian berteriak keras.Dan suasana tiba-tiba mencekam.Budhe Ranti membelalakkan matanya tak percaya.Kemarahan kini terlihat jelas di wajah tuanya.


"Siapa yang bisa menjelaskan dengan apa yang di katakan Adrian barusan ??" Wanita itu mulai mengintrogasi.Matanya menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu."Sujono....Ratih....apa kalian bisa jelaskan semua ini ??" Orang yang ditanya hanya diam tak bergeming membuat budhe Ranti berdecak.Pandangannya kini beralih pada Anggun.


"Anggun,,bisa kau katakan kenapa Adrian menikahimu ??" Anggun yang sejak tadi berdiri dengan kepala tertunduk kini semakin menundukkan kepalanya.Tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dingin.Bibirnya terasa kaku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.


"Jangan sekali-kali mbak yu mencoba menghubungi Bagas.Dia sudah bukan anggota keluarga ini lagi !!!" kata pak Sujono dengan suara menggelegar.Matanya menatap tegas kearah kakak perempuannya.


"Apa maksud semua ini ?? Sejak kapan kalian menganggap Bagas bukan keluarga ini lagi ??" Kembali wanita bertubuh besar itu melontarkan pertanyaan menyelidik.


"Mbak yu....bisakah kita bicara sebentar...." kata bu Ratih tiba-tiba.Dan meski masih dengan sedikit keraguan,,wanita itu akhirnya mengikuti permintaan adik iparnya.


Anggun POV


Dan kebenaran itupun akhirnya terungkap di depan budhe.Meski aku sudah beberapa kali bertemu dengannya dulu saat masih bersama Bagas,,namun baru sekarang aku melihat aura menakutkan dari budhe Suranti.


"Dan kamu mengorbankan anakmu hanya demi gadis itu ?? Orang tua macam apa kalian ?? Kalian bahkan sudah memutuskan hubungan darah dengan putra kalian sendiri hanya demi membela gadis pembawa sial itu !!!!" Suara itu terdengar sangat jelas di telingaku.


"Mbak yu,,bagaimanapun juga ini bukan kesalahan Anggun.Bagas yang telah mengacaukan semuanya." tampak Ibu sedang membelaku.


"Tapi gadis itu juga ikut andil dalam masalah ini.Kalau saja dia bukan gadis gampangan,,dia tak mungkin bisa sampai menanggung aib seperti itu.Hamil di luar nikah !!! Seperti apa keluarganya mendidiknya ?? Benar-benar memalukan !!!" Aku menggigit bibirku sendiri pedih saat mendengar pernyataan tajam dari budhe.Tidak hanya hatiku yang tersayat.Namun semua tubuhku serasa teriris oleh silatan sembilu.Air mataku kembali menggenang di pelupuk mata.


"Cukup !!! Cukup mbak !! Jangan bilang seperti itu !!!" Bapak menghardik marah."Meskipun sampean keluarga tertua yang harus kami hormati,,tapi kalau mbak Ranti berkata menyakitkan demikian,,maka jangan salahkan saya kalau saya tidak menghormati sampean dengan cara menentang sampean."


"Kamu bahkan ikut membela menantumu dari pada mbakyumu sendiri Jono....Sihir apa yang sebenarnya sudah di berikan gadis itu pada kalian sampai kalian takhluk padanya ??"


"Mbak....ini bukan soal sihir atau apapun sejenisnya.Ini masalah kemanusiaan."

__ADS_1


"Kemanusiaan ?? Lalu bagaimana dengan perasaan Adrian sendiri ?? Apakah kau tidak bisa melihat keterlukaannya.Aku tau seperti apa putramu itu.Dia sangat mencintai Andini.Apalagi kamu bilang kalau dia sudah berniat melamar gadis itu.Dan kalian sudah menghancurkan impian terbesarnya ?!?!" budhe menggeram marah.


"Tapi bukan berarti Rian tidak bisa bahagia meski ia harus menikah dengan Anggun mbak."


"Oh ya ?? Lalu ?? Apa yang kulihat saat ini ?? Apakah aku melihat senyum kebahagiaan itu ?? Coba katakan !!! Dari sudut mana aku harus melihatnya ??" Dan pertanyaan memfonis itu membuat bapak dan ibu terbungkam."Sudahlah !!! Terserah kalian.Tapi jujur aku tidak suka dengan keputusan kalian ini.Dan mungkin sebaiknya aku harus segera pergi dari rumah ini."


"Mbak yu....mbak yu mau kemana ??" Ibu mencegah budhe yang bangkit dari duduknya.


"Aku tidak bisa lama-lama tinggal disini Ratih.Rumah ini sudah seperti neraka bagiku sekarang.Aku tidak bisa tinggal bersama gadis pembawa sial itu !!!"


"Tapi mbak,,ini sudah malam.Setidaknya tunggulah sampai besok pagi."


"Ndak perlu !!! Dan jangan coba-coba kalian mencegahku."


Budhe Ranti yang sudah gusar oleh amarah dengan cepat menyiapkan barang-barangnya.Dan tak berapa lama kemudian beliau sudah siap untuk bertolak pulang.


"Mbak yu...pikirkanlah lagi..." Kata Ibu sekali lagi berusaha menahan kepergian budhe.


"Jangan mencegahku Ratih !!" bantah budhe kasar.


"Kalau begitu biarkan Doni mengantar sampean."


"Tidak perlu !! Aku bisa naik taksi." putus budhe terakhir kali.Dan kali ini bapak maupun ibu sudah tidak bisa mencegah keinginan kakak perempuannya itu."Oh...ya,,satu lagi....Sampai kapanpun aku akan membenci keputusan kalian ini terkecuali Adrian sudah menemukan kebahagiaannya sendiri." Dan budhe akhirnya bersiap melangkah keluar rumah.


Namun aku dengan cepat menghadang budhe Ranti dengan maksud ingin mencium tangannya sebagai bentuk hormat salam perpisahan.Tapi budhe dengan cepat menghentakkan tanganku.


"Jangan sentuh aku !!! Aku jijik dengan tangan kotormu itu !! Kamu wanita pembawa sial di rumah ini !! Kamu sudah menghancurkan kebahagiaan rumah ini !!" tandas budhe sengit sehingga aku benar-benar tak kuasa lagi membendung air mataku sampai akhirnya aku lari dari tempat itu dan pergi menuju kamar Adrian yang sekarang juga sudah menjadi kamarku.


Aku mengisak dengan keras.Kata-kata barusan rupanya lebih tajam dari sebuah pisau ataupun belati.Dan baru pertama kali ini ada orang yang mengatakanku seburuk itu.Kulampiaskan tangisku di atas bantal putih yang mungkin biasa di pakai Adrian tidur.Rasa sesak membelenggu hatiku saat itu.Aku tiba-tiba teringat akan sosok ibuku.Ohhh...ibu....aku merindukanmu....Andai saja kau masih hidup,,aku pasti tak akan terluka seperti ini....


Kutumpahkan semuanya.Semua perasaan yang ku redam sejak tadi.Kemarahan Adrian yang berlarut-larut dan perkataan budhe yang sangat mengiris,,benar-benar bumbu yang serasi untuk membuat racun yang mematikan buatku.


Tak kusadari bahwa ibu sudah masuk dan duduk disampingku.Dengan tangan lembutnya,,beliau mengelus pundakku.


"Bersabarlah nduukk....bersabarlah...Ini baru awal.Akan banyak ujian di depan sana yang akan menantimu." kata ibu dengan suara yang serak.


Aku bangun dari pembaringan dan memeluk ibu mertuaku dengan erat.Kulampiaskan tangisku padanya.Seakan beliaulah kini tempatku mengeluh dan mencurahkan airmata.


"Maafkan aku bu...maafkan aku...." ucapku dalam tangisku.


"Untuk apa ndukk ??"


"Karenaku keluarga ini jadi hancur.Mungkin budhe benar....kalau aku hanya wanita pembawa sial."


"Tidak !!! Tidak Anggun !! Jangan berkata seperti itu !! Kau tidak membawa sial bagi rumah ini."


"Tapi bu....karena saya keluarga ibu jadi berantakan...."


"Ini sudah suratan takdir Anggun....Sesungguhnya,,ini juga ujian bagi rumah tangga ibu.Jadi ibu mohon,,kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri naakk..." Ibu mengecup puncak rambutku berkali-kali.Dan aku semakin terisak karena perlakuan lembut dari ibu mertuaku tersebut.


"Kamu ingat perkataan ibu kemarin kan nak,,bahwa akan banyak ujian yang akan menantimu.Dan kamu harus berjuang untuk itu.....Ibu percaya padamu Anggun...." Mata itu menatapku penuh keyakinan.Memberikan semangat buatku agar aku tak mudah terjatuh oleh arus yang datang hanya sesaat.

__ADS_1


Bisakah aku melewati semuanya ???


\===========================


__ADS_2